Beranda blog Halaman 18

Cara Menggunakan New Pcare BPJS Kesehatan Go Id

1
langkah cara menggunakan new pcare BPJS Kesehatan

Tips cara menggunakan new Pcare BPJS di http new pcare bpjs kesehatan go id pcarePrimary Care BPJS Kesehatan atau Pcare adalah salah satu layanan berbentuk aplikasi yang memberikan kemudahan kepada fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). FKTP ini misalnya puskesmas, klinik, laboratorium rujukan peserta.

Aplikasi ini dapat digunakan untuk pengajuan pengobatan, permintaan rujukan, atau pun untuk pendaftaran pasien (daftar menjadi peserta baru FKTP atau pindahan dari FKTP lain)

Aplikasi ini dapat diunduh di browser di laptop atau Google Play Store untuk pemakaian smartphone. Proses pengunduhan tidak dikenakan biaya. Dalam proses pendaftaran peserta disarankan untuk melakukan proses daftar secara offline di kantor-kantor BPJS terdekat. Setelah ini, barulah dapat melakukan akses data-data pribadi sebagai peserta BPJS Kesehatan sewaktu mengunjungi fasilitas kesehatan.

Aplikasi New Pcare BPJS Kesehatan

Aplikasi ini belum bekerja secara umum. Hanya user tertentu yang bisa memanfaatkan layanan Pcare ini. Fasilitas kesehatan yang secara resmi melewati proses pendaftaran ke BPJS dan telah mendapatkan user name dan password lah yang mampu melakukan akses ini.

Aplikasi ini menyediakan berbagai kemudahan melalui menu-menu yang tersedia. Beberapa menu dan fitur yang ada sperti: informasi tentang tagihan, prosedur pendafaran peserta BPJS Kesehatan jenis instansi ataupun mandiri perseorangan, dan Pencarian serta penyaringan fasilitas kesehatan yang terdekat.

Diharapkan dengan adanya aplikasi ini, para peserta BPJS bisa memperoleh bermacam kemudahan misalnya langkah pendaftaran yang lebih praktis, terintegrasinya data-data mengenai pasien, penegakan diagnosis yang lebih cepat dan tepat, dan rujukan yang lebih simpel dan mudah.

Bagaimana Cara Menggunakan New Pcare BPJS Kesehatan ?

  • Buka situs resmi BPJS lalu masuk ke direktori Pcare. Untuk lebih mudahnya klik tautan ini: https new pcare bpjs kesehatan go id pcare login. Bila menggunakan aplikasi unduh terlebih dahulu aplikasi Pcare di google playstore.
  • Masukkan username dan password yang sudah didapatkan setelah selesai proses registrasi.
  • Setelah berhasil masuk, Anda akan temukan halaman utama Primary Care BPJS Kesehatan. Halaman ini memuat indeks tentang pasien.
  • Pilihlah fitur pelayanan.
  • Di bagian menu ini akan diberikan dua pilihan, yaitu pendaftaran dan pelayanan.
  • Pendaftaran ini berguna untuk pasien yang akan berobat. Silahkan lalukan pendaftaran pasien dengan mengisikan nomor BPJS nya lalu tekan “Cari”. Bilamana pasien adalah pasien yang terdaftar di FKTP Anda maka identitas tentang pasien akan muncul.
  • Isikan bagian yang kosong seperti jenis kungungan, keluhan, hasil pemeriksaan fisik, nilai tekanan darah, dan lain sebagainya.
  • Tekan menu “Simpan” lalu kembali ke entri data.
  • Di entri data pilihlah kembali menu pelayanan. Di bagian ini, isilah bagian yang kosong, misalnya diagnosis dan terapi.
  • Setelah itu klik menu simpan dan proses entri data pasien Anda telah selesai.
  • Anda akan dapat melihat data-data pasien yang mengunjungi fasilitas kesehatan Anda, seperti jenis dan jumlah kunjungan, jenis kegiatan, daftar sepuluh penyakit tersering, dan lain-lain.
  • DI menu “Tools”, Anda bisa melakukan pergantian password aplikasi Anda. Selain itu, di menu ini juga Anda bisa masuk ke LUPIS BPJS untuk mengetahui dan melakukan pengeditan terhadap jumlah pekerja di FKTP Anda.
  • Anda dapat keluar aplikasi dengan menekan menu “Log out” atau “Keluar”.

Nah, itu tadi tips bagaimana cara menggunakan new Pcare BPJS Kesehatan yang terbaru. Mudah-mudahan bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Kode ICD 10 Hiperpireksia (Hyperpyrexia)

1
kode icd 10 hiperpireksia

Para koder banyak yang tanya berapa kode ICD 10 hiperpireksia. Mereka bingung karena karena kode fever lah yang banyak berserakan. Nah, untuk itu kali ini kami akan membahas tentang kode diagnosis Pcare BPJS Kesehatan atau di rumah sakit untuk keadaan medis hiperpireksia (hyperpyrexia). Diharapkan artikel ini dapat membantu.

Kondisi ini memang jarang dituliskan sebagai diagnosis oleh dokter. Oleh sebab itu, wajar sih bila para koder kebingungan. Namun, ada suatu ketika dokter masih mencari penyebab dari keadaan ini sehingga membuat diagnosis sementara sebagai hiperpireksia.

Kode ICD 10 Hiperpireksia

Sebelum kita bahas lebih lanjut, alangkah baiknya terlebih dahulu memahami secara singkat tentang apa itu hiperpireksia ini.
Definisi dan Pengertian
Hiperpireksia adalah keadaan medis dimana tubuh seseorang mengalami kenaikan suhi hingga mencapai lebih dari 41,1 derajat celsius atau setara dengan 106 derajat farenheit. Pengukuran suhu dapat dilakukan pada area mulut, ketiak, ataupun rektum.

Penyebab
Paling banyak penyebab hiperpireksia adalah karena penyakit infeksi. Setelah itu, keadaan ini biasanya disebabkan penyakit kolagen, tumor, gangguan metabolik, akibat prosedur medis, dan berbagai penyakit lainnya.

Agen penyebab di atas akan meningkatkan set point di hipotalamus di bagian otak, merusak kontrol pengatur suhu badan, atau meningkatkan produksi panas yang lebih tinggi dibandingkan dengan proeses pengeluaran panas. Risiko hiperpireksia akan semakin meningkat bila suhu lingkungan ternyata lebih panas bila dibandingkan suhu badan sehigga menghambat kelancaran proses pengeluaran panas.

Pengobatan Hiperpireksia
Ada 3 unsur penting dalam prinsip pengobatan keadaan hiperpireksia ini, yaitu:

  • Menurunkan suhu badan secara simptomatis, yang dapat dilakukan dengan cara memberikan kompres hangat dan obat pereda panas.
  • Menjalankan manajemen terapi penunjang.
  • Mencari agen penyebab penyakit dan memberikan pengobatan bersifat kausatif.

Kode Diagnosis Pcare BPJS Kesehatan Untuk Hiperpireksia dari ICD 10

Keadaan medis hiperpireksia secara umum digolongkan kepada demam tidak spesifik (fever; unspecified). Oleh karena itu, kode nya adalah R50.9.
Untuk lebih jelasnya lihat secara lengkap pada tautan di bawah ini.
> Kode ICD 10 febris lengkap.

Mungkin kebanyakan para koder tidak menyadarinya. Wajar saja mengingat dalam ICD10Data semua yang berada di atas 37,5 derajat celsius dianggap sebagai demam, tanpa menentukan batas maksimalnya.

Namun, untuk beberapa keadaan tertentu, kondisi hiperpireksia ini dapat digolongkan pada kode lainnya, yaitu:
Malignant hyperpyrexia due to anesthesia; malignant hyperthermia yang berarti hiperpireksia maligna karena anestesi; hipertermia maligna. Dimana kode ICD nya adalah T88.3

Nah, itu tadi penomoran kode untuk demam yang lebih tinggi dari biasanya. Mudah-mudahan tulisan ini membantu para koder semuanya.

Kode ICD 10 Diagnosis Penyakit Telinga Hidung Tenggorokan (THT) Lengkap

9
kode icd 10 diagnosis penyakit telinga hidung tenggorok
Daftar rincian kode diagnosa ICD 10 penyakit telinga hidung tenggorok

Salam dan jumpa lagi para sahabat koder. Di tulisan ini kami akan membagikan daftar kode ICD 10 diagnosis penyakit telinga, hidung, dan tenggorokan yang detail dan lengkap. Mudah-mudahan tulisan ini memberikan kemudahan dalam proses koding diagnosis penyakit THT di era BPJS Kesehatan.

Oleh karena begitu banyak tabel dan kode di bawah ini, maka kami sarankan tips mempermudah pencarian. Silahkan Anda tekan “Ctrl+F” lalu ketikkan nama gejala atau diagnosis penyakit (baik bahasa Indonesia ataupun Inggris. Kemudian tekan “Enter” maka Anda akan dibawa ke istilah diagnosa yang Anda cari. Hal ini dapat dilakukan menggunakan laptop, notebook, atau komputer personal.

Bila Anda menggunakan ponsel cerdas atau smartphone maka cukup klik tanda “titik tiga” di sudut kanan atas, lalu klik “Cari di halaman”. Setelah itu silahkan ketikkan keyword gejala atau penyakit yang ingin dicari lalu tekan “Search” atau “gambar kaca pembesar”. Anda pun akan dibawa ke area keyword tersebut.

Daftar Kode ICD 10 untuk Diagnosis Penyakit Telinga Hidung Tenggorokan – Kepala Leher (THT – KL)

Di bawah ini akan kami rincikan diagnosa dan nomor kode masing-masing penyakit THT – KL. Untuk lebih memudahkan pencarian, kami membagi penomoran ini menjadi 5 bagian. Adapun bagian tersebut yaitu: penyakit telinga, hidung, tenggorokan, tumor THT, dan medical check up THT.

Daftar Kode ICD 10 Diagnosis Penyakit Telinga

Yuk simak daftar penomoran di bawah ini. Semakin akurat penomoran di aplikasi atau situs BPJS maka akan semakin memudahkan urusan administrasi fasilitas kesehatan.

Istilah Penyakit TelingaKode ICD 10Diagnosis ICD 10 untuk BPJS Kesehatan
Serumen propH612Impacted cerumen
Benda asing di telingaT16Foreign body in ear
Abses telinga luarH600Abscess of external ear
Selulitis telinga luarH601Cellulitis of external ear
Otitis eksterna difusaH603Diffuse otitis externa, Swimmer ear, Hemorragic
Otomikosis (infeksi jamur kandida pada telinga)B372Candidiasis
Otomikosis (infeksi jamur aspergillus pada telinga)B448Aspergillosis
Kolesteatom eksternaH604Cholesteatoma of external ear
Otitis eksterna malignaH602Malignant otitis externa
Otalgia (sakit telinga)H920Otalgia
Stenosis liang telinga didapat akibat trauma sekunder, inflamasi, atau infeksiH613Acquired stenosis of secondary trauma, inflammation, infection
Eksotosis liang telingaH618Exostosis of external canal
Perikondritis telinga luarH610Pericondritis of external ear
Gangguan non-infeksi pada daun telingaH611Noninfective disorders of pinna
Infeksi tuba eustachiusH680Eustachian salpingitis
Oklusi tuba eustachius akibat kompresi, stenosis, atau strikturH681Obstruction of Eustachius tube : compression, stenosis, stricture
Tuba patoulusH690Patulous Eustachian tube
Otitis media supuratif akutH660Acute suppurative otitis media
Otitis media efusi akutH650Acute serous otitis media (barotaruma)
Otitis media efusi akut dan subakut akibat alergiH651Acute and subacute allergic otitis media (mucoid) (serous)
Otitis media efusi kronisH652Chronic serous otitis media
Otitis media efusi kronis (glue ear)H653Chronic mucoid otitis media (Glue Ear)
Otitis media kronik akibat alergiH654Chronic allergic otitis media
Otitis media supuratif kronis tipe benigna fase aktifH661Chronic tubotympanic suppurative otitis media
Otitis media supuratif kronis tipe benigna fase tenangH720Central perforation of tympanic membrane
Otitis media supuratif kronis tipe malignaH662Chronic atticoantral suppurative otitis media
H71Cholesteatoma of middle ear
H721Attic perforation of tympanic membrane
H722Other marginal perforations of tympanic membrane
H728Total & multiple perforations of tympanic membrane
Polip telingan tengahH744Polyp of middle ear
Otitis media supuratif kronis akibat TBCA186Tuberculosis of (inner) (middle) ear
Paresis fasialisH519Disorder of facial nerve, unspecified
Mastoiditis akut (abses mastoid)H700Acute mastoiditis : abcess of mastoid
Mastoiditis kronik (fistula mastoid)H701Chronic mastoiditis : Fistula of mastoid
VertigoH811Benign paroxysmal vertigo
Disfungsi labirin (paresis kanal)H832Labyrinthine dysfunction : paresis kanal
Penyakit MeniereH810Meniere’s disease
Neuronitis vestibularH812Vestibular neuronitis
Vertigo perifer lainnyaH813Other peripheral vertigo
Vertigo sentralH814Vertigo of central origin
Infeksi labirinH830Labyrinthitis
Fistula labirinH831Labyrinthine fistula
Gangguan perkembangan bicara dan bahasaF809Developmental disorder of speech and language, unspecified
Tinitus (bising pada telinga)H931Tinnitus
Tuli konduktif bilateralH900Conductive hearing loss, bilateral
Tuli konduktif unilateralH901Conductive hearing loss, unilateral, normal on contralateral
Tuli sensorineural bilateralH903Sensorineural hearing loss, bilateral
Tuli sensorineural unilateralH904Sensorineural hearing loss, unilateral normal on contralateral
Tuli campuran bilateralH906Mixed hearing loss, bilateral
Tuli campuran unilateralH907Mixed hearing loss, unilateral, normal on the contralateral
PresbikusisH911Presbycusis
Tuli mendadakH912Sudden idiopathic hearing loss
Efek suara pada telinga dalam (trauma akustik, NIHL)H833Noise effects on inner ear : acoustic trauma, NIHL
Tuli akibat ototoksikH910Ototoxic hearing loss
Miringitis akutH730Acute myringitis
Miringitis kronisH731Chronic myringitis
Otitis media adesifH741Adhesive middle ear disease
TimpanosklerosisH740Tympanosclerosis
OtosklerosisH800Otosclerosis involving oval window, nonobliterative
H801Otosclerosis involving oval window, obliterative
H802Cochlear otosclerosis
Gangguan pada tulang pendengaranH742Discontinuity and dislocation of ear ossicles
H743Ankylosis and partial loss of ear ossicles
Cedera superfisial pada telingaS004Superficial injury of ear
Luka robek pada telingaS013Open wound of ear
Fraktus basis kraniiS021Fracture of Base of Skull
Cedera saraf fasialisS045Injury of facial nerve
Cedera saraf akustikS046Injury of acoustic nerve
Ruptur gendang telinga akibat traumaS092Traumatic rupture of ear drum
Herpes pada telingaB001Herpes simpleks infection
B028Zoster with other complications
Paska operasi mastoidH950Recurrent cholesteatoma of postmastoidectomy cavity
H951Chronic inflam, granulation, mucosal cyst of postmastoidectomy
Deformitas pada telingaM951Cauliflower ear
Defek kongenital pada telingaQ160Congenital absence of ear auricle (anotia)
Q161Congenital absence, atresia and stricture of auditory canal
Q162Absence of eustachian tube
Q163Congenital malformation of ear ossicles
Q164Other congenital malformations of middle ear
Q165Congenital malformation of inner ear
Q169Congenital malformation of ear causing impairment of hearing
Q170Accessory auricle
Q171Macrotia
Q172Microtia
Q175Prominent ear
Q180Sinus, fistula and cyst of branchial cleft
Q181Preauricular sinus and cyst
Q182Other branchial cleft malformations

Kode ICD 10 Diagnosis Penyakit Telinga PDF dan Word Doc

Untuk para koder yang tidak mau repot-repot dalam melakukan pencarian di dunia maya, silahkan save saja tabel di atas dalam bentuk PDF atau word document nya melalui link di bawah ini.
> Link masih dalam tahap pengupdatean

List Kode ICD 10 Diagnosa Penyakit Hidung

kode ICD 10 diagnosa penyakit hidung

Setelah penyakit telinga, di bawah ini akan kami bagikan tabel yang berisi daftar penyakit pada hidung beserta kode-kodenya.

Daftar Penyakit HidungKode ICD 10Diagnosis ICD 10 untuk BPJS Kesehatan
Sinusitis akutJ01Acute sinusitis
Sinusitis akut pada sinus maksilarisJ010Acute maxillary sinusitis
Sinusitis akut pada sinus frontalisJ011Acute frontal sinusitis
Sinusitis akut pada sinus etmoidalisJ012Acute ethmoidal sinusitis
Sinusitis akut pada sinus sfenoidalisJ013Acute sphenoidal sinusitis, unspecified
Pansinusitis akutJ014Acute pansinusitis, unspecified
Sinusitis akut lainnya (lebih dari satu sinus, tetapi bukan pansinusitis)J018Other acute sinusitis, more than one sinus, not pansinusitis
Rinitis kronisJ310Chronic rhinitis : atropic, granulomatous
Sinusitis maksilaris kronikJ320Chronic maxillary sinusitis
Sinusitis frontalis kronikJ321Chronic frontal sinusitis
Sinusitis etmoidalis kronisJ322Chronic ethmoidal sinusitis
Sinusitis sfenoidalis kronisJ323Chronic sphenoidal sinusitis
Pansinusitis kronikJ324Chronic pansinusitis
Sinusitis krnois lainnya (lebih dari satu sinus, tetapi bukan pansinusitis)J328Other chronic sinusitis, more than one sinus, not pansinusitis
Sinusitis kronik tidak spesifikJ329Chronic sinusitis, unspecified
Polip pada rongga hidungJ330Polyp of nasal cavity : choanal, nasopharyngeal
Sindroma woakesJ331Polypoid sinus degeneration : Woakes’ Syndrome
Polip sinus lainnyaJ338Other polyp of sinus : polyp of ethmoidal, maxillary, spenoidal
Polip hidung tidak spesifikJ339Nasal polyp, unspecified
Rinitis vasomotorJ300Vasomotor rhinitis
Rinitis alergiJ304Allergic rhinitis, unspecified
Rinitis alergi disertai asmaJ450Allergic rhinitis with asthma
Deviasi septum nasiJ342Deviated nasal septum
Hipertrofi konkaJ343Hypertrophy of nasal turbinates
Perforasi septum nasi, rinolitJ348Perforation of nasal septum, rinolith
EpistaksisR040Epistaxis
Abses, furunkel, dan karbunkel pada hidungJ340Abscess, furuncle and carbuncle of nose
Deformitas hidung didapatM950Acquired deformity of nose
Trauma hidungS003Superficial injury of nose
S012Open wound of nose
S021Fracture of Base of Skull
S022Fracture of Nasal Bones
S031Dislocation of Septal Cartilage of Nose
S040Injury of optic nerve and pathwayas
Benda asing di hidung’T170Foreign Body in nasal sinus
T171Foreign Body in nostril
Obstruktive sleep apneu pada dewasa dan anakG4733Obstructive sleep apnea (adult) (pediatric)
Kebocoran cairan serebrospinalG960Cerebrospinal fluid leak
Selulitis orbitaH050Cellulitis of orbit
Atresia koanaQ300Choanal Atresia

List Kode ICD 10 Diagnosa Penyakit Hidung Format Word Doc dan PDF

Bagi yang mau tabel di atas versi format word document atau PDF nya yuk langsung aja ambil di tautan di bawah ini.
> Link sedang dalam penyempurnaan

Daftar Kode ICD 10 Diagnosis Penyakit Tenggorokan (Laring, Faring, atau Trakea)

Berikut ini adalah tabel yang berisikan diagnosis dari beberapa penyakit yang ada di tenggorokan, khususnya bagian laring, faring, dan trakea. Silahkan cari kode yang Anda butuhkan.

Penyakit TenggorokanKode ICD 10Diagnosis ICD 10 untuk BPJS Kesehatan
Tonsilitis akut akibat bakteri StreptokokusJ030Acute streptococcal tonsillitis
Tonsilitis akut akibat bakteri spesifik lainnyaJ038Acute tonsillitis due to other specified organisms
Tonsilitis akut tidak spesifikJ039Acute tonsillitis, unspecified
Tonsilitis kronisJ350Chronic tonsillitis
Hipertrofi tonsilJ351Hypertrophy of tonsils
Hipertrofi adenoidJ352Hypertrophy of adenoids
Hipertrofi tonsil dengan hipertrofi adenoidJ353Hypertrophy of tonsils with hypertrophy of adenoids
Faringitis viral akutB302Viral pharyngoconjunctivitis
Common coldJ00Acute nasopharyngitis [common cold]
Faringits streptokokalJ020Streptococcal pharyngitis
Faringitis akut karena organisme spesifikJ028Acute pharyngitis due to other specified organisms
Faringitis akut tidak spesifikJ029Acute pharyngitis, unspecified
Faringitis kronisJ311Chronic nasopharyngitis
J312Chronic pharyngitis : atrophi, granular, hipertrophic
Kelainan rongga mulutB370Cadidal stomatitis
K120Recurrent oral aphthae : aphthos stomatitis
K132Leukoplakia of oral mucosa, including tongue
Benda asing di faringT172Foreign body in pharynx
Benda asing di laringT173Foreign body in larynx
Benda asing di trakeaT174Foreign body in trachea
Benda asing di bronkusT175Foreign body in bronchus
Benda asing di mulutT180Foreign body in mouth
Benda asing di esofagusT181Foreign body in esophagus
Laringitis akutJ040Acute laryngitis
Laringitis obstruktif akutJ050Acute obstructive laryngitis [croup]
Laringofaringitis kronikJ060Acute laryngopharyngitis
Laringitis kronisJ370Chronic laryngitis
Paralisis pita suara dan laringJ380Paralysis of vocal cords and larynx
Polip pita suara dan laringJ381Polyp of vocal cord and larynx
Nodul pada pita suaraJ382Nodules of vocal cords
Penyakit lainnya pada pita suaraJ383Other diseases of vocal cords
Edema laringJ384Edema of larynx
Spasme laringJ385Laryngeal spasm
Stenosis laringJ386Stenosis of larynx
Penyakit lainnya pada laring (abses, selulitis, perikondroitis)J387Other diseases of larynx : abscess, cellulitis, perichondritis
TBC  pada laring, trakea, dan bronkusA155Tuberculosis of larynx, trachea and bronchus
Limfadenopati TBC periperalA182Tuberculosis of perypheral lymphadenopathy
GERDK210Gastro-esophageal reflux disease
DisfagiaR13Dysphagia
Obstruksi jalan nafas akutJ960Acute respiratory failure
Obstruksi jalan nafas kronisJ961Chronic respiratory failure
Komplikasi trakeostomiT818Emphysema (subcutaneous) resulting from procedure
J950Tracheostomy malfunction : haemorrhage, obstruction, fistula
Abses peritonsilJ36Peritonsillar abscess
Abses retro dan parafaringJ390Retropharyngeal and parapharyngeal abscess
Abses submandibulaK122Cellulitis and abscess of mouth (submandibular abscess)
DiferiA360Pharyngeal diphtheria
A361Nasopharyngeal diphtheria
A362Laryngeal diphtheria
Defek kongenital pada laring, faring, dan trakeaQ310Web of larynx
Q311Congenital subglottic stenosis
Q312Laryngeal hypoplasia
Q313Laryngocele
Q315Congenital laryngomalacia
Q320Congenital tracheomalacia
Q387Congenital pharyngeal pouch
ParotitisB26Mumps
Gangguan tiroidE040Nontoxic diffuse goiter
E041Nontoxic single thyroid nodule
E042Nontoxic multinodular goiter
E050Thyrotoxicosis with diffuse goiter
E051Thyrotoxicosis with toxic single thyroid nodule
E052Thyrotoxicosis with toxic multinodular goiter
Gangguan pada TMJM266Temporomandibular joint disorder
Langit-langit sumbingQ35Cleft palate
Bibir sumbingQ36Cleft lip
Langit-langit dan bibir sumbingQ37Cleft palate with cleft lip
TraumaS005Superficial injury of lip and oral cavity
S014Open wound of cheek and temporomandibular area
S015Open wound of lip and oral cavity
S100Superficial injury of neck, contusion of throat
S110Open wound of larynx and trachea
S111Open wound of thyroid gland
S112Open wound of pharynx and cervical esophagus
Reaksi anafilaksis pada saluran nafas atasJ393Upper respiratory tract hypersensitivity reaction, site unspecified
Kelainan esofagusK220Achalasia of cardia
K223Perforation of esophagus
K225Diverticulum of esophagus, acquired
Atrofi kelenjar air liurK110Atrophy of salivary gland
Hipertrofi kelenjar liurK111Hypertrophy of salivary gland
SialoadenitisK112Sialoadenitis
Abses pada kelenjar liurK113Abscess of salivary gland
Fistula pada kelenjar liurK114Fistula of salivary gland
SialoadenitisK115Sialolithiasis
Mukokel pada kelenjar salivaK116Mucocele of salivary gland

Daftar Kode ICD 10 Diagnosis Penyakit Tenggorokan versi PDF dan Word Doc

Seperti yang sudah-sudah, bilamana Anda membutuhkan tabel di atas versi word document dan PDF nya maka gampang sekali. Silahkan ambil saja pada tautan di bawah ini.
> Harap bersabar, tautan dalam pengupdatean

List ICD 10 Diagnosa Tumor Jinak dan Kanker Ganas Pada THT

Kami membuat pemisahan penyakit-penyakit tumor jinak dan kanker di bawah ini. Hal ini untuk mengurangi kebingungan bagi para pembaca. Yuk simak saja langsung datanya di tabel di bawah ini.

Nama Tumor Jinak dan KankerKode ICD 10Diagnosis ICD 10 untuk BPJS Kesehatan
Kanker NasofaringC110Malignant neoplasm of superior wall of nasopharynx
C111Malignant neoplasm of posterior wall of nasopharynx
C112Malignant neoplasm of lateral wall of nasopharynx
C113Malignant neoplasm of anterior wall of nasopharynx
C118Malignant neoplasm of overlapping sites of nasopharynx
C119Malignant neoplasm of nasopharynx, unspecified
Tumor ganas Pada laringC320Malignant neoplasm of glottis
C321Malignant neoplasm of supraglottis
C322Malignant neoplasm of subglottis
C323Malignant neoplasm of laryngeal cartilage
C328Malignant neoplasm of overlapping sites of larynx
C329Malignant neoplasm of larynx, unspecified
Kanker HidungC300Malignant neoplasm of nasal cavity
Tumor Ganas Pada SinusC310Malignant neoplasm of maxillary sinus
C311Malignant neoplasm of ethmoidal sinus
C312Malignant neoplasm of frontal sinus
C313Malignant neoplasm of sphenoid sinus
C318Malignant neoplasm of overlapping sites of accessory sinuses
C319Malignant neoplasm of accessory sinus, unspecified
Kanker TonsilC090Malignant neoplasm of tonsillar fossa
C091Malignant neoplasm of tonsillar pillar (anterior) (posterior)
C098Malignant neoplasm of overlapping sites of tonsil
C099Malignant neoplasm of tonsil, unspecified
Kanker OrofaringC100Malignant neoplasm of vallecula
C101Malignant neoplasm of anterior surface of epiglottis
C102Malignant neoplasm of lateral wall of oropharynx
C103Malignant neoplasm of posterior wall of oropharynx
C104Malignant neoplasm of branchial cleft
C108Malignant neoplasm of overlapping sites of oropharynx
C109Malignant neoplasm of oropharynx, unspecified
Kanker HipofaringC12Malignant neoplasm of pyriform sinus
C130Malignant neoplasm of postcricoid region
C131Malignant neoplasm of aryepiglottic fold, hypopharyngeal aspect
C132Malignant neoplasm of posterior wall of hypopharynx
C138Malignant neoplasm of overlapping sites of hypopharynx
C139Malignant neoplasm of hypopharynx, unspecified
Tumor Ganas Pada Liang TelingaC4421Basal cell carcinoma skin of ear and external auricular canal
C4422Squamous cell carcinoma of skin of ear and external canal
Kanker Telinga TengahC301Malignant neoplasm of middle ear
Tumor Ganas Pada BibirC000Malignant neoplasm of external upper lip
C001Malignant neoplasm of external lower lip
C002Malignant neoplasm of external lip, unspecified
C003Malignant neoplasm of upper lip, inner aspect
C004Malignant neoplasm of lower lip, inner aspect
C005Malignant neoplasm of lip, unspecified, inner aspect
C006Malignant neoplasm of commissure of lip, unspecified
C008Malignant neoplasm of overlapping sites of lip
C009Malignant neoplasm of lip, unspecified
Kanker LidahC01Malignant neoplasm of base of tongue
C020Malignant neoplasm of dorsal surface of tongue
C021Malignant neoplasm of border of tongue
C022Malignant neoplasm of ventral surface of tongue
C023Malignant neoplasm of anterior two-thirds of tongue
C024Malignant neoplasm of lingual tonsil
C028Malignant neoplasm of overlapping sites of tongue
C029Malignant neoplasm of tongue, unspecified
Tumor Ganas Pada GusiC030Malignant neoplasm of upper gum
 C031Malignant neoplasm of lower gum
 C039Malignant neoplasm of gum, unspecified
Kanker Dasar MulutC040Malignant neoplasm of anterior floor of mouth
 C041Malignant neoplasm of lateral floor of mouth
 C048Malignant neoplasm of overlapping sites of floor of mouth
 C049Malignant neoplasm of floor of mouth, unspecified
Tumor Ganas Palatum dan UvulaC050Malignant neoplasm of hard palate
 C051Malignant neoplasm of soft palate
 C052Malignant neoplasm of uvula
 C058Malignant neoplasm of overlapping sites of palate
 C059Malignant neoplasm of palate, unspecified
Tumor Ganas Mukosa MulutC060Malignant neoplasm of cheek mucosa
 C061Malignant neoplasm of vestibule of mouth
 C062Malignant neoplasm of retromolar area
 C0680Malignant neoplasm of overlapping sites of mouth
 C0689Malignant neoplasm of overlapping sites of other parts of mouth
 C069Malignant neoplasm of mouth, unspecified
Tumor ganas mandibulaC411Malignant neoplasm of mandible
Kanker TiroidC73Malignant neoplasm of thyroid gland
Kanker EsofagusC159Malignant neoplasm of esophagus, unspecified
Kanker Kelenjar LiurC07Malignant neoplasm of parotid gland
 C080Malignant neoplasm of submandibular gland
 C081Malignant neoplasm of sublingual gland
 C089Malignant neoplasm of major salivary gland, unspecified
LimfomaC81Hodgkin lymphoma
 C82Follicular lymphoma
 C83Non Follicular lymphoma
 C84Mature T/ NK-cell lymphoma
 C85Non Hodgin Lymphoma
Tumor jinak bagian kesatuD100lip
 D101tongue
 D102floor of mouth
 D103unspecified part of mouth
 D104tonsil
 D105oropharynx
 D106nasopharynx
 D107hypopharynx
 D110parotid gland
 D117sublingual, submandibular glands
 D140middle ear, nasal cavity and accesory sinus
 D141larynx
 D150thymus
 D170lipomatous
 D180hemangioma
Tumor jinak bagian keduaD181lymphangioma
 D232skin and external auricular canal
 D315lacrimal gland and duct
 D333cranial nerves
 D34thyroid gland
 D351parathyroid gland
 D352pituitary gland
 D353craniopharyngeal duct
 D354pineal gland
 D360lymph nodes
 D3611peripheral & autonom nerves head neck face

List Kode ICD 10 Diagnosa Tumor Jinak dan Kanker Ganas THT Format Word Doc dan PDF

Kemudahan bagi pembaca kami adalah hal yang utama, khususnya juga para koder yang berjibaku di era JKN BPJS Kesehatan ini. Yuk gak perlu repot dengan langsung memiliki tabel di atas. Ambil secara gratis di bawah ini.
> Tautan sedang dalam proses pembaharuan

Kode ICD 10 Diagnosis Medical Check Up THT

Medical check up atau pemeriksaan medis dalam rangka penapisan juga dapat dilakukan di poli THT ruma sakit. Pemeriksaan dan tidnakan ini juga memiliki kode-kode. Yuk, simak tabelnya di bawah ini.

Lain-LainKode ICD XDiagnosis ICD 10 untuk BPJS Kesehatan
MCU DEWASA : NORMALZ00Encounter for general adult medical examination without abnormal findings
MCU PENDENGARANZ011Encounter for examination of ears and hearing
MCU TUJUAN TERTENTUZ020Encounter for examination for admission to educational institution
Z021Encounter for pre-employment examination
Z022Encounter for examination for admission to residential institution
Z023Encounter for examination for recruitment to armed forces
Z024Encounter for examination for driving license
Z025Encounter for examination for participation in sport
Z026Encounter for examination for insurance purposes
Z027Encounter for issue of medical certificate

Nah, itu tadi lima tabel yang masing-masing berisi nomor kode ICD 10 diagnosis penyakit THT-KL (telinga, hidung, tenggorok, kepala, dan leher). Kode ini akan sangat dibutuhkan dalam entri kode Pcare BPJS Kesehatan atau aplikasi di rumah sakit. Mudah-mudahan ini membantu.

Sumber:
who.int
ICD10data
ICD 10 THT

Buah untuk Menurunkan Kolesterol Tinggi

0
Buah Untuk Menurunkan Kolesterol Tinggi

Buah untuk menurunkan kolesterol tinggi bisa Anda konsumsi secara teratur setiap harinya. Kadar kolesterol tinggi pada tubuh bisa meningkatkan Anda terserang berbagai penyakit berbahaya seperti jantung dan stroke. Oleh sebab itu, Anda perlu melakukan antisipasi dengan cara konsumsi makanan yang dapat menurunkan kolesterol.

Cara paling efektif agar kadar kolesterol Anda normal adalah dengan mengonsumsi buah dan sayur. Buah memiliki kandungan serat tinggi yang bisa larut pada air. Sehingga mampu mengikat asam empedu. Kondisi tersebut akan menurunkan penyerapan lemak serta kolesterol yang terdapat dalam darah.

Zat yang berperang dalam proses tersebut adalah pektin. Selain itu buah-buahan juga mengandung senyawa kimia, yang bisa meningkatkan jumlah kolesterol baik atau HDL. HDL ini akan membuat aliran darah semakin lancar, sehingga bisa menurunkan risiko terkena penyakit jantung.

Jenis Buah yang Bisa Menurunkan Kolesterol Tinggi

Banyak sekali jenis buah yang diklaim mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Berikut ini buah yang dapat menurunkan kolesterol tinggi:

Apel
Apel merupakan buah yang memiliki kandungan pektin sangat tinggi terutama pada bagian kulitnya. Dengan di olah menjadi jus buah untuk menurunkan kolesterol dengan cepat, zat tersebut dapat menyerap lemak jahat serta kolesterol yang berada didalam usus halus. Kemudian akan dikeluarkan melalui feses dan juga urine.

Alpukat
Kandungan lemak tak jenuh pada alpukat sangat baik untuk tubuh. Bahkan buah satu ini sangat direkomendasikan bagi penderita penyakit jantung. Karena mengandung serat, vitamin serta mineral yang mampu menyerap kolesterol jahat. Selain itu, buah ini juga bisa menstabilkan gula darah.

Pir
Buah pir mengandung tinggi serat, bahkan mengonsumsi satu buah pir bisa mencukupi sebanyak 16 persen serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Buah pir juga mampu menurunkan kolesterol jahat sehingga kadarnya akan stabil.

Buah Berri
Stroberi, blueberry, ataupun cranberry merupakan buah yang kaya akan serat. Kandungan tersebut bisa larut dalam air sehingga mampu menyerap kolesterol jahat pada usus. Selain itu, konsumsi buah berri secara rutin akan menurunkan risiko terserang penyakit kardiovaskular.

Resep Jus Buah untuk Turunkan Kolesterol dengan Cepat

Anda bisa berkreasi membuat jus buah untuk menurunkan kolesterol dengan cepat. Anda bisa menggunakan beberapa jenis buah dan sayuran sekaligus untuk membuat jus yang menyegarkan. Resepnya adalah sebagai berikut:

Resep 1, Jus Apel, Wortel, Seledri
Jus kombinasi pertama untuk turunkan kolesterol dengan cepat yaitu jus apel, wortel dan seledri. Untuk membuatnya Anda hanya perlu menyiapkan 1 buah wortel ukuran besar, 2 buah apel hijau tanpa dikupas, kemudian 2 lembar seledri. Potonglah semua bahan menjadi beberapa bagian kemudian masukan kedalam juicer. Minumlah jus buah untuk menurunkan kolesterol secara teratur.

Resep 2, Jus Apel, Lemon, Paprika, Seledri
Untuk membuat jus yang kaya nutrisi penurun kolesterol maka Anda bisa mengombinasikan apel dengan lemon, paprika dan seledri. Anda bisa menyiapkan 2 buah apel, 1 buah paprika hijau, 1 iris lemon, dan 2 lembar daun seledri. Potonglah semua bahan kemudian tambahkan satu gelas air kemudian blender hingga halus. Lemon bisa Anda tambahkan diakhir ketika jus sudah siap.

Mengonsumsi buah sangat baik untuk kesehatan. Selain rasanya yang menyegarkan, buah juga mampu memberikan rasa kenyang lebih lama. Sehingga sangat cocok bagi Anda yang tengah menjadi program diet. Buah untuk menurunkan kolesterol tinggi seperti apel dan alpukat wajib untuk Anda konsumsi setiap hari.

Gejala Serangan Jantung Khas Yang Perlu Dipahami

1
gejala serangan jantung

Gejala serangan jantung adalah keluhan yang timbul sebagai akibat dari adanya iskemia (kurang suplai darah) atau infark (kerusakan) pada otot-otot jantung. Iskemia dan infark ini biasanya diakibatkan oleh permasalahan pada pembuluh darah jantung atau yang lebih dikenal sebagai pembuluh koroner.

Tanda serangan jantung umumnya berupa nyeri dada yang dirasakan di bagian belakang tulang dada. Sebagai orang awam, ada beberapa hal yang perlu Anda pahami tentang gejala ini. Yuk simak di bawah ini agar Anda memiliki pengetahuan yang lebih mumpuni dibandingkan awam lainnya.

Tanda dan Gejala Serangan Jantung

Untuk memahami bagaimana ciri ciri gejala serangan jantung yang khas itu, cukup ingat saja singkatan PQRST! Apa itu? Yuk simak penjelasannya di bawah.

Ingat Gejala Serangan Jantung, Ingat PQRST

P adalah singkatan dari Pain
Pain memiliki arti nyeri. Nyeri yang dirasakan umumnya berasal dari belakang tulang dada sehingga sering disebut sebagai nyeri dada (atau dalam bahasa medis disebut angina pektoris).

Q ialah singkatan dari Quality
Quality berarti bagaimana kualitas dan deskripsi dari nyeri dada tersebut. Sakit dada yang dirasakan memiliki derajat hebat. Pasien akan merasa dadanya seperti dihimpit beban yang sangat berat, ditekan, diremas-remas, perasaan panas, sesak nafas, hingga penuh di bagian dada.

Perlu Anda pahami bahwasanya terkadang muncul nyeri dada, sesak nafas, dan dada terasa penuh dengan derajat yang ringan. Nyeri seperti ini biasanya diakibatkan oleh penyakit gastritis (radang lambung atau maag). Jarang sekali nyeri dada yang mempunyai derajat ringan disebabkan oleh serangan jantung kecuali angina equivalent.

Dalam PQRST ada Angina Equivalent, Hati-Hati!

Angina equivalent termasuk bagian dari masalah pada jantung. Untuk menegakkannya diperlukan bantuan alat diagnostik elektrokardiogram (EKG). Oleh karena itu, bila Anda merasakan nyeri dada dan memiliki riwayat keluarga mengalami serangan jantung, tetapi Anda tidak memiliki riwayat penyakit maag maka sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter.

R adalah singkatan dari Radiance
Radiance berarti penjalaran. Biasanya nyeri dada tidak dapat dilokalisir oleh pasien. Sakit yang terjadi pada serangan jantung akan dirasakan menjalar ke lengan bagian kiri. Selain itu, sakit juga dapat menjalar ke area bahu, punggung, ulu hati, bagian leher (leher dirasakan seperti tercekik), atau rahang bagian bawah.

Penjalaran nyeri dada ke area ulu hati seringkali dianggap sebagai penyakit maag. Pasien lebih memilih meminum obat maag ketimbang melakukan pemeriksaan diri ke fasilitas kesehatan. Alhasil banyak kejadiaan henti jantung yang disangka sebagai penyakit maag akut.

S ialah singkatan dari Systemic
Systemic berarti sistemik (meliputi keseluruhan organ). Ini bermakna bahwa selain gejala nyeri dada, pasien juga merasakan tanda umum lainnya seperti mual yang dapat disertai muntah dan keringat dingin.

T adalah singkatan dari Time
Time berarti waktu. Nyeri dada yang dirasakan pada serangan jantung haruslah berlangsung lama. Jadi, bukanlah sakit yang hanya sesaat saja. Para ahli menyimpulkan bahwa nyeri dada yang termasuk ciri ciri serangan jantung adalah nyeri yang berlangsung selama lebih dari 20 menit.

Sudah Memahami Gejala Serangan Jantung dan Cara Mengatasinya Bagaimana?

Bila Anda menemukan seseorang yang mengalami sakit pada dada sesuai dengan penjelasan PQRST di atas maka segera lakukan beberapa hal di bawah ini.

  • Tetap tenang dan jernihkan pikiran.
  • Panggil bantuan.
  • Tenangkan dan amankan posisi orang tersebut. (Individu yang mengalami serangan jantung akan cendrung panik dan takut. Oleh karena itu, upayakan untuk membuatnya tetap tenang dan menjaganya dari gangguan lingkungan sekitar).
  • Berikan tablet aspirin sebanyak 2 sampai 4 tablet kepadanya sambil membawanya ke instalasi gawat darurat terdekat. (Biasanya mereka yang telah pernah mengalami serangan jantung akan memiliki persediaan obat di kantung atau tasnya. Anda dapat membantu memberikan obat tersebut kepadanya).

Nah, itu tadi beberapa hal yang perlu Anda pahami tentang gejala serangan jantung. Pengetahuan seputar hal ini akan meningkatkan kewaspadaan Anda dalam menilai dan melakukan tindakan lebih lanjut bila menemukan kasus serangan jantung. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber: Buku Ajar Kursus Bantuan Hidup Jantung Lanjut

Makanan yang Harus Dihindari Penderita Kolesterol dan Penyakit Jantung

0
Makanan Yang Harus Dihindari Penderita Kolesterol
Jenis Makanan Gorengan Harus Dihindari

Makanan yang harus dihindari penderita kolesterol dan penyakit jantung wajib untuk Anda ketahui. Terlebih bagi Anda yang kini sedang menderita kedua penyakit tersebut. Kolesterol tinggi merupakan keadaan dimana lemak berlebih mengendap di dalam darah. Kondisi inilah yang menjadi penyebab sakit jantung.

Kolesterol didapatkan dari makanan yang dikonsumsi dan diproduksi pada organ hati. Dalam tubuh manusia terdapat dua macam kolesterol yaitu kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL). Kolesterol yang sering menyebabkan penyakit komplikasi seperti penyakit jantung adalah kolesterol jahat (LDL).

Sakit jantung bisa menyerang siapa saja baik wanita maupun pria, namun penyakit ini lebih rentan menyerang pria dengan usia diatas 40 tahun. Untuk mencegah penyakit ini maka hendaknya Anda selalu mengutamakan pola hidup sehat dengan cara konsumsi makanan bergizi seimbang, serta melakukan olahraga secara teratur.

Jenis Pantangan Makanan Untuk Penderita Kolesterol dan Penyakit Jantung

Lemak pada tubuh manusia memang memiliki peranan penting, akan tetapi jika jumlahnya berlebihan maka bisa menyebabkan berbagai penyakit. Berikut ini contoh makanan yang harus dihindari penderita kolesterol tinggi dan penyakit jantung:

Gorengan
Menggoreng makanan menggunakan margarin maupun minyak goreng akan menyebabkan kolesterol yang terkandung pada makanan tersebut semakin tinggi. Terlebih minyak yang digunakan merupakan minyak jelantah yang telah berwarna hitam pekat. Jika Anda menderita kolesterol atau penyakit jantung, maka Anda harus menghindari makanan gorengan seperti mendoan, martabak telur bakwan dan lain sebagainya.

Makanan mengandung lemak jenuh
Kornet, sosis, minyak goreng dan santan kelapa merupakan contoh makanan yang mengadung lemak jenuh. Lemak jenuh akan mengakibatkan gangguan penyakit serta menyebabkan kolesterol Anda semakin tinggi. Oleh sebab itu, Anda perlu mengganti sumber lemak jenuh tersebut dengan makanan lemak tak jenuh seperti minyak zaitun.

Lemak Trans
Jenis makanan yang harus dihindari penderita kolesterol dan penyakit jantung ialah lemak trans. Lemak tersebut biasanya dijumpai pada minyak yang sudah dipadatkan seperti mentega dan minyak kelapa. Sehingga sebisa mungkin hindari mengolah makanan dengan kedua jenis sumber lemak trans tersebut. Sebagai alternatifnya Anda bisa menggunakan margarin yang bebas lemak trans.

Jeroan
Pantangan makanan selanjutnya adalah jeroan. Hindari konsumsi jeroan sapi, ayam otak, usus dan juga ampela. Makanan tersebut dapat memicu kolesterol dalam darah meningkat serta dapat memperparah penyakit jantung yang Anda derita. Akan lebih baik, jika Anda memilih jenis daging tanpa lemak yang lebih sehat.

Makanan Rekomendasi Untuk Penderita Kolesterol dan Penyakit Jantung

Terdapat beberapa makanan yang sangat direkomendasikan untuk penderita kolesterol dan penyakit jantung, yaitu sebagai berikut:

Sayuran hijau
Penderita kolesterol dan jantung disarankan untuk konsumsi sayuran hijau setiap harinya. Jenis sayuran tersebut seperti brokoli, bayam, kangkung, sawi. Sayuran tersebut kaya akan vitamin K, mineral serta antioksidan sehingga dapat mencegah pembekuan darah dan juga melindungi arteri jantung.

Biji-bijian utuh
Biji-bijian yang masih utuh seperti gandum utuh, gandum hitam, beras merah, dan quinoa kandungan seratnya sangat tinggi. Makanan ini bagus untuk kesehatan jantung sekaligus rendah lemak, sehingga dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL).

Tomat
Tomat mengandung likopen dengan antioksidan tinggi. Kandungan tersebut bermanfaat untuk menangkal radikal bebas. Selain itu, likopen diklaim mampu menurunkan resiko penyakit jantung dan stroke.

Untuk mengetahui kadar kolesterol dalam tubuh, maka hendaknya melakukan tes darah. Bagi Anda yang menderita kolesterol tinggi dan penyakit jantung pemeriksaan secara rutin perlu dilakukan, guna memantau perkembangan kesehatan Anda. Selain itu, Anda juga perlu menghindari makanan yang harus dihindari penderita kolesterol dan penyakit jantung.

Kode ICD 10 Cephalgia, Febris, dan Gejala Umum Lainnya

2
kode icd 10 cephalgia febris dan gejala lainnya
Rincian kode diagnosa ICD 10 cephalgia, febris dan gejala lainnya

Salam hangat para koder sekalian. Seperti biasa di kategori ICD X ini kami akan berbagi tentang kode ICD 10 cephalgia (sakit kepala), febris (demam), dan gejala serta tanda umum penyakit lainnya. Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat para koder BPJS Kesehatan pada khususnya dan tenaga medis pada umumnya.

Nomor kode ICD 10 febris dan cephalgia

Kode ICD 10 Cephalgia (Sakit Kepala)

Diagnosis cephalgia sering kali ditetapkan oleh dokter, terutama dokter umum yang bertugas di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Pada koder sering bingung dalam menentukan nomor kode nya. Sehingga seringkali membutuhkan waktu yang lama dalam proses entri kode Pcare BPJS nya.

Cephalgia menunjukkan gejala sakit kepala. Istilah ini tidak ditemukan di dalam bahasa aplikasi. Bila dicari lebih lanjut maka diagnosis ini akan diarahkan ke istilah headache. Nomor kode ini cukup banyak banyak dituliskan oleh dokter.

Kode ICD 10 Febris (Demam)

Senada dengan hal di atas, istilah demam akan lebih dikenal dengan febris. Para dokter baik di FKTP atau rumah sakit yang belum. Atau tidak mengetahui penyebab demam pada pasien akan cenderung menuliskan diagnosis kerja observasi demam. Namun, ternyata banyak kode untuk menjelaskan keadaan demam ini.

Tabel Nomor Kode ICD 10 Gejala dan Tanda Umum Penyakit

Untuk lebih jelasnya tentang penomoran kode ICD X terkait hal di atas, silahkan lihat pada tabel di bawah ini.

Diagnosa dan Kondisi MedisKode ICD 10Diagnosis ICD 10
Rincian Kode ICD 10 Febris (Demam)
Demam tanpa diketahui penyebab lainnyaR50Fever of other and unknown origin
Demam disebabkan obatR50.2Drug induced fever
Demam spesifik lainnyaR50.8Other specified fever
Demam dengan kondisi yang diklasifikasikan di bagian lainR50.81Fever presenting with conditions classified elsewhere
Demam paska prosedurR50.82Postprocedural fever
Demam setelah vaksinasiR50.83Postvaccination fever
Demam akibat reaksi transfusi non-hemolitikR50.84Febrile nonhemolytic transfusion reaction
Demam tidak spesifikR50.9Unspecified fever
   
Sakit kepala (Cephalgia)R51Headache
   
Nyeri tidak spesifikR52Unspecified pain
   
Rincian Kode ICD 10 Malaise
Malaise dan kelelahanR53Malaise and fatigue
Keletihan akibat kanker ganasR53.0Neoplastic (malignant) related fatigue
KelemahanR53.1Weakness
Kuadriplegia fungsionalR53.2Functional quadriplegia
Malaise dan kelelahan lainnyaR53.8Other malaise and fatigue
Malaise lainnyaR53.81Other malaise
Kelelahan kronis tidak spesifikR53.82Unspecified chronic fatigue
Kelelahan lainnyaR53.83Other fatigue
   
Kelemahan fisik berhubungan dengan usiaR54Age-related physical debility
   
Sinkop dan kolapsR55Syncope and collapse
   
Rincian Kode Diagnosis Kejang Demam
Kejang; tidak diklasifikasikan di bagian lainR56Convulsions, not elsewhere classified
Kejang demamR56.0Febrile convulsions
Kejang demam sederhanaR56.00Simple febrile convulsions
Kejang demam kompleksR56.01Complex febrile convulsions
Kejang paska traumaR56.1Post traumatic seizures
Kejang tidak spesifikR56.9Unspecified convulsions
   
List Kode Diagnosis Syok
Syok; tidak diklasifikasikan di bagian lainR57Shock, not elsewhere classified
Syok kardiogenikR57.0Cardiogenic shock
Syok hipovolemikR57.1Hypovolemic shock
Syok lainnyaR57.8Other shock
Syok tidak spesifikR57.9Unspecified shock
   
Pendarahan; tidak diklasifikasikan di bagian lainR58Hemorrhage, not elsewhere classified
   
Pembesaran kelenjar getah beningR59Enlarged lymph nodes
Pembesaran kelenjar getah bening terlokalisirR59.0Localized enlarged lymph nodes
Pembesaran kelenjar getah bening generalisataR59.1Generalized enlarged lymph nodes
Pembesaran kelenjar getah bening tidak spesifikR59.9Unspecified enlarged lymph nodes
   
Edema; tidak diklasifikasikan di bagian lainR60Edema, not elsewhere classified
Edema terlokalisirR60.0Localized edema
Edema generalisataR60.1Generalized edema
Edema tidak spesifikR60.9Unspecified edema
   
Hiperdrosis generalisataR61Generalized hyperhidrosis
   
Kurangnya perkembangan fisiologis normal yang diharapkan pada anak-anak dan orang dewasaR62Lack of expected normal physiological development in childhood and adults
Perkembangan terlambat pada anak-anakR62.0Delayed milestone in childhood
Kurangnya perkembangan fisiologis normal yang diharapkan pada anak-anak lainnya dan tidak spesifikR62.5Other and unspecified lack of expected normal physiological development in childhood
Kurangnya perkembangan fisiologis normal yang diharapkan pada anak-anak tidak spesifikR62.50Unspecified lack of expected normal physiological development in childhood
Gagal tumbuhR62.51Failure to thrive (child)
Perawakan pendekR62.52Short stature (child)
Kurangnya perkembangan fisiologis normal yang diharapkan pada anak-anak lainnyaR62.59Other lack of expected normal physiological development in childhood
Gagal tumbuh pada dewasaR62.7Adult failure to thrive
   
Gejala dan tanda yang berhubungan dengan asupan makanan dan cairanR63Symptoms and signs concerning food and fluid intake
AnoreksiaR63.0Anorexia
PolidipsiR63.1Polydipsia
PolifagiR63.2Polyphagia
Kesulitan makanR63.3Feeding difficulties
Penurunan berat badan tidak normalR63.4Abnormal weight loss
Pertambahan berat badan tidak normalR63.5Abnormal weight gain
Berat badan di bawah normalR63.6Underweight
Gejala dan tanda yang berhubungan dengan asupan makanan dan cairan lainnyaR63.8Other symptoms and signs concerning food and fluid intake
   
KakeksiaR64Cachexia
   
Gejala dan tanda yang secara spesfik berhubungan dengan inflamasi dan infeksi sistemikR65Symptoms and signs specifically associated with systemic inflammation and infection
Sindrom respon peradangan sistemik akibat non-infeksiR65.1Systemic inflammatory response syndrome (SIRS) of non-infectious origin
Sindrom respon peradangan sistemik akibat non-infeksi tanpa disfungsi organ akutR65.10Systemic inflammatory response syndrome (SIRS) of non-infectious origin without acute organ dysfunction
Sindrom respon peradangan sistemik akibat non-infeksi dengan disfungsi organ akutR65.11Systemic inflammatory response syndrome (SIRS) of non-infectious origin with acute organ dysfunction
Sepsis beratR65.2Severe sepsis
Sepsis berat tanpa syok septikR65.20Severe sepsis without septic shock
Sepsis berat dengan syok septikR65.21Severe sepsis with septic shock
   
Gejala dan tanda umum lainnyaR68Other general symptoms and signs
Hipotermia yang tidak berhubungan dengan temperatur lingkungan yang rendahR68.0Hypothermia, not associated with low environmental temperature
Gejala tidak spesifik yang khas pada bayiR68.1Nonspecific symptoms peculiar to infancy
Tangisan bayi yang berlebihanR68.11Excessive crying of infant (baby)
Bayi rewelR68.12Fussy infant (baby)
Kejadian yang mengancam nyawa bayiR68.13Apparent life threatening event in infant (ALTE)
Gejala tidak spesifik yang khas pada bayi lainnyaR68.19Other nonspecific symptoms peculiar to infancy
Mulut kering tidak spesifikR68.2Unspecified dry mouth
Jari tabuhR68.3Clubbing of fingers
Gejala dan tanda umum lainnyaR68.8Other general symptoms and signs
Perasaan kenyang diniR68.81Early satiety
Penurunan libidoR68.82Decreased libido
Menggigil tanpa demamR68.83Chills (without fever)
Nyeri pada rahangR68.84Jaw pain
Gejala dan tanda umum lainnyaR68.89Other general symptoms and signs
   
Penyakit tidak spesifikR69Unspecified illness

Petunjuk Pencarian

Carilah kode berdasarkan diagnosis klinis yang ditetapkan dokter. Bila tidak mendapati nama diagnosa yang sama maka carilah yang mendekati. Bila ditemukan kalimat “not elsewhere classified”, maka itu berarti nomor kode dapat digunakan. Asalkan tidak ditemukan diagnosa yang hampir mirip di bagian lainnya.

Nah, itu tadi beberapa kode yang dikelompokkan ke dalam gejala dan tanda umum dari suatu penyakit. Mudah-mudahan bermanfaat bagi para tenaga kesehatan yang berjibaku dengan masalah pengkodean ini.

Manfaat Buah Naga Merah Untuk Jantung

0
manfaat buah naga merah untuk jantung

Manfaat buah naga merah untuk jantung memang tidak diragukan lagi, karena sudah dibuktikan oleh sebagian besar kalangan. Meskipun begitu, masih ada banyak kalangan juga yang ternyata tidak tahu bahwa buah yang dijuluki dengan nama dragon fruit ini ternyata ada banyak khasiat untuk jantung. Untuk itu, mulai dari sekarang anda bisa mencoba konsumsi buah ini dan merasakan manfaatnya.

Buah naga ini ternyata memiliki cita rasa yang khas, yaitu manis dan juga menyengarkan. Buah ini banyak disukai oleh anak-anak yang juga seru dalam proses memakannya karena dapat memberikan bekas merah di bagian mulut. Namun, jika membahas masalah manfaat dari buah naga ini ternyata memang benar kaya akan nutrisi dan dapat menangkal berbagai penyakit yang mungkin menyerang tubuh.

Tetapi, jika membahas mengenai manfaat buah naga merah sebagai pembahasan spesifik mungkin akan lebih menarik. Buah naga ternyata juga memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan rendah kalori. Bahkan, kandungan vitamin penting lainnya seperti vitamin B dan C, juga kalsium, protein, antioksidan, dan fiber juga ada di dalam buah yang memiliki identik warna merah keunguan ini.

Kegunaan Buah Naga Merah

Hal menarik lainnya yaitu, apa saja sebenarnya manfaat buah naga merah untuk diet jantung? Berikut ini akan diberikan pemaparan yang lengkap dan rinci.

Mencegah Serangan Jantung

Penyakit jantung maupun gejala jantung ternyata sangat dikhawatirkan oleh sebagian besar kalangan, terutama orang dewasa. Karena ketika jantung tidak berfungsi dengan baik, maka fungsi dari organ lain di bagian tubuh akan percuma saja. Sehingga, penting sekali bagi Anda untuk mengkonsumsi makanan atau buah yang bisa mencegah serangan jantung terjadi secara tiba-tiba.

Mengkonsumsi buah naga merah yang memiliki kadar Lycopene ternyata dapat membantu menjaga kesehatan jantung agar tercegah dari serangan jantung. Kadar Lycopene ini juga ternyata dapat berfungsi sebagai pencegah kanker yang bisa menyerang tubuh, dan juga dapat menurunkan tekanan darah yang bisa berakibat pada penyakit jantung.

Biji dari buah naga itu sendiri ternyata kaya akan lemak omega 3 dan omega 6 yang dapat menurunkan risiko gangguan kardiovaskular. Jika dikonsumsi secara rutin dalam konsumsi yang tepat, tentu akan sangat bermanfaat sekali bagi jantung dan organ tubuh lainnya. Untuk Anda yang mungkin di diagnosis gejala jantung oleh dokter, bisa mulai konsumsi buah ini.

Menjaga Kesehatan Jantung, Mencegah Kardiovaskular

Untuk manfaat buah naga merah untuk kesehatan jantung selanjutnya ialah dapat mencegah kardiovaskular dan merawat jantung agar terus sehat. Banyak yang tidak tahu bahwasanya penyakit ini ternyata memiliki hubungan dengan jantung. Kenapa buah ini mampu mencegah seseorang terhindar dari kardiovaskular? Ini dikarenakan kandungan lemak tak jenuh tunggal yang ada di dalamnya itu dapat membunuh sel jahat.

Anda harus terus menyeimbangkan kadar kolesterol dengan tetap mengkonsumsi buah lain yang juga mengandung kolesterol. Hal ini seperti yang disebutkan pada sebuah studi penelitian pada tahun 2010 bahwa dengan mengkonsumsi buah naga dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Dengan kondisi jantung sehat, maka Anda juga akan tercegah dari tekanan darah tinggi.

Dimana cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit ini ialah dengan memilih makanan yang tidak terlalu manis. Pastikan Anda tidak memberikan anak yang masih di bawah umum mengkonsumsi buah ini terlalu banyak. Hal ini dikarenakan kebutuhan sang anak terhadap kandungan dari buah naga tidak terlalu banyak. Jadi, maksimalkan manfaat buah naga merah untuk jantung dengan cara yang tepat.

Kode ICD 10 Anemia Nutrisional , Hemolitik, dan Aplastik

1

Hai, pejuang koder era BPJS Kesehatan! Kali ini kami akan membagikan kode ICD 10 anemia nutrisional, hemolitik, dan aplastik untuk rekan-rekan sekalian. Seperti biasa kode ini akan berguna dalam proses pengentrian baik pada Pcare (primary care) BPJS di puskesmas atau FKTP (fasilitas kesehatan tingkat pertama) atau di aplikasi di rumah sakit.

Kode ICD 10 anemia

Adapun, penyakit-penyakit yang termasuk di dalam kelompok kode ICD X ini adalah:

  • Anemia Nutrisional (termasuk anemia defisiensi zat besi, vitamin B12, dan asam folat),
  • Anemia Hemolitik,
  • Anemia aplastik dan sindrom kegagalan sumsum tulang lainnya,
  • Kelainan koagulasi, purpura, dan kondisi perdarahan lainnya,
  • Gangguan darah dan organ pembentuk darah lainnya,
  • Komplikasi intraoperatif dan paskaprosedur pada limpa, dan
  • Imunodefisiensi dengan defek antibodi predominan.

Kode ICD 10 Anemia Hemolitik, Aplastik, dan Nutrisional Lengkap

Kondisi Penyakit MedisKode ICD 10Diagnosis ICD 10 BPJS Kesehatan
Anemia NutrisionalD50-D53Nutritional anemias
Anemia defisiensi zat besiD50Iron deficiency anemia
Anemia kekurangan vitamin B12D51Vitamin B12 deficiency anemia
Anemia defisiensi asam folatD52Folate deficiency anemia
Anemia nutrisi lainnyaD53Other nutritional anemias
Anemia HemolitikD55-D59Hemolytic anemias
Anemia karena gangguan enzimD55Anemia due to enzyme disorders
TalasemiaD56Thalassemia
Anemia sickle cellD57Sickle-cell disorders
Anemia hemolitik herediter lainnya’D58Other hereditary hemolytic anemias
Anemia hemolitik didapatD59Acquired hemolytic anemia
Anemia aplastik dan sindrom kegagalan sumsum tulang lainnyaD60-D64Aplastic and other anemias and other bone marrow failure syndromes
Aplasia sel darah merah murni didapat (eritoblastopenia)D60Acquired pure red cell aplasia [erythroblastopenia]
Anemia aplastik dan sindrom kegagalan sumsum tulang lainnyaD61Other aplastic anemias and other bone marrow failure syndromes
Anemia akut akibat perdarahanD62Acute posthemorrhagic anemia
Amenia pada penyakit kronisD63Anemia in chronic diseases classified elsewhere
Jenis anemia lainnyaD64Other anemias
Defek koagulasi, purpura, dan kondisi perdarahan lainnyaD65-D69Coagulation defects, purpura and other hemorrhagic conditions
Koagulasi intravaskuler diseminata (sindroma defibrinasi)D65Disseminated intravascular coagulation [defibrination syndrome]
Kekurangan faktor VIII herediterD66Hereditary factor VIII deficiency
Defisiensi faktor IX herediterD67Hereditary factor IX deficiency
Defek koagulasi lainnyaD68Other coagulation defects
Purpura dan keadaan perdarahan lainnyaD69Purpura and other hemorrhagic conditions
Gangguan darah dan organ pembentuk darah lainnyaD70-D77Other disorders of blood and blood-forming organs
NeutropeniaD70Neutropenia
Gangguan fungsional netrofil polimorfonuklearD71Functional disorders of polymorphonuclear neutrophils
Gangguan sel darah putih lainnyaD72Other disorders of white blood cells
Penyakit limpaD73Diseases of spleen
MethemoglobinemiaD74Methemoglobinemia
Penyakit darah dan organ pembentuk darah tidak spesifik lainnyaD75Other and unspecified diseases of blood and blood-forming organs
Penyakit spesifik dengan partisipasi jaringan retikulohistiosit dan limforetikular lainnyaD76Other specified diseases with participation of lymphoreticular and reticulohistiocytic tissue
Gangguan darah dan organ pembentuk darah pada penyakit terklasifikasiD77Other disorders of blood and blood-forming organs in diseases classified elsewhere
Komplikasi intraoperatif dan paskaprosedur pada limpaD78Intraoperative and postprocedural complications of the spleen
Imunodefisiensi dengan defek antibodi predominanD80Immunodeficiency with predominantly antibody defects
Kombinasi imunodefisiensiD81Combined immunodeficiencies
Imunodefisiensi yang berhubungan dengan defek mayor lainnyaD82Immunodeficiency associated with other major defects
Variasi imunodefisiensi umumD83Common variable immunodeficiency
Imunodefisiensi lainnyaD84Other immunodeficiencies
SarkoidosisD86Sarcoidosis
Gangguan yang melibatkan mekanisme imun lainnya; tidak digolongkan di bagian lainD89Other disorders involving the immune mechanism, not elsewhere classified

Nah, itu tadi beberapa nomor kode ICD X penyakit-penyakit yang berhubungan dengan anemia, kelainan darah, komplikasi operasi dan prosedural serta imunodefisiensi. Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat.

Manfaat Minum Air Hangat Untuk Jantung

0
manfaat minum air hangat untuk jantung

Konsumsi air mineral ternyata memiliki banyak manfaat minum air hangat untuk jantung dan kesehatan lainnya. Di Indonesia, penyakit jantung memang menjadi salah satu penyakit mematikan yang sangat dikhawatirkan oleh sebagian besar pasiennya. Bagaimana tidak! Mengenai penyakit ini ternyata ada banyak pasien yang tidak tahu cara merawat diri hingga memasuki fase penyakit yang lebih parah.

Memulai dari tahap atau langkah dasar bisa menjadi solusi yang baik untuk para pasien. Bahkan, bagi beberapa kalangan yang mungkin belum divonis menderita penyakit ini juga baik mencoba langkah minum air hangat. Karena, jika jantung tidak bekerja dengan baik maka jangan harap organ lain di sekitar tubuh juga merespon fungsinya.

Sebelum tidur, Anda bisa mulai membiasakan diri untuk konsumsi air hangat daripada air dingin. Demikian hal nya juga sewaktu setelah sarapan, makan siang, dan juga makan malam. Pada waktu ini disarankan untuk menghindari air dingin yang bisa membuat bagian pencernaan beku. Pastikan, Anda menerapkan sistem ini dan merasakan manfaat minum air hangat sebelum tidur untuk jantung.

Bermacam Manfaat Minum Air Hangat Untuk Jantung

Menguatkan Otot Sekitar Jantung

Untuk manfaat awal dari air hangat untuk kesehatan jantung ternyata bisa menguatkan otot-otot di bagian sekitarnya. Hal ini dikarenakan air hangat dapat meningkatkan sirkulasi kapiler dalam tubuh. Dengan begitu, pada bagian otot-ototnya bisa mengendur dengan baik tanpa merusak bagian lain. Bagi penderita batuk, lebih baik konsumsi air hangat juga karena penyakit ini mampu memberikan efek buruk pada jantung.

Jika jantung terus berdebar-debar, pastinya hal ini berdampak tidak baik sekali untuk proses pernapasan. Untuk itu, disarankan untuk minum air hangat di waktu pagi dan malam hari pada jeda waktu yang tepat. Tetapi, yang perlu diperhatikan ialah jangan sampai untuk meminum air hangat dalam jumlah yang berlebihan.

Melancarkan Sirkulasi Darah

Sirkulasi darah akan berjalan dengan lancar apabila tidak adanya sumbatan lemak jahat yang berlebihan. Sehingga, dengan Anda banyak minum air hangat pastinya lemak ini dapat dilarutkan namun dalam kapasitas tertentu. Sehingga, saat tidak adanya hambatan sirkulasi darah dapat bekerja secara maksimal hingga mengalir ke seluruh bagian tubuh, terutama bagian jantung.

Mencegah Terjadinya Obesitas

Jika Anda pernah mendengar bahwa banyak kasus seseorang yang memiliki riwayat obesitas memberikan pengaruh buruk pada jantung. Ternyata hal ini benar, karena ada kaitannya dengan lemak jahat dan juga penyakit jenis lainnya. Anda juga harus memperhatikan pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Jangan lupa manfaat minum air hangat di pagi hari.

Mencegah Sakit di Area Dada

Sakit di area dada tidak selalu bermasalahan dengan jantung. Namun, bisa berakibat buruk pada penyakit mematikan ini. Ada beberapa kasus yang mengatakan bahwa sakit di bagian dada bisa jadi pertanda sakit lambung, asma, dan juga batuk. Namun, dikhawatirkan nantinya Anda terlambat tahu dan berdampak semakin buruk pada kesehatan harus langsung siap siaga untuk minum air hangat yang cukup.

Karena, ada satu kasus bahwa seseorang ternyata seringkali mengalami yang namanya masalah sakit di bagian dada. Setelah lama dibiarkan akhirnya diketahui bahwa terjadinya penyempitan pembuluh darah karena kurangnya suplai darah yang masuk.

Kondisi seseorang ini merupakan salah satu pertanda kemungkinan besar ia mengalami masalah jantung. Oleh karena itu, untuk menghindari adanya penyakit jantung, maka biasakanlah untuk mengkonsumsi air hangat. Hal ini karena manfaat minum air hangat untuk jantung sangatlah banyak.