Beranda blog Halaman 2

Contoh Sayur Yang Bisa Melancarkan Buang Air Besar

0
sayur yang bisa melancarkan buang air besar
Bayam - sayuran yang bisa melancarkan buang air besar

Sayuran dan buahan kerap menjadi rekomendasi makanan untuk pelancar buang air besar (BAB). Nah, pada artikel ini kami khusus akan membahas tentang contoh sayur yang bisa melancarkan buang air besar sehingga terhindar dari penyakit sembelit.

Rekomendasi Sayur Yang Bisa Melancarkan Buang Air Besar

Sayuran termasuk makanan yang bisa mencegah penyakit sembelit. Contoh sayuran tersebut antara lain:

1. Bayam dan Sayuran Hijau

Sayuran hijau semisal bayam, kangkung, daun ubi, kubis, brokoli adalah jenis makanan yang kaya akan serat. Selain itu, sayuran hijau juga banyak mengandung vitamin C, K, dan asam folat. Sayuran ini akan membantu menambah jumlah dan berat feses sehingga mudah dikeluarkan.

Satu mangkok bayam yang direbus mengandung sekitar 4,3 gram serat yang merupakan 17% pemenuhan kebutuhan serat harian. Lima kubus memiliki komposis yang memenuhi 10% dari kebutuhan serat. Sementara itu, 1 tangkai brokoli (sekitar 150 gram) mengandung 3,6 gram serat. Mengingat banyaknya kandungan serat di dalam sayuran hijau maka tambahkanlah ini ke dalam menu makanan harian Anda sehingga keluarga terbebas dari penyakit sembelit.

2. Artichoke

Apa itu sayuran atau tanaman artichoke? Artichoke adalah tunas bunga thistle atau artichoke. Tanaman ini memiliki efek sebagai prebiotik. Keberadaannya akan membantu usus dan mikroorganisme baik dalam menjaga kesehatan struktur dan fungsi usus.

Prebiotik adalah senyawa karbohidrat – semisal inulin – yang tidak dapat dicerna oleh usus. Zat ini akan memberi makanan dan dukunga bagi kuman baik yang ada di usus. Konsumsi prebiotik yang teratur akan meningkatkan jumlah bakter baik dan daya proteksi nya di usus.

Salah satu penelitian meneliti tentang orang yang memakan 10 gram serat yang diekstrak dari tunas artichoke setiap hari selama 3 minggu. Dari studi ini ditemukan adanya peningkatan jumlah bakteri baik seperti Bifidobacteria dan Lactobacilli bacteria. Selain itu, ditemukan juga penurunan jumlah bakteri jahat di dalam rongga usus.

3. Rhubarb

Apa itu rhubarb? Ini adalah jenis sayuran yang mirip dengan keladi. Tanaman ini sudah dikenal memiliki efek merangsang buang air besar. Hal ini dikarenakan memiliki kandungan senyawa kimia yang dikenal sebagai sennoside yang lebih dikenal dengan Senna.

Penelitian pada sekelompok tikus menunjukkan bahwasanya senyawa sennoside dari rhubarb mampu mengurangi kadar aquaporin 3. Aquaporin 3 ini adalah protein yang mengatur pergerakan air di usus halus. Rendahnya kadar aquaporin 3 berarti sedikit air yang dipindahkan dari usus besar ke aliran darah. Keadaan ini akan membuat feses menjadi lebih lembut dan mudah ditransportasikan.

Satu cangkir sayur rhubarb (122 gram) mengandung 2,2 gram serat, Jumlah ini berarti memenuhi 9% dari kebutuhan serat harian. daun tanaman rhubarb ini tidak bisa dimakan. Batang nyalah yang dikonsumsi setelah sebelumnya diiris dan direbus. Rasanya biasanya asam sehingga sering dicampurkan dengan gula.

Nah, itu tadi sayuran yang bisa melancarkan buang air besar dan mencegah sembelit. Disarankan untuk makan jenis makanan lain seperti buah dan biji-bijian untuk lebih mudah memperlancar BAB. Mudah-mudahan bermanfaat.

Baca juga: Kenapa saat buang air besar ada keluar darah?

  • Sumber:
    • Healthline.com: The 17 Best Foods to Relieve Constipation

Info kesehatan terkait: Cara memijat perut agar lancar BAB

Pilihan Vitamin Untuk Anak Yang Susah Buang Air Besar

0
vitamin untuk anak yang susah buang air besar

Anak yang mengalami susah buang besar kerap menjadi sumber kegelisahan orangtua. Sebenarnya banyak cara yang bisa dilakukan, akan tetapi kali ini kami akan bagikan informasi tentang vitamin. Ya, daftar vitamin untuk anak yang susah buang air besar.

Ibu dapat menerapkan pola makan dengan makanan yang mengandung vitamin-vitamin di bawah ini. Cara ini dapat dilakukan sebelum membawa anak ke dokter anak.

List Vitamin Untuk Anak Yang Susah Buang Air Besar

Perlu diingat bahwa vitamin yang akan dijelaskan memiliki pengaruh terhadap proses buang air besar. Penggunaannya dalam keseharian tentunya akan membantu sistem pencernaan. Namun, bukan berarti vitamin ini menjadi obat mutlak konstipasi pada anak.

1. Vitamin C

Vitamin C termasuk vitamin yang bisa membantu melegakan sembelit pada anak. Terdapat batas jumlah vitamin C yang bisa diserap oleh tubuh. Sisa vitamin yang tidak diserap akan memberikan efek osmotik di saluran cerna.

Prosesnya seperti ini. Vitamin C yang tidak diserap di usus akan menarik dan membawa air. Hal ini akan membuat tinja anak menjadi lebih lembut sehingga mudah untuk dikeluarkan. Kotoran yang keras relatif lebih susah untuk dilepaskan.

Namun, bukan berarti bebas dalam mengonsumsi vitamin C sebanyak mungkin. Disarankan untuk memakannya dalam jumlah yang tepat saja. Terlalu banyak pun akan menyebabkan anak menjadi mual, mencret, hingga kram perut. Dosis yang terlalu tinggi pun akan membuat penyerapan zat besi meningkat sehingga justru menyebabkan susah buang air besar.

2. Vitamin B12

Gejala kekurangan vitamin B12 bisa terdapat pada saluran cerna. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada pencernaan termasuk susah buang air besar. Oleh sebab itu, ibu harus menyediakan vitamin B12 dalam setiap menu makanan harian guna mencegah terjadinya konstipasi.

Menu makanan mengandung B12 seperti ikan salmon dan hati sapi disarankan untuk anak. Setidaknya rerata anak yang berumur kurang dari 18 tahun direkomendasikan mengasup vitamin B12 sejumlah 0,4 sampai 2,4 mikrogram. Ini dianggap mampu meredakan gejala dan masalah saluran pencernaan.

3. Vitamin B5

Vitamin B5 dikenal juga dengan asam pantotenat. Vitamin ini bisa dimanfaatkan untuk meredakan gejala konstipasi pada anak dan orang dewasa.

Jumlah yang direkomendasikan untuk dikonsumsi adalah kira-kira 1,7 sampai 5 mg setiap harinya. Biasanya bila jumlah ini terpenuhi maka jarang menimbulkan gejala sembelit, terkecuali ada penyebab lainnya.

Vitamin Anak Susah Buang Air Besar Selanjutnya

4. Vitamin B9 (Asam Folat)

Vitamin B9 juga disebut sebagai asam folat. Vitamin ini juga berguna dalam meringankan gejala sembelit pada anak. Asam folat akan memberikfan stimulasi pada pembentukan asam di organ pencernaan. Keberadaan asam ini akan membantu menghilangkan konstipasi.

Asam folat memang banyak tersedia baik dalam bentuk alami atau pun vitamin sintetik. Disarankan untuk mengonsumsi yang berasal dari alam. Mengapa? Oleh karena biasanya keberadaan vitamin B9 ini ada pada jenis makanan yang berserat. Jadi, serat nya juga akan membantu melancarkan BAB.

5. Vitamin B1

Nama lain vitamin B1 adalah tiamine dan ini juga memiliki efek pada organ saluran cerna. Bilamana kadarnya rendah maka akan memperlambat proses pencernaan yang berujung pada sembelit.

Yang Harus Dihindari Bila Anak Menderita Sembelit

Ternyata selain beberapa vitamin di atas dapat membantu meredakan konstipasi, ada zat yang terkandung di dalam makanan yang justru menyebabkan sembelit. Zat tersebut adalah kalsium dan zat besi.

Namun, bukan berarti anak tidak boleh mengonsumsi zat-zat ini. Konsumsi makanan yang mengandung zat ini secara berlebihan justru akan memperparah derajat sembelit. Oleh karena itu, ibu harus membatasi sewajarnya menu ini pada anak yang menderita konstipasi.

Tips terkait: Cara memijat perut agar lancar BAB

Nah, itu tadi penjelasan tentang pilihan vitamin untuk anak susah buang air besar. Silahkan cukupi kebutuhan vitamin di atas bila anak Anda susah BAB. Bila tidak ada perubahan atau disertai gejala yang lain disarankan untuk berkonsultasi ke dokter secara langsung.

Baca juga: Bahaya anak tidak bab seminggu

Bayi Sering Buang Air Besar Tapi Tidak Mencret, Bermasalahkah?

0
bayi sering buang air besar tapi tidak mencret

Pada artikel ini kami akan menjawab pertanyaan tentang kondisi bayi sering buang air besar tapi tidak mencret, apakah normal atau tidak? Ini cukup sering menimbulkan kegaduhan pada orangtua.

Masalahkah Bayi Sering Buang Air Besar Tapi Tidak Mencret?

Pertanyaan:

Salam, perkenalkan saya Tia, Dok. Saya punya bayi usia 1,5 bulan. Saat ini bayi saya sering sekali buang air besar, tetapi kotoran nya tidak seperti mencret. Apakah hal tersebut berbahaya karena terkadang dalam sehari bisa 5 kali BAB.

Jawaban:

Terima kasih kepada Ibu Tia yang telah bertanya kepada kami perihal kondisi kesehatan buah hatinya. Sebelum membaca jawaban kami di bagian kesimpulan, ada baiknya Ibu memahami penjelasan kami di bawah ini.

Tinja atau Feses dan Frekuensinya

Tinja atau feses bayi adalah buangan sisa makanan yang tidak mampu dicerna dan diserap oleh usus. Selain itu, komposisi feses juga berasal dari sisa cairan tubuh yang dimanfaatkan untuk pencernaan makanan, pelepasan komponen saluran tubuh yang telah tua, dan komponen tubuh yang dilepaskan sebagai akibat penyakit tertentu. Oleh sebab itu, pemeriksaan tinja bisa membantu dalam proses diagnosis penyakit.

Bayi Usia 0 Sampai 2 Bulan

Frekuensi buang air besar yang normal berbeda-beda dalam setiap kelompok usia. Bayi yang baru lahir hingga umur 2 bulan yang mendapatkan ASI bisa melakukan BAB sampai 10 kali dalam sehari. Mengapa? Hal ini diakibatkan oleh refleks gastrokolika yang masih kuat.

Apa itu Refleksi gastrokolika? Refleks gastrokolika adalah refleks yang meningkatkan pergerakan usus besar dikarenakan adanya proses makan atau minum. Oleh karena itu, bayi bisa saja buang air besar setelah proses makan.

Karakteristik tinja bayi pada umur ini bisa terlihat cair, berbusa, dan memiliki bau asam. Hal ini dikarenakan oleh usus bayi yang belum sempurna kinerjanya sehingga sebagian gula dari susu (laktosa) tidak dapat dicerna dengan baik di usus halus.

Laktosa yang tidak dicerna ini akan mengalami fermentasi di usus besar. Maka hasil yang keluar pun mirip seperti tatkala kita membuat tape kentan yaitu cairan yang berbuih, bergas, dan berbau asam. Penting diingat bahwa sepanjang tidak ada keluhan bayi maka ciri-ciri feses bayi seperti ini dianggap normal.

Masuk Umur 2 Bulan

Memasuki usia 2 bulan maka biasanya bayi akan semakin jarang BAB. Kalau sebelumnya setiap hari maka kali ini semakin berkurang dan bahkan bisa selama 5 hingga 7 hari tanpa BAB. Mengapa? hal ini disebabkan fungsi fisiologis dari saluran cerna bayi telah mulai berkembang dan refleks gastrokolika nya semakin berkurang.

Keberadaan enzim laktase yang berfungsi mencerna laktosa juga telah mencukupi. Oleh sebab itu, laktosa dari ASI eksklusif yang diminum akan mulai dicerna dengan baik sehingga jumlah yang difermentasi di usus besar berkurang. Tinja yang berbuih, berbusa, dan berbau asam akan berkurang.

Namun, koordinasi kumpulan otot di bagian anus masih belum sempurna sehingga tidak mendukung pengeluaran feses yang telah mulai memadat. Hal ini akan terlihat dengan berkurangnya frekuensi BAB bayi. Ibu tidak perlu khawatir dengan semakin jarangnya bayi BAB, asalkan feses masih berkonsistensi lembek (seperti pasta).

Bila ibu ingin mencoba merangsang BAB maka sangat mudah caranya. Ambillah termometer raksa dan bersihkan ujungnya dengan menggunakan air sabun. Setelah itu masukkan bagian ujung nya ke anus bayi sedalam 2 cm. Maka bila memang tinja bayi telah banyak maka akan terangsang untuk keluar.

Lain cerita bila tinja memiliki konsistensi yang keras dan berbentuk bulat-bulat (mirip tahi kambing). Ini bisa dicurigai sebagai kasus konstipasi. Silahkan ibu berkonsultasi dengan dokter secara langsung terutama bila hal ini terjadi mulai dari lahir. Oleh karena ada penyakit lain yang bisa menjadi penyebab selain masalah sembelit biasa.

Bayi Usia 3 Tahun Ke Atas

Setelah itu frekuensi buang air besar akan mendekati normal. Pada umur 3 tahun kekerapannya akan sama seperti orang dewasa umumnya yaitu 1 kali dalam sehari. Jumlah dapat ditolerir yaitu BAB setiap 3 hari asalkan konsistensi feses tetap normal yaitu tidak encer atau keras.

Kesimpulan

Jadi, apa yang dialami oleh buah hati ibu menurut pandangan kami tidaklah menjadi masalah karena masih dipengaruhi oleh refeks gastrokolika. Selain itu, bayi ibu yang berusia 1,5 tahun belum memiliki saluran pencernaan yang sempurna sehingga wajar sering BAB.

Ibu harus tetap waspada tentang kondisi ini. Bila ditemukan gejala dan tanda-tanda penyakit maka segera temui dokter secara langsung. Tanda yang dapat ibu jadi patokan seperti demam, perut kembung, tidak mau makan, mual dan muntah, dan letargi.

Kami juga menyarankan agar ibu melanjutkan ASI eksklusif nya. Jangan memberikan makanan tambahan selain ASI hingga umur bayi lebih dari 6 bulan. Hal ini sesuai dengan kondisi kesehatan usus nya dan mencegah terjadinya diare di kemudian hari.

Baca juga info terkait: Bahaya bayi tidak buang air besar seminggu

Nah, itu tadi penjelasan bayi dan anak sering buang air besar tapi tidak mencret. Ternyata kebanyakan normal karena hanya menjadi masalah pada pencernaan. Semoga bermanfaat.

Info penting lainnya: Bahaya anak tidak bab seminggu

  • Sumber:
    • idai.or.id

Sering Keluar Keputihan Saat Hamil Muda Apakah Berbahaya?

0
sering keluar keputihan saat hamil muda apakah berbahaya
Sering keluar keputihan ketika hamil muda normalkah?

Pada artikel ini kami akan menjawab pertanyaan pembaca. Kali ini seputar sering keluar keputihan saat hamil muda bahayakah? Memang ini merupakan kasus yang cukup sering membingungkan para ibu hamil berusia muda karena ini merupakan pengalaman pertama. Mari kita simak bahasannya di bawah ini.

Keluar Keputihan Saat Hamil Muda Normalkah?

Salam Dok! Nama saya Intan Sari berusia 22 tahun. Saat ini saya sedang mengandung dengan usia kehamilan yaitu baru 15 minggu. Terus dari kemaluan saya sering keluar flek-flek berwarna putih gitu Dok. Apakah hal tersebut normal atau bahayakah?

Jawaban:

Terima kasih kepada Ibu Intan Sari atas pertanyaan yang dikirimkan kepada kami. Kami akan menjawab menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh orang non-medis.

Memahami Keputihan

Perlu Ibu ketahui bahwa keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina yang bisa bersifat normal atau tidak normal. Nah, keputihan yang keluar dalam masa kehamilan baik itu hamil muda atau tua sebagian besar adalah hal yang wajar. Jadi, Ibu tidak perlu waswas dalam menghadapi keadaan ini bila cairan yang keluar masih memperlihatkan tanda-tanda yang normal.

Mengapa Keluar Keputihan Ketika Hamil Muda?

Kenapa saat hamil keluar keputihan? Keluar nya cairan berupa flek berwarna putih diakibatkan oleh proses hormonal semasa kehamilan. Pada waktu ini terjadi peningkatan kenaikan hormon estrogen guna pertumbuhan dan perkembangan rahim dan janin. Sebagai akibatnya terjadi peningkatan aliran darah ke organ-organ yang berhubungan dengan kehamilan termasuk miss V. Pada akhirnya akan meningkatkan produksi cairan oleh miss V yang menimbulkan gejala keputihan.

Waspada Keputihan Yang Tidak Normal

Walaupun sebagian besar flek-flek putih ini normal, akan tetapi Anda harus mengetahui dan memahami bagaimana tada dan gejala yang tidak normal. Hal ini diperlukan agar memudahkan pengambilan keputusan untuk segera ke dokter.

Keputihan dianggap tidak normal bila menunjukkan ciri ciri seperti:

  • Berwarna keabuan, kuning, kehijauan, atau disertai darah yang cukup banyak.
  • Cairan mengeluarkan bau yang busuk dan kuat.
  • Disertai rasa gatal, perih, atau panas pada area kemaluan.
  • Timbul nyeri pada saat berhubungan atau buang air kecil.

Bila menemukan tanda-tanda seperti di atas maka kami menyarankan untuk ibu segera berkonsultasi langsung ke dokter. Dokter akan membantu menerangkan tentang kondisi Anda.

Kesimpulan

Jadi berkaitan dengan apa yang dialami oleh Ibu maka itu adalah hal yang wajar. Jumlah cairan yang keluar bisa saja bertambah banyak atau sering seiring dengan pertambahan usia kehamilan. Ibu tidak perlu cemas asalkan tidak menemui tanda-tanda yang tidak normal seperti telah dijelaskan di atas.

Mudah-mudahan jawaban kami bisa dimengerti. Silahkan berbagi informasi dengan kerabat Anda. Wassalam.

Baca juga info terkait: Penyebab keputihan berlebihan saat hamil muda

Daftar Makanan Penyebab Keputihan Saat Hamil

0
makanan penyebab keputihan saat hamil muda dan tua
Makanan yang menyebabkan keputihan ketika hamil

Keputihan (fluor albus) sebagian besar adalah hal yang normal pada wanita, termasuk ketika masa kehamilan. Hanya sebagian kecil yang merupakan tanda dan gejala penyakit. Tahukah Anda bahwa ada hubungan makanan dengan terjadinya keputihan? Yuk kita simak pembahasan tentang makanan penyebab keputihan saat hamil di bawah ini.

Jenis Makanan Penyebab Keputihan Saat Hamil Muda dan Tua

Sebelum kita bahas lebih lanjut, perlu kami sampaikan bahwasanya daftar makanan di bawah ini memiliki pengaruh terhadap timbulnya keputihan. Namun, list makanan ini bukanlah menjadi penyebab pasti munculnya keputihan karena hal ini kebanyakan adalah hal yang wajar.

Dengan mengetahui daftar makanan ini maka Anda akan lebih bijaksana dalam mengatur pola makanan bila ingin mengontrol jumlah cairan fluor albus yang dialami. Adapun ragam makanan dan minuman tersebut antara lain:

1. Makanan dan Minuman Mengandung Alkohol

Pertama harus diingat bahwasanya alkohol adalah jenis makanan atau minuman yang dilarang untuk wanita yang sedang hamil. Dampaknya yang buruk bisa berakibat kepada pertumbuhan dan perkembangan janin.

Namun, alkohol secara umum memberikan pengaruh terhadap keadaan fluor albus ini baik saat hamil atau pun tidak. Makanan atau minuman yang mengandung alkohol akan membuat tubuh menjadi lebih kering dibandingkan bila tidak meminumnya. Itu termasuk akan membuat kering area miss V sehingga rentan mengalami gangguan kesehatan.

Miss V yang merasa dehidrasi ini pun akan mengirim sinyal ke otak untuk membuat cairan yang lebih banyak. Selain untuk rehidrasi, cairan keputihan yang diproduksi ini juga berguna sebagai lubrikan.

2. Makanan Mengandung Gula Yang Tinggi

Seringnya seorang wanita hamil mengkonsumsi makanan tinggi kadar gula akan menyebabkan tubuhnya cocok untuk pertumbuhan infeksi jamur. Situasi ini juga terjadi pada bagian miss V. Jamur sangat mudah berkembang di area tubuh yang tinggi gula, hangat, dan lembab. Sebagai contoh, para penderita diabetes mellitus (penyakit gula) memiliki masalah dalam infeksi jamur bila tidak menjaga kebersihan tubuhnya.

3. Jenis Makanan Yang Digoreng

Contoh makanan yang menyebabkan keputihan ketika hamil selanjutnya adalah gorengan. Makanan olahan yang digoreng kaya akan lemak dan minyak. Beberapa studi menunjukkan bahwasanya ada peningkatan kejadian vaginosis bakterialis pada mereka yang rutin dan banyak konsumsi makanan yang mengadung minyak atau lemak ini.

Penyakit vagiosis bakterialis adalah salah satu penyakit yang cukup sering menyebabkan keputihan yang tidak normal pada seorang wanita hamil. Beberapa gejala yang bisa ditimbulkannya antara lain cairan keputihan berwarna hijau, kuning, atau abu-abu yang berbau amis atau busuk dan bisa diiringi dengan gatal dan sensasi terbakar pada miss V.

4. Kopi

Jenis makanan yang menyebabkan keputihan saat hamil berikutnya adalah kopi. Kopi dianggap mampu memberikan gangguan pada keseimbangan pH miss V. Derajat keasaman yang tidak seimbang ini akan memudahkan kuman penyebab infeksi untuk berkembangbiak di bagian tersebut. Alhasil akan muncul gejala keluarnya cairan keputihan.

Lantas apakah ibu hamil tidak boleh minum kopi? Bukan berarti seperti itu. Wanita hamil masih boleh minum kopi asalkan dalam batas yang wajar. Tidak boleh konsumsi kafein lebih dari 200 mg per hari atau lebih banyak dari 2 cangkir kopi dalam sehari.

Selain itu, bisa juga disiasati dengan mengiringi minum kopi dengan menambah porsi minum air putih. Hal ini akan membantu mengurangi konsentrasi kopi di dalam tubuh sehingga efek yang merugikan bisa dicegah.

5. Daging dan Susu

Daging jenis tertentu dan beberapa susu mengandung xenoestrogen. Ini adalah jenis hormon artifisial yang menyerupai estrogen. Keberadaan hormon ini akan mengganggu hormon estrogen asli untuk bekerja di miss V. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan kondisi di miss V yang meningkatkan kerentanan terjadinya infeksi.

Namun, bukan berarti ibu hamil tidak boleh makan jenis makanan ini. Makanlah dalam jumlah yang cukup hingga tidak mengalami gejala yang berarti. Selain itu, konsumsi daging dan susu amat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

Nah, itu tadi daftar jenis makanan yang menyebabkan keputihan saat hamil baik kehamilan tua maupun muda. Mudah-mudahan pembaca memahami dan mulai mengatur pola makannya. Semoga bermanfaat.

Baca juga info terkait: Keputihan saat hamil tua apakah tanda akan melahirkan?

  • Sumber:
    • Bustle.com (2019): 9 Surprising Foods That Can Impact Your Vaginal Health
    • Glamour.com (2019): The Best—and Worst—Foods for Vaginal Health

Daftar Kode ICD 10 Low Vision

0
daftar kode diagnosis ICD 10 low vision
Ilustrasi mata low vision

Ini adalah artikel sharing kode diagnosis penyakit-penyakit di era JKN BPJS Kesehatan. Pada artikel ini kami akan berbagi tentang Kode ICD 10 low vision. Yuk disimak ya para kode sekalian.

List Kode ICD 10 Low Vision

Seperti artikel sharing kode diagnosa sebelumnya, kami juga akan bagikan informasi singkat tentang penyakit ini. Yuk dipelajari lagi buat refresh pengetahuan koder sekalian.

Pengertian Low Vision

Low vision adalah penyakit gangguan penglihatan yang membuat penderitanya mengalami masalah dalam melaksanakan tugas keseharian. Banyak pasien yang mengeluhkan terganggu sewaktu makan, berjalan, membaca, memasak, dan bekerja lainnya.

Penglihatan menjadi lebih buram dari 0,3 atau 6/18 atau lapangan pandang yang sempit (dibawah 10 derajat) dibandingkan penglihatan sentral.

Masalah kesehatan ini sukar kembali normal sebagaimana sedia kala meskipun sudah dipakaikan kaca mata, pengobatan, dan prosedur operasi.

Perlu dipahami bahwasanya low vision bukanlah buta. Pasien penyakit ini masih bisa memanfaatkan sisa penglihatan nya dengan latihan agar tetap bisa melaksanakan kegiatan harian secara optimal.

Gejala dan Tanda Adanya Low Vision

  • Menonton TV harus dengan jarak yang sangat dekat.
  • Membaca buku bisa dilakukan pada jarak yang dekat (5-10 cm).
  • Sering menabrak bila berjalan.
  • Sering terjatuh ketika menuruni tangga.
  • Anak dengan albino, mata yang terus bergerak tanpa kendali, mata yang juling.

Bagaimana Cara Memanfaatkan Sisa Penglihatan?

  • Segera periksa mata Anda kepada dokter mata. Dokter akan membantu memutuskan apakah penglihatan Anda masih bisa dikoreksi dengan memakai kacamata, obat, atau tindakan operasi.
  • Disiplin dalam menjalani pengobatan.
  • Bila didiagnosis low vision permanen makan ikutilah manajemen terapi memperkuat sisa penglihatan. Biasanya akan menggunakan alat atau cara tertentu. Anda akan dilatih dalam menggunakan alat atau cara tersebut.

Rincian Nomor Kode Diagnosis Low Vision

  • H54 Blindness and low vision (Kebutaan dan low vision)
  • H54.1 Blindness, one eye, low vision other eye (Buta di satu mata, low vision di mata yang lain)
    • H54.10 …… unspecified eyes
    • H54.11 Blindness, right eye, low vision left eye
    • H54.113 Blindness right eye category 3, low vision left eye
    • H54.1131 …… category 1
    • H54.1132 …… category 2
    • H54.114 Blindness right eye category 4, low vision left eye
    • H54.1141 …… category 1
    • H54.1142 …… category 2
    • H54.115 Blindness right eye category 5, low vision left eye
    • H54.1151 …… category 1
    • H54.1152 …… category 2
    • H54.12 Blindness, left eye, low vision right eye
    • H54.121 Low vision right eye category 1, blindness left eye
    • H54.1213 …… category 3
    • H54.1214 …… category 4
    • H54.1215 …… category 5
    • H54.122 Low vision right eye category 2, blindness left eye
    • H54.1223 …… category 3
    • H54.1224 …… category 4
    • H54.1225 …… category 5
  • H54.2 Low vision, both eyes (low vision di kedua mata)
    • H54.2X Low vision, both eyes, different category levels
    • H54.2X1 Low vision, right eye, category 1
    • H54.2X11 Low vision right eye category 1, low vision left eye category 1
    • H54.2X12 Low vision right eye category 1, low vision left eye category 2
    • H54.2X2 Low vision, right eye, category 2
    • H54.2X21 Low vision right eye category 2, low vision left eye category 1
    • H54.2X22 Low vision right eye category 2, low vision left eye category 2
Kode Selanjutnya
  • H54.3 Unqualified visual loss, both eyes
  • H54.5 Low vision, one eye
    • H54.50 …… unspecified eye
    • H54.51 Low vision, right eye, normal vision left eye
    • H54.511 Low vision, right eye, category 1-2
    • H54.511A Low vision right eye category 1, normal vision left eye
    • H54.512A Low vision right eye category 2, normal vision left eye
    • H54.52 Low vision, left eye, normal vision right eye
    • H54.52A Low vision, left eye, category 1-2
    • H54.52A1 Low vision left eye category 1, normal vision right eye
    • H54.52A2 Low vision left eye category 2, normal vision right eye
  • H54.6 Unqualified visual loss, one eye
    • H54.60 …… unspecified
    • H54.61 Unqualified visual loss, right eye, normal vision left eye
    • H54.62 Unqualified visual loss, left eye, normal vision right eye
  • H54.7 Unspecified visual loss
  • H54.8 Legal blindness, as defined in USA

Nah itu tadi list diagnosis coding untuk kode ICD 10 low vision. Mudah-mudahan dapat membantu para koder sekalian.

Baca juga kode diagnosa lainnya: Kode ICD 10 Astigmatisme

  • Sumber:
    • ICD 10 Data
    • icd.who.int
    • Kode ICD 10 Lengkap

Kode diagnosis terkait: Kode ICD 10 Myopia

Keputihan Saat Hamil Tua Apakah Tanda Akan Melahirkan?

0
keputihan saat hamil tua apakah tanda akan melahirkan
Gambar wanita hamil

Keputihan saat hamil tua apakah tanda akan melahirkan, sesuatu yang normal ataukah suatu penyakit? Banyak ibu hamil yang bertanya masalah ini khususnya bagi bumil yang baru pertama kali mengalami keadaan ini. Yuk kita bahas di bawah.

Keputihan Saat Hamil Tua, Hal Yang Normal Atau Tidak?

Perlu dipahami bahwasanya kebanyakan keputihan merupakan keadaan yang normal dalam periode kehamilan, termasuk juga kehamilan tua. Keputihan yang normal adalah keputihan yang bertekstur tipis, warna cairan nya bening atau putih, dan tidak menimbulkan bau yang terlalu busuk.

Baca juga: Gambar keputihan saat hamil

Jumlah cairan keputihan yang keluar selama kehamilan tergantung keadaan ibu hamil. Peningkatan jumlah cairan seringkali seiring dengan pertambahan usia kehamilan. Hal ini dikarenakan pengaruh hormonal, akan tetapi ada manfaat lain yaitu mengurangi risiko terjadinya infeksi pada wanita hamil. Biasanya keputihan akan semakin menjadi mendekati waktu persalinan.

Keputihan ketika memasuki usia kehamilan tua akan menjadi cairan dengan karakteristik tebal, lengket, berwarna bening (atau seperti putih susu/ telur atau kadang merah muda). Ini dapat menjadi pertanda bahwasanya leher rahim mulai melebar dan menyiapkan proses persalinan nantinya.

Banyaknya jumlah cairan keputihan seringkali membuat bumil memakai panty liner. Sebenarnya hal ini normal, akan tetapi tetap harus waspada bila ada keadaan-keadaan yang menunjukkan indikasi pada permasalahan kesehatan tertentu.

Keputihan dikatakan tidak normal bilamana memperlihatkan ciri ciri seperti mengeluakan bau yang menyengat, bagian vagina bumil menjadi gatal atau dirasakan sensasi seperti terbakar, dan/ atau warna keputihan berubah menjadi hijau, kuning, abu-abu, coklat, atau pun merah.

Warna dan bau keputihan yang tidak seperti biasanya acap kali menunjukkan telah terjadinya proses infeksi. Bila perempuan hamil mengalami hal ini maka dianjurkan untuk segera memeriksakan dirinya ke dokter. Dokter akan membantu menentukan apakah bumil mengalami permasalahan infeksi biasa, serius, atau membutuhkan tata laksana penting lebih lanjut.

Penyebab Keputihan Saat Hamil tua

Apa yang menyebabkan terjadinya keputihan saat hamil tua ini? Keputihan biasanya secara normal muncul sebagai akibat dari kinerja hormon dan perubahan pada serviks (leher rahim). Namun, khusus pada umur kehamilan tua (mendekati persalinan) penekanan kepala bayi kepada leher serviks juga membuat jumlah cairan nya meningkat.

Peningkatan hormon estrogen selama kehamilan akan memberikan efek peningkatan aliran darah ke bagian panggul. Kondisi ini akan menyebabkan selaput lendir menghasilkan lebih banyak lendir yang nantinya termasuk bagian dari cairan keputihan.

Tidak hanya itu, leher rahim dan vagina juga akan melunak terutama saat memasuki kehamilan tua. Hal ini juga akan menyebabkan kuantitas cairan menjadi lebih banyak.

Nah, itu tadi penyebab keputihan normal saat usia hamil tua. Penyebab yang tidak normal meliputi vaginosis bakteri, infeksi jamur, trikomoniasis, gonore, klamidia, dan komplikasi masalah kehamilan lainnya. Untuk lebih jelasnya silahkan klik dan baca pada tautan di bawah ini.

Kesimpulan: Keputihan saat hamil tua apakah tanda akan melahirkan?

Jawabannya iya, akan tetapi bukan merupakan tanda mutlak. Tanda ini menjadi salah satu tanda dari beberapa gejala dan keluhan bumil yang mendekati persalinan. Yang menjadi kesimpulan di sini adalah bahwa keadaan ini tidak usah dianggap serius asalkan telah dipahami apa saja tanda keputihan yang tidak normal selama kehamilan.

Nah, itu tadi pembahasan kita tentang keputihan saat hamil tua apakah tanda akan melahirkan atau tidak. Mudah-mudahan dapat dipahami. Silahkan dibagikan kepada rekan-rekan bumil lainnya. Semoga bermanfaat.

Lihat Juga Video Ini

  • Sumber:
    • Healthline (2019): Vaginal Discharge During Pregnancy: What’s Normal?
    • WebMD: Third Trimester of Pregnancy

12 Indikator Keluarga Sehat Kemenkes

0
12-indikator-keluarga-sehat
Ilustrasi gambaran keluarga sehat

Mengukur derajat kesehatan pada tingkat keluarga membutuhkan indikator perilaku hidup sehat pada keluarga. Penilaian dapat dilakukan menggunakan 12 indikator keluarga sehat Kemenkes. Ini dapat dijadikan acuan untuk menilai apakah sebuah keluarga dikategorikan sehat atau tidak.

Daftar 12 Indikator Keluarga Sehat dari Kemenkes

Kementrian Kesehatan telah mengeluarkan 12 poin penting yang harus dicapai dan diraih oleh sebuah keluarga yang sehat. Keduabelas indikator ini dinilai secara keseluruhan sehingga dapat diketahui bagaimana nilai indeks keluarga tersebut.

Adapun keduabelas indikator tersebut adalah:

1. Ikut Program Keluarga Berencana (KB)

Program Keluarga Berencana dari BKKBN

Apa Itu Keluarga Berencana?

Keluarga yang sehat adalah keluarga yang mengikuti program keluarga berencana. Pengertian keluarga berencana adalah suatu usaha untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera (berdasarkan UU No 10 tahun 1992 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera).

Apa Tujuan Keluarga Berencana?

Tujuan keluarga berencana adalah untuk peningkatan kesejahteraan ibu, anak dalam perwujudan NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera). Ini menjadi dasar perwujudan masyarakat yang sejahtera dalam pengendalian kelahiran dan penjaminan pengendalian pertambahan jumlah penduduk.

Apa Saja Manfaat Ikut Ber-KB?

Perlu dipahami bahwa biaya ber-KB merupakan tanggungan JKN-KIS (BPJS). Selain itu, ikut melaksanakan KB akan memperoleh kegunaan seperti di bawah ini:

  • Pengaturan jarak kehamilan,
  • Peningkatan asupan ASI dan menjamin pola asuh yang baik untuk anak,
  • Mencegah kehamilan yang tidak direncanakan,
  • Penurunan angka kematian ibu dan bayi,
  • Peningkatan kesehatan ibu dan anak, dan
  • Peningkatan kesejahteraan keluarga.

Untuk itu dianjurkan:

  • Pasangan usia subur (PUS) menggunakan metode dan jenis KB yang sesuai, dan
  • Ibu bersalin diharapkan memakai KB setelah proses melahirkan.

2. Ibu Menjalani Proses Persalinan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Proses persalinan di fasyankes didukung peralatan medis yang tepat.

Keluarga yang dikatakan sehat adalah keluarga yang ibu hamil nya melakukan proses persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan. Pemerintah menganjurkan untuk tidak melahirkan dengan dukun-dukun kampung di rumah masing-masing.

Apa saja manfaat melakukan proses persalinan di fasyankes?

  • Bayi dan ibu ditangani oleh tenaga kesehatan yang sesuai bidangnya baik kasus ibu hamil melahirkan normal atau partus dengan penyulit.
  • Ibu dan bayi bisa memperoleh tatalaksana segera bila terjadi komplikasi selama dan setelah proses persalinan karena didukung oleh ketersediaan alat medis di fasyankes (puskesmas). Bila persalinan normal tidak bisa dilaksanakan maka ibu hamil dapat dirujuk sesuai dengan indikasi dan tepat waktu.
  • Ibu bisa langsung memperoleh layanan KB setelah bersalin.
  • Bayi mendapatkan inisiasi menyusui dini (IMD) dengan arahan tenaga kesehatan yang kompeten.
  • Pembiayaan persalinan dapat menjadi tanggungan JKN-KIS atau Jampersal.
  • Bayi memperoleh perawatan medis yang sesuai, semisal imunisasi.

3. Bayi Memperoleh Imunisasi Dasar Lengkap

Pemberian suntikan imunisasi kepada bayi

Keluarga yang berciri sehat adalah keluarga yang anggota keluarganya mengikuti program imunisasi dasar. Imunisasi dasar ini bisa diperoleh di posyandu, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), praktek dokter, praktek bidan, atau pun rumah sakit.

Apa itu Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi?

Imunisasi dasar lengkap adalah pemberian 5 vaksin imunisasi yang disesuaikan dengan jadwal yang diperuntukkan bagi bayi berusia di bawah 1 tahun.

Apa saja jenis imunisasi dasar lengkap yang bisa didapatkan bayi?

  • Imunisasi BCG untuk pencegahan penyakit tuberkulosis (TBC).
  • Imunisasi polio untuk mencegah timbulnya penyakit polio.
  • Imuniasai DPT berfungsi dalam pencegahan penyakit difteri, tetanus, dan batuk rejan.
  • Imusisasi HB berperan dalam mencegah terjadinya penyakit hepatitis B (sakit kuning).
  • Imunisasi campak untu pencegahan penyakit campak, dan
  • Imunisasi HIB sebagai upaya pencegahan penyakit meningitis atau radang pada selaput otak, radang pada telinga serta pneumonia.

Jadwal Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi

  • Umur bayi 0-24 jam : hepatitis B0 (setelah diberikan suntikan vitamin K1).
  • Usia bayi 1 bulan : BCG-Polio 1.
  • Umur bayi 2 bulan : DPT-HB-Hib 1, Polio 2.
  • Usia bayi 3 bulan : DPT-HB-Hib2 , Polio 3.
  • Umur bayi 4 bulan : DPT-HB-Hib3, Polio 4, IPV.
  • Usia bayi 9 bulan : campak/ MR.

4. Bayi Mendapatkan ASI Eksklusif

Ilustrasi ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayinya

Salah satu ciri keluarga sehat adalah bila ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayinya yang berumur di bawah 6 bulan.

Apa Itu ASI Eksklusif?

Pemberian ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja dalam waktu 6 bulan pertama tanpa diiringi pemberian makanan atau minuman tambahan yang lain. Setelah bayi berusia lebih dari 6 bulan barulah diperbolehkan pemberian makanan pendamping ASI dengan tetap melanjutkan pemberian ASI hingga usia 2 tahun.

Apa Saja Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi?

  • Merupakan sumber makanan yang paling baik bagi bayi hingga umur 6 bulan.
  • Bayi menjadi lebih imun dan tidak gampang sakit.
  • Sarana peningkatan kasih sayang antara ibu dan bayi.
  • Mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

Apa Saja Kegunaan ASI Bagi Ibu?

  • Menurunkan risiko terjadinya penyakit kanker payudara.
  • Mengurangi risiko terjadinya perdarahan sehabis proses persalinan.
  • Meningkatkan proses pemulihan kandungan.
  • Membantu menurunkan berat badan setelah proses persalinan.
  • Penundaan kehamilan.

5. Penimbangan Balita Setiap Bulan

Penimbangan dilakukan pada bayi mulai dari lahir hingga usia 5 tahun setiap bulannya. Biasanya penimbangan ini dilaksanaka di posyandu balita.

Apa manfaat menimbang balita tiap bulan?

  • Untuk mengetahui status pertumbuhan balita.
  • Sebagai upaya deteksi dini adanya masalah pertumbuhan balita.
  • Ibu memperoleh penyuluhan gizi pertumbuhan balita.

Dianjurkan konsultasi keadaan balita ke fasyankes bilamana berat badan di bawah garis merah, berat badan tidak mengalami kenaikan, dan balita menderita sakit demam/ batuk/ pilek/ diare.

Manfaat Adanya Posyandu

  • Memudahkan pemantauan pertumbuhan balita.
  • Memudahkan distribusi kapsul vitamin A merah dan biru.
  • Pemberian imunisasi dasar lengkap.
  • Distribusi makanan tambahan yang bergizi.
  • Distibusi tablet tambah darah bagi ibu hamil yang lebih efesien.
  • Edukasi pengetahuan kesehatan bagi ibu dan wanita hamil.

6. Tuberkulosis (TB/ TBC)

Ilustrasi penderita tuberkulosis

12 indikator keluarga sehat selanjutnya adalah adanya perhatian terhadap penyakit tuberkulosis. Ini adalah suatu jenis penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakter Mycobacterium tuberculosa. Penyakit ini sering disingkat menjadi TB atau TBC.

Apa Saja Gejala TB?

  • Batuk berdahak.
  • Sesak nafas dan/ atau nyeri pada dada.
  • Badan lemas dan berkurangnya nafsu makan.
  • Demam meriang berkelanjutan terutama malam hari.
  • Berat badan menurun drastis.
  • Punya riwayat berkontak dengan pasien penderita TBC.

Bilamana terdapat salah satu anggota keluarga mempunyai salah satu dari tanda dan gejala di atas maka dianjurkan untuk diperiksa di puskesmas. Di puskesmas akan ditentukan apakah anggota keluarga tersebut positif TB melalui pemeriksaan dahak. Bila dinyatakan positif maka pasien harus minum obat anti TBC minimal selama 6 bulan.

Apa yang akan terjadi bila berhenti minum obat TB?

  • TB tidak sembuh secara total dan bahkan angoota keluarga yang lain bisa tertular.
  • Bakteri TB bisa menjadi lebih kebal terhadap obat OAT pertama sehingga membutuhkan OAT kategori 2 yang membutuhkan waktu lebih lama dan biaya lebih mahal.
  • Kuman TB yang telah kebal tadi tentunya akan lebih berbahaya bila tertular ke orang lain.

Bagaimana Cara Pencegahan Penularan TB?

  • Pemakaian masker atau menutup mulut ketika batuk atau pun bersin.
  • Meludah tidak di sembarangan tempat.
  • Konsumsi makanan yang bergizi.
  • Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

7. Waspada Terhadap Penyakit Hipertensi dan Disiplin Kontrol Tekanan Darah

Gambar pengukuran tekanan darah

Keluarga yang sehat adalah keluarga yang memberikan perhatian terhadap nilai tekanan darah. Bila sudah ada anggota yang menderita penyakit hipertensi (tekanan darah tinggi) maka tetap dicirikan menjadi keluarga sehat bila rutin melakukan kontrol pengobatan.

Apa Saja Faktor Risiko Terjadinya Hipertensi?

Faktor yang tidak bisa diubah, seperti jenis kelamin, usia, riwayat penyakit hipertensi dalam keluarga.

Faktor risiko yang bisa dirubah, misalnya kebiasaan merokok, kurangnya asupan buah dan sayur dalam menu makanan harian, intensitas aktivitas fisik yang kurang, konsumsi garam yang berlebihan, kegemukan (dan obesitas), dislipidemia, tingkat stres.

Gejala Hipertensi

Kebanyakan hipertensi tidak menunjukkan gejala dan keluhan pada individu. Nah, hal seperti ini cenderung membuat penyakit ini tidak disadari sampai ketika timbunya komplikasi. Namun, beberapa orang bisa merasakan keluhan dan gejala tertentu. Beberapa diantaranya nyeri kepala, jantung dirasakan berdebar-debar, gelisah, penglihatan menjadi kabur, nyeri pada dada, atau pun mudah lelah.

Cegahlah penyakit hipertensi ini dengan CERDIK. Cek kesehatan berkala, enyahkan asap rokok, rajin melakukan aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat yang cukup, kelola stress dengan baik. Dengan pencegahan dan kontrol tekanan darah yang teratur maka nila indeksi keluarga sehat akan menjadi hijau.

8. Pasien Gangguan Jiwa Memperoleh Pengobatan dan Tidak Ditelantarkan

Apa itu Gangguan Jiwa?

Gangguan jiwa adalah sindrom atau pola perilaku yang dalam pandangan klinis bermakna yang berhubungan dengan distres atau penderitaan sehingga menyebabkan masalah pada satu atau lebih fungsi kehidupan seorang manusia.

Perlu dipahami bahwasanya gangguan jiwa atau penyakit mental bisa diobati. Pasien akan mudah terkontrol bila pengobatan dilakukan secepat mungkin. Dalam hal ini sangat vital peran keluarga dalam proses pengobatan. Keluargalah yang bisa mengamati dan melakukan deteksi dini terhadap gejala perubahan emosi, prilaku, isi pikiran yang tidak normal seperti biasanya.

9. Anggota Keluarga Tidak Ada Yang Merokok

Sudah sangat banyak informasi tentang bahaya merokok. Kemenkes pun memasukkan kebiasaan merokok ini sebagai indikator yang menurunkan derajat kesehatan keluarga.

Rokok memiliki kandungan sebanyak 4000 jenis zat yang berbahaya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 43 jenis zat mempunyai kandungan karsinogenik. Ini berarti memiliki potensi menyebabkan terjadinya penyakit kanker.

Satu orang meninggal dalam waktu 6,5 detik akibat merokok. Selain kematian, rokok juga akan menimbulkan komplikasi kesehatan. Beberapa diantaranya penyakit stroke, penyakit jantung, kanker tenggorokan atau paru, penyakit hipertensi, masalah pada kehamilan, dan juga impotensi.

10. Anggota Keluarga Ikut Menjadi Peserta JKN

Keluarga yang anggotanya memiliki jaminan akan kesehatan maka dikelompokkan menjadi keluarga yang sehat. Ini berarti keluarga tersebut memiliki akses ke pelayanan kesehatan setiap mengalami penyakit sehingga permasalahan kesehatan lebih mudah dan cepat ditangani.

11. Pergunakan Air Bersih

Memanfaatkan air bersih akan menghindarkan keluarga dan anggotanya dari penyakit-penyakit yang berbasis lingkungan. Beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan menggunakan air bersih setiap hari diantaranya: diare, tifus, kolera, disentri, dan lain-lain.

Beberapa hal yang perlu dipahami untuk sumber air, yaitu:

  • Jarak letak sumber air dengan jamban atau tempat pembuangan sampah lebih dari 10 meter.
  • Sumber air berish harus diberikan perlindungan dari zat-zat yang dapat mencemari.
  • Ember untuk menampung air harus dilengkapi dengan penutup dan gayung bertangkai serta dipelihara kebersihannya.
  • Lantai sumur harus kedap air.
  • Sumur gali, pompa, kran, dan mata air harus diperlihara kondisi fisik bangunannya.
  • Sumber air bersih harus terhindar dari genangan air, jauh dari kotoran, tidak ada lumut di lantai, dan tersedia saluran pembuangan air kotor.

12. 12. Pakai Jamban Sehat

Jamban adalah tempat difungsikan untuk pembuangan kotoran. Keberadaannya akan membuat lingkungan menjadi bersih (tanpa bau menganggu), tidak menimbulkan pencemaran bagi sumber air atau tanah di dekatnya, tidak mengundang hewan vektor penyakit semacam lalat, kecoa, tikus, dan lain-lain.

Nah, itu tadi list dan daftar 12 indikator keluarga sehat menurut Kemenkes. Kedua belas faktor ini akan dievaluasi oleh tenaga kesehatan di puskesmas dalam program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PISPK). Mudah-mudahan bermanfaat.

  • Sumber:
    • 12 Indikator Keluarga Sehat Kemenkes
    • Wikipedia (2018): Keluarga & Kesehatan

Kode ICD 10 HNP (Hernia Nukleus Pulposus)

0
kode icd 10 hnp saraf terjepit
Rincian kode diagnosis saraf terjepit

Kembali lagi di blog ini. Kali ini kami akan berbagi kode diagnosis penyakit. Dalam artikel ini kita akan membahas kode ICD 10 HNP (hernia nukleus pulposus). Yuk disimak.

Nomor Kode ICD 10 HNP (Hernia Nukleus Pulposus)

Sebagaimana biasanya, sebelum kami menyampaikan rincian kode diagnosis nya maka kami akan berbagi informasi seputar penyakit ini. Mudah-mudahan dapat membantu menyegarkan pengetahuan para koder sekalian.

Pengertian HNP

HNP adalah singkatan dari hernia nukleus pulposus. Istilah ini sering juga disebut dengan herniated disc. Ini adalah suatu keadaan dimana salah satu bantalan tulang belakang keluar dan menonjol sehingga menekan saraf. Orang awam lebih mengenali penyakit ini dengan saraf terjepit.

Gejala Hernia Nukleus Pulposus

Tidak setiap pasien penyakit HNP akan mengalami gejala dan tanda penyakit. Beberapa dari pasien baru diketahui menderita penyakit ini setelah dilakukan pemeriksaan radiologi. Namun, biasanya mereka yang merasakan gejala dan tanda penyakit akan merasakan gejala seperti ini, antara lain:

  • Nyeri pada bahu dan kaki dimana nyeri akan semakin bertambah ketika pasien batuk, bersin, atau melakukan gerakan tertentu (misal membungkuk).
  • Kelemahan fungsi otot oleh karena itu akan menurunkan kapabilitas pasien dalam melakukan gerakan.
  • Beberapa titik area tertentu dari tubuh merasakan sensasi kaku atau pun kesemutan.

Dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter bilamana merasaka salah satu dari gejala tanpa diketahui penyebabnya. Dokter akan membantu mengarahkan kecurigaan terhadap suatu penyakit tertentu, termasuk penyakit HNP ini.

Penyebab Saraf Terjepit

Ada berbagai faktor yang memebrikan pengaruh terhadap timbulnya penyakit HNP ini. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Riwayat trauma fisik tulang belakang.
  • Riwayat aktivitas fisik dominan mengangkat beban yang berat dan duduk dalam waktu yang lama.
  • Posisi tubuh sering membungkuk.
  • Pengaruh posisi tubuh ketika sedang berjalan.
  • Merupakan suatu proses degeratif.
  • Keadaan struktur tulang belakang.
  • Lemahnya otot-otot perut dan tulang belakang.

Faktor Risiko Hernia Nukleus Pulposus

Di bawah ini adalah keadaan dan kondisi yang membuat seseorang dikategorikan meningkat risiko mengalami HNP. Keadaan tersebut antara lain:

  • Genetika
    • Seorang individu akan semakin besar kemungkinan mengalami HNP bila salah satu anggota keluarganya mengalami hal tersebut.
  • Kegemukan dan Obesitas
    • Keadaan ini akan memberikan beban berat bagi tulang belakang. Tekanan yang terus-menerus akan menyebabkan kerusakan pada bantalan tulang belakang.
  • Kebiasaan merokok
    • Perlu diketahui bahwasanya asap rokok akan mengurangi kadar oksigen di dalam darah. Bila terjadi dalam jangka panjang maka sudah barang tentu cakram bantalan tulang belakang juga akan kekurangan asupan oksigen dari darah. Nah, ini akan menaikkan risiko terjadinya pengikisan bantalan tulang belakang.
  • Sering mengangkat benda yang berat
    • Individu yang mendorong, mengangkat beban (terutama bila cara mengangkat menitikberatkan pada bagian pinggang) secara berulang-ulang maka akan memberikan tekanan dan beban bagi tulang belakang. lama-kelamaan kondisi ini akan memiliki potensi untuk berkembang menjadi penyakit HNP.

Daftar Rincian Kode Diagnosis ICD 10 Saraf Terjepit

  • M50 Cervical disc disorders (gangguan diskus servikal)
    • M50.0 Cervical disc disorder with myelopathy (dengan mielopati)
    • M50.1 Cervical disc disorder with radiculopathy (dengan radikulopati)
    • M50.2 Other cervical disc displacement (Displasmen diskus servikal lainnya)
    • M50.3 Other cervical disc degeneration (Degenerasi diskus servikal lainnya)
    • M50.8 Other cervical disc disorders (gangguan diskus servikal lainnya)
    • M50.9 Cervical disc disorder, unspecified (gangguan diskus servikal, tidak spesifik)
  • M51 Thoracic, thoracolumbar, and lumbosacral intervertebral disc disorders (gangguan diskus torakus, torakolumbal, dan lumbosakral)
    • M51.0 Thoracic, thoracolumbar and lumbosacral intervertebral disc disorders with myelopathy (dengan mielopati)
    • M51.1 Thoracic, thoracolumbar and lumbosacral intervertebral disc disorders with radiculopathy (dengan radikulopati)
    • M51.2 Other thoracic, thoracolumbar and lumbosacral intervertebral disc displacement (displasemen di area ini lainnya)
    • M51.3 Other thoracic, thoracolumbar and lumbosacral intervertebral disc degeneration (degenerasi di area ini lainnya)
    • M51.4 Schmorl’s nodes
    • M51.8 Other thoracic, thoracolumbar and lumbosacral intervertebral disc disorders
    • M51.9 Unspecified thoracic, thoracolumbar and lumbosacral intervertebral disc disorder

Nah, itu tadi diagnosis coding untuk kode ICD 10 HNP. M50 adalah kode untuk HNP pada area tulang belakang bagian servikal dan M51 ialah kode untuk HNP daerah tulang belakang bagian toraks, lumbal, dan sakral. Mudah-mudahan bermanfaat.

Baca artikel lainnya: Kode ICD 10 BPH

Kode ICD 10 BPH (Benign Prostatic Hyperplasia)

1
Kode ICD 10 BPH

Seperti biasa di artikel sharing kode diagnosis penyakit maka pada kali ini kami akan berbagi kode ICD 10 BPH atau Benign Prostatic Hyperplasia. Keadaan ini cukup sering ditemukan pada kasus bedah atau urologi. Yuk kita simak.

Nomor Kode ICD 10 BPH (Benign Prostate Hyperplasia)

Layak biasanya, kami akan membagikan informasi ringkas dan ringan tentang penyakit ini. Hal ini untuk menyegarkan pengetahuan kesehatan para koder sekalian.

Pengertian BPH

Seperti disebutkan di atas, BPH adalah singkatan dari benign prostatic hyperplasia. Ini adalah keadaan dimana terjadi pembengkakan pada kelenjar prostat laki-laki. Keadaan ini sering dialami oleh laki-laki yang berumur lebih dari 50 tahun. Perlu diketahui kondisi ini bukanlah merupakan suatu keganasan (kanker) atau sel-sel yang tidak normal.

Kelenjar prostat ini hanya dipunyai oleh kaum pria. Kelenjar ini berfungsi untuk menghasilkan air mani atau cairan semen. Kelenjar ini berada di rongga pinggul tepatnya di bagian bawah kandung kemih.

Faktor Risiko BPH

Ada berbagai keadaan yang bisa menimbulkan kejadian BPH ini. Di bawah ini beberapa faktor risiko yang harus diwaspadai, yaitu:

  • Kurang aktivitas fisik.
  • Kegemukan dan obesitas.
  • Faktor penuaan.
  • Penderita penyakit jantung dan diabetes mellitus.
  • Efek samping penggunaan obat beta blocker jangka panjang.
  • Pengaruh genetika (keturunan).

Penyebab BPH

Hingga detik ini dunia kedokteran belum mengetahui apa yang menjadi penyebab pasti pembengkakan prostat ini. Namun, ada beberapa dugaan bahwa BPH ini terjadi lantaran perubahan pada kadar hormon seksual akibat proses penuaan.

Sistem organ kemih laki-laki mempunyai saluran yang berfungsi dalam pembuangan urin. Saluran ini dalam dunia medis dikenal dengan uretra. Saluran uretra ini berjalan dari kandung kemih keluar tubuh melewati prostat.

Bilamana terjadi pembengkakan maka secara otomatis dan lama-kelamaan akan mengecilkan luas penampang saluran uretra ini. Keadaan inilah yang menjadi gejala nyata pembengkakan prostat berupa penyumbatan pengeluaran air seni. Bila berlangsung lama maka otot-otot kandung kemih akan ikut membesar.

Gejala dan Tanda BPH

Ada beberapa gejala yang akan dialami oleh laki-laki yang menderita penyakit BPH ini. Tanda dan gejala tersebut antara lain:

  • Selalu ingin buang air kecil, khususnya pada malam hari.
  • Perasaan tidak tuntas setelah selesai berkemih.
  • Inkontinensia urin atau beseran.
  • Susah untuk memulai mengeluarkan urin.
  • Membutuhkan kejanan sewaktu berkemih.
  • Aliran urin keluar tersendat-sendat.
  • Kadangkala urin yang keluar bisa disertai darah bila ada pemaksaan saat proses berkemih.
  • Gejala dan tanda di atas timbul sebagai akibat dari penekanan pada kandung kemih dan uretra. Penekanan ini berasal dari rongga perut untuk melawan hambatan yang ditimbulkan oleh keberadaan pembengkakan prostat.

Rincian Kode Diagnosis Penyakit BPH

  • N40 Benign prostatic hyperplasia.
  • N40.0 Benign prostatic hyperplasia without lower urinary tract symptoms (BPH tanpa gejala saluran kemih bagian bawah).
  • N40.1 Benign prostatic hyperplasia with lower urinary tract symptoms (BPH dengan gejala saluran kemih bagian bawah).
  • N40.2 Nodular prostate without lower urinary tract symptoms (prostat nodular tanpa gejala saluran kemih bagian bawah).
  • N40.3 Nodular prostate with lower urinary tract symptoms (prostat nodular dengan gejala saluran kemih bagian bawah).

Baca juga: Kode ICD 10 Batu Ginjal

Nah, itu tadi list dan daftar rincian kode ICD 10 BPH atau Benign Prostatic Hyperplasia. Mudah-mudahan dapat membantu para koder sekalian.