Beranda blog Halaman 28

Waktu Berjemur Yang Baik Untuk Mendapatkan Vitamin D

0
waktu berjemur yang baik
Berjemur di bawah sinar matahari

Kapan waktu berjemur yang baik untuk memperoleh vitamin D? Pertanyaan seperti ini cukup sering ditanyakan.

Vitamin D adalah suatu hal yang unik di tubuh manusia. Vitamin ini dibuat dari kolesterol yang berada di jaringan kulit ketika kulit terkena paparan sinar matahari. Oleh sebab itu, sangat penting untuk menjaga intensitas paparan sinar matahari ke kulit agar menjaga kadar vitamin ini di dalam tubuh.

Vitamin ini sebenarnya tidak pas untuk disebut sebagai vitamin. Hal ini lantaran keberadaannya di dalam tubuh karena proses produksi tubuh sendiri. Sementara itu pengertian vitamin adalah sesuatu zat yang tidak bisa dihasilkan tubuh sehingga harus dikonsumsi dari luar tubuh. Apapun itu, kita anggap saja zat ini sebagai vitamin, Vitamin Sinar Matahari.

Waktu Berjemur Bergantung Kepada Sinar Ultraviolet B

Sinar matahari memiliki banyak jenis sinar dengan panjang gelombang yang berbeda. Sinar ultraviolet B (UVB) adalah jenis sinar yang berhubungan dengan pembentukan vitamin D ini.

Sinar ultraviolet B dari matahari akan mengenai kolesterol yang ada di jaringan dan sel kulit. Sinar ini mengandung sejumlah energi yang berguna dalam proses pembentukan vitamin D. Dalam jumlah yang cukup, vitamin ini berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh kita.

Salah satu peran penting vitamin D adalah memanajemen kerja usus agar menyerap kalsium dan fosfor dari makanan ke dalam darah. Kita ketahui bersama bahwa kedua mineral ini adalah sesuatu yang sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kekuatan tulang. Oleh karena itu, bila jumlah vitamin ini cukup maka kebutuhan akan kedua mineral ini pun terpenuhi.

Kadar vitamin yang rendah atau kekurangan vitamin D dihubungkan dengan berbagai komplikasi yang bersifat serius, diantaranya:

  • osteoporosis,
  • Penyakit kanker,
  • Gangguan mental depresi,
  • Kelemahan otot-otot,
  • hingga kematian.

Penting untuk diketahui bahwasanya sinar ultraviolet B ini tidak mampu atau hanya sedikit menembus jendela. Oleh karena itu, mereka yang beraktivitas lebih banyak di dalam gedung lebih cenderung mengalami defisiensi vitamin D.

Jadi, Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Berjemur

Di Indonesia, paparan sinar UVB dengan intensitas tinggi terjadi pada pukul 11 sampai 13 siang. Nah, waktu yang baik untuk berjemur adalah sebelum sinar UVB berada dalam intensitas tinggi. Sebagian ahli mengatakan sebelum pukul 10 pagi dan sebagian lain berpendapat sebelum pukul 11 siang.

Lama Waktu Berjemur
Disarankan untuk berjemur selama 15 sampai 25 menit saja. Anda dapat melakukan lebih lama bilamana berjemur dimulai lebih pagi. Begitu sebaliknya, disarankan berjemur lebih cepat bila memulai di waktu mendekati pukul 11 siang. Hal ini untuk menghindari efek samping yang terjadi pada kulit.

Hindari untuk berjemur dari pukul 11 siang sampai 16 sore. Jenis sinar matahari pada waktu-waktu ini bisa menimbulkan kerusakan kulit dan meningkatkan risiko terkena penyakit kanker kulit. Bila Anda terpaksa beraktivitas di waktu-waktu ini maka sebaiknya menggunakan pakaian tertutup, payung, topi, atau tabir surya.

Nah, itu tadi beberapa penjelasan kapan waktu berjemur yang tepat dilakukan untuk mendapatkan manfaat vitamin D dan menghindari efek samping yang mungkin timbul. Semoga artikel ini bermanfaat.

Sumber:
healthline.com
Benefits of Sunlight: A Bright Spot for Human Health oleh Mead, M. N. NCBI (2008).

Contoh Makanan Yang Mengandung Vitamin D

2
makanan-yang-mengandung-vitamin-d
Kuning telur kaya akan vitamin D

Berbagai jenis dan contoh makanan yang mengandung vitamin D untuk kesehatan tubuh – Makan makanan yang banyak memiliki kandungan vitamin D dapat mencegah munculnya penyakit osteoporosis. Selain itu, ini juga dapat menurunkan risiko mengalami penyakit hipertensi, kanker, sakit jantung, dan depresi. Oleh karena itu, sangat direkomendasikan konsumsi makanan kaya vitamin ini.

Vitamin ini mempunyai posisi yang penting dalam pembentukan dan penguatan tulang. Selain itu, vitamin ini juga berguna dalam penjagaan kadar kalium dan fosfor di dalam darah yang didapatkan dari mengonsumsi makanan yang kaya vitamin D.

Simak lebih lengkap apa saja khasiat vitamin ini bagi tubuh manusia di tautan di bawah ini.
> Manfaat vitamin D

Sumber Makanan Yang Mengandung Vitamin D

Sumber vitamin D yang paling penting adalah dari sinar matahari. Kepada setiap individu disarankan untuk mendapatkan paparan sinar matahari selama sedikitnya 10 menit dalam satu hari. Durasi ini dianggap mampu memenuhi kebutuhan kalsiferol bagi mereka yang kurang mengonsumsi makanan kaya vitamin D.

Nah, setelah memahami begitu pentingnya vitamin ini maka ada baiknya mengetahui dari mana saja vitamin D ini didapatkan, selain dari sinar matahari. Yuk simak jenis makanannya di bawah ini:

Kuning Telur
Di dalam satu kuning telur terdapat kira-kira 40 IU vitamin D. Namun, jangan konsumsi telur terlalu berlebihan dengan maksud mendapatkan vitamin D yang dikandungnya. Mengapa? Oleh karena, satu buah telur juga mempunyai kandungan 200 mg kolesterol. Kita tahu kolesterol memiliki dampak buruk bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah bila jumlahnya berlebihan.

Dengan demikian, variasikanlah jenis makanan Anda. Konsumsi telur sewajarnya untuk mencegah penyakit jantung. Kombinasikan dengan makanan lain yang juga mengandung vitamin D. Coba dengan jenis makanan di bawah ini.

Jamur
Jamur adalah tanaman yang mengandung vitamin D. Ini sangat cocok bagi mereka yang memilih menu makanan vegetarian, tetapi khawatir akan mengalami kekurangan vitamin D lantaran kurang makan daging. Ada sekitar 400 IU vitamin D dalam 300 mg jamur jenis portobello. Ini sangat baik untuk kesehatan.

Ikan Salmon
Salmon dikenal memiliki kandungan protein, omega-3, dan vitamin D yang diperlukan oleh tubuh. Sebanyak 300 mg ikan salmon yang telah dimasak akan memiliki sejumlah 447 IU vitamin D. Beberapa contoh ikan lain yang juga memiliki kandungan kalsiferol hampir sama yaitu ikan sarden, tenggiri, dan ikan tuna.

Ikan tuna saat ini banyak yang sudah dikemas. Di dalam 100 gram ikan tuna yang dikalengkan terdapat 236 IU vitamin D. Namun, hati-hati dalam memilik produk tuna kalengan. Mengapa? Oleh karena beberapa darinya mengandung merkuri. Untuk lebih aman, jangan konsumsi ikan tuna lebih dari 200 gram dalam satu minggu.

Udang
Dalam menu satu porsi udang memiliki 152 IU vitamin D. Udang ini termasuk yang memiliki kadar lemak yang rendah sehingga cukup aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak. Selain itu, udang juga mempunyai kandungan tembaga, protein, iodium, fosfor, dan vitamin B2.

Berapa Kebutuhan Vitamin D Harian Kita?

Tentunya kita harus tahu berapa keperluan kalsiferol bagi setiap orang. Ternyata jumlah kebutuhan ini tidak jauh beda untuk kelompo usia pertumbuhan dan masa produktif. Kelompok umur anak dan remaja memerlukan sebanyak 600 IU vitamin D setiap harinya. Begitu pula dengan kelompok orang dewasa juga membutuhkan 600 IU per harinya.

Nah, untuk kelompok lansia akan berbeda. Mereka yang berumur lebih dari 65 tahun membutuhkan kalsiferol sebanyak 800 IU tiap harinya.

Nah, itu tadi beberapa rekomendasi contoh makanan yang mengandung vitamin D yang perlu Anda pertimbangkan. Silahkan masukkan makanan tersebut dalam menu harian Anda. Aturlah jumlah dan porsi nya sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat.

Sumber:
Vitamin D, Drugs and Supplements dalam MayoClinic.com
12 Ways to Get Your Daily Vitamin D dalam Health.com

Kekurangan Vitamin D : Kenali Gejalanya!

3
kekurangan vitamin D
Sinar matahari penting dalam pembentukan vitamin D

Gejala awal kekurangan vitamin D memang sulit untuk dideteksi. Hal ini disebabkan oleh sifat gejalanya yang tidak spesifik. Padahal, kekurangan vitamin ini adalah suatu masalah kesehatan yang penting.

Mereka yang mengalami defisiensi vitamin ini akan rentan terkena penyakit tulang seperti penyakit rakitis, osteomalasia, ataupun osteoporosis. Selain itu, sistem imunitas pun dapat melemah karena pengaruh vitamin ini.

Kebutuhan vitamin D yang dikonsumsi adalah sejumlah 15 mikrogram (ug) tiap harinya untuk kelompok anak-anak, remaja, dan juga orang dewasa. Sementara itu, untuk kelompok umur lansia (lebih dari 65 tahun) disarankan pemberian 20 ug setiap hari. Ini didasarkan dari rekomendasi kebutuhan gizi oleh Kementrian Kesehatan.

Penyebab Kekurangan Vitamin D

Defisiensi vitamin D terjadi ketika tubuh tidak memperoleh jumlah yang dibutuhkan untuk melakukan fungsi tubuh dan proses metabolisme. Hal ini bisa terjadi lantaran asupan dari makanan yang memang kurang ataupun jarang terkena paparan sinar matahari.

Selain 2 hal di atas, berbagai keadaan yang dapat menyebabkan seseorang menderita defisiensi vitamin D, antara lain:

  • Individu yang mengalami gangguan saluran cerna seperti penyakit infeksi dan peradangan usus serta malabsorpsi. Kondisi ini akan menghambat proses penyerapan vitamin ini di saluran pencernaan.
  • Individu yang menderita intoleransi laktosa atau alergi terhadap susu.
  • Mereka yang memiliki warna kulit yang lebih gelap.
  • Kelompok usia lanjut (umur lebih dari 65 tahun).
  • Individu dengan berat badan berlebihan atau obesitas.
  • Penggunaan obat medis tertentu seperti obat anti kejang dan anti HIV.
  • Mereka yang menerapkan diet vegetarian yang ketat.

Gejala dan Tanda Kekurangan Vitamin D

Defisiensi vitamin D bisa dikenai oleh siapa pun, baik itu anak-anak atau orang dewasa. Kesulitannya adalah gejala kekurangan vitamin ini tidaklah spesifik atau khas. Namun, ada beberapa keadaan yang berhubungan dengan defisiensi vitamin ini, antara lain:

Gejala Pada Kelompok bayi dan anak

Beberapa gejala dan tanda yang mungkin muncul adalah:

  • Sesak nafas,
  • Mudah terkena penyakit,
  • Otot kram atau bahkan kejang,
  • Gangguan atau keterlambatan pertumbuhan, khususnya telat tumbuh gigi,
  • Masalah perkembangan, terutama berjalan,
  • Nyeri tulang, dan
  • Kaki bengkok.

Gejala Pada Kelompok Orang Dewasa

Bermacam tanda dan gejala yang akan diderita ialah:

  • Sering merasakan nyeri otot dan tulang,
  • Tulang mudah patah setelah terkena trauma fisik atau cedera yang tidak terlalu berat,
  • Mudah terinfeksi penyakit, misalnya influenza,
  • Badan mudah merasakan keletihan dan kelelahan,
  • Masalah suasana hati yang dapat menunjukkan gejala depresi,
  • Penyembuhan luka melambat, dan
  • Rambut mudah sekali rontok.

Penting diingat bahwasanya gejala dan tanda pada bayi, anak, dan orang dewasa di atas dapat juga menjadi pertanda penyakit lain. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan yang lebih mendalam yang dilakukan oleh dokter.

Tips dan Cara Memenuhi Kebutuhan Vitamin D

Setiap individu harus memenuhi kebutuhan vitamin D nya. Hal ini dilakukan karena begitu banyaknya masalah kesehatan yang terjadi bila mengalami defisiensi vitamin ini. Nah, kami bagikan bagaimana cara memenuhi kebutuhan vitamin D, yaitu:

  • Konsumsi makanan dan minuman yang banyak mengandung vitamin D, misalnya susu baik sapi ataupun kedelai, yogurt, telur, dan juga minyak ikan. Beberapa makanan dari laut pun ada seperti ikan sarden dan ikan tuna.
  • Beraktivitas di bawah paparan sinar matahari sedikitnya 20 sampai 30 menit, sekurang-kurangnya sebanyak 2 kali dalam seminggu.
  • Konsumsi suplemen vitamin D bila dibutuhkan.

Perlu juga dipahami bahwasanya terlalu banyak mengonsumsi vitamin ini juga tidak baik. Vitamin D ini bersifat larut dalam lemak sehingga mudah disimpan di dalam tubuh manusia. Kelebihan vitamin ini dalam jumlah banyak dan waktu yang lama akan menyebabkan keracunan.

Sumber:

  • Kementrian Kesehatan Republik Indonesia : Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan bagi Bangsa Indonesia.
  • Harbolic, B.K. MedicineNet (2019). Vitamin D Deficiency.
  • Harding, M., Patient Info UK (2017). Vitamin D Deficiency.

Manfaat Vitamin D : Dosis dan Sumbernya

6
vitamin d manfaat dosis dan sumber

Manfaat vitamin D serta dosis dan asal sumber dari makanan – Tubuh manusia menghasilkan vitamin D karena paparan sinar matahari. Namun begitu, seseorang dapat meningkatkan asupan vitamin ini dari makanan dan suplemen tertentu.

Vitamin D olahan pabrik juga dengan mudah dapat ditemukan. Ini terdiri dari dua jenis, yaitu vitamin D2 dan D3. Vitamin D2 umumnya berasal dari tumbuh-tumbuhan dan makanan olahan yang difortifikasi, sedangkan vitamin D3 berasal dari hewan. Keduanya telah diolah menjadi bentuk sirup, tablet, maupun kapsul.

Sebenarnya vitamin ini bukanlan vitamin seperti namanya. Vitamin adalah sesuatu yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh sehingga harus dibutuhkan asupan dari luar tubuh. Ini lebih tepat disebut sebagai pro-hormon atau prekursor hormon. Nama lain dari vitamin ini adalah kalsiferol.

Vitamin D adalah salah satu zat penting untuk tubuh manusia. Alasannya adalah bahwa kalsiferol menjaga kesehatan tulang dan gigi. Selain itu, dapat juga melindungi dari beberapa penyakit dan masalah kesehatan, misalnya diabetes tipe 1.

Manfaat Vitamin D (Kalsiferol)

Manfaat vitamin D untuk tubuh manusia memang sangat banyak. Beberapa diantara kegunaannya adalah:

  • Meningkatkan kesehatan tulang dan gigi,
  • Mendukung fungsi otak, sistem saraf, dan daya tahan tubuh,
  • Manajemen kadar insulin dan membantu manajemen penyakit diabetes,
  • Membantu kesehatan jantung dan paru-paru,
  • Memperbaiki keadaan hipoparatiroid dan hipofosfatemia, dan
  • Memiliki pengaruh dalam ekspresi gen yang terlibat dalam perkembangan sel-sel kanker.

Kegunaan Vitamin D Untuk Tulang

Kesehatan Tulang
Kalsiferol mempunyai peran penting dalam mengatur kadar kalsium dan posfor di dalam darah. Kedua unsur ini hal yang penting dalam kesehatan tulang. Bilamana kadar kalsium di dalam darah berkurang maka kelenjar paratiroid akan menstimulasi usus untuk menyerap kalsium dan ginjal mereabsorpsi (menyerap kembali) kalsium agar tidak banyak yang teruang.

Kekurangan vitamin ini pada anak akan menyebabkan penyakit riketsia (gangguan kesehatan tulang). Ini adalah suatu penyakit yang menyebabkan perlunakan pada tulang. Sementara itu, defisiensi vitamin D pada orang dewasa akan menyebabkan penyakit osteomalasia. Keadaan ini juga menyebabkan tulang melunak, densitasnya tidak padat (dapat memicu terjadinya penyakit osteoporosis), dan kelemahan otot-otot.

Khasiat Kalsiferol Lainnya

Mengurangi Risiko Terjadinya Penyakit Influenza
Studi pada https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6121423/ ini menunjukkan hasil bahwasanya kalsiferol memiliki efek perlindungan terhadap infeksi yang disebabkan oleh virus influenza. Namun, ada studi lainnya yang menyimpulkan bahwa kalsiferol tidak mempunyai efek terhadap flu dan risiko flu. Untuk itu diperlukan studi dan penelitian lanjutan untuk mengonfirmasi hal ini.

Kesehatan Bayi
Kekurangan vitamin D dihubungkan dengan kejadian peningkatan tekanan darah pada anak. Studi pada https://journals.lww.com/jhypertension/Abstract/2018/06001/VITAMIN_D_AND_BLOOD_PRESSURE_PARAMETERS_IN.759.aspx ini menunjukkan adanya hubungan antara kadar kalsiferol yang rendah dengan kekakuan dinding pembuluh arteri pada anak-anak.

Akademi alergi, asma, dan imunologi Amerika – The American Academy of Allergy Asthma and Immunology (AAAAI) – mendapatkan bukti bahwa ada hubungan antara paparan kalsiferol yang rendah terhadap peningkatan risiko terjadi sensitisasi alergi. Sebagai contoh, anak yang tinggal di daerah dekat dengan ekuator memiliki angka kunjungan ke rumah sakit yang lebih rendah ketimbang yang jauh dari ekuator. Selain itu, mereka juga memiliki angka penderita alergi karena kacang yang lebih rendah.

AAAAI juga melakukan studi asupan telur pada anak dengan kejadian alergi. Perlu diketahui bahwa telur adalah sumber kalsiferol umum. Anak yang mulai mengonsumsi telur setelah usia 6 akan lebih rentan terkena alergi dibandingkan dengan akan yang mulai mengasup telur sejak usia 4 sampai 6 bulan.

Kesehatan Kandungan
Studi pada https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/31411387/ menunjukkan bahwasanya perempuan hamil yang mengalami defisiensi vitamin D lebih memiliki risiko yang lebih besar mendapatkan penyakit preeklampsia dan persalinan prematur.

Dokter juga mengubungkan status kalsiferol dengan kejadian diabetes gestasional dan penyakit vaginosis bakterial pada wanita hamil.

Studi penting lainnya yaitu pada https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23253182/. Para peneliti menghubungkan antara kadar kalsiferol yang tinggi selama masa kehamilan dengan peningkatan risiko terjadinya alergi makanan pada anak selama 2 tahun pertama kehidupan.

Kekurangan Vitamin D

Meskipun tubuh manusia memiliki kemampuan untuk memproduksi kalsiferol sendiri, akan tetapi keadaan kekurangan vitamin ini masih tetap dapat terjadi. Simak beberapa alasan dan penyebabnya di bawah ini:

Penyebab Defisiensi Kalsiferol

  • Tipe Kulit: Kulit yang lebih gelap akan memiliki kemampuan penyerapan sinar ultraviolet B dari matahari yang lebih rendah dari kulit yang cerah. Penyerapan sinar matahari sangat penting dalam proses pembentukan pembentukan kalsiferol.
  • Tabir Surya: Penggunaan tabir surya dengan SPF (sun protection factor) di atas 30 akan mengurangi kemampuan tubuh dalam membentuk vitamin. Nilai hambatannya sampai dengan 95%.
  • Lokasi Geografis: Individu yang tinggal di bagian utara atau di daerah yang memiliki polusi, sering bekerja pada shift malam, atau jarang keluar rumah sebaiknya mengonsumsi kalsiferol yang cukup.
  • Menyusui: Bayi yang mendapatkan ASI yang tidak ekslusif, terlebih bayi dengan kulit yang berwarna gelap dan kurang paparan sinar matahari akan berisiko mengalami defisiensi vitamin D. Akademi pediatrik Amerika menyarankan 400 IU vitamin D melalui asupan makanan untuk bayi seperti ini.

Gejala Defisiensi Kalsiferol

Tanda dan gejala defisiensi vitamin ini, antara lain:

  • Mudah terkena penyakit dan infeksi,
  • Mudah lelah
  • Nyeri tulang, terutama tulang belakang,
  • Mood menurun,
  • Gangguan penyembuhan luka,
  • Rambut mudah rontok, dan
  • Nyeri otot.

Jika kondisi kekurangan vitamin ini dibiarkan terus-menerus maka akan memunculkan komplikasi sebagai berikut:

  • Gangguan fungsi kardiovaskular,
  • Masalah autoimunitas,
  • Penyakit neurologis,
  • Penyakit infeksi,
  • Komplikasi kehamilan,
  • Jenis kanker tertentu seperti payudara, prostat, dan usus besar.

Dosis Vitamin D dari Suplemen atau Obat

Pemberian vitamin D didasarkan atas umur dan keadaan yang dialami oleh pasien. Vitamin ini dengan kandungan 400-5000 IU biasanya dijual bebas di apotik. Namun, untuk dosis 50.000 iU biasanya dibeli dengan menggunakan resep dokter. Berapa dosis masing-masing dewasa dan anak? Simak di bawah ini.

Dosis Dewasa

  • 600 IU setiap hari pada usia 19-70 tahun guna mencegah keadaan defisiensi vitamin D,
  • 800-1000 IU, 1 kali sehari untuk usia di atas 50 tahun bertujuan mengobati dan mencegah penyakit osteoporosis,
  • 50.000-200.000 IU, 1 kali sehari berguna untuk kondisi hipoparatiroid,
  • 10.000-60.000 IU, 1 kali sehari bermanfaat untuk hipofosfatemia (kurangnya kadar fosfat di dalam darah), dan
  • 12.000-500.000 IU, 1 kali sehari untuk pengobatan penyakit rakitis.

Dosis Anak-Anak

  • 40.000-80.000 IU, 1 kali sehari untuk kondisi hipofosfatemia
  • 12.000-500.000 IU, 1 kali sehari bertujuan untuk pengobatan penyakit rakitis

Sumber Makanan Mengandung Kalsiferol

Untuk mendapat manfaat vitamin D dengan paparan sinar matahari adalah cara terbaik. Langkah ini bisa membantu tubuh menghasilkan dalam jumlah yang cukup. Namun, konsumsi makanan di bawah ini yang kaya akan vitamin ini juga membantu. Makanan tersebut antara lain:

  • ikan berlemak, misalnya salmon, makarel, dan tuna.
  • kuning telur,
  • keju,
  • hati sapi,
  • jamur,
  • produk susu yang difortifikasi, dan
  • produk sereal dan jus yang difortifikasi.

Sumber:

  1. medicalnewstoday.com
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6121423/
  3. https://journals.lww.com/jhypertension/Abstract/2018/06001/VITAMIN_D_AND_BLOOD_PRESSURE_PARAMETERS_IN.759.aspx
  4. The American Academy of Allergy Asthma and Immunology (AAAAI)
  5. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/31411387/
  6. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23253182/
  7. alodokter.com
  8. drzuhdy.com

Kode ICD 10 Sakit Telinga

2
kode icd 10 nyeri telinga

Salam semangat para koder Indonesia. Pada kategori ICD X ini kami akan berbagi tentang kode ICD 10 sakit telinga. Ini termasuk kode yang sering dibuat diagnosisnya oleh dokter. Yuk sama-sama cek pengkodeannya.

Perlu Anda ketahui bahwasanya penulisan diagnosis di status pasien atau lembar kesimpulan bukanlah sakit telinga. Penulisannya menggunakan bahasa latin yaitu otalgia.

Baca juga: Kode ICD 10 THT Terlengkap

Nomer Kode ICD 10 Nyeri Telinga (Otalgia)

Sebelum kita membahas apa kodenya, akan kami bagikan informasi singkat tentang penyakit ini. Pengetahuan akan hal ini juga dapat bermanfaat bagi pengetahuan kesehatan para koder sekalian.

Sakit telinga adalah pertanda bermacam masalah kesehatan. Yang paling sering adalah infeksi telinga itu sendiri. Infeksi dapat terjadi pada bagian luar, tengah, ataupun dalam.

Penyebab Sakit Telinga

Beberapa penyebab munculnya sakit telinga antara lain:
Infeksi Telinga
Infeksi yang sering mengenai telinga adalah infeksi telinga luar (otitis eksterna) dan telinga tengah (otitis media). Infeksi telinga luar biasanya berupa peradangan pada saluran telinga yang seringkali menunjukkan gejala sakit telinga (nyeri tekan bagian tragus), nyeri tekan periaurikula/ di sekitar telinga dan nyeri saat mengunyah makanan.

Infeksi telinga tengah biasanya menyebabkan pembengkakan pada saluran tuba eustachius sehingga mengakibatkan penumpukan cairan dari peradangan, produksi lendir, dan proses infeksi. Pada penyakit yang tidak diobati dengan baik maka cairan menyerupai nanah akan keluar dari telinga. Infeksi ini seringkali dialami anak-anak yang berusia di bawah umur 10 tahun.

Tinitus
Tinitus adalah suatu kondisi dimana seseorang mendengar suara mendenging di dalam telinganya, akan tetapi sumber suara tidak dari luar tubuh. Gejala ini sering muncul saat seseorang mengalami masalah di telinga tengah atau dalam. Infeksi telinga tengah seperti yang telah dijelaskan di atas juga dapat menyebabkan terjadinya tinitus. Namun begitu, penyebab pasti dari suara dan proses nya masih belum diketahui.

Penyakit Meniere
Penyakit ini biasanya terjadi bilamana terdapat abnormalitas cairan di dalam telinga. Biasanya penderitanya mengalami sakit telinga, vertigo (pusing berputar) dan tinitus secara tiba-tiba. Vertigo dan tinitus adalah gejala dan tanda utama penyakit Meniere ini.

Barotrauma
Ini adalah suatu kondisi dimana terjadi cedera telinga sebagai akibat dari perubahan tekanan udara ataupun air. Biasanya keadaan ini dialami oleh pendaki gunung, Orang yang naik pesawat, atau penyelam pada kedalaman tertentu. Penderita akan mengalami gejala yang paling sering yaitu kehilangan pendengaran, perasaan buntu pada telinga, sakit telinga, atau nyeri kepala.

Kode ICD 10 Nyeri Telinga

Nah, sebenarnya dengan mengetahui informasi singkat di atas kita semakin mudah untuk mencari nomor ICD 10 sakit telinga nya. Ini rinciannya berdasarkan ICD10Data:

  • H92.0 : Otalgia : Nyeri telinga
  • H92.01 : Otalgia right ear : Nyeri telinga kanan
  • H92.02 : Otalgia left ear : Nyeri telinga kiri
  • H92.03 : Otalgia bilateral : Nyeri kedua telinga
  • H92.09 : Otalgia unspecified ear : Nyeri telinga tidak spesifik

Simak juga: Kode ICD 10 Otomikosis

Nah, itu tadi beberapa kode berdasarkan telinga mana yang terkena. Bila Anda mendapati diagnosis dokter seperti sakit telinga, maka silahkan masukkan salah satu kode di atas tergantung bagian telinga mana yang terkena. Semoga bermanfaat.

Baca juga kode penyakit THT lainnya: Kode ICD 10 Serumen Prop

Sumber:
Kode ICD 10 THT Lengkap
who.int
ICD10Data

Cara Alami Menurunkan Kolesterol dengan Cepat

1
cara alami menurunkan kolesterol dengan cepat

Cara alami menurunkan kolesterol dengan cepat bisa Anda lakukan dengan berbagai cara. Seperti mengonsumsi buah penurun kolesterol hingga menghindari makanan pemicu kolesterol tinggi. Kolesterol terkadang tidak ditandai dengan gejala tertentu, akan tetapi penyakit ini bisa memicu berbagai penyakit seperti jantung dan stroke.

Bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit kolesterol tinggi, maka Anda harus rajin berkonsultasi dengan dokter sekaligus melakukan tes darah secara teratur. Hal tersebut dilakukan agar Anda bisa mengetahui dan terus memantau kadar kolesterol Anda. Hal yang tidak kalah penting untuk dilakukan yaitu menjaga pola makan.

Hindari konsumsi makanan tinggi lemak karena makanan tersebut bisa meningkatkan kolesterol dalam tubuh. Sebagai alternatifnya Anda lebih disarankan untuk konsumsi sayur dan buah yang kaya akan vitamin, mineral dan pektin yang bisa meningkatkan metabolisme tubuh.

Cara Untuk Turunkan Kolesterol dengan Cepat

Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan kolesterol, yaitu sebagai berikut:
Minum Air Jeruk Nipis
Cara alami turunkan kolesterol jahat adalah dengan minum air jeruk nipis. Konsumsi air ini bisa dilakukan dua kali sehari pada pagi dan malam. Kandungan flavonoid pada jeruk nipis mampu mengikat kolesterol jahat pada tubuh. Selain itu, jeruk nipis juga mengandung anti oksidan tinggi, sehingga mampu mencegah serangan radikal tubuh.

Konsumsi jus anggur
Kandungan anggur berupa piceatannol dan resveratrol berguna sebagai zat anti mikroba. Minum jus anggur setiap hari bisa menurunkan kolesterol, sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah sakit.

Konsumsi Makanan yang Kaya Serat
Selain baik untuk kesehatan pencernaan, konsumsi serat juga mampu meningkatkan bakteri baik dalam usus. Sehingga mampu mengikat kolesterol jahat yang pada akhirnya akan dikeluarkan oleh tubuh melalui kotoran atau feses. Konsumsi serat juga bisa menurunkan risiko terserang penyakit jantung.

Berolahraga
Olahraga merupakan salah satu cara cara alami menurunkan kolesterol. Selain membuat tubuh bugar, olahraga akan membakar tumpukan lemak pada tubuh. Hal tersebut secara otomatis akan menurunkan kadar kolesterol jahat dan akan meningkatkan produksi kolesterol baik. Bagi penderita obesitas, olahraga sangat disarankan agar bisa menurunkan berat badan.

Lemak Tak Jenuh Turunkan Kolesterol Jahat

Banyak sekali jenis makanan yang mampu menurunkan kolesterol jahat karena mengandung lemak tak jenuh. Makanan yang mengandung lemak tak jenuh adalah:

Pepaya
Cara alami turunkan kolesterol jahat yaitu dengan cara konsumsi papaya. Kandungan likopen, vitamin C dan E pada papaya sangat ampuh untuk turunkan kolesterol jahat. Kinerja Vitamin E dan C dengan enzim yang menghasilkan senyawa paraxonase mampu menghambat kolesterol jahat.

Jambu merah
Jambu merah mampu menurunkan kadar kolesterol. Hal ini dikarenakan jambu merah mengandung fitonutrien, vitamin serta kalium yang bermanfaat bagi tubuh. Konsumsi jus jambu merah setiap hari juga mampu meningkatkan sistem imun karena kandungan anti oksidan sangat tinggi.

Salmon
Salmon kaya akan lemak tak jenuh yaitu berupa omega 3. Lemak ini terbukti dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan penyakit lainnya. Konsumsi salmon juga mampu meningkatkan kolesterol baik hingga empat persen. Jika tubuh kaya akan kolesterol baik maka secara otomatis kolesterol jahat akan turun.

Konsumsi makanan sehat serta berolahraga merupakan kunci hidup sehat. Jika hal tersebut dilakukan maka tidak hanya bisa menurunkan kolesterol saja, akan tetapi juga bisa mencegah terserang penyakit lain. Cara alami menurunkan kolesterol dengan cepat bisa dengan mudah Anda lakukan yaitu dengan konsumsi buah dan sayur.

Kode ICD 10 Otomikosis – Infeksi Jamur Telinga

0
kode icd 10 otomikosis
Daftar kode diagnosis penyakit otomikosis

Salam hangat para pejuang koder ICD X. Seperti biasa pada label ini kami akan berbagi kode, dimana kali ini adalah kode ICD 10 otomikosis atau infeksi jamur pada telinga. Mudah-mudahan membantu pekerjaan Anda.

Baca juga: Kode ICD 10 Sakit Telinga

Nomor Kode ICD 10 Otomikosis

Sebelum kita membahas tentang berapa nomor kode nya, yuk mari mengenal dan memahami penyakit ini secara umum.

Pengertian
Definisi otomikosis adalah infeksi pada telinga yang disebabkan oleh jamur. Bagian yang terkena infeksi bisa daun telinga, muara lubang telinga, hingga bagian dalam telinga. Mereka yang menderita penyakit ini dapat merasakan nyeri, gatal, bengkak, dengung pada telinga. Tatalaksana yang cepat dan tepat harus diberikan agar tidak terjadi komplikasi yang bisa saja membuat pendengaran menghilang.

Penyebab
Seperti yang disebutkan di atas, penyebab otomikosis adalah jamur. Jamur yang paling sering menyerang manusia adalah kelompok Candida dan Aspergillus. Infeksi jamur pada bagian dalam terjadi saat jamur masuk ke dalam telinga.

Mereka yang sering berenang (air sering kemasukan telinga) lebih rentan terkena penyakit ini. Mengapa? Oleh karena serumen telinga yang berfungsi sebagai daya tahan telah mengalami erosi oleh air yang masuk. Keberadaan air juga kerap membuat telinga menjadi lebih lembab.

Selain hal di atas ada beberapa faktor yang menyebabkan infeksi jamur lebih rentan mengenai seorang individu, yaitu:

  • Individu yang tingga di daerah tropis
  • Mereka yang menderita eksim atopik pada telinga
  • Individu yang mengalami cedera pada telinga
  • Mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah

Gejala Otomikosis
Antara penderita yang satu dengan yang lain merasakan gejala otomikosis yang berbeda-beda. Namun, ada beberapa gejala yang umum, yaitu:

  • kulit telinga kemerahan dan/ atau mudah terkelupas
  • nyeri
  • bengkak
  • berdengung
  • keluar cairan berwarna kuning, putih, hijau, atau hitam dari telinga.

Pengobatan Otomikosis
Pengobatan otomikosis sudah pasti memberikan anti jamur untuk mengeradikasi jamur yang ada di telinga. Namun, biasanya dokter juga akan melakukan pembersihan pada telinga. Pembilasan dengan cairan khusus dan menghisapnya kembali adalah tindakan yang umum dilakukan. Beberapa hal disarankan untuk dihindari, seperti:

  • membersihkan telinga sendiri di rumah dengan menggunakan cotton buds,
  • berenang atau air masuk ke dalam telinga; selama masa pengobatan,
  • menggaruk-garuk bagian dalam atau luar telinga.

Penomoran Kode ICD 10 Otomikosis

Nah, setelah memahami sedikit tentang penyakit ini maka kami sampaikan berapa nomor kode ICD X nya. Seperti yang dijelaskan di atas bahwasanya penyebab penyakit ini yang paling umum adalah 2 jenis jamur, yaitu Candida dan Aspergillus. Oleh karena itu, kode yang sering dipakai adalah:

  • Untuk penyebab umum : Otomycosis (diffuse) : B36.9
  • Disebabkan oleh Aspergillus : Aspergilosis : B44.89
  • Disebabkan oleh Candida : Candidiasis : B37.84
  • Disebabkan oleh Monilia : Moniliasis : B37.9

Nah, itu tadi kodenya. Bila ingin melihat keseluruhan kode ICD X untuk seluruh penyakit di bagian THT – KL, silahkan kunjungi tautan di bawah ini.

> Kode ICD 10 THT

Sumber:
ICD 10 THT
who.int
ICD10Data

Cara Menggunakan New Pcare BPJS Kesehatan Go Id

1
langkah cara menggunakan new pcare BPJS Kesehatan

Tips cara menggunakan new Pcare BPJS di http new pcare bpjs kesehatan go id pcarePrimary Care BPJS Kesehatan atau Pcare adalah salah satu layanan berbentuk aplikasi yang memberikan kemudahan kepada fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). FKTP ini misalnya puskesmas, klinik, laboratorium rujukan peserta.

Aplikasi ini dapat digunakan untuk pengajuan pengobatan, permintaan rujukan, atau pun untuk pendaftaran pasien (daftar menjadi peserta baru FKTP atau pindahan dari FKTP lain)

Aplikasi ini dapat diunduh di browser di laptop atau Google Play Store untuk pemakaian smartphone. Proses pengunduhan tidak dikenakan biaya. Dalam proses pendaftaran peserta disarankan untuk melakukan proses daftar secara offline di kantor-kantor BPJS terdekat. Setelah ini, barulah dapat melakukan akses data-data pribadi sebagai peserta BPJS Kesehatan sewaktu mengunjungi fasilitas kesehatan.

Aplikasi New Pcare BPJS Kesehatan

Aplikasi ini belum bekerja secara umum. Hanya user tertentu yang bisa memanfaatkan layanan Pcare ini. Fasilitas kesehatan yang secara resmi melewati proses pendaftaran ke BPJS dan telah mendapatkan user name dan password lah yang mampu melakukan akses ini.

Aplikasi ini menyediakan berbagai kemudahan melalui menu-menu yang tersedia. Beberapa menu dan fitur yang ada sperti: informasi tentang tagihan, prosedur pendafaran peserta BPJS Kesehatan jenis instansi ataupun mandiri perseorangan, dan Pencarian serta penyaringan fasilitas kesehatan yang terdekat.

Diharapkan dengan adanya aplikasi ini, para peserta BPJS bisa memperoleh bermacam kemudahan misalnya langkah pendaftaran yang lebih praktis, terintegrasinya data-data mengenai pasien, penegakan diagnosis yang lebih cepat dan tepat, dan rujukan yang lebih simpel dan mudah.

Bagaimana Cara Menggunakan New Pcare BPJS Kesehatan ?

  • Buka situs resmi BPJS lalu masuk ke direktori Pcare. Untuk lebih mudahnya klik tautan ini: https new pcare bpjs kesehatan go id pcare login. Bila menggunakan aplikasi unduh terlebih dahulu aplikasi Pcare di google playstore.
  • Masukkan username dan password yang sudah didapatkan setelah selesai proses registrasi.
  • Setelah berhasil masuk, Anda akan temukan halaman utama Primary Care BPJS Kesehatan. Halaman ini memuat indeks tentang pasien.
  • Pilihlah fitur pelayanan.
  • Di bagian menu ini akan diberikan dua pilihan, yaitu pendaftaran dan pelayanan.
  • Pendaftaran ini berguna untuk pasien yang akan berobat. Silahkan lalukan pendaftaran pasien dengan mengisikan nomor BPJS nya lalu tekan “Cari”. Bilamana pasien adalah pasien yang terdaftar di FKTP Anda maka identitas tentang pasien akan muncul.
  • Isikan bagian yang kosong seperti jenis kungungan, keluhan, hasil pemeriksaan fisik, nilai tekanan darah, dan lain sebagainya.
  • Tekan menu “Simpan” lalu kembali ke entri data.
  • Di entri data pilihlah kembali menu pelayanan. Di bagian ini, isilah bagian yang kosong, misalnya diagnosis dan terapi.
  • Setelah itu klik menu simpan dan proses entri data pasien Anda telah selesai.
  • Anda akan dapat melihat data-data pasien yang mengunjungi fasilitas kesehatan Anda, seperti jenis dan jumlah kunjungan, jenis kegiatan, daftar sepuluh penyakit tersering, dan lain-lain.
  • DI menu “Tools”, Anda bisa melakukan pergantian password aplikasi Anda. Selain itu, di menu ini juga Anda bisa masuk ke LUPIS BPJS untuk mengetahui dan melakukan pengeditan terhadap jumlah pekerja di FKTP Anda.
  • Anda dapat keluar aplikasi dengan menekan menu “Log out” atau “Keluar”.

Nah, itu tadi tips bagaimana cara menggunakan new Pcare BPJS Kesehatan yang terbaru. Mudah-mudahan bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Kode ICD 10 Hiperpireksia (Hyperpyrexia)

1
kode icd 10 hiperpireksia

Para koder banyak yang tanya berapa kode ICD 10 hiperpireksia. Mereka bingung karena karena kode fever lah yang banyak berserakan. Nah, untuk itu kali ini kami akan membahas tentang kode diagnosis Pcare BPJS Kesehatan atau di rumah sakit untuk keadaan medis hiperpireksia (hyperpyrexia). Diharapkan artikel ini dapat membantu.

Kondisi ini memang jarang dituliskan sebagai diagnosis oleh dokter. Oleh sebab itu, wajar sih bila para koder kebingungan. Namun, ada suatu ketika dokter masih mencari penyebab dari keadaan ini sehingga membuat diagnosis sementara sebagai hiperpireksia.

Kode ICD 10 Hiperpireksia

Sebelum kita bahas lebih lanjut, alangkah baiknya terlebih dahulu memahami secara singkat tentang apa itu hiperpireksia ini.
Definisi dan Pengertian
Hiperpireksia adalah keadaan medis dimana tubuh seseorang mengalami kenaikan suhi hingga mencapai lebih dari 41,1 derajat celsius atau setara dengan 106 derajat farenheit. Pengukuran suhu dapat dilakukan pada area mulut, ketiak, ataupun rektum.

Penyebab
Paling banyak penyebab hiperpireksia adalah karena penyakit infeksi. Setelah itu, keadaan ini biasanya disebabkan penyakit kolagen, tumor, gangguan metabolik, akibat prosedur medis, dan berbagai penyakit lainnya.

Agen penyebab di atas akan meningkatkan set point di hipotalamus di bagian otak, merusak kontrol pengatur suhu badan, atau meningkatkan produksi panas yang lebih tinggi dibandingkan dengan proeses pengeluaran panas. Risiko hiperpireksia akan semakin meningkat bila suhu lingkungan ternyata lebih panas bila dibandingkan suhu badan sehigga menghambat kelancaran proses pengeluaran panas.

Pengobatan Hiperpireksia
Ada 3 unsur penting dalam prinsip pengobatan keadaan hiperpireksia ini, yaitu:

  • Menurunkan suhu badan secara simptomatis, yang dapat dilakukan dengan cara memberikan kompres hangat dan obat pereda panas.
  • Menjalankan manajemen terapi penunjang.
  • Mencari agen penyebab penyakit dan memberikan pengobatan bersifat kausatif.

Kode Diagnosis Pcare BPJS Kesehatan Untuk Hiperpireksia dari ICD 10

Keadaan medis hiperpireksia secara umum digolongkan kepada demam tidak spesifik (fever; unspecified). Oleh karena itu, kode nya adalah R50.9.
Untuk lebih jelasnya lihat secara lengkap pada tautan di bawah ini.
> Kode ICD 10 febris lengkap.

Mungkin kebanyakan para koder tidak menyadarinya. Wajar saja mengingat dalam ICD10Data semua yang berada di atas 37,5 derajat celsius dianggap sebagai demam, tanpa menentukan batas maksimalnya.

Namun, untuk beberapa keadaan tertentu, kondisi hiperpireksia ini dapat digolongkan pada kode lainnya, yaitu:
Malignant hyperpyrexia due to anesthesia; malignant hyperthermia yang berarti hiperpireksia maligna karena anestesi; hipertermia maligna. Dimana kode ICD nya adalah T88.3

Nah, itu tadi penomoran kode untuk demam yang lebih tinggi dari biasanya. Mudah-mudahan tulisan ini membantu para koder semuanya.

Kode ICD 10 Diagnosis Penyakit Telinga Hidung Tenggorokan (THT) Lengkap

9
kode icd 10 diagnosis penyakit telinga hidung tenggorok
Daftar rincian kode diagnosa ICD 10 penyakit telinga hidung tenggorok

Salam dan jumpa lagi para sahabat koder. Di tulisan ini kami akan membagikan daftar kode ICD 10 diagnosis penyakit telinga, hidung, dan tenggorokan yang detail dan lengkap. Mudah-mudahan tulisan ini memberikan kemudahan dalam proses koding diagnosis penyakit THT di era BPJS Kesehatan.

Oleh karena begitu banyak tabel dan kode di bawah ini, maka kami sarankan tips mempermudah pencarian. Silahkan Anda tekan “Ctrl+F” lalu ketikkan nama gejala atau diagnosis penyakit (baik bahasa Indonesia ataupun Inggris. Kemudian tekan “Enter” maka Anda akan dibawa ke istilah diagnosa yang Anda cari. Hal ini dapat dilakukan menggunakan laptop, notebook, atau komputer personal.

Bila Anda menggunakan ponsel cerdas atau smartphone maka cukup klik tanda “titik tiga” di sudut kanan atas, lalu klik “Cari di halaman”. Setelah itu silahkan ketikkan keyword gejala atau penyakit yang ingin dicari lalu tekan “Search” atau “gambar kaca pembesar”. Anda pun akan dibawa ke area keyword tersebut.

Daftar Kode ICD 10 untuk Diagnosis Penyakit Telinga Hidung Tenggorokan – Kepala Leher (THT – KL)

Di bawah ini akan kami rincikan diagnosa dan nomor kode masing-masing penyakit THT – KL. Untuk lebih memudahkan pencarian, kami membagi penomoran ini menjadi 5 bagian. Adapun bagian tersebut yaitu: penyakit telinga, hidung, tenggorokan, tumor THT, dan medical check up THT.

Daftar Kode ICD 10 Diagnosis Penyakit Telinga

Yuk simak daftar penomoran di bawah ini. Semakin akurat penomoran di aplikasi atau situs BPJS maka akan semakin memudahkan urusan administrasi fasilitas kesehatan.

Istilah Penyakit TelingaKode ICD 10Diagnosis ICD 10 untuk BPJS Kesehatan
Serumen propH612Impacted cerumen
Benda asing di telingaT16Foreign body in ear
Abses telinga luarH600Abscess of external ear
Selulitis telinga luarH601Cellulitis of external ear
Otitis eksterna difusaH603Diffuse otitis externa, Swimmer ear, Hemorragic
Otomikosis (infeksi jamur kandida pada telinga)B372Candidiasis
Otomikosis (infeksi jamur aspergillus pada telinga)B448Aspergillosis
Kolesteatom eksternaH604Cholesteatoma of external ear
Otitis eksterna malignaH602Malignant otitis externa
Otalgia (sakit telinga)H920Otalgia
Stenosis liang telinga didapat akibat trauma sekunder, inflamasi, atau infeksiH613Acquired stenosis of secondary trauma, inflammation, infection
Eksotosis liang telingaH618Exostosis of external canal
Perikondritis telinga luarH610Pericondritis of external ear
Gangguan non-infeksi pada daun telingaH611Noninfective disorders of pinna
Infeksi tuba eustachiusH680Eustachian salpingitis
Oklusi tuba eustachius akibat kompresi, stenosis, atau strikturH681Obstruction of Eustachius tube : compression, stenosis, stricture
Tuba patoulusH690Patulous Eustachian tube
Otitis media supuratif akutH660Acute suppurative otitis media
Otitis media efusi akutH650Acute serous otitis media (barotaruma)
Otitis media efusi akut dan subakut akibat alergiH651Acute and subacute allergic otitis media (mucoid) (serous)
Otitis media efusi kronisH652Chronic serous otitis media
Otitis media efusi kronis (glue ear)H653Chronic mucoid otitis media (Glue Ear)
Otitis media kronik akibat alergiH654Chronic allergic otitis media
Otitis media supuratif kronis tipe benigna fase aktifH661Chronic tubotympanic suppurative otitis media
Otitis media supuratif kronis tipe benigna fase tenangH720Central perforation of tympanic membrane
Otitis media supuratif kronis tipe malignaH662Chronic atticoantral suppurative otitis media
H71Cholesteatoma of middle ear
H721Attic perforation of tympanic membrane
H722Other marginal perforations of tympanic membrane
H728Total & multiple perforations of tympanic membrane
Polip telingan tengahH744Polyp of middle ear
Otitis media supuratif kronis akibat TBCA186Tuberculosis of (inner) (middle) ear
Paresis fasialisH519Disorder of facial nerve, unspecified
Mastoiditis akut (abses mastoid)H700Acute mastoiditis : abcess of mastoid
Mastoiditis kronik (fistula mastoid)H701Chronic mastoiditis : Fistula of mastoid
VertigoH811Benign paroxysmal vertigo
Disfungsi labirin (paresis kanal)H832Labyrinthine dysfunction : paresis kanal
Penyakit MeniereH810Meniere’s disease
Neuronitis vestibularH812Vestibular neuronitis
Vertigo perifer lainnyaH813Other peripheral vertigo
Vertigo sentralH814Vertigo of central origin
Infeksi labirinH830Labyrinthitis
Fistula labirinH831Labyrinthine fistula
Gangguan perkembangan bicara dan bahasaF809Developmental disorder of speech and language, unspecified
Tinitus (bising pada telinga)H931Tinnitus
Tuli konduktif bilateralH900Conductive hearing loss, bilateral
Tuli konduktif unilateralH901Conductive hearing loss, unilateral, normal on contralateral
Tuli sensorineural bilateralH903Sensorineural hearing loss, bilateral
Tuli sensorineural unilateralH904Sensorineural hearing loss, unilateral normal on contralateral
Tuli campuran bilateralH906Mixed hearing loss, bilateral
Tuli campuran unilateralH907Mixed hearing loss, unilateral, normal on the contralateral
PresbikusisH911Presbycusis
Tuli mendadakH912Sudden idiopathic hearing loss
Efek suara pada telinga dalam (trauma akustik, NIHL)H833Noise effects on inner ear : acoustic trauma, NIHL
Tuli akibat ototoksikH910Ototoxic hearing loss
Miringitis akutH730Acute myringitis
Miringitis kronisH731Chronic myringitis
Otitis media adesifH741Adhesive middle ear disease
TimpanosklerosisH740Tympanosclerosis
OtosklerosisH800Otosclerosis involving oval window, nonobliterative
H801Otosclerosis involving oval window, obliterative
H802Cochlear otosclerosis
Gangguan pada tulang pendengaranH742Discontinuity and dislocation of ear ossicles
H743Ankylosis and partial loss of ear ossicles
Cedera superfisial pada telingaS004Superficial injury of ear
Luka robek pada telingaS013Open wound of ear
Fraktus basis kraniiS021Fracture of Base of Skull
Cedera saraf fasialisS045Injury of facial nerve
Cedera saraf akustikS046Injury of acoustic nerve
Ruptur gendang telinga akibat traumaS092Traumatic rupture of ear drum
Herpes pada telingaB001Herpes simpleks infection
B028Zoster with other complications
Paska operasi mastoidH950Recurrent cholesteatoma of postmastoidectomy cavity
H951Chronic inflam, granulation, mucosal cyst of postmastoidectomy
Deformitas pada telingaM951Cauliflower ear
Defek kongenital pada telingaQ160Congenital absence of ear auricle (anotia)
Q161Congenital absence, atresia and stricture of auditory canal
Q162Absence of eustachian tube
Q163Congenital malformation of ear ossicles
Q164Other congenital malformations of middle ear
Q165Congenital malformation of inner ear
Q169Congenital malformation of ear causing impairment of hearing
Q170Accessory auricle
Q171Macrotia
Q172Microtia
Q175Prominent ear
Q180Sinus, fistula and cyst of branchial cleft
Q181Preauricular sinus and cyst
Q182Other branchial cleft malformations

Kode ICD 10 Diagnosis Penyakit Telinga PDF dan Word Doc

Untuk para koder yang tidak mau repot-repot dalam melakukan pencarian di dunia maya, silahkan save saja tabel di atas dalam bentuk PDF atau word document nya melalui link di bawah ini.
> Link masih dalam tahap pengupdatean

List Kode ICD 10 Diagnosa Penyakit Hidung

kode ICD 10 diagnosa penyakit hidung

Setelah penyakit telinga, di bawah ini akan kami bagikan tabel yang berisi daftar penyakit pada hidung beserta kode-kodenya.

Daftar Penyakit HidungKode ICD 10Diagnosis ICD 10 untuk BPJS Kesehatan
Sinusitis akutJ01Acute sinusitis
Sinusitis akut pada sinus maksilarisJ010Acute maxillary sinusitis
Sinusitis akut pada sinus frontalisJ011Acute frontal sinusitis
Sinusitis akut pada sinus etmoidalisJ012Acute ethmoidal sinusitis
Sinusitis akut pada sinus sfenoidalisJ013Acute sphenoidal sinusitis, unspecified
Pansinusitis akutJ014Acute pansinusitis, unspecified
Sinusitis akut lainnya (lebih dari satu sinus, tetapi bukan pansinusitis)J018Other acute sinusitis, more than one sinus, not pansinusitis
Rinitis kronisJ310Chronic rhinitis : atropic, granulomatous
Sinusitis maksilaris kronikJ320Chronic maxillary sinusitis
Sinusitis frontalis kronikJ321Chronic frontal sinusitis
Sinusitis etmoidalis kronisJ322Chronic ethmoidal sinusitis
Sinusitis sfenoidalis kronisJ323Chronic sphenoidal sinusitis
Pansinusitis kronikJ324Chronic pansinusitis
Sinusitis krnois lainnya (lebih dari satu sinus, tetapi bukan pansinusitis)J328Other chronic sinusitis, more than one sinus, not pansinusitis
Sinusitis kronik tidak spesifikJ329Chronic sinusitis, unspecified
Polip pada rongga hidungJ330Polyp of nasal cavity : choanal, nasopharyngeal
Sindroma woakesJ331Polypoid sinus degeneration : Woakes’ Syndrome
Polip sinus lainnyaJ338Other polyp of sinus : polyp of ethmoidal, maxillary, spenoidal
Polip hidung tidak spesifikJ339Nasal polyp, unspecified
Rinitis vasomotorJ300Vasomotor rhinitis
Rinitis alergiJ304Allergic rhinitis, unspecified
Rinitis alergi disertai asmaJ450Allergic rhinitis with asthma
Deviasi septum nasiJ342Deviated nasal septum
Hipertrofi konkaJ343Hypertrophy of nasal turbinates
Perforasi septum nasi, rinolitJ348Perforation of nasal septum, rinolith
EpistaksisR040Epistaxis
Abses, furunkel, dan karbunkel pada hidungJ340Abscess, furuncle and carbuncle of nose
Deformitas hidung didapatM950Acquired deformity of nose
Trauma hidungS003Superficial injury of nose
S012Open wound of nose
S021Fracture of Base of Skull
S022Fracture of Nasal Bones
S031Dislocation of Septal Cartilage of Nose
S040Injury of optic nerve and pathwayas
Benda asing di hidung’T170Foreign Body in nasal sinus
T171Foreign Body in nostril
Obstruktive sleep apneu pada dewasa dan anakG4733Obstructive sleep apnea (adult) (pediatric)
Kebocoran cairan serebrospinalG960Cerebrospinal fluid leak
Selulitis orbitaH050Cellulitis of orbit
Atresia koanaQ300Choanal Atresia

List Kode ICD 10 Diagnosa Penyakit Hidung Format Word Doc dan PDF

Bagi yang mau tabel di atas versi format word document atau PDF nya yuk langsung aja ambil di tautan di bawah ini.
> Link sedang dalam penyempurnaan

Daftar Kode ICD 10 Diagnosis Penyakit Tenggorokan (Laring, Faring, atau Trakea)

Berikut ini adalah tabel yang berisikan diagnosis dari beberapa penyakit yang ada di tenggorokan, khususnya bagian laring, faring, dan trakea. Silahkan cari kode yang Anda butuhkan.

Penyakit TenggorokanKode ICD 10Diagnosis ICD 10 untuk BPJS Kesehatan
Tonsilitis akut akibat bakteri StreptokokusJ030Acute streptococcal tonsillitis
Tonsilitis akut akibat bakteri spesifik lainnyaJ038Acute tonsillitis due to other specified organisms
Tonsilitis akut tidak spesifikJ039Acute tonsillitis, unspecified
Tonsilitis kronisJ350Chronic tonsillitis
Hipertrofi tonsilJ351Hypertrophy of tonsils
Hipertrofi adenoidJ352Hypertrophy of adenoids
Hipertrofi tonsil dengan hipertrofi adenoidJ353Hypertrophy of tonsils with hypertrophy of adenoids
Faringitis viral akutB302Viral pharyngoconjunctivitis
Common coldJ00Acute nasopharyngitis [common cold]
Faringits streptokokalJ020Streptococcal pharyngitis
Faringitis akut karena organisme spesifikJ028Acute pharyngitis due to other specified organisms
Faringitis akut tidak spesifikJ029Acute pharyngitis, unspecified
Faringitis kronisJ311Chronic nasopharyngitis
J312Chronic pharyngitis : atrophi, granular, hipertrophic
Kelainan rongga mulutB370Cadidal stomatitis
K120Recurrent oral aphthae : aphthos stomatitis
K132Leukoplakia of oral mucosa, including tongue
Benda asing di faringT172Foreign body in pharynx
Benda asing di laringT173Foreign body in larynx
Benda asing di trakeaT174Foreign body in trachea
Benda asing di bronkusT175Foreign body in bronchus
Benda asing di mulutT180Foreign body in mouth
Benda asing di esofagusT181Foreign body in esophagus
Laringitis akutJ040Acute laryngitis
Laringitis obstruktif akutJ050Acute obstructive laryngitis [croup]
Laringofaringitis kronikJ060Acute laryngopharyngitis
Laringitis kronisJ370Chronic laryngitis
Paralisis pita suara dan laringJ380Paralysis of vocal cords and larynx
Polip pita suara dan laringJ381Polyp of vocal cord and larynx
Nodul pada pita suaraJ382Nodules of vocal cords
Penyakit lainnya pada pita suaraJ383Other diseases of vocal cords
Edema laringJ384Edema of larynx
Spasme laringJ385Laryngeal spasm
Stenosis laringJ386Stenosis of larynx
Penyakit lainnya pada laring (abses, selulitis, perikondroitis)J387Other diseases of larynx : abscess, cellulitis, perichondritis
TBC  pada laring, trakea, dan bronkusA155Tuberculosis of larynx, trachea and bronchus
Limfadenopati TBC periperalA182Tuberculosis of perypheral lymphadenopathy
GERDK210Gastro-esophageal reflux disease
DisfagiaR13Dysphagia
Obstruksi jalan nafas akutJ960Acute respiratory failure
Obstruksi jalan nafas kronisJ961Chronic respiratory failure
Komplikasi trakeostomiT818Emphysema (subcutaneous) resulting from procedure
J950Tracheostomy malfunction : haemorrhage, obstruction, fistula
Abses peritonsilJ36Peritonsillar abscess
Abses retro dan parafaringJ390Retropharyngeal and parapharyngeal abscess
Abses submandibulaK122Cellulitis and abscess of mouth (submandibular abscess)
DiferiA360Pharyngeal diphtheria
A361Nasopharyngeal diphtheria
A362Laryngeal diphtheria
Defek kongenital pada laring, faring, dan trakeaQ310Web of larynx
Q311Congenital subglottic stenosis
Q312Laryngeal hypoplasia
Q313Laryngocele
Q315Congenital laryngomalacia
Q320Congenital tracheomalacia
Q387Congenital pharyngeal pouch
ParotitisB26Mumps
Gangguan tiroidE040Nontoxic diffuse goiter
E041Nontoxic single thyroid nodule
E042Nontoxic multinodular goiter
E050Thyrotoxicosis with diffuse goiter
E051Thyrotoxicosis with toxic single thyroid nodule
E052Thyrotoxicosis with toxic multinodular goiter
Gangguan pada TMJM266Temporomandibular joint disorder
Langit-langit sumbingQ35Cleft palate
Bibir sumbingQ36Cleft lip
Langit-langit dan bibir sumbingQ37Cleft palate with cleft lip
TraumaS005Superficial injury of lip and oral cavity
S014Open wound of cheek and temporomandibular area
S015Open wound of lip and oral cavity
S100Superficial injury of neck, contusion of throat
S110Open wound of larynx and trachea
S111Open wound of thyroid gland
S112Open wound of pharynx and cervical esophagus
Reaksi anafilaksis pada saluran nafas atasJ393Upper respiratory tract hypersensitivity reaction, site unspecified
Kelainan esofagusK220Achalasia of cardia
K223Perforation of esophagus
K225Diverticulum of esophagus, acquired
Atrofi kelenjar air liurK110Atrophy of salivary gland
Hipertrofi kelenjar liurK111Hypertrophy of salivary gland
SialoadenitisK112Sialoadenitis
Abses pada kelenjar liurK113Abscess of salivary gland
Fistula pada kelenjar liurK114Fistula of salivary gland
SialoadenitisK115Sialolithiasis
Mukokel pada kelenjar salivaK116Mucocele of salivary gland

Daftar Kode ICD 10 Diagnosis Penyakit Tenggorokan versi PDF dan Word Doc

Seperti yang sudah-sudah, bilamana Anda membutuhkan tabel di atas versi word document dan PDF nya maka gampang sekali. Silahkan ambil saja pada tautan di bawah ini.
> Harap bersabar, tautan dalam pengupdatean

List ICD 10 Diagnosa Tumor Jinak dan Kanker Ganas Pada THT

Kami membuat pemisahan penyakit-penyakit tumor jinak dan kanker di bawah ini. Hal ini untuk mengurangi kebingungan bagi para pembaca. Yuk simak saja langsung datanya di tabel di bawah ini.

Nama Tumor Jinak dan KankerKode ICD 10Diagnosis ICD 10 untuk BPJS Kesehatan
Kanker NasofaringC110Malignant neoplasm of superior wall of nasopharynx
C111Malignant neoplasm of posterior wall of nasopharynx
C112Malignant neoplasm of lateral wall of nasopharynx
C113Malignant neoplasm of anterior wall of nasopharynx
C118Malignant neoplasm of overlapping sites of nasopharynx
C119Malignant neoplasm of nasopharynx, unspecified
Tumor ganas Pada laringC320Malignant neoplasm of glottis
C321Malignant neoplasm of supraglottis
C322Malignant neoplasm of subglottis
C323Malignant neoplasm of laryngeal cartilage
C328Malignant neoplasm of overlapping sites of larynx
C329Malignant neoplasm of larynx, unspecified
Kanker HidungC300Malignant neoplasm of nasal cavity
Tumor Ganas Pada SinusC310Malignant neoplasm of maxillary sinus
C311Malignant neoplasm of ethmoidal sinus
C312Malignant neoplasm of frontal sinus
C313Malignant neoplasm of sphenoid sinus
C318Malignant neoplasm of overlapping sites of accessory sinuses
C319Malignant neoplasm of accessory sinus, unspecified
Kanker TonsilC090Malignant neoplasm of tonsillar fossa
C091Malignant neoplasm of tonsillar pillar (anterior) (posterior)
C098Malignant neoplasm of overlapping sites of tonsil
C099Malignant neoplasm of tonsil, unspecified
Kanker OrofaringC100Malignant neoplasm of vallecula
C101Malignant neoplasm of anterior surface of epiglottis
C102Malignant neoplasm of lateral wall of oropharynx
C103Malignant neoplasm of posterior wall of oropharynx
C104Malignant neoplasm of branchial cleft
C108Malignant neoplasm of overlapping sites of oropharynx
C109Malignant neoplasm of oropharynx, unspecified
Kanker HipofaringC12Malignant neoplasm of pyriform sinus
C130Malignant neoplasm of postcricoid region
C131Malignant neoplasm of aryepiglottic fold, hypopharyngeal aspect
C132Malignant neoplasm of posterior wall of hypopharynx
C138Malignant neoplasm of overlapping sites of hypopharynx
C139Malignant neoplasm of hypopharynx, unspecified
Tumor Ganas Pada Liang TelingaC4421Basal cell carcinoma skin of ear and external auricular canal
C4422Squamous cell carcinoma of skin of ear and external canal
Kanker Telinga TengahC301Malignant neoplasm of middle ear
Tumor Ganas Pada BibirC000Malignant neoplasm of external upper lip
C001Malignant neoplasm of external lower lip
C002Malignant neoplasm of external lip, unspecified
C003Malignant neoplasm of upper lip, inner aspect
C004Malignant neoplasm of lower lip, inner aspect
C005Malignant neoplasm of lip, unspecified, inner aspect
C006Malignant neoplasm of commissure of lip, unspecified
C008Malignant neoplasm of overlapping sites of lip
C009Malignant neoplasm of lip, unspecified
Kanker LidahC01Malignant neoplasm of base of tongue
C020Malignant neoplasm of dorsal surface of tongue
C021Malignant neoplasm of border of tongue
C022Malignant neoplasm of ventral surface of tongue
C023Malignant neoplasm of anterior two-thirds of tongue
C024Malignant neoplasm of lingual tonsil
C028Malignant neoplasm of overlapping sites of tongue
C029Malignant neoplasm of tongue, unspecified
Tumor Ganas Pada GusiC030Malignant neoplasm of upper gum
 C031Malignant neoplasm of lower gum
 C039Malignant neoplasm of gum, unspecified
Kanker Dasar MulutC040Malignant neoplasm of anterior floor of mouth
 C041Malignant neoplasm of lateral floor of mouth
 C048Malignant neoplasm of overlapping sites of floor of mouth
 C049Malignant neoplasm of floor of mouth, unspecified
Tumor Ganas Palatum dan UvulaC050Malignant neoplasm of hard palate
 C051Malignant neoplasm of soft palate
 C052Malignant neoplasm of uvula
 C058Malignant neoplasm of overlapping sites of palate
 C059Malignant neoplasm of palate, unspecified
Tumor Ganas Mukosa MulutC060Malignant neoplasm of cheek mucosa
 C061Malignant neoplasm of vestibule of mouth
 C062Malignant neoplasm of retromolar area
 C0680Malignant neoplasm of overlapping sites of mouth
 C0689Malignant neoplasm of overlapping sites of other parts of mouth
 C069Malignant neoplasm of mouth, unspecified
Tumor ganas mandibulaC411Malignant neoplasm of mandible
Kanker TiroidC73Malignant neoplasm of thyroid gland
Kanker EsofagusC159Malignant neoplasm of esophagus, unspecified
Kanker Kelenjar LiurC07Malignant neoplasm of parotid gland
 C080Malignant neoplasm of submandibular gland
 C081Malignant neoplasm of sublingual gland
 C089Malignant neoplasm of major salivary gland, unspecified
LimfomaC81Hodgkin lymphoma
 C82Follicular lymphoma
 C83Non Follicular lymphoma
 C84Mature T/ NK-cell lymphoma
 C85Non Hodgin Lymphoma
Tumor jinak bagian kesatuD100lip
 D101tongue
 D102floor of mouth
 D103unspecified part of mouth
 D104tonsil
 D105oropharynx
 D106nasopharynx
 D107hypopharynx
 D110parotid gland
 D117sublingual, submandibular glands
 D140middle ear, nasal cavity and accesory sinus
 D141larynx
 D150thymus
 D170lipomatous
 D180hemangioma
Tumor jinak bagian keduaD181lymphangioma
 D232skin and external auricular canal
 D315lacrimal gland and duct
 D333cranial nerves
 D34thyroid gland
 D351parathyroid gland
 D352pituitary gland
 D353craniopharyngeal duct
 D354pineal gland
 D360lymph nodes
 D3611peripheral & autonom nerves head neck face

List Kode ICD 10 Diagnosa Tumor Jinak dan Kanker Ganas THT Format Word Doc dan PDF

Kemudahan bagi pembaca kami adalah hal yang utama, khususnya juga para koder yang berjibaku di era JKN BPJS Kesehatan ini. Yuk gak perlu repot dengan langsung memiliki tabel di atas. Ambil secara gratis di bawah ini.
> Tautan sedang dalam proses pembaharuan

Kode ICD 10 Diagnosis Medical Check Up THT

Medical check up atau pemeriksaan medis dalam rangka penapisan juga dapat dilakukan di poli THT ruma sakit. Pemeriksaan dan tidnakan ini juga memiliki kode-kode. Yuk, simak tabelnya di bawah ini.

Lain-LainKode ICD XDiagnosis ICD 10 untuk BPJS Kesehatan
MCU DEWASA : NORMALZ00Encounter for general adult medical examination without abnormal findings
MCU PENDENGARANZ011Encounter for examination of ears and hearing
MCU TUJUAN TERTENTUZ020Encounter for examination for admission to educational institution
Z021Encounter for pre-employment examination
Z022Encounter for examination for admission to residential institution
Z023Encounter for examination for recruitment to armed forces
Z024Encounter for examination for driving license
Z025Encounter for examination for participation in sport
Z026Encounter for examination for insurance purposes
Z027Encounter for issue of medical certificate

Nah, itu tadi lima tabel yang masing-masing berisi nomor kode ICD 10 diagnosis penyakit THT-KL (telinga, hidung, tenggorok, kepala, dan leher). Kode ini akan sangat dibutuhkan dalam entri kode Pcare BPJS Kesehatan atau aplikasi di rumah sakit. Mudah-mudahan ini membantu.

Sumber:
who.int
ICD10data
ICD 10 THT