Beranda blog Halaman 3

Obat Omeprazole VS Lansoprazole Bagus Mana?

0
omeprazole vs lansoprazole bagus mana
Ilustrasi omeprazole vs lansoprazole

Kali ini kita akan membahas pertanyaan dari pasien penyakit asam lambung (GERD). Yaitu tentang obat omeprazole vs lansoprazole bagus mana untuk dikonsumsi. Yuk kita simak di bawah ini.

Lansoprazole Vs Omeprazole

Salam Dok, perkenalkan nama saya Megi. Saya telah menderita penyakit asam lambung selama 7 tahun. Selama itu saya rutin berobat ke dokter bilamana penyakit saya kambuh. Dari sekian banyak obat tersebut saya pernah diberi salah satu dari obat lansoprazole atau omeprazole.

Kata dokter, obat tersebut sama fungsinya jadi dikonsumsi salah satu saja. Nah yang ingin saya tanyakan, apakah benar antara kedua obat ini sama fungsinya? Obat mana yang lebih bagus dikonsumsi untuk penyakit asam lambung saya?

Terima kasih atas dari Bu Megi tentang obat lansoprazole dan omeprazole. Kami akan coba menjawabnya untuk mudah dimengerti.

Obat omeprazole dan lansoprazole merupakan obat yang berada pada golongan yang sama. Kedua obat ini dikelompokkan ke dalam obat penghambat pompa proton (proton pump inhibitor/ PPI) di dalam lambung. Obat ini memiliki fungsi yang sama.

Di membran sel parietal lambung terdapat transporter H+/K+ ATPase (pompa proton). Golongan obat ini bekerja dengan cara memberikan hambatan pada pompa proton sel parietal lambung tersebut. Sebagai akibatnya produksi asam lambung akan ditekan. Jumlah cairan asam lambung yang dihasilkan pun akan menurun.

Obat lainnya yang digolongkan ke dalam kelompok penghambat pompa proton ini antara lain:

  • Omeprazole
  • Esomeprazole
  • Lansoprazole
  • Pantoprazole
  • Rabeprazole

Nah, pemanfaatan obat ini sudah barang tentu dapat mengobati penyakit asam lambung naik (GERD). Selain GERD, penyakit lain semisal maag, tukak lambung, sindrom Zolinger Elison, dan penyakit sejenis bisa diatasi dengan menggunakan obat ini

Jadi, Obat Omeprazole vs Lansoprazole Bagus Mana?

Sebenarnya kedua obat ini memperlihatkan efek yang baik pada pasien GERD. Namun, memang ada sedikit perbedaan hasil antara keduanya. Mari kita simak pada penelitian di bawah ini.

Terdapat hasil penelitian yang dilakukan oleh I Janczewska dan kawan-kawan. Penelitian tersebut berjudul “Comparison of the effect of lansoprazole and omeprazole on intragastric acidity and gastroesophageal reflux in patients with gastroesophageal reflux disease“. Kesimpulan penelitian adalah sebagai berikut.

Dalam penelitian ini lansoprazole dan omeprazole memiliki efek yang sebanding pada keasaman lambung pada pasien dengan GERD dengan esofagitis. Namun, penggunaan lansoprazole 30 mg setiap hari mengurangi keasaman di esofagus dan jumlah refluks lebih efektif dari pemakaian 20 mg omeprazol setiap hari. Ini mungkin menunjukkan bahwa penghambat pompa proton mempengaruhi pembersihan esofagus dan/ atau mempengaruhi sfingter esofagus bagian bawah secara berbeda.

Ada juga studi lainnya yang dilaksanakan oleh Tantri Kurniawati dan kawan-kawan. Studi ini berjudul “Perbandingan Efektivitas antara Omeprazol dan Lansoprazol terhadap Perbaikan Kualitas Hidup Penderita Rinosinusitis Kronik Akibat Refluks Laringofaring”. Kesimpulan studi adalah sebagai berikut.

Tidak terdapat perbedaan efektivitas antara omeprazol dan lansoprazol terhadap perbaikan derajat berat refluks laringofaring (p>0,05), namun perbaikan kualitas hidup pada kelompok perlakuan lansoprazol lebih baik bila dibandingkan dengan kelompok perlakuan omeprazol (p<0,05). Simpulan, lansoprazol lebih efektif dibandingkan dengan omeprazol dalam memperbaiki kualitas hidup pada penderita rinosinusitis kronik akibat RLF.

Baca informasi terkait: Beda omeprazole dan lansoprazole

Kesimpulan

Nah, dari penjelasan di atas kita bisa menarik kesimpulan dari pertanyaan Bu Megi tentang omeprazole vs lansoprazole bagus mana untuk diminum? Berdasarkan penjelasan di atas maka lansoprazole lebih memiliki kelebihan sedikit dibandingkan omeprazol. Namun, bukan berarti obat omeprazole tidak efektif. Mudah-mudahan penjelasan kami bermanfaat.

  • Sumber:
    • DrZuhdy.com (2020): Penyakit Asam Lambung
    • DrZuhdy.com (2020): Omeprazole
    • I Janczewska, et al. 1998: Comparison of the effect of lansoprazole and omeprazole on intragastric acidity and gastroesophageal reflux in patients with gastroesophageal reflux disease
    • Kurniawati Tantri, et al. 2012: Perbandingan Efektivitas antara Omeprazol dan Lansoprazol terhadap Perbaikan Kualitas Hidup Penderita Rinosinusitis Kronik Akibat Refluks Laringofaring

Dampak Perilaku Rasisme Pada Kesehatan Fisik dan Mental

0
Dampak perilaku rasisme pada kesehatan fisik dan mental
Ilustrasi beragam etnis yang rentan perilaku rasisme

Dampak perilaku rasisme pada kesehatan fisik dan mental manusia. Rasisme, atau diskriminasi terhadap ras atau etnis, merupakan faktor penyebab utama timbulnya penyakit. Hal ini juga berperan dalam peningkatan disparitas. Yaitu perbedaan dalam kesehatan fisik dan mental antara orang kulit Hitam, pribumi, dan orang kulit berwarna.

Artikel ini akan menjelaskan tentang beberapa cara rasisme dapat memberikan pengaruh kepada kesehatan. Bagaimana tingkat kesehatan seseorang ketika menghadapi beban rasisme, dan bagaimana faktor sosial ekonomi yang terkait dengan rasisme dapat terus menimbulkan risiko bagi kesehatan fisik dan mental.

Dampak Perilaku Rasisme Pada Kesehatan Orang Dewasa

Sebuah tinjauan sistematis pada tahun 2015 mendapatkan hasil dari hampir 300 studi untuk mengamati bagaimana perilaku rasis. memberikan dampak pada status kesehatan fisik dan mental orang-orang Asia-Amerika, Afrika-Amerika, dan Amerika Latin. Rinciannya dijelaskan di bawah ini.

Status Kesehatan Fisik

Tinjauan sistematis yang disebutkan di atas menemukan bahwa individu yang mengalami rasisme dihubungkan dengan. tingkat kesehatan mental yang buruk dan masalah kesehatan fisik dengan tingkat ringan hingga sedang.

Ada banyak studi yang memperlihatkan bahwasanya tingkat stres memiliki kaitan dengan perilaku rasis dan juga memberikan dampak fisikal yang bertahan lama.

Stres bisa menaikkan nilai tekanan darah dan memperlemah sistem imunitas tubuh, yang pada akhirnya akan meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan umum jangka panjang.

Baca juga: Tabel tekanan darah normal berdasarkan usia

Perilaku rasis dihubungkan dengan tingkat stres yang lebih tinggi, meningkatkan risiko individu mendapatkan tekanan darah tinggi. Faktanya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memberikan laporan bahwasanya orang kulit hitam lebih cenderung menderita hipertensi daripada kelompok ras atau etnis lainnya.

Stres akibat perilaku rasisme juga bisa mengakibatkan perilaku yang bisa memperbesar risiko gangguan kesehatan fisik. Misalnya, studi telah menemukan bahwasaya diskriminasi berkaitan dengan peningkatan kebiasaan merokok, minum alkohol, pemakaian narkoba, dan kebiasaan makan yang tidak sehat.

Selain itu, terdapat suatu penelitian pada tahun 2019 yang menemukan bahwasanya pengalaman rasis terlihat meningkatkan kejadian peradangan tubuh pada orang Afrika Amerika. Hal ini memperbesar risiko kejadian penyakit kronis semisal penyakit jantung dan penyakit ginjal.

Penelitian lainnya mengemukakan bahwasanya perlakuan yang tidak adil terhadap orang kulit berwarna mempunyai dampak konsekuensial yang signifikan pada pola tidur dan fungsi fisiologis di usia paruh baya.

Banyak studi mengatakan rasisme struktural dalam perawatan medis sebagai faktor kunci dalam buruknya kesehatan fisik. Contohnya, suatu penelitian pada tahun 2016 tentang bias rasial dan pengelolaan rasa sakit memperlihatkan adanya hubungan antara menangani rasa sakit pada pasien kulit hitam dan keyakinan biologis yang salah, seperti, “Kulit orang kulit hitam lebih tebal daripada kulit orang kulit putih”.

Sebuah riset di tahun 2015 mengungkapkan bahwasanya dibandingkan dengan kelompok ras lain, anak-anak kulit hitam yang mengalami nyeri parah akibat usus buntu lebih kecil kemungkinannya untuk mendapatkan obat pereda nyeri. Ini menunjukkan bahwa bias rasial mengakibatkan profesional medis dalam penggunaan anti nyeri, baik secara tidak sengaja atau sengaja.

Tingkat Kesehatan Mental

Suatu studi meta-analisis di tahun 2015 mengungkapkan bahwasanya perilaku rasisme dua kali lebih mungkin memberikan pengaruh pada kesehatan mental daripada kesehatan fisik. Dari sampel peneliti, BIPOC memberikan laporan pengalaman rasisme juga mengalami masalah kesehatan mental berikut:

  • depresi
  • menekankan
  • tekanan emosional
  • kegelisahan
  • gangguan stres pasca-trauma (post-traumatic stress disorder/ PTSD)
  • pikiran untuk bunuh diri.

Sebuah riset meta-analisis pada tahun 2011 tentang rasisme dan kesehatan mental di antara orang Asia Amerika juga menemukan hubungan yang signifikan antara diskriminasi rasial dan depresi serta kecemasan.

Sebuah makalah di tahun 2018 memberikan pernyataan bahwa ketakutan terhadap rasisme itu sendiri berbahaya, dan dapat merusak karakteristik kesehatan mental yang baik, seperti ketahanan, harapan, dan motivasi. Makalah ini juga menekankan bagaimana serangan verbal dan fisik dapat menyebabkan PTSD.

Pengaruh Perilaku Rasis Pada Kesehatan Anak Kecil

American Academy of Pediatrics (AAP) menjadi prihatin tentang bagaimana rasisme memberikan dampak kepada kesejahteraan anak muda.

Tingkat Kesehatan fisik

Rasisme telah dikaitkan dengan hasil outcome yang lebih buruk, semisal kematian bayi. Riset juga memperlihatkan bahwasanya ibu yang memberikan laporan pengalaman rasisme lebih cenderung memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah, yang bisa mengakibatkan gangguan kesehatan lanjutan bagi bayi di masa depan.

Seperti halnya dengan BIPOC pada orang dewasa, kaum muda juga mengalami tekanan terus-menerus karena hidup bersama dan menyaksikan rasisme dan diskriminasi. Seiring bertambahnya usia BIPOC, mereka memiliki risiko yang sama untuk mengembangkan kondisi kesehatan kronis seperti halnya orang tua mereka.

Status Kesehatan Mental

AAP merekomendasikan anak muda yang melaporkan pengalaman rasisme harus menjalani penilaian rutin untuk kondisi kesehatan mental, termasuk:

  • PTSD
  • kegelisahan
  • kesedihan
  • depresi.

AAP juga mengatakan bahwa meskipun anak-anak tidak secara langsung mengalami rasisme, mereka dapat terpengaruh secara signifikan dengan menyaksikan rasisme seperti mereka yang mengalaminya secara langsung.

Stres yang berulang terus-menerus bisa memberikan dampak kepada perkembangan otak, peningkatan emosi negatif semisal ketakutan, serta memengaruhi proses pembelajaran dan memori.

Bagaimana Cara Hidup Sehat Saat Menghadapi Rasisme

BIPOC sendiri seharusnya tidak menrima beban untuk menghadapi perilaku rasisme. Setiap individu butuh untuk mengatasi kerugian struktural, deprivasi sosial ekonomi, dan rasisme untuk mengurangi diskriminasi.

Namun, ada bukti yang menunjukkan bahwa faktor-faktor tertentu dapat membantu orang mengatasi efek negatif rasisme, baik secara fisikal maupun mental.

Bagikan Pengalaman Rasis dengan Orang Lain

Banyak studi memperlihatkan bahwasanya membincangkan pengalaman rasis (tidak memendamnya), bisa membantu seseorang mengontrol perasaan stres, marah, dan frustrasi.

Menumbuhkan Rasa Identitas Ras yang Kuat

Riset tentang rasisme dan pengaruhnya terhadap kesehatan mental telah menemukan bahwa BIPOC yang sangat yakin tentang identitas ras mereka cenderung tidak tertekan oleh rasisme dan kecil kemungkinannya untuk terpengaruh secara fisik atau mental olehnya.

Oleh karena itu, memiliki rasa identitas etnis atau ras yang berkembang dengan baik dapat membantu menumpulkan atau menahan efek rasisme. Namun, diperlukan penelitian lanjutan tentang hal ini.

Bersandar Pada Teman dan Keluarga

Memiliki lingkaran orang untuk diajak bicara agar memperoleh dukungan, nasihat, dan kenyamanan dapat membantu orang mengatasi diskriminasi rasial. Ini dapat mendorong rasa aman dan identitas serta mengurangi pikiran dan perasaan negatif.

Beberapa studi juga menemukan bahwasanya mempunyai jaringan pendukung yang kuat bahkan dapat melawan depresi.

Nah, itu tadi ulasan tentang dampak perilaku rasisme pada kesehatan fisik dan mental. Mudah-mudahan memberikan pencerahan dan manfaat.

  • Sumber:
    • Medicalnewstoday.com

Cara Mengetahui Dokter Gadungan Palsu Di Sekitar Anda

0
cara mengetahui dokter gadungan palsu
Aplikasi cek dokter sebagai cara mengetahui dokter gadungan palsu


Tips cara mengetahui dokter gadungan palsu di lingkungan sekitar Anda dari Blog DrZuhdy.com. Kesehatan memang bukanlah segalanya, namun segala yang ada akan terasa kurang berarti bila tidak sehat. Banyak usaha yang diupayakan agar seseorang menjadi sehat seperti semula. Salah satu usaha tersebut adalah dengan berobat ke dokter medis.

Namun, akhir-akhir ini banyak sekali oknum yang mengaku sebagai dokter untuk kepentingan pribadi semata. Masyarakat harus jeli dan teliti karena hal ini bisa mendatangkan kerugian baik fisik, material, jiwa, dan moril.

Selain itu, adanya oknum dokter gadungan palsu ini dapat mencemarkan nama baik profesi dokter dan organisasinya. Tidak jarang masyarakat yang bersumbu pendek menghujat dan memaki tentang informasi malpraktik dokter, padahal belum tahu informasi yang sebenarnya.

Malpraktik dokter ada, tetapi malpraktik dukun tidak ada. Kenapa? (@Penulis)

Cara Mengetahui Dokter Gadungan Palsu Dengan Mudah

Beranjak dari hal tersebut, pada tulisan ini kami akan memberikan bagaimana tips agar tahu mana dokter yang palsu dan mana yang asli. Yuk simak tips nya di bawah ini.

Anda bisa mengetahui status seorang dokter yang sedang melakukan praktek dengan sangat mudah. Cara ini bisa dilakukan secara online melalui ponsel cerdas Anda. Cara ini memanfaatkan aplikasi cek dokter KKI yang telah disiapkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Begini caranya!

Ketahui Status Dokter Dengan Aplikasi Cek Dokter KKI

  • Siapkan smartphone (atau laptop) Anda dan pastikan telah tersambung ke jaringan internet (telah online)
  • Buka aplikasi browser (semisal chrome, opera, mozilla firefox, atau browser bawaan ponsel Anda)
  • Masukkan dan kunjungi alamat ini: http://kki.go.id/cekdokter/form
  • Maka Anda akan masuk ke halaman seperti contoh di atas.
  • Silahkan masukkan nama dokter yang ingin Anda periksa (sebaiknya masukkan nama lengkap)
  • Masukkan juga kode verifikasi (kode captcha)
  • Lalu tekan tombol cari
  • Setelah itu Anda akan dihantarkan ke halaman yang berisi nama dokter yang bersesuaian dengan nama yang Anda masukkan.
  • Silahkan periksa satu persatu bilamana banyak nama yang muncul.
  • Informasi dokter yang bisa didapatkan adalah nama lengkap, tempat praktek, universitas asal, kualifikasi, nomor STR (surat tanda registrasi), dan masa berlaku STR tersebut.

Bagaimana Bila Tidak Ada Nama Dokter?

Bila tidak ditemukan hasil pencarian maka bisa ada 2 kemungkinan, yaitu Anda salah memasukkan nama atau memang dokter tersebut adalah dokter gadungan palsu. Oleh sebab itu, Anda harus benar-benar memastikan bahwa Anda memiliki nama dokter yang tepat. Anda dapat mengetahui dengan cara melihat plang praktik atau secara langsung bertanya kepada dokter tersebut.

BIsakah Dukun Dituntut Malpraktik? (@penulis)

Nah, bagaimana? Cukup mudah dipahami kan tips cara mengetahui dokter gadungan palsu ini? Mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca sekalian.

  • Sumber:
    • Konsil Kedokteran Indonesia

SOP Tonsilitis (Panduan Diagnosa dan Tatalaksana di Puskesmas)

0
sop tonsillitis
Cotoh gambar penyakit tonsilitis

Standar operasional prosedur atau SOP tonsilitis. Ini bisa menjadi panduan dalam proses diagnosa dan tatalaksana penyakit peradangan dan infeksi tonsil di puskesmas. Yuk disimak!

Panduan dan SOP Tonsilitis

Logo
Kabupaten
Diagnosis dan Penatalaksanaan Tonsilitis
SOP

No. Dokumen
No. Revisi
Tanggal Penerbitan
Halaman
gambar lambang logo puskesmas
Nama
Kabupaten
Kepala Puskesmas XYZ

(nama kapus)
(NIP kapus)
1. PengertianPenyakit tonsilitis adalah peradangan pada tonsil palatina. Tonsil ini adalah bagian dari cincin Waldeyer yang merupakan susunan kelenjar limfe di rongga mulut. Bagian lengkapnya yaitu tonsil faringeal (adenoid), palatina (faucial), lingual (di area pangkal lidah), dan tuba Eustachius (lateral dinding faring atau tonsil Gerlach).

No. ICPC II : R76 Tonsillitis acute
No. ICD 10 : Acute tonsillitis, unspecified (Kode ICD 10 Tonsilitis Kronis)
2. TujuanSOP tonsilitis ini sebagai acuan diagnosa dan tatalaksana penyakit tonsilitis
3. ReferensiPERMENKES No. 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis Dokter di Fasilitas Pelayanan Primer.
4. Prosedural1. Peralatan dan Bahan
Head lamp
• Tongue Spatula
• Lidi kapas
• Termometer

2. Hasil Anamnesis (Subjektvitas)
Pasien biasanya datang dengan keluhan sakit pada tenggorokan. Keluhan dan gejala lain akan bergantung pada penyebab tonsilitis tersebut.
2.a. Tonsilitis akut biasanya berawal dari tenggorokan terasa kering lalu lama-kelamaan menjadi nyeri terutama saat proses menelan. Perasaan nyeri ini seringkali menyebabkan pasien anak menjadi tidak nafsu makan. Nyeri saat menelan yang hebat (atau ptialismus) ini juga membuat pasien tidak mau menelan sehingga ludah tertumpuk di rongga mulut.

Nyeri ini bisa beralih ke area sendi-sendi wajah dan telinga. Sakit pada telinga ini disebarkan melalui saraf nervus glosofaringeal (nervus kranial ke-9).

Keluhan lain bisa berupa demam yang tinggi. Oleh karena demam tinggi ini, beberapa anak bisa menjadi kejang. Selain itu, akan dirasakan sakit kepala, badan letih lesu, dan kurangnya nafsu makan.

Suara pasien bisa terdengar seperti mulut terisi penuh oleh makanan yang panas atau disebut dengan hot potato voice atau plummy voice. Mulut akan menjadi berbau (fotor ex ore) dan tertumpuk nya ludah

Pada tonsilitis akibat infeksi virus, gejala yang timbul akan seperti penyakit common cold yang diiringi oleh sakit pada tenggorokan.

2.b. Tonsilitis kronis biasanya akan menimbulkan gejala ada benda yang mengganjal di pangkal tenggorokan. Selain itu, area tenggorokan akan sering dirasakan kering dan nafas menjadi berbau (atau halitosis).

2.c. Pada penyakit angina plaut vincent (stomatitis ulseromembranosa), gejala yang ada ialah demam tinggi (dapat lebih dari 39 derajat celsius), sakit pada mulut, tenggorokan, gigi, dan kepala. Gusi akan mudah sekali mengalami perdarahan dan terjadi hipersalivasi.

3. Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang (Objektivitas)
3.a Pemeriksaan Fisik
3.a.1. Pada Tonsilitis Akut
Ditemukan tonsil yang bengkak dan udem, hiperemis, danya detritus di permukaan tonsil yang bisa berbentuk lakuna, pseudomembran, atau folikel.

Tonsilitis akut dengan penampakan detritus yang jelas dikenal sebagai tonsilitis folikularis. Bilamana bercak detritus ini bersatu maka akan membentuk alur yang disebut dengan tonsilits lakunaris. Bercak yang menutupi ruangan antar dua tonsil disebut dengan psudomembran (membran semu).

Selain itu, palatum mole, arkus anterior dan posterior yang berada di sekitar tonsil akan mengalami oedema dan hiperemis. Kelenjar submandibula (terletak di belakang angulus mandibula) juga akan mengalami pembesaran dan nyeri bila ditekan.

3.a.2. Pada Tonsilitis Kronis
Akan didapatkan tonsil yang membesar dengan permukaan tidak rata, kriptus melebar dan diisi dengan detritus. Selain itu, juga memungkinkan ditemukan tonsil yang lengket dan pembesaran kelenjar getah bening submandibula. Dua tanda minimal yaitu pelebaran kriptus dan pembesaran KGB submandibula sudah cukup menunjukkan keadaan tonsilitis kronik.

3.a.3. Tonsilitis difteri
Biasanya didapatkan tonsil yang membengkak yang diselubungi oleh bercak putih kotor sehingga membentuk membran palsu. Pseudomembran ini cukup melekat ke bagian dasar dan akan mudah berdarah bila diangkat.

3.a.4. Pembagian Gradasi Pembesaran Tonsil
T0: tonsil masuk di dalam fossa atau telah dialkukan pengangkatan (tonsilektomi).
T1: Volume tonsil <25% dari volume orofaring atau batas medial tonsil melewati pilar anterior sampai ¼ jarak pilar anterior uvula.
T2: Volume tonsil 25-50% dibandingkan dengan volume orofaring atau batas medial tonsil melewati ¼ jarak pilar anterior-uvula sampai ½ jarak pilar anterior-uvula.
T3: Volume tonsil 50-75% dari volume orofaring atau batas medial tonsil melewati ½ jarak pilar anterior-uvula sampai ¾ jarak pilar anterior-uvula.
T4: Volume tonsil > 75% dibandingkan dengan volume orofaring atau batas medial tonsil melewati ¾ jarak pilar anterior-uvula sampai uvula atau lebih.

3.b. Pemeriksaan Penunjang:
Bilamana dibutuhkan, pemeriksaan pendukung yang dapat dilaksanakan, antara lain:
1. Darah lengkap
2. Swab tonsil
untuk pemeriksaan mikroskop menggunakan pewarnaan gram.

4. Penetapan Diagnosis dalam SOP Tonsilitis
Diagnosa klinis disimpulkan berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan fisikal. Pemeriksaan penunjang akan mendukung untuk menegakkan diagnosis definitif.

Klasifikasi Tonsilitis
a. Tonsilitis Akut
a.1. Tonsilitis viral
Jenis tonsil ini banyak diakibatkan oleh virus Epstein Barr. da jenis virus lain yaitu virus coxhakie. Bilamana virus ini yang menjadi penyebab maka tenggorokan akan sangat nyeri dirasakan. Hal ini dikarenakan akan menimbulkan luka kecil pada area palatum dan tonsil.

a.2. Tonsilitis bakterialis
Jenis ini banyak disebabkan oleh bakteri stereptococcus beta hemolitikus grup A, pneumokokus, Streptokokus viridan, dan streptokokus piogen. Selain itu, bakteri Haemophilus influenzae juga bisa menyebabkan tonsilitis akut yang supuratif. Proses supurasi ini adalah hasil peradangan dimana leukosit polimorfonuklear keluar sebagai detritus.

b. Tonsilitis Membranosa
b.1. Tonsilitis difteri
Jenis ini disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae. Mereka yang terinfeksi tidak semuanya akan menderita sakit karena tergantung dengan titer antioksidan di dalam darah. Titer sebanyak 0,03 sat/ cc bisa disebut memiliki dasar imunitas.

Gejala bisa bersifat umum, lokalis, dan gejala karena eksotoksin. Gejala yang umum berupa demam subfebril, sakit kepala, menurunnya nafsu makan, badan letih dan lemah, sakit tenggorokan pada saat menelan, denyut nadi melambat.

Gejala lokalis adalah tonsil yang bengkak yang diselubungi oleh pseudomembran yang akan mudah mengalami perdarahan bila diangkat. Pseudomembran ini juga bisa menyumbat saluran pernafasn bila meluas ke area laring. Gejala akibat eksotoksin adalah seperti miokarditis hingga menimbulkan dekom kordis, peradangan pada saraf kranial sehingga melumpuhkan otot pernafasan dan palatum, dan albuminuria pada kerusakan ginjal.

b.2. Tonsilitis septik
Jenis ini sering disebabkan oleh bakteri Streptococcus hemoliticus yang ada di susu sapi sehingga sering mencetuskan epidemi. Sejak susu sapi dimasak terlebih dahulu melalui metode pasteurisasi maka penyakit ini semakin jarang terjadi.

b.3. Angina Plaut Vincent (Stomatitis ulseromembranosa)
Tipe ini diakibatkan oleh kuman spirochaeta atau triponema yang biasanya terjadi pada individu dengan tingkat kebersihan mulut yang rendah dan kekurangan vitamin C.

b.4. Penyakit keganasan
Pembengkakan tonsil juga bisa sebagai hasil suatu penyakit keganasan, semisal limfoma malignum atau Ca. tonsil. Tonsil yang membesar biasanya tidak simetris.

c. Tonsilitis Kronik
Tipe tonsil ini muncul dikarenakan peradangan yang lama. Sumber peradangan bisa diakibatkan oleh zat rokok, makanan dan minuman tertentu, kebersihan mulut yang kurang, dampak cuaca dan iklim, keletihan fisikal, manajemen pengobatan tonsilitis akut yang tidak tepat.

5. Pengobatan dan Penatalaksanaan Komprehensif dalam SOP Tonsilitis
Penatalaksanaan:
Secara umum, tatalaksana berupa:
a. waktu istirahat cukup dan teratur,
b. konsumsi jenis makanan yang lunak dan menjauhi yang bisa menimbulkan iritasi,
c. meningkatkan tingkat higienitas dan kebersihan mulut,
d. penggunaan obat topikal berupa antiseptik kumur, dan
e. pemakaian obat oral sistemik.

Manajemen penatalaksanaan secara khusus bisa rincian di bawah ini, yaitu:
5.1. Tonsilitis viral
– menerapkan pola istirahat yang baik,
– makan dan minum cukup,
– pemberian analgetika,
– pemanfaatan antivirus bilamana gejala yang dirasakan berat. Antivirus yang bisa diberikan: etisoprinol (isoprenosine) dengan dosis 60-100 mg/ kgBB per 4-6 kali pemberian dalam 1 hari untuk orang dewasa; dan dosis 50 mg/ kgBB per 4-6 kali pemberian dalam 1 hari untuk anak di bawah 5 tahun.

5.2. Tonsilitis bakterialis
– Pemberian antibiotika, terutama yang disebabkan oleh kuman streptococcus group A yaitu – Penisilin G Benzatin dengan dosis 50.000 IU/ kgBB dosis tunggal secara intramuskular; atau Amoksisilin 50 mg/kgBB dalam 3 kali pemberian dalam 1 hari per oral selama 10 hari; atau eritromisin 4 x 500 mg dalam 1 hari.
– Pemberian kortikosteroid untuk mengurangi reaksi peradangan yaitu: Dexametason 3 x 0,5 mg untuk 3 kali pemberian selama 3 hari (dosis anak 0,01 mg/ kgBB untuk 1 hari selama 3 hari).

5.3. Tonsilitis difteri
– Diberikan Anti Difteri Serum diberi dengan dosis 20.000-100.000 unit (bergantung dengan usia dan jenis kelamin) sesegera mungkin tanpa menunggu hasil kultur.
– Penggunaan antibiotika yaitu penisilin atau eritromisin 25-50 mg/ kgBB untuk 1 hari.
– Pemanfaatan antipiretik untuk gejala simptomatis
– Mengisolasi pasien.
– Pasien tirah baring di tempat tidur dalam waktu 2-3 minggu.

5.4. Angina Plaut Vincent (stomatitis ulseromembranosa)
Diberikan antibiotika yang memiliki spektrum luas dalam waktu 1 minggu
Pemberian vitamin C dan B kompleks

5.5 Pengobatan Tonsilitis Kronis
Manajemen pengboatan tonsilitis kronik, antara lain:
a. Pemberian obat-obatan untuk gejala simptomatis.
b. Penggunaan obat topikal berupa desifektan kumur.
c. Tonsilektomi
Prosedur operasi tonsilektomi dilaksanakan bilamana:
c.1. Indikasi Absolut
– Bengkak pada tonsil menimbulkan obstruksi saluran nafas, disfagia yang berat, gangguan tidur, dan komplikasi kardiopulmonal.
– Abses di peritonsil tidak sembuh dengan penggunaan obat-obatan dan drainase abses.
– Tonsilitis yang sering mencetuskan serangan kejang demam.
– Tonsiliti yang perlu dibiopsi.

c.2. Indikasi Relatif
– Dialami 3 atau lebih episode tonsilitis dalam waktu 1 tahun walaupun telah diberikan antibiotika yang adekuat.
– Halitosis yang tidak kunjung hilang dengan pengobatan medis.
– Tonsilitis kronis berulang pada karies kuman streptokokus yang tidak ada perbaikan setelah pemberian antibiotika laktamase resisten.

Konseling dan Edukasi
Memberi informasi kepada pasien dan keluarganya agar:
– Menjalani pengobatan yang adekuat karena kemungkinan kambuh cukup tinggi.
– Meningkatkan daya imunitas tubuh dengan pola makan sehat dan disiplin dalam berolahraga.
– Menjauhi kebiasaan merokok.
– Meningkatkan dan menjaga kebersihan mulut.
– Disiplin mencuci tangan dengan menerapkan langkah cuci tangan yang benar dan tepat.
– Menjauhi makanan dan minuman yang menjadi sumber iritan bagi tonsil.

6. Kriteria Rujukan
Pasien dipertimbangkan untuk dirujuk bilamana:
a. Timbul komplikasi tonsilitis akut semisal abses peritonsil, septikemia, demam rematik akut, glomeulonefritis, dan/ atau meningitis.
b. Mencukupi indikasi untuk dilakukan tonsilektomi.
c. Pasien yang mengalami tonsilitis difteri.
5. Unit pelaksana1. Poli umum
2. Laboratorium

Nah, itu tadi tabel yang berisi panduan atau SOP tonsilitis. Panduan ini berguna untuk pedoman penegakan diagnosa dan tatalaksana penyakit tonsilitis. Selain itu, juga berguna untuk melengkapi bahan administrasi akreditasi puskesmas.

Baca juga: SOP Varisela

SOP Varisela / Cacar Air (Diagnosa dan Tatalaksana)

0
sop varisela cacar air
Gambar contoh penyakit varisela

Data standar operasional SOP varisela / cacar air untuk rujukan penegakan diagnosa dan tatalaksana penyakit di puskesmas. Selain itu, juga sebagai kelengkapan administrasi akreditasi puskesmas (Bab ke-7).

SOP Varisela atau Penyakit Cacar Air

Gambar
Lambang
Kabupaten
Diagnosis dan Penatalaksanaan Varisela
Standar Operasional Prosedur

Nomor Dokumen:
Nomor Revisi:
Tanggal Terbit:
Halaman:
gambar lambang logo puskesmas
Nama
Kabupaten
Kepala Puskesmas
ABCD

(nama kapus)
(NIP kapus)
1. PengertianVarisela adalah infeksi akut primer yang disebabkan oleh virus Varicella zoster. Infeksi ini mengenai kulit dan mukosa. Gejala klinis berupa gejala konstitusi, gangguan kulit polimorf dengan pola sentralisasi. Virus memiliki waktu inkubasi selama 14-21 hari.

No. ICPC II : A72 Chickenpox
No. ICD 10 : B01.9 Varicella without complication (Varicella NOS)
2. TujuanSebagai pedoman penegakan diagnosa dan penatalaksanaan penyakit varisela
3. ReferensiPERMENKES No. 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis Dokter di Fasilitas Pelayanan Primer.
4. Prosedural1. Alat dan Bahan
• Tensimeter
• Stetoskop
• Termometer
• Stopwatch
• Kaca pembesar

2. Hasil Anamnesis (Sifatnya Subjektif)
Keluhan pasien biasanya demam, sakit pada kepala, dan malaise. Lalu akan muncul lesi kulit berupa papula eritematosa yang dalam beberapa jam menjadi vesikel. Papula dan vesikel ini akan dirasakan gatal.

Faktor Risiko:
a. Kelompok umur anak.
b. Memiliki kotak dengan pasien varisela.
c. Dalam kondisi imunodefisiensi.

3. Hasil Pemeriksaan Fisikal dan Penunjang Sederhana (Sifatnya Objektif)
Tanda Patognomonis Fisikal:
Adanya erupsi kulit berupa papula eritema yang dalam beberapa jam menjadi vesikel. Vesikel akan terlihat seperti tetsan embun (tear drops). Vesikel akan mengeruh dan menjadi krusta. Selain kulit, vesikel juga mengenai selaput lendir mata, mulut, dan saluran pernafasan atas.

Kejadian dan kemunculan vesikel ini berkelanjutan hingga menyebabkan gambaran polimorfik khas sebagai varisela. Penyebarannya dengan pola sentrifugal.


Pemeriksaan Penunjang :
Pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan pada penyakit ini adalah tes Tzanck. Pemeriksaan ini untuk mencari keberadaan sel Tzanck yaitu sel datia berinti banyak.

4. Penegakan Diagnosis (Asesmen)
Diagnosis disimpulkan dari data anamnesa dan pemeriksaan fisik. Penyakit ini memilik beberapa dignosis banding, yaitu:
Variola.
Herpes simplex diseminata.
Coxsackie virus.
Rickettsialpox.

Komplikasi:
Penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi pneumonia, hepatitis, dan ensefalitis, dimana yang berisiko tinggi adalah orang dengan masalah imunitas.

Varisela Dalam Masa Kehamilan
Penyakit varisela dalam periode kehamilan akan meningkatkan risiko infeksi intra-uterin. Bilamana janin terkena maka bisa menimbulkan sindroma varisela kongenital.

5. Prosedur Tatalaksana Komprehensif
Prosedur Tatalaksana:
a. Hindari gesekan kulit (semisal menggaruk) untuk mencegah vesikel pecah. Dapat juga diberikan losio kelamin atau bedak untuk mengurangi rasa gatal sehingga menurunkan keinginan untuk menggaruk.
b. Pemberian nutrisi TKTP, istirahat teratur, dan mengurangi kontak fisik dengan orang lain.
c. Gejala prodromal dan konstitusi diberikan obat sesuai indikasi. Sebaiknya tidak menggunakan aspirin karena dapat menimbulkan sindroma Reye.
d. Pemberian obat antiviral secara oral, yaitu:
Acyclovir: dewasa 5 x 800 mg dalam 1 hari dan anak-anak 4 x 20 mg/kgBB (besar dosis tidak boleh melebihi 800 mg), atau
Valasiklovir: dewasa 3 x 1000 mg per hari.

Pemberian obat tersebut selama 7-10 hari dan efektif diberikan dimulai pada 24 jam pertama setelah timbul lesi.

Konseling dan Edukasi
Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga bahwasanya varisela adalah penyakit self-limited disease pada anak dengan daya imunitas yang baik. Komplikasi bisa terjadi semisal infeksi bakteri ringan. Orang tua harus mengajari anak untuk menjaga tingkat kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar. Pasien sebaiknya dikarantina sementara agar tidak menularkan ke orang lain.

6. Kriteria Rujukan
a. Adanya masalah imunitas
b. Kemunculan komplikasi dengan derajat berat semisal pneumonia, ensefalitis, ataupun hepatitis.
5. Unit Terkait1. Poli umum
2. Labaratorium

Sekian tadi informasi tentang SOP varisela atau cacar air di puskesmas. Mudah-mudahan bermanfaat.

Baca juga: SOP gonore

Syarat dan Aturan Surat Tanda Registrasi Bidan (STR)

0
Syarat dan aturan surat tanda registrasi bidan
Apa saja syarat dan aturan surat tanda registrasi bidan?

Syarat dan aturan surat tanda registrasi bidan (STR bidan) – DrZuhdy.com. Menurut peraturan menteri kesehatan nomor 1796 tahun 2011 mengenai registrasi tenaga kesehatan maka seluruh tenaga kesehatan (termasuk juga bidan) wajib memiliki surat tanda registrasi atau surat izin. Mari simak persyaratan nya berikut ini.

Syarat dan Aturan Surat Tanda Registrasi Bidan

Bersesuaian dengan BAB VI Ketentuan Peralian, pasal 34 dalam peraturan tersebut, ada hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian, antara lain:

  • Bidan yang telah mempunyai surat izin bidan (SIB) menurut aturan undang-undang, maka menjadi anggapan telah mempunyai surat tanda registrasi (STR ) bidan hingga masa berlakunya usai.
  • Bidan yang telah mempunyai SIB dan sudah habis masa izinnya paling lama 5 tahun steah berlakunya aturan ini, maka bidan tersebut mendapatkan perpanjangan STR.
  • Untuk bidan yang belum memiliki SIB atau pun STR yang telah tamat program pendidikan sebelum tahun 2012, maka bidan tersebut memperoleh STR sesuai dengan aturan ini.
  • Permohonan untuk penerbitan STR bisa dilaksanakan secara kolektif via institusi pendidikan (bagi lulusan yang belum bekerja dan juga dosen), institusi pelayanan kesehatan (bagi bidan yang bekerja di fasyankes), organisasi IBI (untuk bidan yang melaksanakan praktek mandiri dan tamatan yang belum punya SIB atau pun STR), atau pada isntitusi pelayanan daerah bidan tersebut melakukan pekerjaan.

Persyaratan STR Bidan

  • Fotokopi ijasah yang telah mendapatkan legalisir sebanyak 2 lembar (D1, D3, atau S1 kebidanan).
  • Pasfoto ukuran 4×6 berlatar belakang merah sebanyak 3 lembar.
  • Surat permohonan untuk penerbitan STR secara kolektif dialamatkan kepada ketua MKTI yang ditandatangani oleh ketua atau pun kepala institusi. Juga terdapat tembusan kepada MTKP provinsi.
  • Softkopi dalam bentuk compact disc (CD) yang memiliki isian daftar nama pemohon, nomor ijazah, tempat dan tanggal lahir, tanggal dan tahun kelulusan, serta asal institusi pendidikan.

Syarat Tambahan (Sifatnya tidaklah mutlak)

  • Fotokopi ijazah D4, S1, S2, atau S3
  • Fotokopi SIB yang lama (bagi bidan yang memohon perpanjangan STR)

Tata Cara Pengiriman Berkas

  • Penyerahan berkas ke MTKP provinsi masing-masing lalu selanjutnya MTKP provinsi menyerahkan kepada MTKI
  • Penyerahan langsung kepada MTKI hanya berlaku bilamana MTKP provinsi belum siap dengan membuat surat tembusan dan lampiran kepada ketua MTKI.

Pertanyaan Favorit (FAQ)

Saya lulusan tahun 2012, tetapi belum ada STR sama sekali. Bagaimana cara mengurusnya?

Untuk hal tersebut bisa pengerjaan secara online. Silahkan baca pada tautan berikut ini: cara daftar str online bidan. Mudah-mudahan dapat memahaminya.

Apakah benar 25 skp untuk perpanjangan str bidan?

Ya, jumlah SKP yang harus dipenuhi oleh setiap bidan untuk memperoleh perpanjangan STR adalah minimal 25 SKP dalam 5 tahun.

Apa Fungsi Otot Lurik Bagi Tubuh Manusia

0
apa fungsi otot lurik bagi tubuh manusia
Apa saja peran dan fungsi otot lurik bagi tubuh manusia?

Apa fungsi otot lurik bagi tubuh manusia? Tahukah Anda apa otot lurik itu? Mari kita bahas pada artikel ini.

Manusia memiliki sekitar 600 lebih otot pada tubuhnya. Jumlah ini adalah kira-kira 40% dari bagian tubuh. Dari ratusan otot ini, ada jenis otot lurik yang memiliki peranan yang sangat penting. Beberapa manfaatnya seperti melakukan gerakan, memelihara metabolisme, dan menyediakan oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Otot Rangka dan Jantung Adalah Otot Lurik

Sebenarnya, ada 3 jenis otot pada tubuh manusia, yaitu otot lurik, otot jantung, dan otot polos. Otot polos adalah otot halus yang berada di organ tubuh yang mempunyai ruangan kecuali jantung. Otot ini akan bergerak dan berfungsi tanpa perintah atau kontrol dari manusianya. Contoh otot ini adalah otot-otot yang terdapat pada pembuluh darah, rahim, dinding usus, dan lain-lain.

Sementara itu, otot jantung adalah otot yang menyusun dinding jantung. Secara struktural, otot ini merupakan otot lurik juga. Namun, otot ini bekerja secara otomatis atau refleks tanpa kontrol dari manusia.

Otot lurik banyak terdapat pada sistem rangka. Otot ini menempel pada tulang-tulang manusia. Kinerja otot ini merupakan respon dari perintah atau keinginan manusia. Otot lurik menunjukkan gambaran ribuan unit otot (sarkomer) pada penglihatan mikroskop.

Perbedaan Otot Lurik dan Jantung

Selain otomatisasi kinerja, perbedaan penting antara otot lurik dan jantung adalah dalam hal kapabilitas regenerasi sel. Bila serabut otot lurik pada rangka mengalami kerusakan maka sel-sel otot nya bisa membuat serat baru. Serabut otot bersifat fleksibel dan bisa sembuh. Sementara itu, sel otot lurik pada jantung tidak demikian halnya. Bilamana mengalami kerusakan maka sel otot jantung akan menghasilkan luka fibrotik. Hasil ini akan memberikan masalah pada kinerja jantung dalam sirkulasi darah.

Apa Fungsi Otot Lurik Bagi Tubuh Kita

Otot lurik adalah sistem jaringan yang bertugas secara terorganisir. Otot ini dapat merubah energi kimia menjadi sebuah gerakan yang terukur. Otot-otot lurik inilah yang bergerak dan bekerja mendukung sistem pergerakan dan pemompaan darah ke seluruh kumpulan sel tubuh.

Secara umum pergerakan tubuh yang ada merupakan hasil kerja otot lurik ini. Gerakan tersebut contohnya adalah menggerak-gerakkan kepala, mata, lengan, dan kaki; melaksanakan aktivitas berbicara, berjalan, berlari, menaiki tangga, dan lain-lain.

Pembentukan ekspresi wajah juga adalah hasil kinerja otot ini. Ekspresi tertawa, heran, atau tersenyum adalah karena otot lurik pada wajah. Bila otot lurik wajah mengalami masalah maka akan menimbulkan kesulitan dalam membentuk ekspresi dan bahkan berbicara, seperti pada pasien-pasien stroke.

Selain itu, otot lurik ini juga memiliki peranan dalam membentuk postur tubuh. Otot lurik akan menjaga tulang pada tempatnya yang sesuai ketika kita melakukan pergerakan dan posisi tubuh tertentu. Masalah para persarafan otot lurik seperti pada pasien stroke dapat mengganggu posisi dan pergerakan tubuh.

Peranan Otot Lurik Pada Jantung

Kita juga jangan melupakan manfaat otot lurik pada jantung. Walaupun sedikit berbeda dalam otomatisasi kerja, ini adalah jenis otot lurik yang berperan penting bagi manusia. Otot ini memiliki tugas menghantarkan darah ke seluruh jaringan tubuh selama 24 jam penuh. Tanpa keberadaannya maka otot-otot yang lain akan tidak bisa bekerja.

Info lainnya: jenis pembelahan sel pada penyembuhan luka

Nah, itu tadi penjelasan ringkas tentang apa fungsi otot lurik bagi tubuh manusia. Mudah-mudahan memberikan manfaat. Silahkan simak informasi kesehatan umum lainnya pada blog DrZuhdy.com ini.

Dosis Omeprazole Injeksi Intravena

0
Dosis omeprazole injeksi intravena
Menilai indikasi, cara pemberian, dan dosis omeprazole injeksi intravena

Dosis omeprazole injeksi intravena – Informasi obat dari DrZuhdy.com. Selain sediaan oral, obat ini juga tersedia dalam bentuk injeksi. Sediaan obat ini dibuat khusus untuk dimanfaatkan bagi pasien khusus atau keadaan dimana pemberian secara oral tidak bisa atau tidak mungkin dilakukan. Yuk simak penjelasan nya di bawah ini.

Indikasi Omeprazole Injeksi

Obat ini digunakan pada keadaan dan kondisi dimana pasien tidak bisa mendapatkan pengobatan secara oral. Sama seperti sediaan oral, obat akan diberikan untuk pasien yang menderita ulkus duodenum dan ulkus lambung. Penyakit esofagitis ulseratif (radang ulserasi pada kerongkongan) dan sindroma Zolinger-Ellison juga diberikan

Kontraindikasi

Pemberian obat ini tidak boleh dilakukan pada pasien-pasien tertentu. Yaitu yang telah dikenali memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap obat ini. Atau pun bahan dan zat yang terkandung di dalam obat.

Farmakologi

Obat secara reversibel akan menurunkan produksi atau sekresi asam lambung dengan proses penghambatan secara spesifik enzim lambung. Enzim tersebut berkaitan dengan pompa proton yaitu ion H+ dan K+ ATPase di dalam sel parietal lambung.

Obat akan diserap dengan cepat yaitu sebanyak 95% terikat dengan protein plasma. Lalu kemudian obat ini akan mengalami proses metabolisme di organ hati kemudian 80% metabolitnya akan dibuang melalui urin. Sisa 20% persen lagi diekskresikan melalui feses.

Dosis Omprazole Injeksi Intravena dan Cara Pemberian

  • Sediaan obat omeprazole intravena hanya diberikan bilamana pemberian secara oral tidak bisa dilakukan, semisal pasien dalam kondisi penyakit yang parah.
  • Besaran dosis rata-rata adalah 1 x 40 mg intravena.
  • Dosis untuk penyakit sindroma Zolinger-Elison disesuaikan dengan respon yang diberikan pasien.
  • Silahkan larutkan bubuk omeprazole dengan 10 mL perlarut yang telah tersedia. Tidak diperkenankan melarutkan obat dengan menggunakan cairan infus atau aquabides.
    • Larutan obat kemudian dapat diberikan dalam waktu tidak kurang dari 2,5 menit.
    • Kecepatan pemberian kurang dari 4 mL dalam satu menit.
    • Bila proses pelarutan tidak benar maka bisa saja terjadi perubahan warna. Jangan lupa memutar dan mengocok vial agar memastikan semua bubuk telah larut.
  • Pada pasien dengan masalah pada organ hati, ginjal, dan pasien lansia tidak dibutuhkan dosis penyesuaian.
  • Penggunaan omeprazole injeksi pada anak belum ada data yang lengkap.

Nah, itu informasi obat singkat tentang dosis omeprazole injeksi intravena. Mudah-mudahan bermanfaat.

Info berkaitan: Efek samping obat omeprazole

Penyakit Sifilis Dapat Dirawat Dengan Cara Apa?

0
Penyakit sifilis dapat dirawat dengan bagaimana
Ilustrasi penyakit sifilis raja singa

Penyakit sifilis dapat dirawat dengan seperti apa dan bagaimana angka kesembuhannya? Pertanyaan ini cukup lumrah diajukan oleh masyarakat awam. Yuk mari kita simak penjelasannya di bawah ini.

Perawatan Penyakit Sifilis

Sebelum kita membahas tentang perawatannya maka pembaca perlu tahu tentang penyakit ini. Banyak sekali orang awam yang menyamakannya penyakit ini dengan kencing nanah. Padahal antara kencing nanah dan sifilis adalah dua penyakit yang berbeda.

Penyakit sifilis dikenal juga dengan nama penyakit raja singa. Ini adalah suatu jenis penyakit menular seksual yang diakibatkan oleh kuman atau bakteri. Luka bersih (tukak bersih) pada daerah kelamin sering menjadi gejala awal sifilis. Luka ini tidak menimbulkan nyeri dan dapat sembuh dengan sempurna sehingga membuat penderitanya tidak menyadari bahwa telah terjangkit penyakit ini.

Sifilis stadium awal memang hanya menunjukkan gejala awal yang sering tidak disadari atau bahkan diindahkan seperti dijelaskan di atas. Tanda adanya pengobatan yang segera dan tepat maka stadium lanjut sifilis bisa merusak banyak organ termasuk otak dan jantung. Pada perempuan yang sedang hamil juga bisa menyebabkan kematian pada janin dan bayi. Sangat penting untuk diagnosis dini untuk perawatan dan hasil akhir yang lebih baik.

Gejala Sifilis Raja Singa

Simak baik-baik gejala-gejala di bawah ini. Jangan sampai menyadari penyakit dalam keadaan yang lanjut. Gejala dapat berupa:

Sifilis Primer

Terdapat luka (chancre) di lokasi masuknya bakteri. Luka ini biasanya terjadi setelah 3 minggu terinfeksi. Kebanyakan luka jumlahnya satu, akan tetapi tidak menutup kemungkinan berjumlah lebih dari satu. Luka biasanya akan sembuh dengan sendiri dan secara sempurna daam waktu 3 sampai 6 minggu.

Pada tahapan ini, penderita sifilis sering tidak menyadari akan penyakit ini arena tampilan luka yang bersih, tidak nyeri, dan dapat sembuh sendiri.

Sifilis Sekunder

Tahapan ini ditandai dengan kemunculan ruam-ruam yang terjadi di seluruh tubuh. Ruam tidak dirasakan gatal. Kadang-kadang kemunculan ruam juga disertai kemunculan luka layaknya kutil pada mulut dan genitalia.

Selain ruam, beberapa orang juga merasakan gejala penyerta seperti demam, nyeri otot, sakit tenggorokan, rambut rontok, atau pun pembesaran kelenjar getah bening.

Sifilis Laten

Penyakit tidak menimbulkan gejala, akan tetapi keberadaan bakteri di dalam tubuh tetap ada. Fase ini bisa berlangsung bertahun-tahun.

Sifilis tersier

Penyakit ini mengakibatkan kerusakan pada organ-organ semisal otak, saraf, dan jantung. Fase ini dialami oleh sekitar 15 sampai 30% penderita sifilis yag tidak ditangani dengan baik.

Penyebab Sifilis

Seperti dijelaskan di atas bahwasanya penyebab sifilis adalah bakteri. Nama bakterinya adalah Treponema pallidum yang biasanya disebarkan lewat hubungan seksual. Tidak sampai disitu saja, bakteri juga dapat berpindah lewat perantaraan luka terbuka, akan tetapi dengan risiko yang lebih rendah. Risiko penularan tertinggi tetap melalui hubungan seksuil yang bergonta-ganti pasangan.

Penyakit Sifilis Dapat Dirawat Dengan Cara Bagaimana?

Perawatan pasien sifilis cukup mudah bila ditemukan di awal-awal fase. Cukup dengan pemberian suntikan antibiotik penisilin yang dilakukan oleh dokter maka biasanya angka kesembuhan cukup tinggi. Selama pengobatan pasien dilarang melakukan hubungan seksual sampai dokter menyatakan telah sembuh.

Namun, bila telah muncul ruam-ruam merah di sekujur tubuh maka ini menjadi tidak sederhana. Silahkan berkonsultasi dengan dokter secara langsung. Tidak semua ruam -ruam merah ini adalah akibat penyakit sifilis. Dokter akan membantu mengobati dan merawat Anda.

Begitu pun dengan fase selanjutnya, dianjurkan untuk berobat ke dokter secara langsung. Pada fasse-fase ini biasanya banyak dilakukan pemeriksaan penunjang untuk membantu menegakkan diagnosis dan derajat penyakit.

Nah, itu tadi penjelasan tentang penyakit sifilis dapat dirawat dengan seperti apa caranya. Mudah-mudahan bisa dipahami dan mencerahkan pengetahuan kesehatan Anda.

Baca juga: Kebenaran cara mengobati kencing nanah dengan bawang putih

7 Alasan Menjadi Perawat

0
alasan menjadi perawat
Beberapa alasan yang meyakinkan kamu menjadi perawat

Seseorang yang ragu ketika akan berkecimpung di dunia keperawatan akan selalu menanyakan alasan menjadi perawat yang tepat. Nah, pada tulisan ini kami akan mencoba membuka wawasan pembaca tentang profesi ini.

Sebab Memilih dan Alasan Menjadi Perawat

Mengapa Anda memilih profesi keperawatan sebagai jalan hidup? Simak di bawah ini beberapa alasan yang membuat semakin yakin memutuskan menjadi perawat.

1. Lapangan Pekerjaan Terbuka Lebar

Hingga saat ini masih banyak lapangan kerja buat profesi perawat. Profesi ini banyak dibutuhkan baik di luar atau pun dalam negeri. Pilihan tempat kerja meliputi rumah sakit umum atau jiwa, puskesmas, dan dinas kesehatan.

Selain itu, juga dapat berperan pada kementerian hukum dan HAM, badan penanggulangan bencana baik swasta atau milik negara, organisasi kemanusiaan semisal Palang Merah Indonesia, aparatur kepolisian, Tentara Nasional Indonesia, aparatur sipil negara (ASN/ PNS), perusahaan BUMN atau pun swasta, hingga dosen dan staf pengajar. Profesi ini akan tetap dibutuhkan dalam suatu daerah selagi daerah tersebut memiliki visi meningkatkan derajat kesehatan.

Bilamana Anda tidak tertarik ke salah satu lapangan pekerjaan di atas maka Anda bisa berpartisipasi secara mandiri dalam meningkatkan kualitas kesehatan. Perawat yang memiliki STR berhak membuka praktek perawat mandiri setelah mendapatkan izin dari dinas perizinan setempat.

2. Kemuliaan Tugas

Profesi perawat adalah salah satu profesi yang mulia. Penghargaan kepada profesi keperawatan akan tinggi bilamana seorang perawat memberikan pelayanan kesehatan dan asuhan keperawatan yang berkualitas mutu tinggi kepada para pasien.

3. Bermakna Dalam Masyarakat

Perawat bisa menciptakan nilai dan makna dalam kehidupan bermasyarakat. Pelaksanaan perawatan dan membantu orang lain untuk menjalani hidup yang sehat adalah suatu hal yang sangat bermakna dan menimbulkan kepuasan. Hal ini akan memberikan nilai baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

4. Keterampilan Spesialisasi Tertentu

Profesi keprawatan tidak melulu dan monoton karena ada beberapa peminatan-peminatan tertentu. Beberapa diantaranya adalah perawat ahli maternitas, jantung, anestesi dan perawatan intensif, dan lain-lain.

5. Interaksi Dengan Sejawat Lainnya

Profesi perawat akan membuka kesempatan untuk melakukan interaksi dengan rekan sejawat dan tenaga kesehatan lainnya. Beberapa diantaranya dokter, apoteker, analis laboratorium, fisioterapis, pakar gizi, dan lain-lain. Hal ini akan menjadi sarana berbagi informasi kesehatan antar bidang keilmuan dalam meningkat derajat kesehatan pasien.

6. Penuh Tantangan

Dunia medis khususnya bidang kegawatdaruratan adalah dunia yang cukup memberikan tantangan. Dibutuhkan kesigapan dan ketepatan dalam bekerja di bidang ini. Perawat pun memberikan kontribusi besar dalam pelayanan kegawatdaruratan. Nah, bagi Anda yang suka tantangan maka alasan ini cukup tepat untuk Anda.

7. Gaji Atau Penghasilan Yang Menggiurkan

Kami tidak menampik informasi bahwa banyak gaji perawat yang masih di bawah UMR. Kami menilainya tidak lebih adalah dikarenakan pengelolaan anggaran kesehatan yang kurang tepat.

Namun, Anda harus tahu bahwa spesialisasi perawat tertentu memiliki penghasilan yag tinggi. Beberapa diantaranya adalah perawat di pusat rawatan jantung dan unit perawatan intensif.

Informasi berkaitan: Tata cara penulisan gelar D3 keperawatan

Nah, itu tadi 7 alasan menjadi perawat yang dapat kamu pertimbangkan. Mudah-mudahan membuka wawasan kamu dan semakin yakin memiliki profesi keprawatan ini.