Beranda blog Halaman 3

Gambar Keputihan Saat Hamil dan Kondisi Lain

1
gambar keputihan saat hamil
Ilustraasi gambaran warna dan tekstur fluor albus.

Artikel ini akan menjelaskan gambar keputihan saat hamil. Namun, lebih tepatnya kami akan mendeskripsikan bagaimana gambaran keputihan bukan hanya pada masa kehamilan, tetapi juga di waktu tidak hamil. Yuk disimak!

Bagaimana Gambar Keputihan Saat Hamil dan Non-Hamil?

Mungkin sebagian wanita bertanya tentang apa yang keluar dari miss V nya. Atau mengapa cairan yang keluar berwarna kuning, seperti susu, atau kehijauan, dan lain-lain? Hal itu biasanya adalah suatu keputihan atau fluor albus dalam bahasa kedokteran. Kebanyakan keputihan ini normal baik pada masa kehamilan atau pun tidak. Namun begitu, Anda patut paham bagaimana gambaran karakteristik dan warna keputihan ini.

Di bawah ini ada berbagai macam gambaran tentang warna keputihan yang biasa dialami seorang wanita baik ketika dalam kondisi hamil, maupun dalam keadaan lainnya. Adapun gambaran tersebut antara lain:

1. Keputihan Berwarna Merah Darah Hingga Coklat Kering

Warna keputihan seperti ini biasanya muncul di saat waktu-waktu haid dan sifatnya normal. Derajat warna kira-kira mulai dari merah ceri di awal menstruasi sampai berwarna coklat berkarat. Bila keputihan berwarna merah ini keluar terus sepanjang bulan maka hati-hati. Itu dapat merupakan pertanda masalah kesehatan, semisal penyakit infeksi.

Alasan Keputihan Berwarna Merah Hingga Cokelat

Hal ini disebabkan oleh siklus menstruasi yang tidak dalam keteraturan. Tidak teraturnya siklus haid ini bisa juga disebabkan oleh penggunaan metode kontrasepsi yang bersifat hormonal. Sebagian perempuan mengeluarkan bercak-bercak darah akibat ketidakteraturan siklus ini. Darah nantinya akan bercampur dengan cairan keputihan sehingga memunculkan tampilan warna seperti ini.

2. Keputihan Berwarna Krim atau Putih Susu

Cairan keputihan dapat memiliki warna putih seperti krim atau hingga seperti susu. Keadaan ini biasanya normal asalkan tidak diikuti oleh tekstur dan bau busuk tertentu. Bau yang yang busuk dan menyengat bisa diperkirakan telah berkaitan dengan penyakit infeksi.

Penyebab Warna Krim

Hal ini disebabkan oleh proses pelumasan vagina yang alamiah. Bagian organ wanita ini akan selalu dilumasi untuk menjaga agar terhindar dari proses infeksi dimana kuman biasanya datang dari luar tubuh. Selain itu, ini juga bisa mengurangi gesekan saat berhubungan.

3. Berwarna Kuning Pucat Hingga Hijau Neon

Cairan keputihan juga dapat berwarna kuning ringan (pucat) atau kuning bakung. Selain itu, bisa juga berwarna hijau. Kedua warna ini bisa dikategorikan normal atau sudah menjurus kepada penyakit tergantung kondisi medis lainnya.

Asalan Berwarna Kuning Bakung dan Hijau

Warna ini biasanya adalah penanda adanya proses infeksi. Namun, bila tidak ada gejala infeksi seperti gatal pada miss V, muncul bau busuk, atau cairan berwarna seperti ini jarang terjadi, maka ini bisa dihubungkan dengan apa yang dimakan. Beberapa makanan dan vitamin jenis tertentu dilaporkan memberikan pengaruh kepada warna cairan keputihan.

4. Memiliki Warna Merah Muda Memerah

Cairan keputihan yang memiliki warna merah muda memerah seringkali menunjukkan tanda awal dalam siklus menstruasi. Namun, ada beberapa keadaan juga yang menunjukkan suatu masalah yang serius. Untuk hal ini Anda harus berkonsultasi langsung dengan dokter.

Alasan Warna Merah Muda Memerah

Selain akibat campuran darah di awal keluarnya darah menstruasi, warna seperti ini juga bisa diakibatkan oleh perdarahan ringan akibat berhubungan. Warna merah yang terlalu pekat bisa menunjukkan suatu perdarahan yang serius.

5. Berwarna bening

Cairan fluor albus ini juga bisa memiliki warna kuning. Konsistensinya seperti putih telur. Biasanya inilah warna cairan keputihan yang normal.

Alasan Berwarna Bening

Keputihan ini adalah lendir serviks yang keluar pada kira-kira hari ke-14. Ini adalah waktu ovulasi dan sekaligus berfungsi dalam pembersihan leher rahim dan vagina.

Cairan berwarna bening ini juga bisa muncul saat kehamilan, meskipun lebih sering berwarna putih seperti susu. Hal ini diakibatkan oleh perubahan hormonal selama masa kehamilan.

Baca lebih lanjut: Keputihan berwarna putih susu apakah tanda hamil?

Kadang kala cairan ini juga keluar saat seorang wanita memiliki gairah seksuil. Cairan keluar sebagai akibat dari tingginya aliran darah ke bagian miss V. Peningkatan aliran aliran darah akan memperlebar pembuluh darah miss V sekaligus meningkatkan jumlah cairan di daerah tersebut. Oleh karena itu akan keluar lebih banyak cairan bening seperti keputihan.

6. Fluor Albus Berwarna Awan Kelabu

Bila cairan keputihan yang dialami memiliki wara seperti awan badai atau asap maka disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kebidanan Anda. Hal ini erat kaitannya dengan pertanda vaginosis bakterialis. Infeksi ini merupakan jenis infeksi yang umum, akan tetapi tidak boleh dianggap remeh.

Kapan Harus Ke Dokter?

Setelah mengetahui bagaimana gambaran keputihan selama masa hamil atau di luar kehamilan, tentunya Anda juga harus paham kapan harus ke dokter. Hal ini penting untuk mencegah keadaan medis yang tidak diinginkan.

Anda harus memperhatikan jumlah, warna, dan gejala yang menyertai kemunculan keputihan. Ini akan menjadi petunjuk bagi dokter tentang penyakit tertentu. Namun, disarankan untuk ke dokter bila mengalami keputihan yang tidak normal disertai dengan salah satu gejala di bawah ini:

  • gatal-gatal pada miss V,
  • timbul rasa nyeri,
  • ada rasa seperti terbakar setiap berkemih,
  • memiliki bau busuk yang khas dan kuat,
  • Terkstur berbusa, tebal, atau seperti keju cottage,
  • Adanya perdarahan melalui miss V, terutama perdarahan yang berlangsung terus-menerus (bukan hanya bercak), atau pun perdaraan muncul di luar masa haid, atau
  • Keputihan berwarna abu-abu (awan kelabu).

Nah, itu tadi penjelasan tentang bagaimana gambar keputihan saat hamil, ovulasi, haid, dan di luar masa kehamilan. Mudah-mudahan memberikan manfaat bagi pembaca sekalian.

  • Sumber:
    • Healthline.com (2017): The Ultimate Color Guide to Vaginal Discharge
    • DrZuhdy.com (2020): Keputihan Saat Hamil

Kode ICD 10 PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)

1
kode icd 10 ppok penyakit paru obstruktif kronik

Pada artikel kali ini kami akan berbagi tentang kode ICD 10 PPOK. Yuk bagi yang belum tau atau lupa kode nya mari kita simak di bawah ini.

Nomer Kode ICD 10 PPOK

Sebagaimana biasanya, sebelum kami menyampaikan kode nya maka kami akan berbagi informasi singkat mengenai penyakit ini. Hal ini kami lakukan agar para koder sekalian mengerti dan memahami penyakit ini secara garis besar.

Pengertian Penyakit PPOK

PPOK adalah singkatan dari penyakit paru obstruktif kronis. Ini adalah suatu keadaan dimana terjadi peradangan paru-paru yang berkembang dalam waktu yang lama. Oleh sebab proses peradangan yang berkelanjutan dan lendir yang dihasilkan ini maka akan terjadi hambatan bagi aliran udara. Pasien akan mengalami gejala sesak bernafas.

Pada umumnya individu yang menderita PPOK ini ialah orang yang memiliki umur paruh baya dan memiliki kebiasaan merokok. Pasien penyakit ini juga akan mempunyai risiko menderita penyakit jantung dan kanker paru-paru.

Tanda dan Gejala Penyakit PPOK

Dilihat dari bagian organ paru yang terkena kerusakan, maka penyakit ini dikelompokkan menjadi 2, antara lain bronkitis kronis (kerusakan pada saluran bronkus) dan emfisema (kerusakan terjadi pada alveolus). Dua kelompok ini akan dan telah berkembang perlahan-lahan.

Kedua penyakit ini jarang memunculkan gejala yang khas di awal perkembangan penyakit. Penyakit PPOK baru akan bergejala bila telah terjadi kerusakan yang signifikan pada organ paru. Biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Namun, ada beberapa gejala yang berhubungan dengan penyakit PPOK ini. Gejala dan tanda tersebut antara lain:

  • Batuk berdahak yang sulit sembuh.
  • Sesak nafas khususnya ketika beraktivitas fisik.
  • Nafas mengeluarkan suara mengi (menciut).
  • Nyeri pada dada.
  • Mudah merasakan lemas.
  • Berat badan turun.
  • Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki.
  • Bibir atau kuku dapat mengalami sianosis (berubah warna menjadi kebiruan).

Faktor Risiko PPOK

Ada bermacam kondisi yang membuat seseorang rentan menderita penyakit paru obstruktif kronik ini. Keadaan-keadaa tersebut antara lain:

  • Kebiasaan merokok (perokok aktif) atau sering terpapar pajanan rokok (perokok pasif).
  • Polusi udara (terkena paparan asam kendaraan, asap hasil pembakaran termasuk dapur, dan lain-lain).
  • Berumur di atas 40 tahun.
  • Riwayat mengidap penyakit asma.
  • Mempunyai riwayat keluarga yang juga menderita PPOK

Kode Diagnosis Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Berikut ini kode ICD 10 penyakit paru obstruktif kronik yang sering dipakai untuk menunjukkan diagnosis PPOK. Kode nya yaitu:

  • J44 Other chronic obstructive pulmonary disease: penyakit paru obstruktif kronis.
  • J44.0 Chronic obstructive pulmonary disease with (acute) lower respiratory infection: dengan infeksi saluran pernafasan bawah akut.
  • J44.1 Chronic obstructive pulmonary disease with (acute) exacerbation: dengan eksaserbasi akut.
  • J44.9 Chronic obstructive pulmonary disease, unspecified: tidak spesifik.

Nah, itu tadi kode ICD 10 PPOK. Bila Anda membutuhkan kode ICD 10 yang lengkap silahkan baca di sini. Semoga bermanfaat.

  • Sumber:

Pemakaian IUD Bertujuan Untuk Apa Saja?

0
pemakaian IUD bertujuan untuk apa saja
Contoh gambar ilustrasi alat IUD

Artikel ini sengaja kami susun untuk menjawab pertanyaan dari pembaca. Pertanyaan tentang pemakaian IUD bertujuan untuk apa saja? Mungkin Anda juga belum tahu bahwa selain mencegah kehamilan ternyata ada manfaat lain pemakaian IUD.

Pemakaian IUD Bertujuan Untuk Pencegahan Kehamilan dan PMS

Sebelum kita bahas lebih lanjut, mari kita lihat terlebih dahulu tentang apa itu IUD. Mungkin banyak pembaca yang belum memahaminya. Atau paham dengan istilah yang lain.

Apa Itu IUD?

IUD adalah singkatan dari intrauterine device. Kalau dilihat dari arti kata maka ini adalah alat di dalam uterin (rahim).

Ya benar, IUD adalah jenis alat kontrasepsi yang dipasang di dalam rongga rahim yang bertujuan untuk upaya pencegahan kehamilan. Di Indonesia, istilah ini tidak terlalu umum. Akseptor KB dan masyarakat lebih sering mengetahuinya sebagai KB spiral.

Kemampuan pencegahan alat IUD ini kira-kira 10 tahun. Namun, ada yang kurang atau lebih bergantung kepada jenis alat dan bahan IUD yang dipakai. Hal ini membuat IUD sebagai peralatan KB yang paling efektif. Perlu diketahui bahwa tingkat kegagalannya hanya sebesar 1%.

Apa Saja Jenis IUD?

Nah, bagian ini akan menjelaskan tentang pemakaian IUD bertujuan untuk apa saja. Oleh karena jenis IUD yang ada disesuaikan dengan tujuan pemakaiannya. Ada dua jenis alat, yaitu:

1. IUD Lapis Tembaga (non-hormonal)

Bagaimana cara kerja IUD lapis tembaga? Alat ini bekerja dengan cara membunuh sperma sehingga tidak bisa membuahi sel telur. Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kehamilan. Kesimpulannya alat ini memiliki tujuan murni untuk usaha pencegahan kehamilan.

2. IUD Hormonal

Bagaimana proses kerja IUD hormonal? Alat ini akan menghasilkan hormon progestin yang mirip dengan progesteron (hormon alami dari tubuh). Progestin inilah yang akan mencegah proses ovulasi dan membuat cairan serviks menjadi lebih kental. Kedua hal ini akan menyebabkan pembuahan tidak terjadi.

Selain berfungsi mencegah kehamilan, IUD hormonal bisa juga bermanfaat dalam mengurangi gejala pre-menstruasi/ PMS (semisal perdarahan yang banyak dan kram perut). Oleh sebab itu, dokter biasanya menyarankan IUD jenis hormonal bagi calon akseptor KB yang juga mengalami gejala pre-menstruasi.

Kesimpulannya, IUD hormonal memiliki 2 tujuan pengguaan. Bisa dimanfaatkan sebagai usaha pencegahan pembuahan, dan bisa sekaligus sebagai terapi dalam mengurangi gejala PMS yang dirasakan.

Baca juga: Keputihan Berwarna Putih Susu Apakah Tanda Hamil?

Nah, itu tadi penjelasan tentang alat KB IUD serta tujuan nya masing-masing. Pada artikel lain kami akan membahas alat IUD ini secara lengkap mulai dari jenis, cara pemakaian, evaluasi, dan cara pencabutan. Mudah-mudahan bermanfaat.

Apa Yang Anda Ketahui Tentang Anemia Fanconi?

0

Sudah pernah dengar tentang anemia fanconi? Apa yang Anda ketahui tentang anemia fanconi tersebut? Yuk kita simak bahasannya di bawah ini.

Apa Yang Anda Ketahui Tentang Anemia Fankoni?

Anemia fanconi adalah suatu keadaan dimana terjadi ketidakmampuan sumsum tulang untuk membentuk sel-sel darah yang cukup jumlahnya. Atau pun jenis sel-sel darah tersebut bersifat abnormal.

Sumsum tulang merupakan suatu materi spons di dalam tulang. Bagian ini memproduksi sel-sel darah merah, putih, dan trombosit. Sel-sel darah ini nantinya akan berperan sesuai fungsi masing-masing. Sel darah merah untuk transportasi oksigen. Sel darah putih untuk melawan infeksi. Sementara trombosit berfungsi dalam proses pembekuan.

Keseluruhan sel-sel darah ini memiliki umur masing-masing. Sel akan mati sesuai dengan waktu batas hidup lalu akan diganti dengan sel-sel yang baru.

Fakta Anemia Fanconi

Anemia fanconi ini merupakan keadaan genetika yang berarti diturunkan dalam garis keluarga. Kebayakan individu dengan anemia fankoni berusia 2 sampai 15 tahun. Mereka yang menderita anemia jenis ini pada umumnya hanya berusia 20 sampai 30 tahun. Namun, angka ini semakin membaik seiring dengan kemajuan metode pengobatan.

Menderita penyakit ini akan menaikkan nilai risiko penyakit kanker tertentu, semisal leukimia. Seiring dengan proses pertumbuhan dan perkembangan maka anak akan rentan menderita penyakit kanker lainnya, sepertikanker di area mulut dan organ reproduksi.

Penyebab Anemia Fanconi

Penyakit ini dihubungkan dengan keberadaan 13 gen. Bila orang tua menderita anemia fanconi maka anaknya akan membawa gen tersebut dan dapat menurunkannya kepada anak-anaknya.

Gejala dan Tanda Anemia Fankoni

Di bawah ini adalah beberapa tanda-tanda yang ditunjukkan oleh pasien yang menderita penyakit anemia jenis ini. Tanda tersebut antara lain:

  • Cacat lahir pada ginjal, tangan, kaki, tulang, tulang belakang, indera penglihatan, atau pun pendengaran.
  • Berat badan lahir rendah.
  • Sulit makan atau kurang nafsu makan.
  • Kesulitan dalam proses belajar.
  • Keterlambatan pertumbuhan.
  • Ukuran kepala kecil.
  • Mudah kelelahan.
  • Anemia

Kegagalan sumsum tulang dalam menghasilkan sel darah merah akan menyebabkan anemia aplastik. Selain itu, penderita akan mudah terkena infeksi karena kekurangan sel darah putih. Ketidakcukupan jumlah trombosit juga akan memunculkan masalah perdarahan.

Wanita yang menderita penyakit ini akan mengalami keterlambatan siklus menstruasi dibandingkan teman-temannya. Selain, akan mengalami kesulitan untuk hamil dan menjalani prosedur persalinan, ditambah lagi akan lebih cepat mengalami menopause.

Komplikasi Anemia Fanconi

Anemia jenis ini dapat menimbulkan, antara lain:

  • Gangguan dan keterlambatan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan.
  • Penyakit infeksi, khususnya peneumonia, hepatitis, atau pun cacar.
  • Mudah mengalami kelelahan.
  • Gangguan pada pencernaan.
  • Penyakit kanker, hingga
  • Kematian.

Diagnosis

Proses penegakan diagnosis biasanya tidak bisa dilakuka ketika lahir. Diagnosis ditegakkan dengan pertimbangan, antara lain:

  • Searah keluarga,
  • Riwayat kesehatan individu,
  • Gejala yang dialami,
  • Proses pertumbuhan dan perkembangan,
  • Pemeriksaan laboratorium meliputi tes darah sumsum tulang,
  • Uji genetika

Pengobatan Anemia Fanconi

Banyak pendekatan untuk tatalaksana penyakit ini. Hal ini disesuaikan dengan umur pasien dan kondisi sumsum tulang yang dapat berfungsi dengan baik. Namun, beberapa tatalaksana yang diambil dapat berupa:

  • Penggunaan obat antibiotika untuk mencegah dan mengobati penyakit infeksi.
  • Operasi untuk perbaikan kecacatan dan gangguan pencernaan.
  • Transfusi darah untuk mencukupi kebutuhan sel-sel darah.
  • Pemakaian obat-obat yang merangsang proses produksi sel-sel darah semakin cepat dan efektif.
  • Transplantasi sumsum tulang.
  • Terapi androgen.
  • Pemakaian faktor pertumbuhan sintetis.
  • Terapi gen.

Nah, itu tadi penjelasan tentang penyakitnya. Mudah-mudahan bisa menambah informasi tentang apa yang Anda ketahui tentang anemia jenis ini.

Baca juga: kode ICD 10 anemia

Keputihan Berwarna Putih Susu Apakah Tanda Hamil?

2
keputihan berwarna putih susu apakah tanda hamil
Ilustrasi keputihan saat hamil

Artikel kali ini kami akan menjawab pertanyaan pembaca tentang keputihan berwarna putih susu apakah tanda hamil seorang wanita? Pertanyaan ini cukup banyak ditanyakan oleh perempuan terutama yang baru menikah. Yuk kita simak kebenarannya di bawah ini.

Pertanyaan Seputar Keputihan Berwarna Putih Susu Apakah Tanda Hamil atau Bukan

Salam Dok. Nama saya Intan berusia 25 tahun. Saya baru saja menikah dan saat ini saya mengalami keputihan yang berwarna putih susu. Nah, kata teman saya itu merupakan tanda-tanda kehamilan. Apakah hal tersebut benar Dok?

Jawaban:
Terima kasih kepada ibu Intan yang telah melayangkan pertanyaannya kepada kami. Sebelum kami menjawab ke pertanyaan tersebut secara langsung, ada baiknya untuk ibu memahami apa itu keputihan.

Apa Itu Keputihan?

Keputihan dalam bahasa medis disebut dengan leukorea atau fluor albus. Leukore adalah keputihan yang normal seperti susu putih atau bening. Biasanya tipis dan bisa memiliki bau ringan. Biasanya tidak disertai dengan rasa gatal atau bau busuk yang kuat.

Flora vagina membantu membuat cairan putih dapat mempertahankan pH asam di vagina sehingga mencegah berkembangnya patogen berbahaya lainnya. Sejatinya keputihan ini adalah suatu keadaan yang bermanfaat. Oleh sebab itu, jangan sering terlalu bersih dalam menyeka cairan ini.

Kapan Saja Muncul Keputihan?

Leukorea atau keputihan ini adalah hal yang normal. Semua perempuan yang telah berfungsi kelenjar endokrin nya akan mengalami hal ini. Mengapa? Oleh karena, keputihan ini dikaitkan dengan peningkatan jumlah hormon estrogen.

Keputihan timbul saat seorang wanita mengalami telat datang bulan dapat dijadikan pertanda kehamilan. Hal ini dihubungkan dengan peningkatan jumlah hormon estrogen dan aliran darah ke bagian vagina di awal kehamilan. Jadi, pertimbangkanlah ibu merasakan gejala awal kehamilan (seperti mual, nyeri kepala, sakit punggung, perubahan suasana hati, nyeri pada payudara) ditambah dengan keputihan. Silahkan Ibu bisa memastikan kehamilan dengan pemeriksaan menggunakan alat tes kehamilan.

Ciri-Ciri Keputihan Tanda Kehamilan

Berikut ini beberapa hal yang perlu Ibu perhatikan untuk mengetahui apakah keputihan yang dialami merupakan tanda kehamilan atau keputihan biasa di sekitar waktu ovulasi.

  • Jumlah
    • Salah satu penanda keputihan pada awal kehamilan terletak pada kuantitas leukorea. Keputihan pada awal kehamilan biasanya memiliki jumlah yang lebih banyak ketimbang keputihan biasa.
  • Warna
    • Keputihan awal kehamilan memiliki kecendrungan berwarna putih seperti susu. Namun, bisa juga memiliki warna putih kekuningan. Jadi, ini sekaligus menjawab pertanyaan ibu bahwa memang keputihan berwarna seperti susu berhubungan erat dengan gejala awal kehamilan. Namun, untuk memastikan dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut seperti tes kehamilan melalui urin.
  • Tekstur
    • Tekstur tidak terlalu membedakan, akan tetapi keputihan pertanda kehamilan cenderung lebih cair dan lengket.

Kesimpulan

Jadi, keputihan berwarna putih susu apakah tanda hamil seorang perempuan? Jawabnya iya. Walaupun sifatnya tidak mutlak tapi menguatkan dugaan kepada masa awal kehamilan.

Baca juga: Kenapa saat hamil keluar keputihan?

Demikian penjelasan kami. Mudah-mudahan Ibu Intan dapat mengerti. Terima kasih.

  • Sumber:
    • Medicalnewstoday.com (2020): What do different colors of discharge mean in pregnancy?
    • Avawomen.com (2018): Leukorrhea: Is This White Vaginal Discharge an Early Sign of Pregnancy?
    • Alodokter.com (2020): Perbedaan Keputihan Tanda Hamil dengan Keputihan Menjelang Haid
    • DrZuhdy.com (2020): Keputihan saat hamil

Kode ICD 10 Abortus Inkomplit (Incomplete Abortion)

0
kode icd 10 abortus inkomplit

Pada artikel ini kami akan bagikan daftar kode ICD 10 abortus inkomplit. Semoga dapat memberikan manfaat bagi para koder sekalian. Yuk di simak

Nomer Kode ICD 10 Abortus Inkomplit

Sebagaimana biasanya, sebelum kami menampilkan daftar kodenya kami akan membahas secara singkat tentang penyakit ini. Pembahasan ini bertujuan untuk penyegaran pengetahuan tentang penyakit.

Definisi Abortus Inkomplit

Abortus inkomplit adalah suatu keadaan dimana jaringan janin yang telah mati dari keguguran (berusia kurang dari 20 minggu) tidak keluar sepenuhnya dari rahim. Keadaan ini akan menimbulkan perdarahan yang berlangsung terus-menerus dan dapat mengancam kondisi kesehatan ibu.

Wanita yang mengalami abortus inkomplit ini akan menderita perdarahan yang banyak dan nyeri pada perut. Keadaan ini ditunjukkan dengan pecahnya selaput ketuban dan mulut rahim dalam kondisi terbuka.

Penyebab Abortus Inkomplit

Faktor yang paling penting sebagai penyebab hal ini adalah proses perkembangan janin yang tidak normal. Hal ini bisa sebagai akibat kelainan atau pun masalah genetik, khususnya pada waktu trimester pertama kehamilan. Bila abortus inkomplit terjadi pada periode 13 sampai 20 minggu maka umumnya dikaitkan dengan riwayat kesehatan bumil.

Berbagai masalah kesehatan ibu hamil yang meningkatkan risiko abortus ini antara lain:

  • Penyakit yang bersifat kronis, semisal hipertensi, diabetes mellitus, lupus sistemik, gangguan ginjal, dan penyakit tiroid.
  • Penyakit infeksi, contohnya rubella, toksoplasmosis, CMV, atau pun klamidia.
  • Masalah para rahim, semisal mioma, kelainan bentuk rahim, leher rahim yang lemah.
  • Dampak penggunaan obat-obatan, contohnya misoprostol, OAINS, metotrekstat, atau pun retinoid.

Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat atau buruk akan meningkatkan risiko keguguran. Beberapa diantaran kebiasaan merokok, minum minuman yang mengandung alkohol, dan pemakaian narkoba.

Rincian Kode ICD 10 Incomplete Abortion

  • O03 Spontaneous abortion (abortus spontan, termasuk di dalamnya abortus inkomplit)
  • O03.0 Genital tract and pelvic infection following incomplete spontaneous abortion (menimbulkan komplikasi infeksi saluran genital dan pelvis)
  • O03.1 Delayed or excessive hemorrhage following incomplete spontaneous abortion (memunculkan perdarahan tertunda atau eksesif)
  • O03.2 Embolism following incomplete spontaneous abortion (komplikasi emboli)
  • O03.3 Other and unspecified complications following incomplete spontaneous abortion (komplikasi tidak spesifik dan yang lainnya)
    • O03.30 Unspecified complication following incomplete spontaneous abortion (komplikasi tidak spesifik)
    • O03.31 Shock following incomplete spontaneous abortion (menimbulkan syok)
    • O03.32 Renal failure following incomplete spontaneous abortion (memunculkan gagal ginjal)
    • O03.33 Metabolic disorder following incomplete spontaneous abortion (menghasilkan gangguan metabolik)
    • O03.34 Damage to pelvic organs following incomplete spontaneous abortion (komplikasi kerusakan organ pelvis)
    • O03.35 Other venous complications following incomplete spontaneous abortion (komplikasi pada vena)
    • O03.36 Cardiac arrest following incomplete spontaneous abortion (komplikasi henti jantung)
    • O03.37 Sepsis following incomplete spontaneous abortion (menimbulkan sepsis)
    • O03.38 Urinary tract infection following incomplete spontaneous abortion (memunculkan infeksi saluran kencing)
    • O03.39 Incomplete spontaneous abortion with other complications (abortus inkomplit dengan komplikasi lainnya)
  • O03.4 Incomplete spontaneous abortion without complication (abortus inkomplit tanpa komplikasi).

Nah, itu tadi rincian kode ICD 10 abortus inkomplit nya. Mudah-mudah mendatangkan manfaat.

Baca juga: Kode ICD 10 Menorrhagia

Kode ICD 10 Placenta Previa

0
Kode icd 10 placenta previa

Pada artikel ini kami akan bagikan rincian kode ICD 10 placenta previa. Kode ini termasuk kode yang sering dicari di bagian obstetri dan ginekologi. Yuk para koder, kita simak di bawah ini.

List Kode ICD 10 Placenta Previa

Seperti biasa, kami akan berbagi informasi singkat tentang penyakit sebelum penjabaran kode. Kami berharap ini menjadi penyegaran bagi para koder sekalian. Dan mungkin akan menjadi bahan evaluasi antara kesesuaian diagnosis dan kode.

Definisi Plasenta Previa

Plasenta previa adalah suatu keadaan dimana plasenta (ari-ari) terletak di bagian bawah rahim yang menyebabkan jalan lahir tertutup secara sebagian atau keseluruhan. Selain itu, kondisi medis ini bisa mengakibatkan perdarahan yang hebat yang bisa terjadi sebelum atau pun sewaktu persalinan.

Plasenta merupakan organ yang dibentuk selama masa kehamilan di dalam rongga rahim. Kegunaan organ ini adalah untuk distribusi oksigen dan nutrisi dari sang ibu kepada janinnya. Selain itu, plasenta juga akan membuang zat sisa dan limbah dari janin.

Memang plasenta akan berada di bagian bawah rahim di awal masa kehamilan. Namun, letak ini akan berangsur-angsur bergerak ke atas selama bertambahnya usia kehamilan. Nah, pada kasus placenta previa, posisinya tidak berubah atau tetap di bagian bawah rahim sampai mendekati masa kehamilan.

Tanda dan Gejala Plasenta Previa

Gejala utama dari kondisi medis ini adalah perdarahan pervagiam yang biasanya muncul di akhir trimester kedua (atau pun awal trimester ketiga). Perdaharan ini juga biasanya akan muncul sehabis hubungan inti* yang disertai dengan nyeri perut (kram) atau pun kontraksi.

Faktor Risiko dan Penyebab dan Plasenta Previa

Penyebab pasti dari plasenta previa belum diketahui. Akan tetapi, ada bermacam faktor yang dianggap memiliki peranan dalam menaikkan nilai risiko ibu hamil menderita hal ini. Faktor tersebut antara lain:

  • Usia 35 tahun atau pun lebih.
  • Kebiasaan merokok atau penggunaan obat terlarang (semisal kokain) selama kehamilan.
  • Bentuk rahim yang tidak normal
  • Bukan merupakan kehamilan yang pertama.
  • Riwayat plasenta previa pada kehamilan sebelumnya.
  • Posisi dari janin tidaklah normal.
  • Kehamilan gemeli (kembar)
  • Riwayat mengalami keguguran.
  • Riwayat prosedur operasi pada rahim, semisal kuret, pembuangan mioma, atau pun sectio caesar.

Daftar Rincian Kode ICD X Plasenta Previa

Adapun kode diagnosis penyakit ini adalah sebagai berikut.

Plasenta Previa Komplit

  • O44 Placenta previa (Plasenta previa)
  • O44.0 Complete placenta previa NOS or without hemorrhage (Plasenta previa komplit NOS tanpa perdarahan).
    • O44.00 Complete placenta previa NOS or without hemorrhage unspecified trimester (pada tirimester tidak spesifik)
    • O44.01 Complete placenta previa NOS or without hemorrhage first trimester (pada trimester pertama)
    • O44.02 Complete placenta previa NOS or without hemorrhage second trimester (pada trimester kedua)
    • O44.03 Complete placenta previa NOS or without hemorrhage third trimester (pada trimester ketiga)
  • O44.1 Complete placenta previa with hemorrhage (Plasenta previa komplit dengan perdarahan)
    • O44.10 Complete placenta previa with hemorrhage unspecified trimester (di trimester tidak spesifik)
    • O44.11 Complete placenta previa with hemorrhage first trimester (di trimester pertama)
    • O44.12 Complete placenta previa with hemorrhage second trimester (di trimester kedua)
    • O44.13 Complete placenta previa with hemorrhage third trimester (di trimester ketiga)

Plasenta Previa Sebagian

  • O44.2 Partial placenta previa without hemorrhage (Plasenta previa sebagian tanpa perdarahan)
    • O44.20 Partial placenta previa NOS or without hemorrhage, unspecified trimester (pada tirimester tidak spesifik)
    • O44.21 Partial placenta previa NOS or without hemorrhage, first trimester (pada trimester pertama)
    • O44.22 Partial placenta previa NOS or without hemorrhage, second trimester (pada trimester kedua)
    • O44.23 Partial placenta previa NOS or without hemorrhage, third trimester (pada trimester ketiga)
  • O44.3 Partial placenta previa with hemorrhage (Plasenta previa sebagian dengan adanya perdarahan)
    • O44.30 Partial placenta previa with hemorrhage unspecified trimester (di trimester tidak spesifik)
    • O44.31 Partial placenta previa with hemorrhage first trimester (di trimester pertama)
    • O44.32Partial placenta previa with hemorrhage second trimester (di trimester kedua)
    • O44.33 Partial placenta previa with hemorrhage third trimester (di trimester ketiga)

Plasenta Letak Rendah

  • O44.4 Low lying placenta NOS or without hemorrhage (Plasenta letak rendah tanpa perdarahan)
    • O44.40 Low lying placenta NOS or without hemorrhage unspecified trimester (pada trimester tidak spesifik)
    • O44.41 Low lying placenta NOS or without hemorrhage first trimester (pada trimester pertama)
    • O44.42 Low lying placenta NOS or without hemorrhage second trimester (pada trimester kedua)
    • O44.43 Low lying placenta NOS or without hemorrhage third trimester (pada trimester ketiga)
  • O44.5 Low lying placenta with hemorrhage (Plasenta letak rendah dengan adanya perdarahan)
    • O44.50 Low lying placenta with hemorrhage unspecified trimester (di trimester tidak spesifik)
    • O44.51 Low lying placenta with hemorrhage first trimester (di trimester pertama)
    • O44.52 Low lying placenta with hemorrhage second trimester (di trimester kedua)
    • O44.53 Low lying placenta with hemorrhage third trimester (di trimester ketiga).

Nah, itu tadi daftar rincian nomer kode ICD 10 placenta previa. Mudah-mudahan dapat membantu para pembaca, khususnya koder sekalian.

Kenapa Saat Hamil Keluar Keputihan?

2
Penjelasan kenapa saat hamil keluar keputihan
Ilustrasi ibu hamil

Pada artikel ini kami akan menjawab pertanyaan dari pembaca tentang alasan kenapa saat hamil keluar keputihan. Hal ini cukup penting diketahui agar kehamilan lebih waspada dan tenang untuk dijalani.

Pertanyaan Kenapa Saat Hamil Keluar Keputihan

Perkenalkan nama saya Mika usia 23 tahun, Dok. Saat ini saya sedang hamil anak pertama setelah diperiksa oleh bidan. Sekarang saya mengeluarkan seperti keputihan dari kemaluan saya. Saya pernah mengalami keputihan akan tetapi jumlahnya tidak sebanyak ini. Nah, yang ingin saya tanyakan adalah apakah apa yang saya alami ini berbahaya atau dalam batas kewajaran.

Jawaban:
Terima kasih kepada ibu Mika atas pertanyaannya. Penting untuk Ibu Mika pahami bahwasanya keputihan saat hamil biasanya adalah suatu keadaan yang dalam batas normal. Namun, bilamana keputihan sudah mengalami perubahan warna yang disertai beberapa gejala tertentu maka bisa jadi ini menunjukkan tanda-tanda infeksi atau kondisi medis abnormal lainnya.

Penyebab Mengapa Saat Hamil Keluar Keputihan Yang Normal

Keputihan saat hamil terjadi sebagai akibat dari peningkatan jumlah hormon estrogen dan aliran darah ke organ vagina. Tambahan cairan yang keluar dari bagian leher rahim ini sebetulnya ialah zat sisa-sisa pembuangan dari rahim dan vagina, bakteri-bakteri normal yang hidup di vagina, dan sel-sel mati yang berasal dari dinding vagina.

Pada awal periode kehamilan, cairan keputihan ini akan penuh terdapat di saluran leher rahim. Ini akan juga bertindak sebagai lendir pelindung. Mendekati waktu persalinan jumlah lendir ini akan semakin bertambah banyak.

Keputihan yang bersifat normal sewaktu masa kehamilan biasanya ditunjukkan dengan tanda keluarnya cairan yang jernih atau pun berwarna putih seperti susu. Penting diketahui bahwa cairan ini tidak disertai dengan bau (busuk). Cairan biasanya memiliki tekstur yang licin dan lengket dan dapat berupa cairan kental atau pun encer. Biasanya keputihan yang normal ini mirip dengan keputihan sewaktu diantara siklus haid.

Baca juga: Penyebab keputihan berlebihan saat hamil muda.

Kapan harus ke dokter?
Sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter bila keputihan yang Anda alami meragukan atau pun gejala yang muncul tidak seperti dijelaskan di atas. Oleh karena, ada beberapa penyakit yang dapat menjadi alasan kenapa saat hamil keluar keputihan. Salah satunya adalah penyakit infeksi.

Beberapa penyakit infeksi yang bisa menimbulkan keputihan abnormal antara lain vaginosis bakterialis, infeksi streptococcus grup B (SGB) dan trikomoniasis. Selain infeksi bakteri, infeksi jamur juga dapat mencetuskan keputihan ini.

Dokter lah yang nanti akan membantu ibu dalam menganalisis jenis keputihan yang dialami dan melakukan pemeriksaan seperlunya. Tata laksana perawatan untuk mencegah timbulnya komplikasi biasanya akan dianjurkan oleh dokter dengan pertimbangan medis yang matang.

Nah, jadi Ibu Mika tidak perlu terlalu khawatir tentang keputihan yang dialami. Namun, kami menyarankan untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter di tempat tinggal Anda. Mengapa? Oleh karena informasi dan keterangan yang ibu sampaikan pada pertanyaan amat sangat terbatas untuk kami.

Untuk lebih jelasnya tentang keputihan selama kehamilan ini silahkan baca pada tautan ini: Keputihan saat hamil.

Nah, itu tadi jawaban dari pertanyaan Ibu Mika. Mudah-mudahan bisa membantu keadaan yang dialami.

  • Sumber:
    • Medicalnewstoday.com (2020): Vaginal discharge in pregnancy
    • Alodokter.com (2019): Apakah Keputihan saat Hamil dapat Berbahaya?

Kode ICD 10 Batu Ginjal (Nefrolitiasis)

1
kode icd 10 batu ginjal nefrolitiasis

Hai para koder kembali lagi ke artikel sharing kode diagnosis penyakit. Kali ini kami akan berbagi kode ICD 10 batu ginjal. Angka kejadian penyakit ini lumayan banyak.

Penomoran Kode ICD 10 Batu Ginjal

Kami akan menghantarkan informasi singkat tentang penyakit ini. Kami menilai hal ini penting guna menambah atau menyegarkan pengetahuan tentang penyakit. Mudah-mudahan dapat membantu dalam klarifikasi kode dan gejala yang dialami pasien.

Penyakit Batu Ginjal

Istilah medis penyakit batu ginjal adalah nefrolitiasis. Ini adalah suatu keadaan dimana terjadi proses pembentukan materi yang keras di ginjal dari garam dan mineral. Batu ginjal ini bisa terbentuk di sepanjang saluran kemih. Mulai dari ginjal, uereter (saluran penyambung ginjal dan kantong kemih), kantung kemih, dan hingga uretra (saluran pelepasan urin dari kantung kemih).

Batu ginjal akan terbentuk dari sisa-sisa metabolisme di dalam darah yang menumpuk dan mengkristal di ginjal. Proses ini memakan waktu lama hingga membetuk seperti batu.

Kebanyakan kasus penyakit ini diderita oleh kelompok usia 30 sampai 60 tahun. Kira-kira sebanyak 10 persen perempuan dan 15 persen laki-laki pernah menderita penyakit ini.

Penyebab Batu Ginjal

Penyakit batu ginjal ini bisa dicetuskan oleh banyak keadaan. Beberapa diantaranya kurang konsumsi air putih, konsumsi jenis makanan tertentu dalam jumlah yang berlebihan, obesitas (kelebihan berat badan), dampak dari prosedur operasi di organ-organ pencernaan, ataupun masalah kesehatan lainnya. Ditinjau dari macamnya maka batu ginjal dikelompokkan menjadi 4 jenis, antara lain: batu kalsium, batu asam urat, sistin, dan struvit.

Batu ginjal ini tidak melulu di ginjal, tetapi bisa berpindah. Perpindahan ini seringkali menyebabkan sumbatan tiba-tiba karena berpindah ke tempat yang lebih kecil. Hal ini akan menimbulkan iritasi di saluran kencing dan gangguan pada buang air kecil. Batu ginjal yang diketahui sejak dini biasanya jarang menimbulkan sumbatan dan kerusakan pada jaringan ginjal.

Tanda dan Gejala Batu Ginjal

Gejala dan keluhan muncul dan dirasakan biasanya setelah ukuran batu ginjal sudah besar. Beberapa gejala dan keluhan yang mungkin akan dirasakan, antara lain:

  • Nyeri ketika buang air kecil.
  • Frekuensi buang air kecil yang semakin sering.
  • Jumlah volume urin ketika berkemih sedikit-sedikit.
  • Terkadang urin seperti mengandung pasir atau kristal.

List dan Rincian Kode ICD 10 Nefrolitiasis

Perlu diketahui bahwa khusus artikel ini kami hanya akan berbagi kode batu pada ginjal saja. Untuk batu pada saluran kemih lainnya akan kami bahas masing-masing secara khusus. Adapun kode nya adalah sebagai berikut.

  • N20 Calculus of kidney and ureter (Batu pada ginjal dan ureter)
  • N20.0 Calculus of kidney (Batu di ginjal)
  • N20.1 Calculus of ureter (Batu di ureter)
  • N20.2 Calculus of kidney with calculus of ureter (Kalkulus pada ginjal dengan kalkulus pada ureter)
  • N20.9 Urinary calculus, unspecified (kalkulus pada sistem urinarius, tidak spesifik).

Nah, itu tadi kode ICD 10 batu ginjal atau nefrolitiasis. Mudah-mudahan bermanfaat bagi para pembaca sekalian, khususnya koder.

Kode ICD 10 Menorrhagia (Darah Haid Berlebihan)

0
kode icd 10 menorrhagia

Artikel kali ini akan berbagi kode diagnosis yaitu kode ICD 10 Menorrhagia. Keadaan ini cukup sering ditemui di praktek dokter umum dan spesialis kebidanan. Yuk kita simak!

Nomer Kode ICD 10 Menorrhagia (Menstruasi Berlebihan)

Yuk sebelum kita lihat kode nya, kami akan menyegarkan ilmu dari para koder dan pembaca sekalian. Tentunya ini akan bermanfaat dalam mengevaluasi kesesuaian diagnosis dan anamnesa oleh dokter.

Definisi Menorrhagia

Menorrhagia adalah suatu istilah dalam medis untuk menjelaskan tentang kuantitas darah haid yang berlebihan atau menstruasi terjadi lebih dari 7 hari. Keadaan ini bisa menimbulkan gangguan pada aktivitas harian yang barang tentu akan memberikan dampak bagi kualitas hidup.

Pada masa menstruasi, jumlah darah yang normal adalah kisaran 30-40 mL setiap siklusnya. Wanita yang mengalami hadi berlebihan adalah bila jumlah darah lebih dari 80 mL tiap siklusnya. Jumlah 80 mL itu kira-kira setara dengan 16 sendok teh. Tolak ukur lainnya bisa digunakan, semisal pembalut. Bila pembalut diganti dalam waktu kurang dari 2 jam maka itu kemungkinan dikategorikan menorrhagia.

Gejala Menorrhagia

Menstruasi sebenarnya adalah proses luruhnya dinding rahim dengan bukti keluarnya darah melalui vagina. Biasanya menstruasi ini akan berulan tiap 21 sampai 35 hari sekali. Lama tiap mens rata-rata 2 hingga 7 hari setiap siklus dengan darah yang dikeluarkan kira-kira 30-40 mL (6-8 sendok teh).

Namun, kondisi menorrhagia ini akan berbeda. Lamanya proses menstruasi dan jumlah darah yang keluar akan lebih panjang dan banyak dari keadaan normal biasanya. Berbagai gejala dan tanda yang dapat timbul antara lain:

  • Darah keluar memenuhi sebanyak 1 sampai 2 pembalut tiap jam, dalam kurun waktu beberapa jam berturut-turut.
  • Individu bisanya harus melakukan penggantian pembalut bahkan diwaktu tidur di malam hari.
  • Lama proses menstruasi bisa lebih dari 7 hari.
  • Darah yang keluar dapat berbentuk gumpalan dengan ukuran seperti koin ataupun lebih besar.
  • Darah keluar lebih banyak sehingga menimbulkan gangguan pada kegiatan harian.
  • Dapat menimbulkan rasa nyeri di bagian perut bawah.

Kode Diagnosis Menorrhagia

  • N92 Excessive, frequent and irregular menstruation (menstruasi berlebihan, sering, dan tidak teratur).
  • N92.0 Excessive and frequent menstruation with regular cycle (menstruasi berlebihan, sering, dan siklus teratur).
  • N92.1 Excessive and frequent menstruation with irregular cycle (haid berlebihan dan sering dengan siklus yang tidak terarut).
  • N92.2 Excessive menstruation at puberty (haid berlebihan semasa pubertas).
  • N92.3 Ovulation bleeding (Pendarahan ovulasi)
  • N92.4 Excessive bleeding in the premenopausal period (mens berlebihan di masa premenopause).
  • N92.5 Other specified irregular menstruation (mens spesifik tidak teratur lainnya).
  • N92.6 Irregular menstruation, unspecified (mens tidak teratur, tidak spesifik).

Itu tadi list kode ICD 10 menorrhagia. Semoga mendatangkan manfaat dalam proses entri kode diagnosis Pcare BPJS Kesehatan dan di rumah sakit.