Kode ICD 10 ISK (Kode ICD X Diagnosa Infeksi Saluran Kemih)

0
5511
kode icd 10 isk
Daftar rincian kode diagnosa icd 10 isk atau infeksi saluran kemih.

Dapatkan informasi terperinci dan terlengkap tentang kode diagnosa ICD 10 ISK. Info ini bisa dijadikan rujukan dan pedoman bagi Anda untuk melakukan entri kode diagnosis BPJS Kesehatan.

Pahami lebih lanjut kode diagnosa ISK dan kode diagnosa infeksi saluran kemih di situs kami. Kami memberikan informasi terkini dan akurat untuk membantu penanganan kondisi medis Anda.

Daftar Kode ICD 10 ISK atau Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih ini dikenal juga dengan istilah urinary tract infection. Ini adalah suatu keadaan dimana organ-organ yang merupakan bagian dalam sistem perkemihan mengalami infeksi. Adapun organ yang termasuk di dalam sistem kemih tersebut antara lain: ginjal, ureter (saluran penghubung ginjal dan kandung kemih), kandung kemih, dan uretra (saluran pembuangan urin).

Istilah masing-masing organ yang terkena infeksi berbeda-beda. Beberapa diantaranya uretritis (infeksi pada uretra), sistitis (kandung kemih terinfeksi), uretritis, dan nefritis (infeksi pada ginjal). Dari keempat organ ini, biasanya yang paling sering terkena adalah uretra dan kandung kemih.

Rincian Kode Diagnosa ICD X ISK

Kami akan merincikan kode diagnosis ini berdasarkan letak terjadinya infeksi. Adapun pembagiannya adalah sebagai berikut.

1. Urethritis

  • N34 Urethritis and urethral syndrome (uretritis dan sindrom pada uretra)
    • N34.0 Urethral abscess
    • N34.1 Nonspecific urethritis (uretritis nonspesifik)
    • N34.2 Other urethritis (uretritis lainnya)
    • N34.3 Urethral syndrome, unspecified
  • A54.01 Gonococcal cystitis and urethritis, unspecified (uretritis akibat bakteri gonore)
  • A56.01 Chlamydial cystitis and urethritis (uretritis karena klamidia)
  • A59.03 Trichomonal cystitis and urethritis (uretritis akibat trikomonas)
  • B37.4 Candidiasis of other urogenital sites
  • B37.41 Candidal cystitis and urethritis (uretritis karena jamur kandida)
  • B37.42 Candidal balanitis
  • B37.49 Other urogenital candidiasis

2. Cystitis

  • N30 Cystitis (Sistitis)
  • N30.0 Acute cystitis (Sistitis akut)
    • N30.00 …… without hematuria (tanpa perdarahan)
    • N30.01 …… with hematuria (dengan perdarahan)
  • N30.2 Chronic cystitis (Sistitis kronis)
  • N30.8 Other cystitis (Sistitis lainnya)
  • N30.9 Cystitis, unspecified (Sistitis tidak spesifik)
  • A36.85 Diphtheritic cystitis (Sistitis akibat difteri)
  • A54.01 Gonococcal cystitis and urethritis (Sistitis karena gonore)
  • A59.03 Trichomonal cystitis and urethritis (Sistitis akibat trikomonas)
  • B37.41 Candidal cystitis and urethritis (Sistitis karena jamur kandida).
  • A56.01 Chlamydial cystitis and urethritis (Sistitis akibat klamidia)
  • O23.10 Infections of bladder in pregnancy, unspecified trimester (Sistitis pada masa kehamilan, trimester tidak spesifik)
  • O86.22 Infection of bladder following delivery (Sistitis setelah persalinan)

3. Ureteritis

  • N28.86 Ureteritis cystica
  • N28.89 Other specified disorders of kidney and ureter

4. Nephritis

  • N00 Acute nephritic syndrome (sindrom nefritik akut)
  • N01 Rapidly progressive nephritic syndrome
  • N03 Chronic nephritic syndrome 9sindrom nfritik kronis)
  • N05 Unspecified nephritic syndrome (sindrom nefritik tidak spesifik)
  • N10 Acute pyelonephritis (pyelonefritis akut)
  • N11 Chronic tubulo-interstitial nephritis
  • N12 Tubulo-interstitial nephritis, not specified as acute or chronic

5. Kode Diagnosis ISK Berkaitan dengan Kehamilan

Berikut ini adalah kode diagnosa infeksi saluran kemih, silahkan disimak:

  • O03.38 Urinary tract infection following incomplete spontaneous abortion (ISK setelah abortus spontan inkomplit)
  • O03.88 Urinary tract infection following complete or unspecified spontaneous abortion (ISK setelah abortus spontan komplit atau tidak spesifik)
  • O04.88 Urinary tract infection following (induced) termination of pregnancy (ISK sehabis terminasi kehamilan yang diinduksi)
  • O07.38 Urinary tract infection following failed attempted termination of pregnancy (ISK sehabis kegagalan usaha terminasi kehamilan).
  • O08.83 Urinary tract infection following an ectopic and molar pregnancy (ISK setelah kehamilan ektopik atau mola/ hamil anggur).
  • Baca Lebih Lanjut : Kode ICD 10 ISK Pada Ibu Hamil

Nah, itu tadi daftar rangkuman rincian kode ICD 10 isk. Kode yang kami buat huruf tebal adalah kode yang sering digunakan dalam proses entri diagnosis. Semoga bermanfaat.

Simak Juga : Kode ICD 10 ISK Pada Anak

Informasi Seputar Penyakit Infeksi Saluran Kemih

Setelah kita membahas kode ICD 10 nya, sekarang kita membahas tentang penyakitnya secara singkat.

Faktor Risiko untuk Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah kondisi yang umum dan dapat mempengaruhi siapa saja, tetapi beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi ini. Mengetahui faktor risiko ini penting untuk mencegah dan mengelola ISK secara efektif. Berikut adalah beberapa faktor risiko utama untuk ISK:

  • Jenis Kelamin: Wanita lebih berisiko terkena ISK dibandingkan pria, terutama karena memiliki uretra yang lebih pendek, yang memudahkan bakteri untuk mencapai kandung kemih.
  • Aktivitas Seksual: Aktivitas seksual, terutama yang sering, dapat meningkatkan risiko ISK karena bakteri lebih mudah masuk ke uretra.
  • Penggunaan Jenis Kontrasepsi Tertentu: Penggunaan diafragma atau spermisida dapat meningkatkan risiko terkena ISK.
  • Menopause: Perubahan hormonal selama menopause dapat membuat wanita lebih rentan terhadap ISK.
  • Riwayat ISK sebelumnya: Seseorang yang pernah mengalami ISK sebelumnya memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami infeksi kembali.
  • Kondisi Medis Tertentu: Kondisi seperti diabetes, batu ginjal, atau masalah yang menghalangi aliran urin dapat meningkatkan risiko ISK.
  • Penggunaan Kateter Urin: Penggunaan kateter jangka panjang dapat menjadi sarana bagi bakteri untuk memasuki kandung kemih dan menyebabkan infeksi.

Gejala dan Presentasi Klinis Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi Saluran Kemih (ISK) dapat menyebabkan berbagai gejala yang bervariasi tergantung pada bagian dari saluran kemih yang terinfeksi. Mengenali gejala-gejala ini penting untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat. Berikut adalah beberapa gejala umum ISK:

  • Rasa Nyeri atau Terbakar Saat Buang Air Kecil: Ini adalah salah satu gejala paling umum dari ISK, di mana penderita merasakan sensasi terbakar yang tidak nyaman saat kencing.
  • Sering Merasa Perlu Buang Air Kecil: Penderita ISK sering merasa perlu untuk buang air kecil lebih sering daripada biasanya, meskipun kadang hanya sedikit urin yang keluar.
  • Perubahan Warna atau Bau Urin: Urin mungkin tampak keruh, berdarah (merah atau coklat), atau memiliki bau yang kuat dan tidak sedap.
  • Rasa Sakit di Perut, Punggung, atau Sisi: Nyeri atau sakit di bagian bawah perut, punggung bagian bawah, atau sisi bisa menandakan ISK, terutama jika infeksi menyebar ke ginjal.
  • Demam dan Menggigil: Terutama pada kasus ISK yang lebih serius atau jika infeksi menyebar ke ginjal, penderita mungkin mengalami demam dan menggigil.
  • Lelah atau Merasa Tidak Enak Badan: Beberapa orang dengan ISK mungkin merasa lelah atau secara umum merasa tidak enak badan.
  • Urgensi Buang Air Kecil: Kebutuhan mendesak dan tak tertahankan untuk segera buang air kecil.
  • Kencing Malam (Nocturia): Bangun di malam hari untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya.

Metode Diagnostik untuk Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Untuk mendiagnosis Infeksi Saluran Kemih (ISK), dokter akan menggunakan berbagai metode diagnostik berdasarkan gejala dan riwayat medis pasien. Berikut adalah beberapa metode utama yang digunakan:

  • Analisis Urin (Urinalysis): Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencari tanda-tanda infeksi, seperti keberadaan sel darah putih, sel darah merah, atau bakteri dalam urin.
  • Kultur Urin: Sampel urin ditanam dalam lingkungan yang memungkinkan bakteri tumbuh, sehingga dokter dapat mengidentifikasi jenis bakteri yang menyebabkan infeksi dan menentukan antibiotik yang paling efektif.
  • Pemeriksaan Fisik: Termasuk pemeriksaan abdomen dan ginjal untuk menentukan adanya nyeri atau pembesaran yang tidak normal.
  • Pencitraan Medis: Metode seperti ultrasound, CT scan, atau MRI mungkin digunakan untuk mengevaluasi struktur saluran kemih jika ISK berulang atau ada kecurigaan adanya masalah struktural.
  • Cystoscopy: Prosedur ini melibatkan penggunaan cystoscope untuk melihat langsung ke dalam kandung kemih dan uretra. Ini sering digunakan pada kasus ISK yang berulang atau kronis untuk mencari penyebabnya.
  • Tes Darah: Meskipun tidak umum untuk ISK, tes darah mungkin diperlukan untuk menilai fungsi ginjal, terutama jika dikhawatirkan infeksi telah menyebar ke ginjal.

Artikel Terkait : Kode ICD 10 ISK Komplikata

Opsi Pengobatan untuk Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Pengobatan untuk Infeksi Saluran Kemih (ISK) tergantung pada tingkat keparahan dan jenis infeksi. Berikut adalah beberapa opsi pengobatan yang umum:

  • Antibiotik: Ini adalah pengobatan utama untuk ISK. Jenis antibiotik yang diberikan tergantung pada jenis bakteri yang menyebabkan infeksi dan hasil tes sensitivitas antibiotik. Pengobatan biasanya berlangsung selama beberapa hari dan penting untuk menyelesaikan kursus antibiotik sesuai anjuran dokter.
  • Penghilang Rasa Sakit: Untuk mengurangi rasa sakit atau ketidaknyamanan yang disebabkan oleh ISK, dokter mungkin merekomendasikan penghilang rasa sakit seperti parasetamol atau ibuprofen.
  • Minum Banyak Cairan: Minum banyak air dapat membantu membuang bakteri dari sistem kemih dan mengurangi risiko infeksi berulang.
  • Perubahan Gaya Hidup dan Diet: Perubahan tertentu dalam diet dan gaya hidup, seperti menghindari iritan kandung kemih (seperti kafein, alkohol, dan makanan asam), dapat membantu meringankan gejala dan mencegah infeksi berulang.
  • Pengobatan Rumah: Metode seperti mandi air hangat dapat membantu meredakan gejala, meskipun ini bukan pengganti pengobatan medis.
  • Probiotik: Untuk ISK berulang, probiotik dapat direkomendasikan untuk membantu menjaga keseimbangan bakteri sehat di dalam tubuh dan mencegah infeksi berulang.
  • Pengobatan Jangka Panjang: Untuk kasus ISK yang sering kambuh, dokter mungkin meresepkan antibiotik dalam dosis rendah untuk jangka waktu yang lebih lama sebagai pencegahan.
  • Sumber :