Beranda blog

Dosis Omeprazole Injeksi Intravena

0
Dosis omeprazole injeksi intravena
Menilai indikasi, cara pemberian, dan dosis omeprazole injeksi intravena

Dosis omeprazole injeksi intravena – Informasi obat dari DrZuhdy.com. Selain sediaan oral, obat ini juga tersedia dalam bentuk injeksi. Sediaan obat ini dibuat khusus untuk dimanfaatkan bagi pasien khusus atau keadaan dimana pemberian secara oral tidak bisa atau tidak mungkin dilakukan. Yuk simak penjelasan nya di bawah ini.

Indikasi Omeprazole Injeksi

Obat ini digunakan pada keadaan dan kondisi dimana pasien tidak bisa mendapatkan pengobatan secara oral. Sama seperti sediaan oral, obat akan diberikan untuk pasien yang menderita ulkus duodenum dan ulkus lambung. Penyakit esofagitis ulseratif (radang ulserasi pada kerongkongan) dan sindroma Zolinger-Ellison juga diberikan

Kontraindikasi

Pemberian obat ini tidak boleh dilakukan pada pasien-pasien tertentu. Yaitu yang telah dikenali memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap obat ini. Atau pun bahan dan zat yang terkandung di dalam obat.

Farmakologi

Obat secara reversibel akan menurunkan produksi atau sekresi asam lambung dengan proses penghambatan secara spesifik enzim lambung. Enzim tersebut berkaitan dengan pompa proton yaitu ion H+ dan K+ ATPase di dalam sel parietal lambung.

Obat akan diserap dengan cepat yaitu sebanyak 95% terikat dengan protein plasma. Lalu kemudian obat ini akan mengalami proses metabolisme di organ hati kemudian 80% metabolitnya akan dibuang melalui urin. Sisa 20% persen lagi diekskresikan melalui feses.

Dosis Omprazole Injeksi Intravena dan Cara Pemberian

  • Sediaan obat omeprazole intravena hanya diberikan bilamana pemberian secara oral tidak bisa dilakukan, semisal pasien dalam kondisi penyakit yang parah.
  • Besaran dosis rata-rata adalah 1 x 40 mg intravena.
  • Dosis untuk penyakit sindroma Zolinger-Elison disesuaikan dengan respon yang diberikan pasien.
  • Silahkan larutkan bubuk omeprazole dengan 10 mL perlarut yang telah tersedia. Tidak diperkenankan melarutkan obat dengan menggunakan cairan infus atau aquabides.
    • Larutan obat kemudian dapat diberikan dalam waktu tidak kurang dari 2,5 menit.
    • Kecepatan pemberian kurang dari 4 mL dalam satu menit.
    • Bila proses pelarutan tidak benar maka bisa saja terjadi perubahan warna. Jangan lupa memutar dan mengocok vial agar memastikan semua bubuk telah larut.
  • Pada pasien dengan masalah pada organ hati, ginjal, dan pasien lansia tidak dibutuhkan dosis penyesuaian.
  • Penggunaan omeprazole injeksi pada anak belum ada data yang lengkap.

Nah, itu informasi obat singkat tentang dosis omeprazole injeksi intravena. Mudah-mudahan bermanfaat.

Info berkaitan: Efek samping obat omeprazole

Penyakit Sifilis Dapat Dirawat Dengan Cara Apa?

0
Penyakit sifilis dapat dirawat dengan bagaimana
Ilustrasi penyakit sifilis raja singa

Penyakit sifilis dapat dirawat dengan seperti apa dan bagaimana angka kesembuhannya? Pertanyaan ini cukup lumrah diajukan oleh masyarakat awam. Yuk mari kita simak penjelasannya di bawah ini.

Perawatan Penyakit Sifilis

Sebelum kita membahas tentang perawatannya maka pembaca perlu tahu tentang penyakit ini. Banyak sekali orang awam yang menyamakannya penyakit ini dengan kencing nanah. Padahal antara kencing nanah dan sifilis adalah dua penyakit yang berbeda.

Penyakit sifilis dikenal juga dengan nama penyakit raja singa. Ini adalah suatu jenis penyakit menular seksual yang diakibatkan oleh kuman atau bakteri. Luka bersih (tukak bersih) pada daerah kelamin sering menjadi gejala awal sifilis. Luka ini tidak menimbulkan nyeri dan dapat sembuh dengan sempurna sehingga membuat penderitanya tidak menyadari bahwa telah terjangkit penyakit ini.

Sifilis stadium awal memang hanya menunjukkan gejala awal yang sering tidak disadari atau bahkan diindahkan seperti dijelaskan di atas. Tanda adanya pengobatan yang segera dan tepat maka stadium lanjut sifilis bisa merusak banyak organ termasuk otak dan jantung. Pada perempuan yang sedang hamil juga bisa menyebabkan kematian pada janin dan bayi. Sangat penting untuk diagnosis dini untuk perawatan dan hasil akhir yang lebih baik.

Gejala Sifilis Raja Singa

Simak baik-baik gejala-gejala di bawah ini. Jangan sampai menyadari penyakit dalam keadaan yang lanjut. Gejala dapat berupa:

Sifilis Primer

Terdapat luka (chancre) di lokasi masuknya bakteri. Luka ini biasanya terjadi setelah 3 minggu terinfeksi. Kebanyakan luka jumlahnya satu, akan tetapi tidak menutup kemungkinan berjumlah lebih dari satu. Luka biasanya akan sembuh dengan sendiri dan secara sempurna daam waktu 3 sampai 6 minggu.

Pada tahapan ini, penderita sifilis sering tidak menyadari akan penyakit ini arena tampilan luka yang bersih, tidak nyeri, dan dapat sembuh sendiri.

Sifilis Sekunder

Tahapan ini ditandai dengan kemunculan ruam-ruam yang terjadi di seluruh tubuh. Ruam tidak dirasakan gatal. Kadang-kadang kemunculan ruam juga disertai kemunculan luka layaknya kutil pada mulut dan genitalia.

Selain ruam, beberapa orang juga merasakan gejala penyerta seperti demam, nyeri otot, sakit tenggorokan, rambut rontok, atau pun pembesaran kelenjar getah bening.

Sifilis Laten

Penyakit tidak menimbulkan gejala, akan tetapi keberadaan bakteri di dalam tubuh tetap ada. Fase ini bisa berlangsung bertahun-tahun.

Sifilis tersier

Penyakit ini mengakibatkan kerusakan pada organ-organ semisal otak, saraf, dan jantung. Fase ini dialami oleh sekitar 15 sampai 30% penderita sifilis yag tidak ditangani dengan baik.

Penyebab Sifilis

Seperti dijelaskan di atas bahwasanya penyebab sifilis adalah bakteri. Nama bakterinya adalah Treponema pallidum yang biasanya disebarkan lewat hubungan seksual. Tidak sampai disitu saja, bakteri juga dapat berpindah lewat perantaraan luka terbuka, akan tetapi dengan risiko yang lebih rendah. Risiko penularan tertinggi tetap melalui hubungan seksuil yang bergonta-ganti pasangan.

Penyakit Sifilis Dapat Dirawat Dengan Cara Bagaimana?

Perawatan pasien sifilis cukup mudah bila ditemukan di awal-awal fase. Cukup dengan pemberian suntikan antibiotik penisilin yang dilakukan oleh dokter maka biasanya angka kesembuhan cukup tinggi. Selama pengobatan pasien dilarang melakukan hubungan seksual sampai dokter menyatakan telah sembuh.

Namun, bila telah muncul ruam-ruam merah di sekujur tubuh maka ini menjadi tidak sederhana. Silahkan berkonsultasi dengan dokter secara langsung. Tidak semua ruam -ruam merah ini adalah akibat penyakit sifilis. Dokter akan membantu mengobati dan merawat Anda.

Begitu pun dengan fase selanjutnya, dianjurkan untuk berobat ke dokter secara langsung. Pada fasse-fase ini biasanya banyak dilakukan pemeriksaan penunjang untuk membantu menegakkan diagnosis dan derajat penyakit.

Nah, itu tadi penjelasan tentang penyakit sifilis dapat dirawat dengan seperti apa caranya. Mudah-mudahan bisa dipahami dan mencerahkan pengetahuan kesehatan Anda.

Baca juga: Kebenaran cara mengobati kencing nanah dengan bawang putih

7 Alasan Menjadi Perawat

0
alasan menjadi perawat
Beberapa alasan yang meyakinkan kamu menjadi perawat

Seseorang yang ragu ketika akan berkecimpung di dunia keperawatan akan selalu menanyakan alasan menjadi perawat yang tepat. Nah, pada tulisan ini kami akan mencoba membuka wawasan pembaca tentang profesi ini.

Sebab Memilih dan Alasan Menjadi Perawat

Mengapa Anda memilih profesi keperawatan sebagai jalan hidup? Simak di bawah ini beberapa alasan yang membuat semakin yakin memutuskan menjadi perawat.

1. Lapangan Pekerjaan Terbuka Lebar

Hingga saat ini masih banyak lapangan kerja buat profesi perawat. Profesi ini banyak dibutuhkan baik di luar atau pun dalam negeri. Pilihan tempat kerja meliputi rumah sakit umum atau jiwa, puskesmas, dan dinas kesehatan.

Selain itu, juga dapat berperan pada kementerian hukum dan HAM, badan penanggulangan bencana baik swasta atau milik negara, organisasi kemanusiaan semisal Palang Merah Indonesia, aparatur kepolisian, Tentara Nasional Indonesia, aparatur sipil negara (ASN/ PNS), perusahaan BUMN atau pun swasta, hingga dosen dan staf pengajar. Profesi ini akan tetap dibutuhkan dalam suatu daerah selagi daerah tersebut memiliki visi meningkatkan derajat kesehatan.

Bilamana Anda tidak tertarik ke salah satu lapangan pekerjaan di atas maka Anda bisa berpartisipasi secara mandiri dalam meningkatkan kualitas kesehatan. Perawat yang memiliki STR berhak membuka praktek perawat mandiri setelah mendapatkan izin dari dinas perizinan setempat.

2. Kemuliaan Tugas

Profesi perawat adalah salah satu profesi yang mulia. Penghargaan kepada profesi keperawatan akan tinggi bilamana seorang perawat memberikan pelayanan kesehatan dan asuhan keperawatan yang berkualitas mutu tinggi kepada para pasien.

3. Bermakna Dalam Masyarakat

Perawat bisa menciptakan nilai dan makna dalam kehidupan bermasyarakat. Pelaksanaan perawatan dan membantu orang lain untuk menjalani hidup yang sehat adalah suatu hal yang sangat bermakna dan menimbulkan kepuasan. Hal ini akan memberikan nilai baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

4. Keterampilan Spesialisasi Tertentu

Profesi keprawatan tidak melulu dan monoton karena ada beberapa peminatan-peminatan tertentu. Beberapa diantaranya adalah perawat ahli maternitas, jantung, anestesi dan perawatan intensif, dan lain-lain.

5. Interaksi Dengan Sejawat Lainnya

Profesi perawat akan membuka kesempatan untuk melakukan interaksi dengan rekan sejawat dan tenaga kesehatan lainnya. Beberapa diantaranya dokter, apoteker, analis laboratorium, fisioterapis, pakar gizi, dan lain-lain. Hal ini akan menjadi sarana berbagi informasi kesehatan antar bidang keilmuan dalam meningkat derajat kesehatan pasien.

6. Penuh Tantangan

Dunia medis khususnya bidang kegawatdaruratan adalah dunia yang cukup memberikan tantangan. Dibutuhkan kesigapan dan ketepatan dalam bekerja di bidang ini. Perawat pun memberikan kontribusi besar dalam pelayanan kegawatdaruratan. Nah, bagi Anda yang suka tantangan maka alasan ini cukup tepat untuk Anda.

7. Gaji Atau Penghasilan Yang Menggiurkan

Kami tidak menampik informasi bahwa banyak gaji perawat yang masih di bawah UMR. Kami menilainya tidak lebih adalah dikarenakan pengelolaan anggaran kesehatan yang kurang tepat.

Namun, Anda harus tahu bahwa spesialisasi perawat tertentu memiliki penghasilan yag tinggi. Beberapa diantaranya adalah perawat di pusat rawatan jantung dan unit perawatan intensif.

Informasi berkaitan: Tata cara penulisan gelar D3 keperawatan

Nah, itu tadi 7 alasan menjadi perawat yang dapat kamu pertimbangkan. Mudah-mudahan membuka wawasan kamu dan semakin yakin memiliki profesi keprawatan ini.

Apa Perbedaan S1 Keperawatan Dengan Profesi Ners?

0
apa perbedaan s1 keperawatan dengan profesi Ners
Apa perbedaan s1 keperawatan dengan profesi Ners? Simak di artikel ini!

Apa perbedaan S1 keperawatan dengan profesi ners? Kenyataannya masih banyak orang yang bingung tentang beda kedua istilah ini. Terlebih lagi banyak masyarakat yang belum mengetahui dan memahami tentang gelar S. Kep dan Ns.

Berbagai pertanyaan sejenis semisal apa saja perbedaan ners dan perawat? Profesi ners adalah profesi dengan bidang kerja bagaimana? Apa itu D3 keperawatan dan bedanya dengan S1 keperawatan? Apa itu perawat ners? Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang tidak jauh dari hal-hal ini.

Apa Perbedaan S1 Keperawatan Dengan Profesi Ners Itu?

Kami akan menjelaskan dengan cara simpel agar mudah dipahami oleh pembaca khususnya orang non-kesehatan. Yuk kita bahas penjelasannya di bawah ini.

S1 Keperawatan

S1 keperawatan adalah pendidikan dengan tingkat sarjana keperawatan. Pendidikan ini dilalui selama 8 semester di fakultas ilmu keprawatan, sekolah tinggi ilmu kesehatan yang memiliki penjurusan ilmu keperawatan, atau lembaga pendidikan sejenis dengan program studi keprawatan.

Bilamana seorang mahasiswa atau mahasiswi memiliki kemampuan menyelesaikan lama studi pendidikan minimal 8 semester maka akan diberi gelar. Gelar yang disandangkan adalah gelar S. Kep (sarjana keprawatan). Gelar ini akan ditempatkan di bagian belakang nama. Contoh Muhammad Henry Hasibuan, S. Kep.

Profesi Ners

Sementara itu, Ners adalah gelar profesi yang biasanya disingkat menjadi Ns. Gelar ini ditaruh pada bagian awal nama. Contoh Ns. Sukiman, S. Kep. Mengapa tetap ada gelar S. Kep di bagian belakang? Oleh karena gelar Ns didapatkan setelah menyelesaikan pendidikan S1 keprawatan.

Program profesi ners ini dilalui selama lebih kurang 2 semester setelah selesai S1 keprawatan. Untuk dapat menyelesaikannya, mahasiswa memiliki kewajiban mengikuti praktek layanan kesehahatan di instansi kesehatan rumah sakit umum dan rumah sakit jiwa, puskesmas, panti jompo, komunitas kesehatan di masyarakat, dan sebagainya.

Sehabis melalui bermacam siklus praktek dalam waktu 2 semester maka mahasiswa/i akan kembali ke instansi pendidikan masing-masing untuk diberikan gelar Ns (dibaca ners). Gelar ini disematkan pada bagian awal nama.

Gelar ini memberikan kesempatan kepada pemilik gelar untuk bekerja menyelenggarakan pelayanan kesehatan di rumah sakit umum dan jiwa, puskesmas, atau praktek perawat mandiri setelah lulus dalam tahapan selanjutnya yaitu ujian kompetensi perawat. Bukti kelulusan ujian kompetensi ini adalah berupa surat tanda registrasi (STR) perawat.

Namun, bilamana seseorang hanya mendapatkan gelar S. Kep saja (dengan catatan sebelumnya tidak pernah lulus dari pendidikan D3 keperawatan atau SPK) tanpa gelar Ns, maka orang tersebut dilarang melakukan praktek layanan kesehatan. Oleh karena, gelar S. Kep saja (tanpa ners atau D3 keprawatan) tidak cukup untuk mendapatkan surat tanda registrasi.

D3 Keperawatan

Ini adalah studi yang berlangsung selama minimal 6 semester. Program studi ini memiliki fokus pembelajaran pada hal-hal yang bersifat praktek lapangan di rumah sakit umum dan jiwa, puskesmas, dan fasilitas kesehatan umum sejenis. Lulusan dari program studi ini akan mendapatkan gelar A.Md.Kep (ahli madya keperawatan) dan boleh bekerja melaksanakan praktek pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas. Syarat dalam praktik layanan kesehatan tetap ada STR.

Apakah Tamatan S1 Keperawatan dan Profesi Ners Bisa Disebut Sebagai Perawat?

Ini berkaitan dengan penjelasan paragraf di atas. Seseorang yang hanya lulus dari S1 keprawatan tanpa melanjutkan pendidikan profesi perawat maka hanya bisa disebut sebagai sarjana keprawatan atau calon perawat. Orang tersebut harus menyelesaikan pendidikan D3 keperawatan atau program ners bila ingin menjadi perawat.

Melalui penjelasan di atas maka kiranya diharapkan pembaca dapat memahami apa perbedaan S1 keperawatan dengan profesi Ners. Mudah-mudahan mendatangkan manfaat buat pembaca sekalian.

Cara Mengobati Kencing Nanah Dengan Bawang Putih, Jitukah?

0
cara mengobati kencing nanah dengan bawang putih
cara mengobati kencing nanah sendiri dengan bawang putih

Cara mengobati kencing nanah dengan bawang putih cukup banyak diyakini orang-orang. Bawang putih memang dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan. Apakah juga bermanfaat pada penyakit kencing nanah ini? Yuk disimak.

Kencing Nanah dan Bawang Putih

Kencing nanah adalah salah satu jenis penyakit infeksi menular seksual. Ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang didapatkan dari aktivitas berhubungan tanpa perlindungan dengan orang yang telah menderita penyakit ini.

Dalam dunia medis, kencing nanah ini mengacu kepada penyakit gonore yang disebabkan oleh kuman Neiseria gonorre. Ini menepis anggapan di masyarakat yang menyamakan penyakit ini dengan penyakit sifilis.

Penyakit ini bisa diderita oleh baik kaum lelaki maupun perempuan. Gejala yang dirasakan kaum pria akan lebih kentara dibandingkan dengan kaum hawa karena berkaitan dengan kondisi dan anatomi sistem reproduksi dan saluran kemih. Biasanya para pria yang menderita penyakit gonore ini akan mengalami keluhan, antara lain:

  • Keluar cairan berwarna putih, kuning, atau pun kehijauan yang biasanya diidentikkan sebagai nanah oleh masyarakat awam (terutama di pagi hari).
  • Nyeri ketika buang air kecil.
  • Peradangan pada buah zakar.
  • Peradangan dan pembengkakan pada lubang muara saluran kemih.

Sementara itu gejala yang bisa dialami pada kaum perempuan adalah:

  • Keputihan dengan warna putih kehijauan yang memiliki bau yang busuk dan dapat disertai rasa gatal. (Bedakan dengan keputihan saat hamil)
  • Nyeri pada perut atau pinggul.
  • Nyeri ketika buang air kecil.

Jadi, Bermanfaatkah Cara Mengobati Kencing Nanah Dengan Bawang Putih?

Konsumsi jenis makanan yang sehat tentu saja merupakan hal yang baik. Bawang putih termasuk di dalam makanan yang sehat dan bisa mendatangkan manfaat kesehatan asal dikonsumsi dalam jumlah dan cara yang sesuai.

Namun, pengobatan penyakit gonore dengan mengonsumsi bawang putih belum mempunyai bukti empiris dan ilmiah. Bawang putih memang bertindak sebagai agen anti-peradangan dan anti-infeksi. Akan tetapi belum ada data yang menunjukkan bukti bahwa peranan ini terjadi pada proses penyakit infeksi kencing nanah ini.

Sebelum adanya bukti ini, maka dunia kedokteran akan menyimpulkan bahwa pengobatan terbaik adalah dengan penggunaan antibiotika. Pemanfaatan antibiotika ini disesuaikan dengan kondisi pasien dan derajat keparahan penyakit. Bila penyakit berat, maka biasanya dokter akan menggunakan antibiotika injeksi dan oral.

Selain pengobatan, pencegahan adalah hal yang paling penting dalam manajemen penyakit gonore. Seseorang dapat kembali terinfeksi bila melakukan hubungan dengan bukan pasangan atau dengan banyak orang tanpa memperhatikan aspek perlindungan. Pencegahan terbaik adalah setia kepada pasangan sah dan tidak sek bebas.

Nah, itu tadi ulasan kami tentang keefektivan tentang cara mengobati gonore sendiri dengan bawang putih. Mudah-mudahan bermanfaat.

Informasi kesehatan lainnya: manfaat madu untuk wajah

Tata Cara Penulisan Gelar D3 Keperawatan

0
cara penulisan gelar D3 keperawatan
Panduan cara penulisan gelar D3 keperawatan

Bagaimana cara penulisan gelar D3 keperawatan (diploma) yang baik dan benar? Banyak yang bertanya masalah ini terutama berkaitan dalam pengisian identitas dan gelar seseorang. Bila Anda termasuk di dalamnya maka silahkan baca dengan seksama penjelasan kami berikut ini.

Panduan Cara Penulisan Gelar D3 Keperawatan (Diploma 3)

Perlu diketahui bahwa D3 keperawatan ini adalah program studi yang bertujuan untuk menghasilkan para perawat yang terampil dan handal. Para lulusan diharapkan mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif di fasilitas pelayanan kesehatan.

Program studi ini biasanya dilalui selama minimal 6 semester dengan jumlah sistem kredit semester 110 sampai 120 SKS. Pembelajaran akan meliputi keilmuan dan praktik layanan kesehatan yang biasanya dilaksanakan di rumah sakit umum dan jiwa, puskesmas, panti jompo, dan fasyankes sejenis.

Antara Gelar AMK dan A.Md.Kep

Setiap orang yang telah menamatkan pendidikan diploma 3 keperawatan atau lulusan suatu akademi keperawatan (Akper) maka berhak menyandang gelar Ahli Madya Keperawatan. Gelar ini akan disandang oleh individu yang tamat sebelum tahun 2000 dan dibubuhkan di belakang nama. Gelar ini biasanya dalam pembubuhan nya disingkat menjadi AMK. Contoh penggunaan pada nama yaitu Wayne Rooney, AMK.

Namun, bagi yang telah lulus setelah tahun 2000 maka penulisan gelar akan sedikit berbeda. Walaupun sama-sama tetap dituliskan di belakang nama, akan tetapi tidak lagi ditulis dengan AMK. Penulisan akan berubah menjadi A.Md.Kep yang bermakna sama yaitu Ahli Madya Keperawatan.

Penyandang gelar ini dapat disebut sebagai perawat. Ini akan membuka kesempatan untuk melakukan praktek layanan kesehatan umum dan asuhan keperawatan di beberapa fasyankes, antara lain rumah sakit umum dan jiwa, puskesmas, praktek dan klinik dokter, atau pun praktik mandiri perawat.

Namun, sebelum melakukan praktek pelayanan kesehatan maka ada beberapa hal yang perlu dipahami. Kepada para perawat diwajibkan atasnya memiliki surat tanda registrasi (STR) yang dikeluarkan oleh organisasi atau lembaga profesi dan surat izin praktek dari dinas perizinan dimana praktik dilaksanakan.

Baca juga: Apa perbedaan S1 keperawatan dengan profesi ners?

Nah, itu tadi rincian dan penjelasan kami tentang tata cara penulisan gelar D3 keperawatan yang baik dan benar. Mudah-mudahan dapat dipahami dan bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Efek Samping Obat Omeprazole

0
efek samping obat omeprazole
Dampak dan efek samping penggunaan obat omeprazole

Efek samping obat omeprazole – DrZuhdy.com. Omeprazole adalah obat yang cukup umum digunakan pada pasien-pasien dengan permasalahan pada asam lambung. Obat ini dirasakan sangat bermanfaat. Namun, ada beberapa kemungkinan efek samping dari obat yang mungkin timbul.

Dampak dan Efek Samping Obat Omeprazole

Di bawah ini adalah rincian beberapa dampak dan efek yang berkemungkinan muncul bila mengkonsumsi obat ini. Penting diingat bahwa gejala di bawah ini bukan mutlak muncul. Hingga saat ini laporan dampak yang tidak diinginkan dari penggunaan obat ini masih rendah.

Silahkan berkonsultasi dengan dokter keluarga Anda bilamana mengalami gejala di bawah ini dengan derajat yang berat. Gejala tersebut antara lain:

  • Konstipasi
  • Kembung
  • Diare
  • Muntah
  • Nyeri pada kepala.

Beberapa gejala dan keluhan di atas bisa berlangsung buruk dan serius. Jikalau Anda mengalami keluahan di bawah ini maka dianjurkan menghubungi layanan kegawatdaruratan.

  • Ruam-ruam pada kulit
  • Urtikaria atau kaligata atau biduran
  • Gatal-gatal pada sebagian atau seluruh badan
  • Pembengkakan pada wajah, tenggorokan, lidah, bibr, mata, tangan, tungkai, atau kaki
  • Kesulitan dalam bernafas atau proses menelan
  • Suara menjadi serak
  • Detak jantung berubah menjadi tidak teratur, cepat, dan dirasakan berdebar-debar.
  • Keletihan yang sangat
  • Pusing
  • Nyeri kepala ringan
  • Spasme pada otot, kram, atau kelemahan
  • Mudah gelisah
  • Getaran tubuh yang tidak bisa dikendalikan
  • Kejang
  • Diare berat dengan konsistensi tinja berait atau demam yang tidak mudah turun
  • Bertambah buruknya nyeri pada sendi-sendi
  • Ruam pada pipi atau lengan yang merupakan akibat terlalu sensitif pada cahaya matahari
  • Berkurangnya volume urin
  • Terdapat darah di dalam cairan urin

Dampak Yang Tidak Diinginkan Lainnya

Individu yang memakai obat omeprazole (atau golongan penghambat pompa proton lainnya) mempunyai kecenderungan mengalami patah tulang pergelangan tangan, pinggul, atau tulang belakang daripada pasien yang tidak menggunakan salah satu obat ini.

Pasien yang memakai obat golongan penghambat pompa proton ini juga bisa mengalami fundic gland polys (sejenis pertumbuhan pada lapisan perut). Risiko-risiko ini berkemungkinan paling tinggi terjadi pada orang yang memakai dosis tinggi dari salah satu obat ini atau meminumnya selama satu tahun atau lebih. Oleh sebab itu, pemakaian obat ini harus berdasarkan rekomendasi dari dokter.

Nah, itu tadi penjelasan tentang efek samping omeprazole. Silahkan diskusikan dengan dokter Anda tentang penggunaan obat ini disesuaikan dengan penyakit dan kondisi Anda saat ini. Tidak dianjurkan untuk meminum obat secara sembarangan.

Baca juga: interaksi obat omeprazole dengan obat lainnya

Askep Hipertensi Pada Lansia Dan Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Hipertensi

0
Askep keluarga dengan hipertensi
Contoh askep keluarga dengan hipertensi

Askep hipertensi pada lansia dan asuhan keperawatan keluarga dengan hipertensiDrZuhdy.com. Ini adalah tulisan contoh askep gerontik hipertensi. Mudah-mudahan tulisan askep keluarga dengan hipertensi ini bisa menjadi bahan rujukan para mahasiswa keperawatan dan ners sekalian.

Asuhan Keperawatan Hipertensi (Askep Hipertensi Pada Lansia)

1. Pengkajian Keluarga

a. Data Umum

  1. Nama kepala keluarga: Tn. A
  2. Usia: 65 tahun
  3. Pendidikan: Tamat SLTP
  4. Pekerjaan: Buruh tukang parkir
  5. Alamat: Medan
  6. Komposisi Keluarga:
NoNamaJenis KelaminHubunganUsiaPendidikan
1Ny. CPerempuanAnak34 tahunTamat SMK
2Tn. BLaki-lakiMenantu40 tahunTamat SMK
3An. DLaki-lakiCucu11 tahunSD
  1. Genogram
Gambar genogram askep hipertensi
genogram askep hipertensi
  1. Tipe keluarga
    • Tipe extended family dimana satu keluarga meliputi bapak, anak, menantu, dan cucu.
  2. Suku bangsa
    • Keluarga klien berasal dari suku Batak dimana memiliki kebudayaan yang tidak berseberangan dengan masalah kesehatan. Bahasa yang dipergunakan dalam keseharian adalah bahasa Batak dan Indonesia.
  3. Agama
    • Tn A memiliki agama Kristen dan anak, menantu, serta cucu juga beragama yang sama. Setiap hari minggu Tn. A pergi beribadah ke gereja.
  4. Status sosial ekonomi keluarga
    • Sumber pendapatan keluarga berasal dari jasa bekerja Tn. A sebagai buruh tukang parkir. Selain itu, pendapat juga berasal dari anak Tn. A yang berjualan di warung.
    • Penghasilan: Buruh tukang parkir Rp. 1.000.000,- ditambah Berjualan di warung Rp. 1.500.000,- sehingga Total: Rp. 2.500.000,-
    • Kebutuhan keluarga: Makanan Rp. 350.000,- ditambah Listrik dan air Rp. 150.000,- ditambah Lain-lain Rp. 300.000,- sehingga Total Rp. 800.000,-
    • Barang-barang yang telah dimiliki adalah kipas angin, televisi, sepeda, 2 buah lemari, dan 1 set kursi tamu.
  5. Aktivitas rekreasi keluarga
    • Keluarga ini mengisi kekosongan waktu dengan menonton televisi di rumah. Rekreasi di luar rumah sangat jarang sekali dilaksanakan.

b. Riwayat dan Tahapan Perkembangan Keluarga

  1. Tahapan perkembangan saat ini
    • Tahap perkembangan keluarga Tn A adalah tahapan ke-8 keluarga usia lanjut.
  2. Tahapan perkembangan keluarga yang belum dipenuhi
    • Tahap perkembangan keluarga Tn. A adalah tahap VIII keluarga usia lanjut.
  3. Riwayat keluarga inti
    • Tn. A adalah kepala keluarga yang jarang sekali menderita sakit. Tn. A menderita penyakit hipertensi sejak 10 tahun yang lalu. Saat ini disiplin kontrol ke puskesmas sebanyak 1 bulan sekali untuk memeriksa tekanan darah dan mengambil obat. Tn. A tidak memiliki permasalahan dalam hal istirahat, makan, maupun keperluan dasar lainnya saat dilakukan pengkajian. Pengkajian saat ini:
      • Tekanan darah: 150/80 mmHg
      • Frekuensi nadi: 90 kali/ menit
      • Frekuensi nafas: 20 kali/ menit
      • Suhu tubuh: 37 derajat celsius
      • Berat badan: 55 kg
      • Tinggi badan 160 cm
    • Tn. B juga jarang menderita sakit. Saat ini tidak memiliki permasalahan kesehatan yang bersifat serius, tidak ada permasalahan dalam hal istirahat, makan, atau pun kebutuhan dasar lainnya. Tn. B tidak memiliki riwayat keturunan menderita penyakit hipertensi. Tn. B memiliki kebiasaan merokok sejak 20 tahun yang lalu.
    • Ny. C sangat jarang menderita sakit. Saat ini Ny. C tidak ada masalah dalam hal istirahat, makan, dan keperluan bersifat dasar yang lain.
    • An. D juga jarang menderita penyakit. Saat ini imunisasi sudah lengkap.
  4. Riwayat Keluarga Sebelumnya
    • Keluarga Tn. A tidak ada yang menderita penyakit hipertensi, baik itu keluarga pihak Bapak maupun Ibu.

c. Lingkungan

  1. Karakteristik rumah
    • Rumah mempunyai sirkulasi udara yang baik. Sistem sanitasi dan penerangan ruangan juga baik.
  2. Karakteristik Tetangga dan Komunitas Rukun Warga
    • Hubungan antara tetangga bersifat saling mendukung dan membantu. Bilamana ada tetangga yang sedang membangun rumah maka dilaksanakan secara gotong royong.
  3. Mobilitas Geografis keluarga
    • Keluarga Tn. A adalah orang asli Medan, tidak pernah transmigrasi ataupun imigrasi
  4. Perkumpulan keluarga interaksi dengan masyarakat
    • Tn. A bekerja mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB.
  5. Sistem Pendukung Keluarga
    • Keluarga berjumlah 4 orang. Tn. A datang ke puskesmas seorang diri.

d. Struktur Keluarga

  1. Pola komunikasi keluarga
    • Anggota keluarga memakai bahasa Batak dan Indonesia dalam keseharian. Informasi kesehatan didapatkan dari petugas puskesmas terdekat dan melalui media elektronik seperti televisi.
  2. Struktur Kekuatan Keluarga
    • Tn. A mengalami penyakit hipertensi, sementara anggota keluarga lainnya dalam keadaan sehat.
  3. Struktur Peran (formal dan informal)
    • Formal: Tn. A sebagai kepala keluarga, Ny. C sebagai anak kandung, Tn. B sebagai menantu, dan An. D adalah cucu.
    • Informal: Tn. A dibantu oleh anaknya dalam pencarian nafkah.
  4. Nilai dan norma keluarga
    1. Keluarga mempercayai bahwasanya hidup telah ada yang mengatur, demikian pula halnya dalam masalah kesehatan. Setiap penyakit ada obatnya asalkan rajin dan disiplin dalam mengikuti proses pengobatan. Bilamana ada anggota keluarga yang sakit maka segera dibawa ke rumah sakit atau puskesmas terdekat.

d. Fungsi Keluarga

  1. Keluarga afektif
    • Hubungan antar keluarga baik dan saling mendukung. Bila ada anggota keluarga yang sakit maka segera dibawakan ke tenaga kesehatan atau puskesmas terdekat.
  2. Fungsi sosial
    • Keluarga sering berkumpul di rumah setiap harinya dan membina hubungan yang baik. Seluruh anggota keluarga taat terhadap norma-normak kebaikan.
  3. Fungsi perawatan keluarga
    • Penyediaan makanan dengan cara dimasak yang terdiri atas komposisi nasi, lauk pauk, sayur-sayuran. Frekuensi makan sebanyak 3 kali sehari. Bilamana ada anggota keluarga yang menderita sakit maka anggota lainnya mengantarkan ke puskesmas atau tenaga kesehatan.
  4. Fungsi reproduksi
    • Tn. A telah tidak berhubungan seksual lagi. Hal ini dikarenakan faktor usia dan istri yang telah tiada.
  5. Fungsi ekonomi
    • Secara umum keluarga bisa mencukupi kebutuhan makanan, pakaian, dan biaya berobat.

f. Stress dan Koping Keluarga

  1. Stresor jangka pendek dan panjang
    • Stresor jangka pendek: Tn. A seringkali merasakan pusing
    • Stresor jangka panjang: Tn. A merasa cemas dan khawatir dengan tekanan darah yang tinggi.
  2. Kemampuan keluarga dalam memberikan respon terhadap keadaan dan stresor keluarga yaitu selalu memeriksakan anggota keluarga yang sakit ke puskesmas atau tenaga kesehatan terdekat.
  3. Strategi koping yang dipakai: Anggota keluarga selalu melakukan musyawarah untuk jalan penyelesaian masalah yang ada.
  4. Strategi adaptasi fungsional: Tn. A bila sedang mengalami pusing atau sakit kepala selalu menghilangkannya dengan tidur atau beristirahat.

g. Pemeriksaan fisik

  • Tekanan darah: 150/80 mmHg
  • Frekuensi nadi: 90 kali/ menit
  • Frekuensi nafas: 20 kali/ menit
  • Suhu tuhuh: 37 derajat celsius
  • Berat badan: 55 kg
  • Tinggi badan 160 cm
  • Pemeriksaan laboratorium (kolesterol): 200 mg/dL
  • Kepala: simetris, rambut bersih berwarna putih, wajah tidak pucat.
  • Mata: konjungtiva merah muda, sklera putih dan terdapat gambaran pembuluh darah.
  • Hidung: lubang hidung normal simetris, pernafasan vesikuler.
  • Mulut: bibir tidak kering dan tidak ada stomatitis.
  • Telinga: Kualitas pendengaran dalam batas normal. Tidak ada cairan yang keluar dari liang telinga.
  • Leher: tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, limfe, dan pembuluh vena jugularis.
  • Dada: Terlihat simetris, tidak ada tarikan interkosta, fremitus pada dada kanan dan kiri sama, suara sonor di semua lapangan paru, sura jantung pekak, suara nafas vesikuler.
  • Perut: simetris, tidak ada benjolan, suara timpani, tidak ditemukan nyeri tekan.
  • Ektremitas: tidak ada edema, masih bisa melakukan gerak aktif.
  • Eliminasi: frekuensi buang air besar 1 kali sehari, frekuensi buang air kecil 4 sampai 5 kali sehari.

h. Harapan Keluarga

  1. Harapan yang diinginkan keluarga
    • Keluarga berharap pada tenaga kesehatan untuk selalu melakukan peningkatan mutu dan layanan kesehatan yang berkaitan dengan permasalahan Tn. A.

2. Analisis Data

NoData SubjektifPermasalahanPenyebab
1Keluarga menyatakan bahwa tidak terlalu mengerti tentang cara merawat.Manajemen kesehatan keluarga yang berjalan tidak efektifTidak mampunya keluarga untuk merawat dan mengenali permasalahan anggota   keluarga yang menderita hipertensi.
Keluarga menyatakan baha Tn. A sama dengan anggota keluarga lainnya.
Pola tidur Tn. A kurang dan tidak sesuai dengan kebutuhan tidur
Tn. A merasakan khawatir terhadap nilai tekanan darah dan kemungkinan   stroke yang akan terjadi
Keluarga tidak memahami cara mengenali permasalahan pada Tn. A yang   merasa cemas dengan nilai tekanan darah nya yang tinggi.
DO
Keluarga terlihat bingung dengan penyakit yang dialami oleh Tn. A
TD: 150/ 80 mmHg
Frekuensi nadi 90 x permenit
Frekuensi nafas 20 x permenit

3. Diagnosis Keperawatan

Manajemen kesehatan keluarga yang tidak efektif yang berkaitan dengan ketidakmampuan keluarga dalam melakukan perawatan dalam pengenalan masalah anggota keluarga dengan hipertensi.

a. Diagnosis Keperawatan

Manajemen kesehatan keluarga yang tidak efektif yang berkaitan dengan ketidakmampuan keluarga dalam melakukan perawatan dalam pengenalan masalah anggota keluarga dengan hipertensi.

b. Prioritas Masalah

Manajemen kesehatan keluarga yang tidak efektif berkaitan dengan ketidakmampuan mengenali dan merawat permasalahan anggota keluarga dengan penyakit hipertensi. Tabel Skoring Data di bawah ini.

NoKriteriaSkorBobotNilaiPembenaran
1Sifat dan keadaan masalah313/3 x 1 = 1Rasa takut mengakibatkan kenaikan tekanan darah yang justru memperparah   kondisi penyakit
2Kemungkinan masalah bisa diubah sebahagian121/2 x 2 = 1Memberikan penjelasan untuk mengurangi rasa takut dengat tepat
3Pencegahan potensi masalah bernilai cukup212/3 x 1 = 0,6Menjelaskan untuk menurunkan rasa takut
4Menonjolnya permasalahan yang tidak perlu ditatalaksana111/2 x 1 = 0,6Pihak keluarga sadar akan pentingnya kepatuhan terhadap pola makan   sekaligus bisa menekan rasa cemas dan khawatir
Jumlah3,1

4. Perencanaan Keperawatan (Askep Hipertensi Pada Lansia)

Diagnosis   Keperawatan KeluargaTujuanIntervensiRasional
Manajemen kesehatan keluarga tidak   efektif berkaitan dengan tidak mampu nya keluarga dalam merawat dan mengenali   masalah anggota keluarga dengan hipertensiSetelah dilaksanakan kunjungan rumah sebanyak 3 kali maka diharapkan   keluarga bisa menyediakan perawatan pada Tn. A dengan hasil: 1. Ada upaya   untuk tidur sesuai dengan keperluan. 2. Memeriksakan diri secara teratur ke   pusat layanan kesehatan. 3. Tn. A menyatakan bahwa sudah tidak cemas dan   khawatir lagi. 4. Wajah Tn. A terlihat rileks1. Memberikan penjelasan kepada keluarga mengenai pola diet yang cocok   untuk penderita hipertensi, antara lain diet rendah garam, lemak, dan   kolesterol1. Asupan garam yang tinggi bisa menimbukan gangguan keseimbangan natrium   di dalam tubuh. Kadar natrium yang meningkat akan menimbulkan retensi   natrium. Hal ini akan menyebabkan retensi air sehingga meningkatkan tekanan   aliran darah terhadap pembuluh darah.
2. Menganjurkan keluarga untuk menerapkan pola makanan yang cocok dengan   penderita hipertensi2. Mengelola hipertensi dengan komprehensif, tidak hanya mengandalkan   strategi kuratif.
3. Menyarankan kepada keluarga untuk mengatur jadwal tidur Tn. ATekanan darah secara alami bisa naik dan turun di sepanjang hari. Tekanan   darah memiliki kecendrungan naik di siang hari dan menurun di malam hari.
4. Menyarankan kepada keluarga untuk membawa Tn. A kontrol kesehatan   rutin4. Bayak sekali risiko berbahaya yang berkemungkinan muncul akibat   hipertensi. Langkah pencegahan tentunya akan lebih baik dengan cara rutin   melakukan pemeriksaan tekanan darah.
5. Memberikan pengajaran dan latihan senam hipertensi kepda keluarga5. Latihan dan olahraga pada kelompok lansia bisa mencegah atau   mengurangi progres kehilangan fungsi tubuh. Latihan yang disiplin dan teratur   bisa juga menekan morbiditas dan mortalitas akibat penyakit hipertensi.

5. Catatan Perkembangan

Di bawah ini adalah catatan perkembangan selama 2 hari dalam prosedural askep hipertensi pada lansia.

NoDiagnosa KeperawatanImplementasiCatatan Perkembangan
1Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif yang berkaitan dengan tidak   mampu nya keluarga merawat dan mengenali masalah anggota keluarga dengan   penyakit hipertensiSenin, 6 Juli 2020; Pukul 08.00 WIB
1. Memberikan anjuran kepada keluarga agar memeriksakan Tn. A ke   puskesmas secara teratur setiap minggu. Selain itu, juga harus minum obat   dengan disiplin.S: Keluarga menyatakan telah paham tentang cara merawat penderita   hipertensi yaitu peduli tentang pola diet, tidur, dan evaluasi rutin tekanan   darah
2. Menjelaskan kepada keluarga mengenai pola diet yang cocok untuk Tn. A   dengan penyakitnya yaitu rendah garam, lemak, dan kolesterol.O: Keluaga bisa menyatakan kembali cara merawat penderita penyakit   tekanan darah tinggi. Makanan yang disediakan untuk Tn. A di rumah telah   sesuai dengan pola diet hipertensi.
3. Menyarankan kepada keluarga untuk menerapkan pola tidur yang sehatA: Tujuan berhasil sebahagian
P: Melanjutkan usaha intervensi
2Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif yang berkaitan dengan tidak   mampu nya keluarga merawat dan mengenali masalah anggota keluarga dengan   penyakit hipertensiSelasa, 7 Juli 2020; Pukul 10.00 WIB
1. Menyarankan kepada keluarga agar mendukung Tn. A minum obat dan   berobat rutin ke puskesmas.S: Keluarga sudah menyediakan secara khusus menu makanan Tn. A
2. Menjelaskan kepada keluarga tentang pentingnya pola diet untuk   penderita hipertensi.O: Tn. A tidak terlalu cemas dan khawatir tentang nilai tekanan darahnya.   Makanan yang disantap Tn. A adalah nasi, sayur asam, tahu, dan tempe. Wajah   Tn. A kelihatan lebih rileks.
3. Memberikan nasehat kepada keluarga tentang pola tidur yang baik   menurut kesehatan.A: Tujuan terlaksana sebahagian
P: Lanjutkan kegiatan intervensi

Nah, itu tadi contoh askep hipertensi pada lansia. Semoga mendatangkan manfaat bagi para pembaca sekalian.

Informasi kesehatan lainnya: tabel tekanan darah normal berdasarkan usia

  • Sumber:
    • askep gerontik hipertensi/ askep hipertensi pada lansia
    • askep hipertensi nic noc
    • askep keluarga dengan hipertensi

Interaksi Obat Omeprazole Dengan Obat Lain

0
Interaksi obat omeprazole
Interaksi obat omeprazole dengan obat lainnya

Postingan ini akan membahas tentang interaksi obat omeprazole bila digunakan bersamaan dengan obat lainnya. Jenis interaksi akan dikelompokkan menjadi 4 macam, yaitu: kontraindikasi, berkemungkinan menimbulkan keadaan serius, harus dimonitor dengan ketat, dan interaksi minor.

Informasi terkait: Mekanisme cara kerja obat omeprazole

Kelompok Obat Yang Menimbulkan Interaksi Obat Omeprazole

1. Kontraindikasi

Ada 3 jenis obat yang dikategorikan untuk tidak dipakai bersamaan dengan omeprazole. Obat tersebut antara lain:

  • Erlonitib (obat yang digunakan dalam pengobatan kanker paru-paru)
    • Omeprazole akan mengurangi kadar erlonitib. Omeprazole akan mengubah kadar pH saluran pencernaan bagian atas sehingga akan mengurangi bioavailabilitas erlonitib.
  • Nelvinavir (obat penghambat enzim protease / protease inhibitor)
    • Omeprazole akan mengurangi kadar nelfinavir dengan mekanisme yang belum diketahui secara spesifik.
    • Dimungkinkan pada mekanisme inhibisi enzim CYP2C19 yang mengubah nelfinavir menjadi metabolit aktif M8. Selain itu, menurunnya kadar keasaman lambung dan saluran cerna atas akan mengurangi absorpsi nelfinavir.
    • Penggunan obat secara bersamaan akan mengurangi kemampuan antivirus nelfinavir dan akan meningkatkan risiko resistensi virus.
  • Rilpivirine (antivirus yang baru-baru ini disetujui sebagai obat HIV)
    • Omeprazole akan mengurangi tingkat pH lambung (menjadi lebih basa) sehingga menurunkan kadar rilpivirine.

2. Interaksi Bersifat Serius

daftar obat-obat di bawah ini akan memiliki kemungkinan menimbulkan dampak serius bilamana digunakan bersamaan dengan obat omeprazole. Untuk itu disarankan untuk menggunakan obat lainnya. Obat tersebut antara lain:

  • acalabrutinib
  • apalutamide
  • atazanavir
  • carbamazepine
  • ceritinib
  • cilostazol
  • clopidogrel
  • dacomitinib
  • dasatinib
  • digoxin
  • duloxetine
  • erdafitinib
  • fedratinib
  • fluvoxamine
  • idelalisib
  • indinavir
  • isoniazid
  • itraconazole
  • ivosidenib
  • ketoconazole
  • mesalamine
  • neratinib
  • nilotinib
  • nisoldipine
  • pazopanib
  • pexidartinib
  • ponatinib
  • secretin
  • siponimod
  • sofosbuvir/ velpatasvir
  • tucatinib
  • voxelotor

3. Penggunaan Harus Dimonitor

Kelompok obat di bawah ini diperbolehkan untuk dipergunakan bersamaan dengan omeprazole. Namun, dokter harus memonitor keadaan pasien selama penggunaan. Obat-obat tersebut antara lain:

  • amobarbital
  • ampicillin
  • armodafinil
  • avapritinib
  • axitinib
  • bendamustine
  • bortezomib
  • bosutinib
  • budesonide
  • butabarbital
  • butalbital
  • cannabidiol
  • carbonyl iron
  • cefpodoxime
  • cefuroxime
  • cenobamate
  • ciprofloxacin
  • citalopram
  • clobazam
  • clozapine
  • crizotinib
  • cyclosporine
  • dabrafenib
  • dextroamphetamine
  • diazepam intranasal
  • dichlorphenamide
  • digoxin
  • efavirenz
  • elagolix
  • eltrombopag
  • eluxadoline
  • encorafenib
  • escitalopram
  • eslicarbazepine acetate
  • etravirine
  • fedratinib
  • ferric gluconate
  • ferric maltol
  • ferrous fumarate
  • ferrous gluconate
  • ferrous sulfate
  • flibanserin
  • fluconazole
  • fosamprenavir
  • fosphenytoin
  • gefitinib
  • glyburide
  • iloperidone
  • imipramine
  • iron dextran complex
  • iron sucrose
  • istradefylline
  • ledipasvir/sofosbuvir
  • lemborexant
  • letermovir
  • lomitapide
  • losartan
  • lumacaftor/ivacaftor
  • methotrexate
  • methylphenidate
  • midazolam intranasal
  • modafinil
  • mycophenolate
  • nateglinide
  • ombitasvir/paritaprevir/ritonavir & dasabuvir
  • oxcarbazepine
  • pentobarbital
  • phenobarbital
  • phenytoin
  • polysaccharide iron
  • posaconazole
  • primidone
  • rifampin
  • riociguat
  • roflumilast
  • rose hips
  • secobarbital
  • St John’s Wort
  • stiripentol
  • tacrolimus
  • tamoxifen
  • tazemetostat
  • tinidazole
  • tofacitinib
  • triclabendazole
  • vismodegib
  • voriconazole
  • warfarin

4. Interaksi Menimbulkan Risiko Kesehatan Ringan

Obat-obat di bawah ini memiliki kemungkinan menimbulkan interaksi bersifat ringan bila dipakai bersamaan dengan obat omeprazole. Obat tersebut antara lain:

  • alosetron
  • alprazolam
  • ambrisentan
  • bismuth subsalicylate
  • blessed thistle
  • bosentan
  • carbamazepine
  • carvedilol
  • chloramphenicol
  • chlordiazepoxide
  • clomipramine
  • clonazepam
  • clorazepate
  • cyanocobalamin
  • cyclosporine
  • darifenacin
  • devil’s claw
  • dexamethasone
  • diazepam
  • dronedarone
  • elvitegravir/cobicistat/emtricitabine/tenofovir DF
  • eslicarbazepine acetate
  • estazolam
  • etravirine
  • ferric carboxymaltose
  • fluoxetine
  • flurazepam
  • fluvastatin
  • glipizide
  • ibuprofen IV
  • levothyroxine
  • lidocaine
  • liothyronine
  • liotrix
  • lisdexamfetamine
  • lorazepam
  • methamphetamine
  • mexiletine
  • midazolam
  • mitotane
  • olanzapine
  • ospemifene
  • phytoestrogens
  • quazepam
  • ribociclib
  • riluzole
  • ruxolitinib
  • sulfamethoxazole
  • theophylline
  • thyroid desiccated
  • tizanidine
  • tolbutamide
  • triazolam
  • voriconazole
  • warfarin

Nah, itu tadi 4 jenis interaksi obat omeprazole bila digunakan bersamaan dengan jenis obat lainnya. Mudah-mudahan bermanfaat.

Baca juga: Efektifkah kombinasi ranitidin dan omeprazole?

Bagaimana Mekanisme Cara Kerja Obat Omeprazole

0
mekanisme cara kerja obat omeprazole
Bagaimana mekanisme cara kerja obat omeprazole?

Artikel ini akan menjelaskan tentang bagaimana mekanisme cara kerja obat omeprazole. Selain itu, akan dijelaskan tentang farmakologi obat. Artikel ini dikhususkan untuk tenaga medis, akan tetapi dapat dibaca oleh orang awam untuk pengetahuan dan bahan perbandingan. Yuk disimak di bawah ini.

Mekanisme Cara Kerja Obat Omeprazole

Seperti dijelaskan pada tulisan tentang omeprazole bahwasanya obat ini tergolong kepada jenis obat PPI (proton pump inhibitor). Ini berarti obat ini akan menghambat kinerja pompa proton. Maksudnya adalah obat ini akan mengikan ion H+ atau K+ sehingga mengubah enzim ATPase (pompa proton) di sel-sel parietal lambung.

Perubahan ini akan menekan proses produksi asam lambung. Produksi asam lambung yang ditekan itu adalah sekresi basal dan sekresi akibat stimulan. Tentunya ini akan mengurangi jumlah asam di dalam lambung.

Absorpsi

  • Bioavaibilitas obat sekitar 30 hingga 40%.
  • Onset antisekresi akan dirasakan dalam waktu 1 jam.
  • Durasi obat bertahan hingga 73 jam.
  • Jumah obat di plasma akan mencapai puncak pada 0,5 hingga 3,5 jam setelah minum obat.
  • Respon puncak: inisial 2 jam dan puncak 5 hari.

Distribusi

  • Obat akan berikatan dengan protein mendekati 95 sampai 96%.
  • Volume distribusi sebanyak 0,39 L/ kgBB

Metbolisme

  • Secara luas, obat akan dimetabolisme oleh enzim hepatik CYP2C19.
  • Oleh sebab itu, proses metabolisme akan melambat pada pasien dengan defisiensi enzim hepatik CYP2C19.
  • Perbandingannya, orang tanpa kekurangan enzim tersebut akan memiliki jumlah obat di dalam plasma 5 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan orang dengan defisiensi enzim tersebut.
  • Metabolit (hasil metabolisme atau pun zat intermediet): Hidroksiomeprazol, omeprazol sulfon, omeprazol sulfida (tidak aktif).

Eliminasi

  • Waktu paruh omeraprazole adalah 0,5 sampi 1 jam.
  • Waktu paruh meningkat hingga 3 jam pada pasien dengan gangguan fungsi hati.
  • Obat ini tidak terdialisis.
  • Total pembersihan oleh tubuh sebanyak 500 sampai 600 mL tiap menit.
  • Metabolit obat akan dikeluarkan dari urin (77%), feses (16 sampai 19%), dan sisanya dari empedu.

Nah, itu tadi penjelasan informasi obat tentang bagaimana mekanisme cara kerja obat omeprazole berikut juga dengan farmakologinya. Mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Info terkait: penggunaan obat omeprazole pada wanita hamil dan menyusui