12 Indikator Keluarga Sehat Kemenkes

0
473
12-indikator-keluarga-sehat
Ilustrasi gambaran keluarga sehat

Mengukur derajat kesehatan pada tingkat keluarga membutuhkan indikator perilaku hidup sehat pada keluarga. Penilaian dapat dilakukan menggunakan 12 indikator keluarga sehat Kemenkes. Ini dapat dijadikan acuan untuk menilai apakah sebuah keluarga dikategorikan sehat atau tidak.

Daftar 12 Indikator Keluarga Sehat dari Kemenkes

Kementrian Kesehatan telah mengeluarkan 12 poin penting yang harus dicapai dan diraih oleh sebuah keluarga yang sehat. Keduabelas indikator ini dinilai secara keseluruhan sehingga dapat diketahui bagaimana nilai indeks keluarga tersebut.

Adapun keduabelas indikator tersebut adalah:

1. Ikut Program Keluarga Berencana (KB)

Program Keluarga Berencana dari BKKBN

Apa Itu Keluarga Berencana?

Keluarga yang sehat adalah keluarga yang mengikuti program keluarga berencana. Pengertian keluarga berencana adalah suatu usaha untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera (berdasarkan UU No 10 tahun 1992 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera).

Apa Tujuan Keluarga Berencana?

Tujuan keluarga berencana adalah untuk peningkatan kesejahteraan ibu, anak dalam perwujudan NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera). Ini menjadi dasar perwujudan masyarakat yang sejahtera dalam pengendalian kelahiran dan penjaminan pengendalian pertambahan jumlah penduduk.

Apa Saja Manfaat Ikut Ber-KB?

Perlu dipahami bahwa biaya ber-KB merupakan tanggungan JKN-KIS (BPJS). Selain itu, ikut melaksanakan KB akan memperoleh kegunaan seperti di bawah ini:

  • Pengaturan jarak kehamilan,
  • Peningkatan asupan ASI dan menjamin pola asuh yang baik untuk anak,
  • Mencegah kehamilan yang tidak direncanakan,
  • Penurunan angka kematian ibu dan bayi,
  • Peningkatan kesehatan ibu dan anak, dan
  • Peningkatan kesejahteraan keluarga.

Untuk itu dianjurkan:

  • Pasangan usia subur (PUS) menggunakan metode dan jenis KB yang sesuai, dan
  • Ibu bersalin diharapkan memakai KB setelah proses melahirkan.

2. Ibu Menjalani Proses Persalinan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Proses persalinan di fasyankes didukung peralatan medis yang tepat.

Keluarga yang dikatakan sehat adalah keluarga yang ibu hamil nya melakukan proses persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan. Pemerintah menganjurkan untuk tidak melahirkan dengan dukun-dukun kampung di rumah masing-masing.

Apa saja manfaat melakukan proses persalinan di fasyankes?

  • Bayi dan ibu ditangani oleh tenaga kesehatan yang sesuai bidangnya baik kasus ibu hamil melahirkan normal atau partus dengan penyulit.
  • Ibu dan bayi bisa memperoleh tatalaksana segera bila terjadi komplikasi selama dan setelah proses persalinan karena didukung oleh ketersediaan alat medis di fasyankes (puskesmas). Bila persalinan normal tidak bisa dilaksanakan maka ibu hamil dapat dirujuk sesuai dengan indikasi dan tepat waktu.
  • Ibu bisa langsung memperoleh layanan KB setelah bersalin.
  • Bayi mendapatkan inisiasi menyusui dini (IMD) dengan arahan tenaga kesehatan yang kompeten.
  • Pembiayaan persalinan dapat menjadi tanggungan JKN-KIS atau Jampersal.
  • Bayi memperoleh perawatan medis yang sesuai, semisal imunisasi.

3. Bayi Memperoleh Imunisasi Dasar Lengkap

Pemberian suntikan imunisasi kepada bayi

Keluarga yang berciri sehat adalah keluarga yang anggota keluarganya mengikuti program imunisasi dasar. Imunisasi dasar ini bisa diperoleh di posyandu, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), praktek dokter, praktek bidan, atau pun rumah sakit.

Apa itu Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi?

Imunisasi dasar lengkap adalah pemberian 5 vaksin imunisasi yang disesuaikan dengan jadwal yang diperuntukkan bagi bayi berusia di bawah 1 tahun.

Apa saja jenis imunisasi dasar lengkap yang bisa didapatkan bayi?

  • Imunisasi BCG untuk pencegahan penyakit tuberkulosis (TBC).
  • Imunisasi polio untuk mencegah timbulnya penyakit polio.
  • Imuniasai DPT berfungsi dalam pencegahan penyakit difteri, tetanus, dan batuk rejan.
  • Imusisasi HB berperan dalam mencegah terjadinya penyakit hepatitis B (sakit kuning).
  • Imunisasi campak untu pencegahan penyakit campak, dan
  • Imunisasi HIB sebagai upaya pencegahan penyakit meningitis atau radang pada selaput otak, radang pada telinga serta pneumonia.

Jadwal Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi

  • Umur bayi 0-24 jam : hepatitis B0 (setelah diberikan suntikan vitamin K1).
  • Usia bayi 1 bulan : BCG-Polio 1.
  • Umur bayi 2 bulan : DPT-HB-Hib 1, Polio 2.
  • Usia bayi 3 bulan : DPT-HB-Hib2 , Polio 3.
  • Umur bayi 4 bulan : DPT-HB-Hib3, Polio 4, IPV.
  • Usia bayi 9 bulan : campak/ MR.

4. Bayi Mendapatkan ASI Eksklusif

Ilustrasi ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayinya

Salah satu ciri keluarga sehat adalah bila ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayinya yang berumur di bawah 6 bulan.

Apa Itu ASI Eksklusif?

Pemberian ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja dalam waktu 6 bulan pertama tanpa diiringi pemberian makanan atau minuman tambahan yang lain. Setelah bayi berusia lebih dari 6 bulan barulah diperbolehkan pemberian makanan pendamping ASI dengan tetap melanjutkan pemberian ASI hingga usia 2 tahun.

Apa Saja Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi?

  • Merupakan sumber makanan yang paling baik bagi bayi hingga umur 6 bulan.
  • Bayi menjadi lebih imun dan tidak gampang sakit.
  • Sarana peningkatan kasih sayang antara ibu dan bayi.
  • Mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

Apa Saja Kegunaan ASI Bagi Ibu?

  • Menurunkan risiko terjadinya penyakit kanker payudara.
  • Mengurangi risiko terjadinya perdarahan sehabis proses persalinan.
  • Meningkatkan proses pemulihan kandungan.
  • Membantu menurunkan berat badan setelah proses persalinan.
  • Penundaan kehamilan.

5. Penimbangan Balita Setiap Bulan

Penimbangan dilakukan pada bayi mulai dari lahir hingga usia 5 tahun setiap bulannya. Biasanya penimbangan ini dilaksanaka di posyandu balita.

Apa manfaat menimbang balita tiap bulan?

  • Untuk mengetahui status pertumbuhan balita.
  • Sebagai upaya deteksi dini adanya masalah pertumbuhan balita.
  • Ibu memperoleh penyuluhan gizi pertumbuhan balita.

Dianjurkan konsultasi keadaan balita ke fasyankes bilamana berat badan di bawah garis merah, berat badan tidak mengalami kenaikan, dan balita menderita sakit demam/ batuk/ pilek/ diare.

Manfaat Adanya Posyandu

  • Memudahkan pemantauan pertumbuhan balita.
  • Memudahkan distribusi kapsul vitamin A merah dan biru.
  • Pemberian imunisasi dasar lengkap.
  • Distribusi makanan tambahan yang bergizi.
  • Distibusi tablet tambah darah bagi ibu hamil yang lebih efesien.
  • Edukasi pengetahuan kesehatan bagi ibu dan wanita hamil.

6. Tuberkulosis (TB/ TBC)

Ilustrasi penderita tuberkulosis

12 indikator keluarga sehat selanjutnya adalah adanya perhatian terhadap penyakit tuberkulosis. Ini adalah suatu jenis penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakter Mycobacterium tuberculosa. Penyakit ini sering disingkat menjadi TB atau TBC.

Apa Saja Gejala TB?

  • Batuk berdahak.
  • Sesak nafas dan/ atau nyeri pada dada.
  • Badan lemas dan berkurangnya nafsu makan.
  • Demam meriang berkelanjutan terutama malam hari.
  • Berat badan menurun drastis.
  • Punya riwayat berkontak dengan pasien penderita TBC.

Bilamana terdapat salah satu anggota keluarga mempunyai salah satu dari tanda dan gejala di atas maka dianjurkan untuk diperiksa di puskesmas. Di puskesmas akan ditentukan apakah anggota keluarga tersebut positif TB melalui pemeriksaan dahak. Bila dinyatakan positif maka pasien harus minum obat anti TBC minimal selama 6 bulan.

Apa yang akan terjadi bila berhenti minum obat TB?

  • TB tidak sembuh secara total dan bahkan angoota keluarga yang lain bisa tertular.
  • Bakteri TB bisa menjadi lebih kebal terhadap obat OAT pertama sehingga membutuhkan OAT kategori 2 yang membutuhkan waktu lebih lama dan biaya lebih mahal.
  • Kuman TB yang telah kebal tadi tentunya akan lebih berbahaya bila tertular ke orang lain.

Bagaimana Cara Pencegahan Penularan TB?

  • Pemakaian masker atau menutup mulut ketika batuk atau pun bersin.
  • Meludah tidak di sembarangan tempat.
  • Konsumsi makanan yang bergizi.
  • Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

7. Waspada Terhadap Penyakit Hipertensi dan Disiplin Kontrol Tekanan Darah

Gambar pengukuran tekanan darah

Keluarga yang sehat adalah keluarga yang memberikan perhatian terhadap nilai tekanan darah. Bila sudah ada anggota yang menderita penyakit hipertensi (tekanan darah tinggi) maka tetap dicirikan menjadi keluarga sehat bila rutin melakukan kontrol pengobatan.

Apa Saja Faktor Risiko Terjadinya Hipertensi?

Faktor yang tidak bisa diubah, seperti jenis kelamin, usia, riwayat penyakit hipertensi dalam keluarga.

Faktor risiko yang bisa dirubah, misalnya kebiasaan merokok, kurangnya asupan buah dan sayur dalam menu makanan harian, intensitas aktivitas fisik yang kurang, konsumsi garam yang berlebihan, kegemukan (dan obesitas), dislipidemia, tingkat stres.

Gejala Hipertensi

Kebanyakan hipertensi tidak menunjukkan gejala dan keluhan pada individu. Nah, hal seperti ini cenderung membuat penyakit ini tidak disadari sampai ketika timbunya komplikasi. Namun, beberapa orang bisa merasakan keluhan dan gejala tertentu. Beberapa diantaranya nyeri kepala, jantung dirasakan berdebar-debar, gelisah, penglihatan menjadi kabur, nyeri pada dada, atau pun mudah lelah.

Cegahlah penyakit hipertensi ini dengan CERDIK. Cek kesehatan berkala, enyahkan asap rokok, rajin melakukan aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat yang cukup, kelola stress dengan baik. Dengan pencegahan dan kontrol tekanan darah yang teratur maka nila indeksi keluarga sehat akan menjadi hijau.

8. Pasien Gangguan Jiwa Memperoleh Pengobatan dan Tidak Ditelantarkan

Apa itu Gangguan Jiwa?

Gangguan jiwa adalah sindrom atau pola perilaku yang dalam pandangan klinis bermakna yang berhubungan dengan distres atau penderitaan sehingga menyebabkan masalah pada satu atau lebih fungsi kehidupan seorang manusia.

Perlu dipahami bahwasanya gangguan jiwa atau penyakit mental bisa diobati. Pasien akan mudah terkontrol bila pengobatan dilakukan secepat mungkin. Dalam hal ini sangat vital peran keluarga dalam proses pengobatan. Keluargalah yang bisa mengamati dan melakukan deteksi dini terhadap gejala perubahan emosi, prilaku, isi pikiran yang tidak normal seperti biasanya.

9. Anggota Keluarga Tidak Ada Yang Merokok

Sudah sangat banyak informasi tentang bahaya merokok. Kemenkes pun memasukkan kebiasaan merokok ini sebagai indikator yang menurunkan derajat kesehatan keluarga.

Rokok memiliki kandungan sebanyak 4000 jenis zat yang berbahaya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 43 jenis zat mempunyai kandungan karsinogenik. Ini berarti memiliki potensi menyebabkan terjadinya penyakit kanker.

Satu orang meninggal dalam waktu 6,5 detik akibat merokok. Selain kematian, rokok juga akan menimbulkan komplikasi kesehatan. Beberapa diantaranya penyakit stroke, penyakit jantung, kanker tenggorokan atau paru, penyakit hipertensi, masalah pada kehamilan, dan juga impotensi.

10. Anggota Keluarga Ikut Menjadi Peserta JKN

Keluarga yang anggotanya memiliki jaminan akan kesehatan maka dikelompokkan menjadi keluarga yang sehat. Ini berarti keluarga tersebut memiliki akses ke pelayanan kesehatan setiap mengalami penyakit sehingga permasalahan kesehatan lebih mudah dan cepat ditangani.

11. Pergunakan Air Bersih

Memanfaatkan air bersih akan menghindarkan keluarga dan anggotanya dari penyakit-penyakit yang berbasis lingkungan. Beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan menggunakan air bersih setiap hari diantaranya: diare, tifus, kolera, disentri, dan lain-lain.

Beberapa hal yang perlu dipahami untuk sumber air, yaitu:

  • Jarak letak sumber air dengan jamban atau tempat pembuangan sampah lebih dari 10 meter.
  • Sumber air berish harus diberikan perlindungan dari zat-zat yang dapat mencemari.
  • Ember untuk menampung air harus dilengkapi dengan penutup dan gayung bertangkai serta dipelihara kebersihannya.
  • Lantai sumur harus kedap air.
  • Sumur gali, pompa, kran, dan mata air harus diperlihara kondisi fisik bangunannya.
  • Sumber air bersih harus terhindar dari genangan air, jauh dari kotoran, tidak ada lumut di lantai, dan tersedia saluran pembuangan air kotor.

12. 12. Pakai Jamban Sehat

Jamban adalah tempat difungsikan untuk pembuangan kotoran. Keberadaannya akan membuat lingkungan menjadi bersih (tanpa bau menganggu), tidak menimbulkan pencemaran bagi sumber air atau tanah di dekatnya, tidak mengundang hewan vektor penyakit semacam lalat, kecoa, tikus, dan lain-lain.

Nah, itu tadi list dan daftar 12 indikator keluarga sehat menurut Kemenkes. Kedua belas faktor ini akan dievaluasi oleh tenaga kesehatan di puskesmas dalam program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PISPK). Mudah-mudahan bermanfaat.

  • Sumber:
    • 12 Indikator Keluarga Sehat Kemenkes
    • Wikipedia (2018): Keluarga & Kesehatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here