Bayi Sering Buang Air Besar Tapi Tidak Mencret, Bermasalahkah?

0
273
bayi sering buang air besar tapi tidak mencret

Pada artikel ini kami akan menjawab pertanyaan tentang kondisi bayi sering buang air besar tapi tidak mencret, apakah normal atau tidak? Ini cukup sering menimbulkan kegaduhan pada orangtua.

Masalahkah Bayi Sering Buang Air Besar Tapi Tidak Mencret?

Pertanyaan:

Salam, perkenalkan saya Tia, Dok. Saya punya bayi usia 1,5 bulan. Saat ini bayi saya sering sekali buang air besar, tetapi kotoran nya tidak seperti mencret. Apakah hal tersebut berbahaya karena terkadang dalam sehari bisa 5 kali BAB.

Jawaban:

Terima kasih kepada Ibu Tia yang telah bertanya kepada kami perihal kondisi kesehatan buah hatinya. Sebelum membaca jawaban kami di bagian kesimpulan, ada baiknya Ibu memahami penjelasan kami di bawah ini.

Tinja atau Feses dan Frekuensinya

Tinja atau feses bayi adalah buangan sisa makanan yang tidak mampu dicerna dan diserap oleh usus. Selain itu, komposisi feses juga berasal dari sisa cairan tubuh yang dimanfaatkan untuk pencernaan makanan, pelepasan komponen saluran tubuh yang telah tua, dan komponen tubuh yang dilepaskan sebagai akibat penyakit tertentu. Oleh sebab itu, pemeriksaan tinja bisa membantu dalam proses diagnosis penyakit.

Bayi Usia 0 Sampai 2 Bulan

Frekuensi buang air besar yang normal berbeda-beda dalam setiap kelompok usia. Bayi yang baru lahir hingga umur 2 bulan yang mendapatkan ASI bisa melakukan BAB sampai 10 kali dalam sehari. Mengapa? Hal ini diakibatkan oleh refleks gastrokolika yang masih kuat.

Apa itu Refleksi gastrokolika? Refleks gastrokolika adalah refleks yang meningkatkan pergerakan usus besar dikarenakan adanya proses makan atau minum. Oleh karena itu, bayi bisa saja buang air besar setelah proses makan.

Karakteristik tinja bayi pada umur ini bisa terlihat cair, berbusa, dan memiliki bau asam. Hal ini dikarenakan oleh usus bayi yang belum sempurna kinerjanya sehingga sebagian gula dari susu (laktosa) tidak dapat dicerna dengan baik di usus halus.

Laktosa yang tidak dicerna ini akan mengalami fermentasi di usus besar. Maka hasil yang keluar pun mirip seperti tatkala kita membuat tape kentan yaitu cairan yang berbuih, bergas, dan berbau asam. Penting diingat bahwa sepanjang tidak ada keluhan bayi maka ciri-ciri feses bayi seperti ini dianggap normal.

Masuk Umur 2 Bulan

Memasuki usia 2 bulan maka biasanya bayi akan semakin jarang BAB. Kalau sebelumnya setiap hari maka kali ini semakin berkurang dan bahkan bisa selama 5 hingga 7 hari tanpa BAB. Mengapa? hal ini disebabkan fungsi fisiologis dari saluran cerna bayi telah mulai berkembang dan refleks gastrokolika nya semakin berkurang.

Keberadaan enzim laktase yang berfungsi mencerna laktosa juga telah mencukupi. Oleh sebab itu, laktosa dari ASI eksklusif yang diminum akan mulai dicerna dengan baik sehingga jumlah yang difermentasi di usus besar berkurang. Tinja yang berbuih, berbusa, dan berbau asam akan berkurang.

Namun, koordinasi kumpulan otot di bagian anus masih belum sempurna sehingga tidak mendukung pengeluaran feses yang telah mulai memadat. Hal ini akan terlihat dengan berkurangnya frekuensi BAB bayi. Ibu tidak perlu khawatir dengan semakin jarangnya bayi BAB, asalkan feses masih berkonsistensi lembek (seperti pasta).

Bila ibu ingin mencoba merangsang BAB maka sangat mudah caranya. Ambillah termometer raksa dan bersihkan ujungnya dengan menggunakan air sabun. Setelah itu masukkan bagian ujung nya ke anus bayi sedalam 2 cm. Maka bila memang tinja bayi telah banyak maka akan terangsang untuk keluar.

Lain cerita bila tinja memiliki konsistensi yang keras dan berbentuk bulat-bulat (mirip tahi kambing). Ini bisa dicurigai sebagai kasus konstipasi. Silahkan ibu berkonsultasi dengan dokter secara langsung terutama bila hal ini terjadi mulai dari lahir. Oleh karena ada penyakit lain yang bisa menjadi penyebab selain masalah sembelit biasa.

Bayi Usia 3 Tahun Ke Atas

Setelah itu frekuensi buang air besar akan mendekati normal. Pada umur 3 tahun kekerapannya akan sama seperti orang dewasa umumnya yaitu 1 kali dalam sehari. Jumlah dapat ditolerir yaitu BAB setiap 3 hari asalkan konsistensi feses tetap normal yaitu tidak encer atau keras.

Kesimpulan

Jadi, apa yang dialami oleh buah hati ibu menurut pandangan kami tidaklah menjadi masalah karena masih dipengaruhi oleh refeks gastrokolika. Selain itu, bayi ibu yang berusia 1,5 tahun belum memiliki saluran pencernaan yang sempurna sehingga wajar sering BAB.

Ibu harus tetap waspada tentang kondisi ini. Bila ditemukan gejala dan tanda-tanda penyakit maka segera temui dokter secara langsung. Tanda yang dapat ibu jadi patokan seperti demam, perut kembung, tidak mau makan, mual dan muntah, dan letargi.

Kami juga menyarankan agar ibu melanjutkan ASI eksklusif nya. Jangan memberikan makanan tambahan selain ASI hingga umur bayi lebih dari 6 bulan. Hal ini sesuai dengan kondisi kesehatan usus nya dan mencegah terjadinya diare di kemudian hari.

Baca juga info terkait: Bahaya bayi tidak buang air besar seminggu

Nah, itu tadi penjelasan bayi dan anak sering buang air besar tapi tidak mencret. Ternyata kebanyakan normal karena hanya menjadi masalah pada pencernaan. Semoga bermanfaat.

Info penting lainnya: Bahaya anak tidak bab seminggu

  • Sumber:
    • idai.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here