Mengapa Bayi Buang Air Besar Berbusa?

0
95
bayi buang air besar berbusa kenapa
Apa penyebab bayi buang air besar berbusa?

Di tulisan ini kami akan menjawab pertanyaan dari pembaca tentang mengapa bayi buang air besar berbusa. Pengetahuan ini sangat penting terutama bagi ibu yang baru saja memiliki bayi pertama sekali. Yuk di simak di bawah ini.

Anak Bayi Buang Air Besar Berbusa Kenapa?

Pertanyaan:

Salam Dok. Saya Fina berusia 24 tahun. Saat ini saya memiliki bayi yang baru berusia 2 minggu 4 hari. Saya memperhatikan bagaimana buang air besar nya. Setiap kali bayi saya BAB, bentuk feses nya cair dan berbusa padahal saya memberikan ASI eksklusif ke sang buah hati. Nah, hal ini membuat saya menjadi khawatir. Apakah hal ini tidak menjadi masalah Dok?

Jawaban:

Pertama sekali kami ucapkan terima kasih terlah berkonsultasi dengan kami. Kami akan mencoba menghantarkan jawaban yang bisa dipahami oleh Ibu.

Dari keterangan ibu maka kita ketahui bahwa usia bayi adalah 2 minggu. Perlu Ibu pahami bahwasanya pada umumnya karakteristik tinja bayi pada umur seperti ini adalah cair (jarang lunak) dan memiliki warna kuning atau kehijauan.

Bayi bisa mengeluarkan kotoran hingga 10 kali dalam sehari. Mengapa? Hal ini disebabkan oleh masih kuatnya refleks gastrokolika. Refleks ini adalah respon usus untuk bekerja setiap kali bayi menyusui. Oleh karena itu, usus akan lebih sering bekerja menyalurkan kotoran sebanding dengan aktivitas minum air susu ibu.

Seiring dengan pertambahan usia biasanya refleks ini akan menghilang. Hal itu dibuktikan dengan semakin berkurangnya frekuensi BAB bayi. Apalagi bila telah makan makanan pendamping ASI, maka bisa saja buang air besar 1 kali setiap 5 hari.

Lantas Apa Penyebab Bayi Buang Air Besar Berbusa?

Ibu tidak perlu khawatir dengan busa yang ada pada tinja bayi nya. Bayi seumuran tersebut memang belum memiliki enzim laktase yang cukup. Enzim laktase ini berfungsi untuk mencerna laktosa (gula ASI) yang diminum oleh bayi.

Oleh karena tidak tercerna dengan baik maka sebagian ASI mengalir ke usus besar. Di usus besar inilah sisa ASI mengalami fermentasi. Akibatnya akan mirip seperti kita melakukan fermentasi pada ubi (tape). Hasilnya akan terlihat berbusa, berbau asam, dan/ atau mengandung gas.

Yang perlu ibu khawatirkan adalah bila terdapat gejala penyerta yang menunjukkan bahaya. Perhatikan apakah bayi menangis terlebih dahulu sebelum mengeluarkan feses, adanya mual dan muntah, demam, tidak nafsu makan, perut bayi teraba kembung, atau perubahan pada karakteristik tinja bayi. Bila mengalami salah satunya maka direkomendasikan untuk ke dokter secara langsung.

Langkah Selanjutnya

Untuk berikutnya silahkan susuilah bayi mengikuti program ASI eksklusif. Yaitu bayi hanya diberikan ASI saja sampai usia 6 bulan. Air susu ibu sangat baik dan sesuai dengan kondisi tubuh dan ususnya sehingga tidak timbul gejala dan pertanda bahaya seperti disebutkan di atas.

Nah itu tadi penjelasan tentang mengapa dan apa penyebab bayi baru lahir buang air besar berbusa. Mudah-mudahan dapat dipahami dan bermanfaat bagi pembaca, khususnya para ibu.

Info lainnya: Daftar vitamin untuk anak yang susah buang air besar

  • Sumber:
    • idai.or.id

Info penting berikutnya: Bayi sering buang air besar tapi tidak mencret, amankah?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here