Home Info Kesehatan Kesehatan Umum Komponen Rantai Penularan Penyakit Infeksi

Komponen Rantai Penularan Penyakit Infeksi

0
184
komponen rantai penularan penyakit infeksi
Komponen rantai penularan penyakit infeksi

Ada 6 komponen rantai penularan penyakit infeksi. Bilamana satu mata rantai mendapatkan intervensi maka kemungkinan keberhasilan pencegahan penyakit infeksi semakin meningkat. Apa saja komponennya? Mari kita simak bersama-sama.

6 Komponen Rantai Penularan Penyakit Infeksi

Rantai Infeksi adalah serangkaian faktor yang mempengaruhi kejadian suatu penyakit infeksi. Upaya pencegahan penyakit infeksi akan tidak lepas dari pemahaman tentang rantai infeksi penyakit tertentu. Dengan memahami maka akan mudah menentukan cara pencegahan penularan nya.

Berikut ini keenam komponen yang mempunyai pengaruh pada proses penularan penyakit infeksi, yaitu:

1. Agen Infeksi

Agen infeksi adalah agen yang menjadi penyebab timbulnya infeksi. Seringkali agen infeksi ini berupa mikroorganisme, seperti bakteri, virus, parasit, atau jamur. Agen penyebab infeksi ini juga memiliki faktor yang mempengaruhi kejadian infeksi, semisal patogenitas (kemampuan menyebabkan penyakit), virulensi (derajat patogenitas berdasarkan jumlah mikroorganisme), dan jumlah (loading).

Semakin kuat ketiga faktor di atas maka semakin mudah infeksi terjadi. Semakin cepat mengenali agen infeksi maka semakin cepat pula usaha pencegahan dan pengobatan dilakukan. Pada akhirnya pengontrolan penyakit akan menjadi lebih mudah dengan prognosis yang baik.

2. Reservoar

Apa itu reservoar? Reservoir adalah suatu wadah sebagai tempat agen penyebab infeksi hidup, melaksanakan proses pertumbuhan dan perkembangan hingga tiba pada waktu penularan kepada manusia atau host. Menurut studi, contoh reservoir paling umum adalah manusia, hewan, tanaman, peralatan medis, dan bahan organik dan anorganik lainnya.

Maksud reservoir ada manusia adalah bahwasanya agen infeksi ada baik pada manusia sehat atau pun sakit. Agen ada pada permukaan kulit dan selaput lendir, saluran pernafasan dan pencernaan, serta organ-organ pada tubuh manusia lainnya.

3. Portal of Exit (Pintu Keluar)

Apa yang dimaksud dengan portal of exit? Portal of exit adalah muara atau area keluarnya agen infeksi dari reservoirnya. Contohnya adalah mulut dan hidung dari saluran pernafasan dan pencernaan, anus dari saluran pencernaan, dan sebagainya.

4. Cara Transmisi atau Metoda Penularan

Metoda transmisi adalah cara transportasi mikroba dari reservoir melalui portal of exit kepada host yang memiliki kerentanan terhadap penyakit infeksi. Beberapa metoda yang ada antara lain:

  • Kontak langsung atau tidak langsung
  • droplet
  • airborne
  • via vehikulum (melalui minuman, makanan, atau pun darah)
  • vektor (hewan pembawa agen infeksi, semisal serangga, binatang pengerat, kelelawar, dan lain-lain.

5. Portal of Entry (Jalur Masuk)

Istilah ini mirip dengan port d’entry. Portal of entry adalah tempat masuknya agen penyebab infeksi kepada host. Contohnya adalah hidung, mulut, mata, luka atau kulit yang tidak dalam keadaan utuh, dan lain sebagainya.

6. Susceptibel Host

Susceptible host adalah individu yang memiliki daya tahan tubuh yang turun, oleh sebab itu tidak mempunyai kemampuan dalam melawan proses infeksi. Sistem imunitas tubuh ini mendapat pengaruh dari usia, status gizi, riwayat imunisasi, mengidap penyakit kronik, menderita luka bakar luas, paska trauma atau pembedahan, atau mendapatkan obat-obat yang bersifat imunosupresan.

Nah, itu tadi bahasan kesehatan umum mengenai 6 komponen rantai penularan penyakit infeksi. Dengan mengetahui informasi ini maka upaya pengendalian penyakit infeksi akan semakin efektif. Mudah-mudahan bermanfaat.

Baca juga: Konsep kebugaran jasmani

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here