Beranda Info Kesehatan Jantung Mengapa Kesehatan Organ Peredaran Darah Itu Penting Dijaga?

Mengapa Kesehatan Organ Peredaran Darah Itu Penting Dijaga?

0
204
alasan mengapa kesehatan organ peredaran darah itu penting
Simak alasan mengapa kesehatan organ peredaran darah itu penting pada artikel ini.

Mengapa kesehatan organ peredaran darah itu penting untuk dijaga? Sebelum kita menjawab nya, Anda harus tahu terlebih dahulu apa saja organ peredarah darah pada manusia dan bagaimana fungsi kerjanya. Mari kita simak.

Sistem peredaran darah manusia mendapat dukungan dari organ jantung dan pembuluh darah. Sifat sistem organ ini adalah vital karena bekerja untuk menjaga agar jaringan dan organ yang lain dapat berfungsi. Peranan sistem ini adalah bertugas menyalurkan oksigen, nutrisi, elektrolit, dan hormon ke seluruh bagian tubuh.

Selain itu, sistem ini juga akan membersihkan sel-sel dan jaringan dari racun metabolit dengan cara transportasi ke luar tubuh. Racun yang tertumpuk tentunya akan mengganggu stabilitas kerja organ lain pada tubuh.

Nah, bilamana terdapat masalah maka sudah barang tentu akan menggangu proses distribusi tadi. Adanya interupsi, hambatan, atau penyakit yang mempengaruhi jantung dan pembuluh darah tentu akan berdampak pada kinerja sistem peredaran darah.

Alasan Mengapa Kesehatan Organ Peredaran Darah Itu Penting

Mengapa kita harus menjaga kesehatan organ peredaran darah? Jadi, asalan menjaga kesehatan organ sirkulasi darah adalah untuk menjaga agar tidak terkena penyakit yang berbahaya bagi organ itu sendiri atau pun organ yang lainnya. Berbagai penyakit bisa timbul akibat kesehatan sistem sirkulasi yang buruk. Beberapa penyakit tersebut, antara lain:

Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi

Tekanan darah adalah variabel yang mengukur seberapa kuat pompa darah melalui pembuluh arteri. Nilai tekanan darah yang lebih tinggi dari normal menunjukkan adanya suatu gangguan pada organ jantung (masalah pompa) atau pembuluh darah (masalah aliran). Tekanan darah tinggi yang tidak mendapatkan pengobatan yang sesuai akan merusak jantung dan pembuluh darah itu sendiri. Beberapa penyakit komplikasi yang mungkin timbul yaitu penyakit jantung, stroke, atau pun penyakit ginjal.

Terdapat isitilah silent killer bagi hipertensi yang tidak memperlihatkan gejala. Individu dengan hipertensi tanpa gejala ini cenderung jarang melakukan evaluasi dan pemeriksaan tekanan darah. Oleh karena itu, tidak jarang pasien diketahui menderita hipertensi sesaat setelah mengalami serangan jantung, stroke, atau pun gagal ginjal.

Aterosklerosis

Aterosklerosis adalah suatu keadaan yang mana terjadi pengerasan pembuluh arteri akibat plak yang menumpuk pada dinding nya. Plak ini terbuat dari kolesterol, lemak, kalsium, dan kadar gula darah tinggi. Pada suatu masa tertentu, plak dapat menyebabkan hambatan yang bersifat sebagian atau total. Aterosklerosis ini akan selalu tumbuh dari waktu ke waktu. Pertumbuhan akan semakin cepat bila tidak ada upaya pencegahan atau pola hidup yang sehat.

Aterosklerosis yang terjadi pada jantung sering menyebabkan penyakit arteri koroner (coronary artery disease). Hal ini bisa menimbulkan gejala nyeri dada (angina) dan perasaan berat pada bagian dada. Aterosklerosis yang terjadi pada otak akan menimbulkan penyakit pembuluh darah otak (cerbral vascular disease). Pasien akan mengalami stroke.

Baca juga: Buah untuk Menurunkan Kolesterol Tinggi

Serangan Jantung

Serangan jantung terjadi akibat kurangnya aliran darah pada pembuluh darah koroner jantung. Keadaan ini menyebabkan sel-sel otot jantung tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup untuk melaksanakan kerjanya. Sel yang kurang oksigen atau nutrisi akan mengalami iskemia atau bahkan bisa mati.

Otot-otot jantung yang iskemia atau rusak akan mengurangi kemampuan jantung dalam memompa darah. Keadaan ini akan menimbulkan gejala berupa:

  • nyeri dada (angina pektoris),
  • nyeri yang menjalar dari dada ke rahang, leher, bahu dan lengan sebelah kiri, atau punggung,
  • sesak nafas,
  • berkeringan dingin,
  • mual hingga muntah,
  • denyut jantung tidak teratur, dan/ atau
  • tidak sadarkan diri.

Stroke

Stroke adalah penyakit yang muncul ketika terjadi gangguan atau sumbatan pada pembuluh darah otak. Sama seperti jantung, sel atau jaringan otak yang tidak mendapatkan nutrisi akan mengalami iskemia atau kematian sel. Kerusakan otak akan menggangu fungsi motorik tubuh. Gejala yang paling sering muncul adalah kelemahan atau lumpuh sebagian tubuh.

Aneurisma Aorta

Aneurisma aorta adalah suatu keadaan medis dimana terjadi bulging atau pembangkakan pada pembuluh aorta yang mengalami kelemahan. Aorta ini adalah pembuluh arteri terbesar yang berada dekat dengan jantung. Oleh sebab itu, bilamana terjadi pembengkakan akan berisiko menimbulkan bahaya yang mengancam nyawa. Komplikasi yang berbahaya dari hal ini adalah pecahnya aneurisma yang menimbulkan pendarahan.

Penyakit Arteri Perifer

Penyakit arteri perifer adalah aterosklerosis yang terjadi pada bagian ekstremitas tubuh. Sama seperti pembahasan sebelumnya, penyakit ini juga akan menyebabkan gangguan aliran darah pada bagian ekstremitas (kaki dan tangan). Beberapa gejala yang sering muncul, antara lain:

  • nyeri atau kram pada kaki, terutama saat berjalan,
  • tungkai bawah atau kaki teraba dingin,
  • luka yang tidak kungjung sembuh-sembuh pada area kaki atau tungkai, dan/atau
  • kemerahan atau perubahan warna kulit pada ekstremitas.

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Organ Peredaran Darah?

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Organ Peredaran Darah
Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Organ Peredaran Darah

Lantas setelah tahu tentang mengapa alat peredaran darah sangat penting dan dibutuhkan tubuh kita, bagaimana upaya Anda yang dapat dilakukan supaya organ peredaran darah tetap sehat? Berikut ini ada beberapa hal sederhana yang perlu Anda pahami dan lakukan.

Jauhi Kebiasaan Merokok

Para perokok akan lebih berisiko terkena penyakit-penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah. Salah satunya adalah lebih rentan terkena penyakit jantung. Perlu Anda pahami bahwa ini tidak hanya untuk perokok aktif, tetapi juga perokok pasif (menghirup asap rokok).

Rutin Melakukan Aktivitas Fisik Atau Olahraga

Apakah dengan berolahraga dapat menyehatkan peredaran darah kita? Tentu saja iya. Olah raga akan melatih jantung dan pembuluh darah agar dalam kondisi prima. Olahraga juga akan membantu membersihkan lemak dan kolesterol berlebih pada tubuh, termasuk pada pembuluh darah.

Kami rekomendasikan untuk melakukan olahraga selama 20 sampai 30 menit dalam 1 hari. Jangan terlalu berpikiran olahraga yang mahal. Silahkan lakukan olahraga sederhana seperti jalan, lari, joging, berenang, atau hanya sebatas naik turun tangga.

Konsumsi Makanan Bergizi, Terutama Ikan

Perlu Anda pahami bahwasanya konsumsi makanan yang memiliki kandungan asam lemak omega-3 bisa mencegah penyakit jantung. Asam lemak omega 3 bisa membantu menurunkan kadar trigliserida dan meningkatkan kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL). Tentunya hal ini merupakan kabar baik karena mencegah terjadinya aterosklerosis.

Konsumsi Cukup Serat

Dengan mencukupi kebutuhan serat maka berarti membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh (LDL). Lagi-lagi dengan kurangnya kadar LDL ini maka risiko terjadinya plak aterosklerosis akan berkurang. Serat ini banyak terdapat pada buah dan sayuran, gandum, seral, kacang-kacangan, atau biji-bijian.

Namun, bukan berarti Anda makan serat seenaknya. Konsumsi serat yang berlebihan dan banyak dalam waktu singkat justru akan menyebabkan perut menjadi kembung. Silahkan konsumsi secara bertahap dan bantu dengan minum air putih yang cukup.

Kurangi Konsumsi Lemak Jenuh

Makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans akan menaikkan kadar kolesterol dalam darah. Ini berisiko pada terjadinya plak aterosklerosis. Silahkan batasi asupan lemak jenuh dengan menghindari atau mengurangi konsumsi daging merah, makanan olahan, makanan yang digoreng, produk yang kaya lemak, atau margarin.

Menjaga Kadar Gula Dalam Darah

Kadar gula darah yang tak terkontrol akan menyebabkan penyakit diabetes mellitus. Seperti penjelasan sebelumnya, penyakit ini turut andil dalam menyebabkan terjadi plak aterosklerosis.

Istirahat Yang Cukup

Kami menyarankan untuk tidur sedikitnya 7 sampai 8 jam sehari. Individu yang kurang mendapatkan waktu istirahat memiliki risiko mengalami penyakit hipertensi, diabetes mellitus, dan serangan jantung.

Nah, itu tadi ulasan mengenai alasan mengapa kesehatan organ peredaran darah itu penting dan bagaimana cara menjaga organ sirkulasi darah tersebut agar tetap sehat. Semoga bermanfaat untuk pembaca sekalian. Simak info tentang jantung dan pembuluh darah lainnya pada blog ini.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here