Anak Demam Naik Turun? Simak Kemungkinan Penyebab nya!

0
492
anak demam naik turun
Ilustrasi demam naik turun pada anak

Pernahkah demam anak naik turun selama 5 hari atau lebih? Jangan menjadi tidak acuh! Silahkan simak beberapa penyakit yang bisa menyebabkan anak demam naik turun di bawah ini.

Bila anak demam naik turun tidak boleh dianggap remeh. Keadaan ini bisa saja merupakan pertanda adanya penyakit infeksi, semisal demam berdarah, tifus, atau pun malaria. Bila tidak mendapatkan tata laksana yang tepat dan cepat maka demam ini justru akan menimbulkan komplikasi kesehatan yang serius pada anak.

Anak disebut demam bila suhu tubuh lebih dari 37,5 derajat celsius. Demam yang naik turun berarti terjadi fluktuasi suhu tubuh atau demam timbul hari ini, hilang esok hari dan lalu muncul kembali lusa hari. Selain itu, demam yang naik turun bisa juga fluktuasi suhu tubuh dalam 1 hari.

Penyakit Demam Naik Turun Pada Anak

Pada umumnya ada 3 jenis penyakit yang bisa menimbulkan gejala demam yang naik turun. Penyakit tersebut antara lain:

1. Tifus

Tifus adalah jenis penyakit menular. Ini ditularkan dengan cara memakan makanan yang telah tercemar bakteri Salmonella. Biasanya penyakit ini banyak diderita oleh individu yang tinggal di daerah yang memiliki sanitasi yang buruk dan kurangnya akses terhadap air bersih.

Pasien akan mengalami tidak enak badan sekitar 7-14 hari setelah terkena infeksi. Gejala penyerta lain meliputi nyeri pada perut, diare atau bahkan susah buang air besar, letih, lemas, dan demam tinggi 39-40 derajat celsius.

Pola demam penyakit ini bersifat naik turun. Di pagi hari bisa turun lantas naik lagi di sisa hari. Pada umumnya suhu akan terus meningkat setiap pergantian hari.

Penyakit ini tidak boleh dianggap sepele. Ini membutuhkan penanganan dari dokter dan tim medis. Gejela dan penyakit dapat sewaktu-waktu memburuk dan menimbulkan komplikasi yang fatal. Silahkan berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter bila Anda atau kerabat Anda mengalami demam naik turun dicurigai penyakit tifus.

2. Demam Berdarah

Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue. Virus ini ditularkan oleh vektor nyamuk Aedes aegypti. Pada umumnya penyakit ini menjadi wabah di kala musim hujan tiba. Penyakit ini akan menimbulkan gejala awal berupa demam tinggi, menggigil, timbul bintik-bintik merah di kulit, dan wajah memerah. Gejala ini bisa berlangsung selama 2 sampai 3 hari.

Demam pada demam berdarah biasanya naik turun dengan temperatur yang tinggi pada 2 sampai 7 hari awal. Demam bisa mencapai puncak yaitu 40 derajat celsius. Temperatur bisa turun dalam beberapa hari lalu bisa naik kembali, tetapi tidak lebih tinggi dari sebelumnya.

Setelah itu akan timbul gejala lain berupa nyeri kepala, sakit pada area belakang mata, nyeri sendi dan otot, mual, muntah, kurangnya nafsu makan, hingga perdarahan bilamana jumlah trombosit terlampau rendah.

3. Malaria

Malaria termasuk penyakit infeksi dan Indonesia adalah daerah yang endemik penyakit ini. Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk Anopheles yang mengandung parasit malaria. Gejala akan muncul kira-kira 7 sampai 15 hari setelah individu digigit nyamuk Anopheles yang membawa parasit malaria. Namun, terkadang ada juga gejala yang timbul satu tahun setelah gigitan.

Gejala awal penyakit ini adalah demam naik turun, nyeri pada kepala, menggigigil, mual atau muntah, nyeri otot, tidak enak badan, dan terkadang diare. Pola demam yang naik turun tersebut biasanya berupa siklus 24 sampai 72 jam an, bergantung pada jenis parasit malaria nya. Setiap kekambuhan demam dapat berlangsung 6 sampai 12 jam.

Nah, itu tadi 3 jenis penyakit yang bisa menyebabkan demam yang naik turun. Namun, selain ketiga jenis penyakit yang paling sering menunjukkan gejala demam naik turun tersebut, ada jenis penyakit lainnya yang menimbulkan gejala serupa. Beberapa diantaranya infeksi virus Corona, leptospirosis, brucelosis, hepatitis viral, atau pun sindrom demam periodik.

Contohnya bila demam anak naik turun disertai batuk pilek, maka pantaulah kondisi selanjutnya di rumah atau langsung bawa ke puskesmas terdekat. Bila terdapat sesak nafas pada kondisi selanjutnya maka bisa saja hal tersebut merupakan penyakit infeksi yang populer saat ini, yaitu COVID-19. Dokter akan membantu mendiagnosis penyakit dan gejala demam yang dialami. Semoga bermanfaat.

Baca juga info koder: Kode ICD 10 Febris

  • Sumber:
    • Centers for Disease Control and Prevention (2018). Typhoid Fever and Paratyphoid Fever. Symptoms and Treatment.
    • Heilman, et al. (2014). Dengue Fever: a Wikipedia Clinical Review. Open Medicine : a Peer-Reviewed, Independent, Open-Access Journal
    • National Health Service UK (2018). Health A to Z. Malaria – Symptoms.

Baca juga: Hiperpireksia (demam yang terlalu tinggi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here