Perbedaan ODP dan PDP Serta Suspect Corona

1
193
perbedaan odp dan pdp
Yuk mengenali beda ODP dan PDP

Artikel ini akan menjelaskan kepada kamu apa perbedaan ODP dan PDP serta suspect yang merupakan istilah yang sedang viral. Istilah ini semakin populer sejak pandemi infeksi coronavirus. Yuk kita simak apa beda ODP dan PDP di bawah ini.

Perbedaan ODP dan PDP Serta Suspek Pada Infeksi Virus Corona

ODP
ODP adalah singkatan dari orang dalam pemantauan. Individu yang dikelompokkan ke dalam ini adalah bilamana orang tersebut telah melakukan perjalanan ke negara yang menjadi pusat penyebaran infeksi virus corona.

Selain itu, seorang individu akan di kelompokkan menjadi ODP bila memiliki riwayat kontak langsung dengan pasien yang telah dinyatakan positif terinfeksi coronavirus. Kelompok ODP ini belum menunjukkan gejala dan tanda yang khas.

PDP
PDP adalah singkatan dari pasien dalam pengawasan. Itu berarti mereka yang dikategorikan ini telah mendapatkan atau sedang dirawat oleh tenaga kesehatan. Individu ini akan mengalami gejala sakit semisal demam, batuk, pilek, dan sesak nafas.

Suspect
Suspect adalah istilah dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Indonesia dikenal dengan suspek. Suspek corona adalah individu yang kuat diduga telah tertular infeksi coronavirus, dengan mengeluhkan tanda dan gejala virus serta mempunyai riwayat berkontak erat dengan pasien yang dikonfirmasi positif menderita infeksi COVID-19.

Pasien yang di masukkan ke dalam kelompok ini akan menjalani pemeriksaan dengan 2 metoda, yaitu Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Genome Sequencing. Dengan pemeriksaan ini maka akan dapat dilihat bagaimana status infeksi virus corona dalam tubuh sang suspek; apakah positif atau negatif.

Status ODP, PDP, dan suspek ini didapatkan dari pencarian dan analisis (tracking) oleh pemerintah dengan menggunakan dan menghubungkan data-data yang ada di lapangan. Mereka yang termasuk ke dalam salah satu kelompok di atas akan diinformasikan oleh petugas kesehatan yang berwenang. Biasanya kepada mereka akan diinstruksikan untuk menjalani isolasi mandiri, karantina, atau pemeriksaan lanjutan sesuai dengan status kelompok yang dikategorikan.

Bagaimana Bila Anda Bukan Salah Satunya?

Kementrian Kesehatan RI telah me-launching protokol kesehatan yang dapat dijadikan pedoman untuk antisipasi penyebaran coronavirus ini. Jadi, bila Anda bukanlah ODP, PDP, atau suspek, maka seharusnya ikuti langkah-langkah protokol tersebut.

Di bawah ini kami ringkaskan protokol yang dapat Anda jalani.

Bila Merasa Sakit

Bagi individu yang bukan salah satu dari 3 kelompok di atas, akan tetapi merasa tidak sehat yang mengeluhkan gejala demam 38°C atau lebih, batuk, pilek maka lakukan hal ini. Istirahat dengan porsi cukup di rumah, konsumsi vitamin, dan obat-obat penurun demam seperti parasetamol. Bilamana gejala tidak mereda atau muncul sesak nafas maka dianjurkan untuk segera berobat ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Dalam proses berobat ke fasilitas kesehatan terdekat, ikuti etika berikut:

  • Pakailah masker selama perjalanan atau dalam antrian pemeriksaan dokter. Ini dapat mengurangi risiko Anda tertular penyakit lain (termasuk COVID-19) karena Anda sedang dalam kondisi imunitas kurang. Selain itu, penggunaan masker juga akan menurunkan risiko penyebaran penyakit Anda ke orang lain.
  • Bila tidak mempunyai masker, maka laksanakan etika batuk yang benar. Tutuplah mulut dengan menggunakan siku bagian dalam (bukan telapak tangan) saat batuk atau bersin. Hal ini berguna untuk mengurangi risiko penyebaran karena telapak tangan dapat menjadi media penularan melalui salaman dan menyentuh benda-benda di sekitar.
  • Hindari memakai transportasi umum.
  • Gunakan cairan desinfektan sesering mungkin terutama aktivias tangan berkontak dengan mulut, mata, dan hidung.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan maka Anda akan ditatalaksana sesuai dengan penyakit yang diderita.

Bila Tidak Sakit

Bila Anda merasa sehat dan tidak merasakan gejala penyakit maka cukuplah melakukan social distancing di rumah masing-masing. Jaga kesehatan dengan tetap berolahraga, konsumsi makanan dan minuman sehat, dan berperilaku hidup bersih dan sehat di rumah. Batasi untuk ke luar rumah hanya untuk hal-hal yang penting dan urgen.

Nah, itu tadi penjelasan tentang beda ODP dan PDP serta suspect corona. Mudah-mudahan dapat dimengerti dan tidak menimbulkan kesalahpahaman. Semoga bermanfaat.

Sumber:
https://covid19.kemkes.go.id/
https://drzuhdy.com/

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here