Vulnus Laceratum atau Luka Robek

0
240
vulnus laceratum luka robek
Apakah apabila terjadi luka robek dan didiamkan maka dapat terjadi komplikasi berbahaya? Sumber gambar: https://pixabay.com/id/photos/luka-cedera-sakit-band-aid-661999/

Vulnus laceratum dalam bahasa Indonesia dikenal dengan luka laserasi. Ini adalah jenis luka pada kulit, otot, dan/ atau jaringan ikat lain yang berupa robekan atau terbuka. Kedalaman luka bisa dangkal atau dalam serta pendek atau panjang. Pada umumnya laserasi adalah hasil dari kulit yang membentur suatu benda, atau benda yang mengenai kulit secara paksa.

Mari kita simak penjelasan lengkap dari vulnus laseratum di bawah ini.

Pengertian Vulnus Laceratum

Vulnus laceratum adalah suatu keadaan dimana terdapat gangguan kontinuitas (diskontinuitas) jaringan yang menyebabkan jaringan terpisah yang mana semulanya dalam kondisi normal. Seperti disebutkan di atas, vulnus laseratum adalah bahasa medis dari luka robek. Bagian yang robek biasanya merupakan jaringan lunak pada tubuh.

Tidak jarang luka robek yang terbuka sering terkontaminasi oleh agen penyebab infeksi semisal virus, bakteri, jamur, dan lain-lain. Untuk luka robek yang lebih dalam biasanya akan mengeluarkan darah yang banyak (pendarahan hebat). Pada area tertentu yang memiliki banyak pembuluh darah seperti area wajah dan kulit kepala juga berkemungkinan menyebabkan pendarahan hebat.

Penyebab Vulnus Laseratum

Penyebab luka robek yang paling sering adalah akibat trauma oleh karena benda tajam. Walaupun begitu, benda tumpul juga bisa mengakibatkan vulnus laceratum. Trauma ini biasanya disebabkan oleh kecelakaan kerja dan kecelakaan lainnya.

Ciri-Ciri Vulnus Laseratum

Luka robek memiliki perbedaan dengan jenis luka yang lain. Pada umumnya, ini dibedakan dari bentuk lukanya. Berdasarkan Encylopedia of Forensic and Legal Medicine, ciri-ciri luka robek adalah luka yang tampak secara nyata yang biasanya disebabkan oleh benda tajam bertepi lurus. Potongan luka akan terlihat bersih (clean cut).

Namun demikian, benda tajam bertepi tidak rata dan benda tumpul juga bisa mengakibatkan luka robek. Hal ini akan menimbulkan potongan luka yang berkerut-kerut atau tidak beraturan dan diiringi dengan tanda-tanda trauma tumpul semisal memar, bengkak, atau kemerahan.

Pertolongan Pertama Pada Luka Robek

  • Tetap Tenang
    • Ketika memberikan pertolongan pertama kepada pasien, si penolong harus dalam kondisi tenang dan berada pada lingkungan yang aman.
    • Seringkali penolong yang tidak cakap merasa cemas dan khawatir apalagi bila melihat perdarahan yang hebat.
  • Hentikan Perdarahan Dengan Segera
    • Risiko kehilangan darah akan semakin meningkat bilamana perdarahan tidak ditatalaksana dengan segera. Segera kurangi perdarahan secara cepat dan tetap dengan menekan lokasi terjadinya luka robek. Tahan selama kira-kira lima sampai 15 menit.
    • Bilamana perdarahan belum berhenti maka segera bawa pasien ke IGD sambil tetap menekan bagian yang mengalami luka robek.
  • Pemanfaatan Plester
    • Bilamana luka tampak kecil dan hanya sedikit mengeluarkan darah maka kasus ini tergolong ringan. Silahkan bersihkan luka dengan air bersih (kalau bisa steril), gunakan antiseptik (semisal betadine), lalu tempelkan plester medis. Untuk luka yang agak besar, silahkan bawa pasien ke tenaga medis untuk dilakukan penjahitan luka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here