Beranda Asam Lambung Hubungan Antara Asam Lambung dan Kecemasan

Hubungan Antara Asam Lambung dan Kecemasan

1
373
asam lambung dan kecemasan
Ilustrasi stres

Penyakit asam lambung dan kecemasan memiliki hubungan yang dekat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwasanya kecemasan memiliki kemungkinan menimbulkan gejala refluks asam lambung semakin parah.

Kecemasan dan stres juga menjadi faktor kontribusi pada kasus-kasus penyakit asam lambung (GERD). Ibarat lingkaran setan, asam lambung naik juga dapat menimbulkan stres sehingga menyebabkan peningkatan kecemasan bagi beberapa orang. Sangat penting untuk melihat tingkat kecemasan pada penderita asam lambung dalam rangka pengobatan yang holistik.

Apa Hubungan Antara Penyakit Asam Lambung dan Kecemasan?

Refluks asam terjadi ketika asam dari lambung bocor dan masuk kembali ke pipa kerongkongan (esofagus). Ini adalah gejala umum penyakit refluks gastroesofageal (GERD).

Stres dapat membuat semakin parah gejala refluks asam ini. sementara itu kecemasan adalah respon alamiah terhadap stres yang dialami oleh tubuh. Secara paradoks, individu-individu yang mengalami kecemasan juga bisa dengan sendirinya menjadi stres. Hal ini akan membentuk siklus yang berkelanjutan.

Ada berbagai bukti ilmiah yang menunjukkan bahwasanya stres dan kecemasan berkaitan dengan GERD. Kedua hal ini bisa berperan sebagai pemicu refluks asam atau memperparah tampilan gejala penyakit asam lambung.

Terdapat penelitian pada tahun 2018 yang mengikutsertakan sebanyak lebih dari 19.000 orang. Dari riset ini ditemukan bahwasanya orang-orang yang menderita dan mengalami kecemasan lebih rentan mengalami gejala penyakit GERD. Para peneliti mengungkapkan beberapa alasan fisik yang mungkin menyebabkan hal ini berlaku, antara lain:

  • Kecemasan dapat mengurangi tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah. Bagi yang belum tahu, bahwa sfingter ini adalah otot-otot yang tersusun sehingga berfungsi sebagai penutup dan pencegah asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan.
  • Respon stres dan kecemasan dapat menyebabkan ketegangan otot dalam jangka panjang. Bila hal ini terjadi atau mempengaruhi otot-otot di sekitar perut maka bisa menimbulkan masalah. AKan terjadi peningkatan tekanan pada rongga perut sehingga turut menekan organ-organ di dalam rongga perut termasuk lambung. Pada kelanjutannya akan meningkatkan risiko asam lambung bocor ke kerongkongan.
  • Tingkat kecemasan yang tinggi dapat memicu peningkatan produksi asam lambung.

Autor pada penelitian Clinical Gastroenterology and Hepatology juga menemukan bahwa diantara orang dengan GERD, gejala – termasuk nyeri dan heartburn (sensasi panas pada dada) – yang dirasakan lebih parah pada mereka yang tingkat kecemasan nya tinggi.

Ilmuwan juga mencatat bahwasanya GERD dapat menjadi sumber stres dan kecemasan utama bagi banyak orang.

Penelitian Lainnya Yang Mengaitkan Kecemasan Dengan Asam Lambung

Pada tahun 2019, para peneliti mencatat bahwa orang dengan GERD yang mengalami gejala nyeri dada mempunyai tingkat kecemasan dan depresi yang lebih tinggi. Jumlahnya cukup signifikan dibandingkan dengan orang yang tidak menderita nyeri.

Para penulis penelitian juga menyarankan bahwa orang-orang dapat mengasosiasikan gejala-gejala seperti nyeri dada dengan kondisi-kondisi lain yang lebih serius. Hal ini akan meningkatkan kecemasan mereka tentang gejala-gejala ini.

Kombinasi dari faktor-faktor ini dapat memungkinkan lingkaran setan untuk berkembang. GERD dapat menyebabkan stres dan kecemasan, namun tingkat stres dan kecemasan juga berkontribusi terhadap GERD.

Nah, itu tadi pembahasan tentang kaitan antara penyakit asam lambung dan kecemasan. Mudah-mudahan bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

  • Sumber:
    • Healhtline.com: Acid reflux and anxiety: What to know
    • Choi, Ji Min, et al (2018): Association Between Anxiety and Depression and Gastroesophageal Reflux Disease: Results From a Large Cross-sectional Study
    • Kessing, Boudewijn F, et al (2015): Effects of Anxiety and Depression in Patients With Gastroesophageal Reflux Disease
    • Mohammad, Saleh, et al (2019): Depression and Anxiety in Patients with Gastroesophageal Reflux Disorder With and Without Chest Pain

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here