Home Info Kesehatan Herbal Bolehkah Tolak Angin Untuk Ibu Hamil dan Menyusui?

Bolehkah Tolak Angin Untuk Ibu Hamil dan Menyusui?

0
770
tolak angin untuk ibu hamil
Bolehkah ibu hamil minum tolak angin?

Artikel ini akan menjawab pertanyaan dari pembaca tentang status tolak angin untuk ibu hamil dan menyusui. Merek jamu herbal ini termasuk yang populer di Indonesia. Yuk kita simak bolehkah ibu hamil minum tolak angin di bawah ini.

Pertanyaan: Salam Dokter. Perkenalkan nama saya Intan. Saat ini saya memasuki kehamilan usia 6 bulan. Saya sering merasakan gejala masuk angin. Nah, saya mau tanya apakah boleh saya minum obat masuk angin semisal jamu herbal tolak angin? Terima kasih atas jawabannya Dok.

Perihal Tolak Angin Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Jawaban: Terima kasih kepada Ibu Intan yang telah melayangkan pertanyaan ke redaksi kami. Ibu hamil memang harus berhati-hati dan waspada terhadap jenis obat-obatan yang dikonsumsi karena ada beberapa jenis tertentu yang mendatangkan kerugian bagi wanita hamil dan janin nya. Obat-obatan bebas yang sering diminum sebelum masa kehamilan juga harus hati-hati dalam pemakaiannya. Oleh karena walaupun aman untuk ibu, akan tetapi bisa saja berbahaya bagi janin yang dikandung.

Perihal jamu herbal tolak angin maka kita harus mengetahui terlebih dahulu apa saja zat utama yang ada dalam komposisinya. Beberapa diantaranya yaitu adas (Foeniculi fructus), daun cengkeh (Caryophylli folium), daun mint (Menthae arvensitis herba), jahe (Zingiberis rhizome), kayu ules (Isorae fructus), serta madu (Mel depuratum).

Jamu herbal tolak angin ini memiliki khasiat untuk menyembuhkan gejala masuk angin yaitu berupa gejala mual hingga muntah, perut kembung, demam, atau pun meriang. Jamu ini termasuk golongan obat yang bebaas di jual di apotik, minimarket, hingga warung-warung. Untuk mendapatkan obat ini tidak dibutuhkan resep dari dokter.

Kalau dilihat dari apa yang terkandung di dalamnya maka sepintas lalu jamu ini termasuk memiliki kategori yang aman. Bahan-bahan penyusunnya termasuk yang sering dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari. Sebut saja jahe dan cengkeh yang sering dijadikan bumbu masak serta madu yang sering diminum untuk menjaga kesehatan. Bahkan madu diketahui memiliki manfaat untuk ibu hamil terutama mendekati masa persalinan.

Namun, tidak serta merta kami menyatakan jamu herbal ini aman. Sejauh ini belum ada riset dan studi tentang uji keamanan jamu ini bila dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Jamu herbal ini dikategorikan sebagai kategori N yaitu belum dikategorikan karena belum diketahui dampak dan efek konsumsi jamu herbal ini terhadap keadaan wanita hamil dan menyusui.

Lantas Tidak Bolehkah Ibu Hamil Minum Tolak Angin?

Untuk menjawab ini diserahkan kepada dokter umum atau dokter kandungan yang melakukan antenatal care ibu hamil masing-masing. Mereka yang lebih berhak memberikan advise tentang penggunaan obat ini karena lebih memahami keadaan ibu hamil dan bagaimana kondisi janin yang sedang dikandung. Mereka pula yang dapat menentukan dosis dan jumlah yang boleh diminum dan lain sebagainya. Namun, untuk lebih jelasnya kami rincikan pertimbangan seperti di bawah ini.

Peringatan

apakah ibu hamil boleh minum tolak angin
gambar tanaman adas
  • Jahe yang termasuk ke dalam bahan utama jamu ini dapat menimbulkan masalah jantung, penurunan kadar glukosa darah dan lebih berisiko mengalami perdarahan bila dikonsumsi secara berlebihan.
  • Madu tidak direkomendaskan bagi bayi yang masih berumur kurang dari 1 tahun karena memiliki risiko menyebabkan keracunan.
  • Adas dapat berperan sebagai hormon estrogen bagi tubuh. Ini dapat menganggu proses kehamilan khususnya hamil usia tua. Bila dikonsumsi secara berlebihan juga akan meningkatkan risiko penyakit kanker payudara, kanker rahim, penyakit endometriosis, dan lain sebagainya.
  • Reaksi alergi dapat muncul pada ibu hamil yang memiliki riwayat alergi terhadap salah satu bahan yang terkandung di dalam jamu herbal ini.

Nah, itu tadi penjelasan tentang apakah ibu hamil boleh minum tolak angin atau tidak. Berdasarkan artikel ini disimpulkan bahwa jamu herbal tersebut masih dikategorikan N. Oleh karena itu, lebih baik dihindari atau silahkan berkonsultasi dengan dokter masing-masing.

  • Sumber:
    • Alodokter.com (2019): Tolak angin

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here